Problematika Akhlak dalam Kehidupan

Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), Problematika adalah sesuatu yang mengandung masalah. Jika digabungkan dengan akhlak, menjadi problematika akhlak dapat disimpulkan bahwa problematika akhlak adalah suatu masalah yang berkaitan dengan akhlak.

Pengenalan Akhlak dalam Kehidupan

Akhlak, sebuah konsep yang mendalam dalam kehidupan manusia. Pengertian dan konsep akhlak menjadi dasar bagi perilaku manusia dalam berinteraksi dengan sesama, Tuhan, dan lingkungannya. Pentingnya akhlak dalam kehidupan sehari-hari tidak dapat dipandang remeh. Akhlak menjadi pondasi perilaku manusia, menentukan apakah seseorang akan menjadi pribadi yang mulia atau terperosok dalam perilaku tercela.

Akhlak terhadap Tuhan (Akhlak kepada Khaliq)

Qana’ah, tawakkal, dan syukur merupakan sikap akhlak yang diarahkan kepada Sang Pencipta. Qana’ah mengajarkan untuk bersyukur dengan apa yang telah dimiliki, meniadakan sifat serakah, dan merasa cukup dengan nikmat yang diberikan Tuhan. Tawakkal menanamkan keyakinan penuh kepada rencana Tuhan, bahwa segala sesuatu yang terjadi adalah kehendak-Nya. Syukur menjadi cerminan rasa terima kasih dan penghargaan atas nikmat-nikmat Tuhan yang tiada henti mengalir.

Takwa, khauf, dan raja’ adalah bentuk akhlak yang menunjukkan hubungan manusia dengan Tuhan dalam aspek ketakutan dan harapan. Takwa mendorong manusia untuk senantiasa menjaga ketaqwaan kepada Tuhan, menghindari segala bentuk dosa dan perbuatan tercela. Khauf mengajarkan untuk merasa takut akan hukuman Tuhan, sehingga mendorong manusia untuk tetap taat dan menjauhi dosa. Raja’ merupakan bentuk harapan dan kepercayaan kepada Tuhan, berharap dan bertawakal bahwa Tuhan akan senantiasa memberikan yang terbaik bagi hamba-Nya.

Ridho dan ikhlas menandakan kesempurnaan akhlak dalam berhubungan dengan Tuhan. Meridhoi ketetapan Tuhan adalah sikap menerima segala ujian dan takdir dengan lapang dada. Ikhlas menjadi niat dalam berbuat baik, tidak mengharapkan apapun kecuali ridho-Nya. Cinta kepada Tuhan menjadi pendorong dalam setiap perbuatan, mencintai Allah dengan sepenuh hati.

Akhlak terhadap Sesama Manusia

Rasulullah SAW menjadi teladan dalam berakhlak terhadap sesama manusia. Menghormati dan mengikuti ajaran beliau adalah bagian dari akhlak terhadap Rasulullah SAW. Dalam berinteraksi dengan keluarga dan diri sendiri, akhlak menjadi cerminan dari sejauh mana seseorang mampu menjaga hubungan harmonis dengan orang terdekat dan menjaga diri dari perilaku yang merugikan.

Akhlak dalam berhubungan dengan tetangga dan teman menuntut sikap saling menghargai, saling tolong-menolong, serta menjaga silaturahmi yang baik. Berkomunikasi dengan orang lain memerlukan akhlak yang baik agar pesan dapat disampaikan dengan efektif dan tanpa menyakiti perasaan orang lain. Di dunia bisnis dan profesi, akhlak menjadi kunci kesuksesan, seperti jujur, amanah, dan mengutamakan kepentingan bersama.

Akhlak terhadap Lingkungan

Menjaga kelestarian alam adalah bentuk akhlak terhadap lingkungan. Menghindari pemborosan, mengurangi polusi, dan menggunakan sumber daya alam dengan bijaksana adalah sikap yang harus dimiliki untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik.

Problematika Akhlak dalam Masyarakat Modern

Era modern dan globalisasi membawa tantangan tersendiri dalam menjaga akhlak. Pengaruh teknologi dan media sosial dapat mengubah perilaku manusia menjadi lebih individualistik dan materialistik. Krisis moral dan etika di masyarakat modern menjadi tantangan dalam menciptakan masyarakat yang bermartabat.

Mengatasi Problematika Akhlak: Pendidikan dan Kesadaran Beragama

Mengatasi problematika akhlak memerlukan pendekatan holistik, di antaranya melalui pendidikan karakter dan kesadaran beragama. Pendidikan karakter menjadi sarana untuk membentuk pribadi yang berakhlak mulia, sedangkan kesadaran beragama menjadi pendorong dalam menjalankan ajaran agama dengan penuh pengertian dan keyakinan.

Tantangan Akhlak dalam Era Modern

Pada zaman modern seperti saat ini, tentu banyak sekali permasalahan atau problematika yang kita (masyarakat modern) hadapi, salah satunya adalah problematika akhlak. Masyarakat modern adalah sekelompok manusia yang hidup dalam kebersamaan yang saling mempengaruhi dan terikat dengan norma-norma, serta sebagian besar anggotanya mempunyai orientasi nilai budaya untuk menuju kehidupan yang lebih maju.

Gaya hidup atau tingkah laku masyarakat modern yang telah tergerus oleh modernisasi menyebabkan munculnya problematika akhlak. Kehidupan masyarakat modern identik dengan mendewakan ilmu pengetahuan dan teknologi, mengesampingkan pemahaman agama. Mereka beranggapan bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi akan mampu meningkatkan taraf kehidupan. Padahal tidak selamanya seperti yang diharapkan karena kemajuan di bidang teknologi yang berkembang pada masyarakat modern akan memberikan dua dampak bagi kehidupan manusia, yaitu dapat memberikan dampak positif dan, pada sisi lain, juga dapat menimbulkan dampak negatif.

Problematika Akhlak dalam Aspek Lainnya

Selain problematika dalam aspek pengembangan intelektual khususnya pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, dalam masyarakat modern mengalami berbagai problematika dalam aspek lainnya, seperti dalam aspek politik, pluralisme agama, spiritual, dan etika.

Problematika Politik

Dalam aspek politik, banyak terjadi perabutan kekuasaan, politik menghalalkan segala cara, dan politik kampung yang menghilangkan menjadikan manusia lepas dari kehidupan akhirat. Selain itu, masyarakat seringkali mencampuri urusan kepercayaan agama lain, saling menganggap agama yang diikuti adalah benar dan yang lainnya adalah salah. Hal ini menimbulkan perpecahan antar umat beragama. Padahal, pluralitas agama dalam masyarakat modern adalah sesuatu yang wajar, yang sudah menjadi sunnatullah.

Problematika Spiritual

Dalam aspek spiritual, masyarakat modern senantiasa terbuai dalam situasi keglamoran, mendewakan ilmu pengetahuan dan teknologi yang menjadikan mereka meninggalkan pemahaman agama, hidup dalam sikap sekuler yang menghapus visi keilahian. Hilangnya visi dan keilahian tersebut mengakibatkan kehampaan spiritual dan mengakibatkan manusia jauh dari Sang Maha Pencipta, meninggalkan ajaran-ajaran yang dimuat dalam dogma agama. Akibat dari itu, maka dalam kehidupan masyarakat modern sering dijumpai banyak orang yang merasa gelisah, tidak percaya diri, stres, dan tidak memiliki pegangan hidup. Kegelisahan hidup mereka sering disebabkan karena takut kehilangan apa yang dimiliki. Rasa khawatir terhadap masa depan yang tidak dapat dicapai sesuai dengan harapan, daya saing yang tinggi dalam memenuhi kebutuhan hidup, dan akibat banyak pelanggaran dosa yang dilakukan.

Problematika Etika

Dalam aspek etika, masyarakat modern mengalami krisis moral yang berkepanjangan. Masyarakat modern seringkali menampilkan sifat-sifat yang kurang dan tidak terpuji, serta menyimpang dari norma-norma yang berlaku, baik norma agama, adat istiadat, dan hukum. Bentuk penyimpangan moral tersebut seperti menurunnya kualitas moral bangsa yang dicirikan dengan membudayanya praktek KKN (korupsi, kolusi, dan nepotisme), berbagai konflik yang merajalela (antar etnis, agama, politik, ormas, dan lain-lain), meningkatnya kriminalitas di berbagai kalangan, serta menurunnya etos kerja di berbagai instansi-instansi pemerintahan, merosotnya nilai-nilai keadilan, spiritual, kemanusiaan, dan masih banyak lagi.

Kesimpulan

Gaya hidup atau tingkah laku masyarakat modern yang telah tergerus oleh modernisasi menyebabkan munculnya problematika akhlak. Dalam masyarakat modern juga terdapat problematika dalam aspek politik, pluralisme agama, spiritual, dan etika. Mengatasi problematika akhlak ini memerlukan pemahaman dan kesadaran akan pentingnya mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai agama dan etika dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, masyarakat modern dapat mencapai kehidupan yang lebih harmonis, beretika, dan bermartabat.