"Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk. " QS. Al An'aam ayat 82


PASANG BANNER INI DI BLOG ANDA SEKARANG

SPOTLITE
News Stream

Sabtu, 08 November 2014

KIBLAT.NET, Dar'aa - Kerabat Bashar Assad kembali tewas dalam pertempuran melawan mujahidin Suriah. Kali ini, sepupu presiden diktator tersebut tewas di tangan mujahidin dalam pertempuran di kota Syaikh Miskin, provinsi Dar'aa.

Dilaporkan portal berita online Suriah, zamanalwsl.net, Jumat (07/11), sepupu Bashar Al-Asad itu bernama Aktsam Ibrahim Syalisy. Ia merupakan anak bibi Bashar Assad dari ayahnya, Hafidz Asad.

Menurut portal berita yang mendukung perjuangan rakyat Suriah tersebut, mayat Akhtsam masih tergeletak di kota yang telah dikontrol mujahidin itu. Militer rezim tidak sempat membawa mayat sepupu presidennya itu ketika mereka melarikan diri dari kejaran mujahidin.

Sebelumnya, mujahidin Jabhah Nusrah bekerja sama dengan sejumlah faksi lainnya dilaporkan berhasil membuka pengepungan ke kota Syaikh Miskin. Mujahidin berhasil mengusir militer Suriah dan mengontrol kota itu.

Dalam laporannya, Jabhah Nusrah mengontrol pos-pos militer sebelum berhasil masuk ke Syaikh Miskin. Mujahidin masih terus menyisir ke sejumlah daerah untuk mensterilkan kota itu dari militer rezim.

Jabhah Nusrah juga melaporkan bahwa sejumlah pejuangnya gugur dalam pertempuran itu.

Jabhah Nusrah, Jabhah Syam Muwahhadah dan Gerakan Al-Mutsanna, Senin lalu mengumumkan membentuk ruang operasi bersama di bawah sandi "Udkhulu 'Alaihimul Bab". Sejak awal operasi itu digulirkan, mujahidin langsung meraih sejumlah kemajuan hingga berhasil mengontrol Syaikh Miskin di provinsi Dar'aa.
Sumber: zamanalwsl.net, eldorar.com
Penulis: Hunef

Sepupu Bashar Assad Tewas dalam Pertempuran

KIBLAT.NET, Dar'aa - Kerabat Bashar Assad kembali tewas dalam pertempuran melawan mujahidin Suriah. Kali ini, sepupu presiden diktator tersebut tewas di tangan mujahidin dalam pertempuran di kota Syaikh Miskin, provinsi Dar'aa.

Dilaporkan portal berita online Suriah, zamanalwsl.net, Jumat (07/11), sepupu Bashar Al-Asad itu bernama Aktsam Ibrahim Syalisy. Ia merupakan anak bibi Bashar Assad dari ayahnya, Hafidz Asad.

Menurut portal berita yang mendukung perjuangan rakyat Suriah tersebut, mayat Akhtsam masih tergeletak di kota yang telah dikontrol mujahidin itu. Militer rezim tidak sempat membawa mayat sepupu presidennya itu ketika mereka melarikan diri dari kejaran mujahidin.

Sebelumnya, mujahidin Jabhah Nusrah bekerja sama dengan sejumlah faksi lainnya dilaporkan berhasil membuka pengepungan ke kota Syaikh Miskin. Mujahidin berhasil mengusir militer Suriah dan mengontrol kota itu.

Dalam laporannya, Jabhah Nusrah mengontrol pos-pos militer sebelum berhasil masuk ke Syaikh Miskin. Mujahidin masih terus menyisir ke sejumlah daerah untuk mensterilkan kota itu dari militer rezim.

Jabhah Nusrah juga melaporkan bahwa sejumlah pejuangnya gugur dalam pertempuran itu.

Jabhah Nusrah, Jabhah Syam Muwahhadah dan Gerakan Al-Mutsanna, Senin lalu mengumumkan membentuk ruang operasi bersama di bawah sandi "Udkhulu 'Alaihimul Bab". Sejak awal operasi itu digulirkan, mujahidin langsung meraih sejumlah kemajuan hingga berhasil mengontrol Syaikh Miskin di provinsi Dar'aa.
Sumber: zamanalwsl.net, eldorar.com
Penulis: Hunef

Posted at 05.06 |  by Harian Muslim

Minggu, 02 November 2014

KIBLAT.NET, Damaskus - Kejahatan rezim Bashar Assad terhadap warga Suriah belum berhenti. Baru-baru ini, lembaga Pengawas HAM Suriah melaporkan kejahatan terbaru yang dilakukan oleh rezim yang telah berkuasa selama tiga dekade itu.

Dilansir dari kantor berita Sky News Arabia, lembaga yang dipimpin Rami Abdurrahman itu mengungkap bahwa rezim Suriah memaksa warga yang kerabat mereka tewas di dalam penjara untuk menandatangani surat kematian. Surat itu menerangkan bahwa kerabat mereka tewas dibunuh oleh pejuang oposisi.

Lembaga Pengawas menambahkan, korban kekejaman rezim Suriah di dalam tahanan telah memakan korban jiwa 1.900 warga lebih sejak awal tahun ini. Sebagian jasad mereka dikembalikan langsung ke keluarga masing-masing, sementara sebagian lainnya hanya disampaikan pemberitahuan pada pihak keluarga.

Dari keseluruhan korban, kata lembaga Pengawas, 27 di antaranya berumur kurang dari 18 tahun dan 11 perempuan. Hampir seluruh korban meninggal akibat penyiksaan sistematis, perlakuan sewenang-wenang, kelaparan dan penyakit menular.

Sejumlah organisasi HAM menyebutkan, puluhan ribu rakyat Suriah ditangkap rezim atas tuduhan "terorisme". Mereka ditangkap lantaran menentang pemerintahan diktator yang dipraktekkan Bashar Assad.

Para tahanan itu mengalami berbagai jenis metode penyiksaan di luar batas kemanusiaan. Sehingga banyak di antara mereka yang langsung tewas di tempat, cacat permanen, kurang gizi dan terjangkit penyakit kronis. Mereka juga tidak diberi makan dan obat-obatan.

Organisasi-organisasi HAM mengecam keras metode penyiksaan yang dipraktekkan rezim Suriah. Sebuah tim ahli hukum dan forensik internasional baru-baru ini mulai menginvestigasi foto-foto yang bocor dari dalam penjara Suriah, menunjukkan tahanan yang mengalami penyiksaan sistematis sampai mati.
Sumber: Sky News Arabia
Penulis: Hunef

Ribuan warganya tewas dalam penjara, Rezim Suriah paksa keluarga tandatangan surat palsu

KIBLAT.NET, Damaskus - Kejahatan rezim Bashar Assad terhadap warga Suriah belum berhenti. Baru-baru ini, lembaga Pengawas HAM Suriah melaporkan kejahatan terbaru yang dilakukan oleh rezim yang telah berkuasa selama tiga dekade itu.

Dilansir dari kantor berita Sky News Arabia, lembaga yang dipimpin Rami Abdurrahman itu mengungkap bahwa rezim Suriah memaksa warga yang kerabat mereka tewas di dalam penjara untuk menandatangani surat kematian. Surat itu menerangkan bahwa kerabat mereka tewas dibunuh oleh pejuang oposisi.

Lembaga Pengawas menambahkan, korban kekejaman rezim Suriah di dalam tahanan telah memakan korban jiwa 1.900 warga lebih sejak awal tahun ini. Sebagian jasad mereka dikembalikan langsung ke keluarga masing-masing, sementara sebagian lainnya hanya disampaikan pemberitahuan pada pihak keluarga.

Dari keseluruhan korban, kata lembaga Pengawas, 27 di antaranya berumur kurang dari 18 tahun dan 11 perempuan. Hampir seluruh korban meninggal akibat penyiksaan sistematis, perlakuan sewenang-wenang, kelaparan dan penyakit menular.

Sejumlah organisasi HAM menyebutkan, puluhan ribu rakyat Suriah ditangkap rezim atas tuduhan "terorisme". Mereka ditangkap lantaran menentang pemerintahan diktator yang dipraktekkan Bashar Assad.

Para tahanan itu mengalami berbagai jenis metode penyiksaan di luar batas kemanusiaan. Sehingga banyak di antara mereka yang langsung tewas di tempat, cacat permanen, kurang gizi dan terjangkit penyakit kronis. Mereka juga tidak diberi makan dan obat-obatan.

Organisasi-organisasi HAM mengecam keras metode penyiksaan yang dipraktekkan rezim Suriah. Sebuah tim ahli hukum dan forensik internasional baru-baru ini mulai menginvestigasi foto-foto yang bocor dari dalam penjara Suriah, menunjukkan tahanan yang mengalami penyiksaan sistematis sampai mati.
Sumber: Sky News Arabia
Penulis: Hunef

Posted at 19.51 |  by Harian Muslim

Selasa, 28 Oktober 2014

SURIAH (Panjimas.com) - Cerita ini datang dari negeri yang sangat jauh namun terkenal karena jaminan keberkahannya dari Allah SWT. Yaitu Suriah, secuil bagian dari Negeri Syam.

Adalah Abu Matsan salah seorang pemuda dari Kota Halab (Aleppo). Ia seorang pemuda yang takut kepada Allah SWT. Karena ketakutannya kepada Allah SWT itu, ia pun tak ingin lama-lama bermaksiat dan membujang.

Maka, ia pun bekerja dengan keras untuk mengumpulkan uang. Uang itu nantinya digunakan untuk mahar pernikahannya. Maklum saja, mahar di tanah Arab memang dikenal berharga tinggi. Termasuk di Suriah. Apalagi, saat itu jihad Suriah sudah dimulai. Jihad yang dipicu oleh rentetan Revolusi Musim Semi Arab itu segera meletus di berbagai wilayah. Pekerjaan menjadi barang langka. Huru-hara dimana-mana. Di tengah-tengah aktivitas jihad, Abu Matsan tetap giat berupaya.

Pucuk dicinta, ulam pun tiba. Setelah berhasil terkumpul sejumlah uang, Abu Matsan dijodohkan dengan wanita dambaan hatinya. Seluruh keluarga berkumpul, hari pernikahan pun ditentukan. Abu Matsan pun tak sabar menanti datangnya detik-detik yang akan sangat membahagiakan hatinya itu.

Tiba-tiba saja, pesawat tempur rezim Bashar Assad meraung-raung di langit Aleppo. Ia memuntahkan semua peluru yang dikandungnya, meluluhlantakkan seluruh bangunan serta apa saja yang ada di bawahnya. Rumah Abu Matsan, calon istrinya seluruh tetangga dan handai taulan yang ada di kawasan itu hancur lebur, rata dengan tanah.

“Hilang, saudaraku.. Semua hilang.. Rumah-rumah, keluarga, teman-teman dan calon istriku hilang akibat serangan itu,” cerita Abu Matsan kepadaku. Meski, terdengar sedih, tapi Abu Matsan dan kawan-kawannya bercerita dengan gelak tawa.

“Aina dollar.. Aina dollar (mana uang,mana uang)??? Siapa yang sudi memberikanku uang untuk menikah,” ujarnya lagi dengan ekspresi yang mengundang gelak tawa. Kami semua yang saat itu sedang menikmati teh dengan santai ikut tertawa mendengar cerita Abu Matsan.

Banyak korban jatuh akibat serangan Assad di Aleppo saat itu, tapi kabarnya calon istri Abu Matsan selamat, namun mengungsi bersama keluarganya karena ketakutan. Abu Matsan pun hanya bisa gigit jari.

“Sabarlah saudaraku, Insya Allah engkau akan dinikahkan oleh Allah SWT dengan para bidadari di surga nanti,” ujarku menghibur. Tapi dengan bercanda, Abu Matsan malah menjawab, “Hah di surga? Lama sekali. Aku ingin di dunia juga.”

Seteguk teh khas Suriah membasahi kerongkonganku. Rupanya, dalam sedu sedan kisah Suriah masih ada orang-orang setegar Abu Matsan. Ia mampu menghadapi beratnya cobaan dengan senyum di wajahnya. [Fajar Shadiq, wartawan JITU untuk Suriah]

Kisah Mahar Abu Matsan dari Bumi Suriah

SURIAH (Panjimas.com) - Cerita ini datang dari negeri yang sangat jauh namun terkenal karena jaminan keberkahannya dari Allah SWT. Yaitu Suriah, secuil bagian dari Negeri Syam.

Adalah Abu Matsan salah seorang pemuda dari Kota Halab (Aleppo). Ia seorang pemuda yang takut kepada Allah SWT. Karena ketakutannya kepada Allah SWT itu, ia pun tak ingin lama-lama bermaksiat dan membujang.

Maka, ia pun bekerja dengan keras untuk mengumpulkan uang. Uang itu nantinya digunakan untuk mahar pernikahannya. Maklum saja, mahar di tanah Arab memang dikenal berharga tinggi. Termasuk di Suriah. Apalagi, saat itu jihad Suriah sudah dimulai. Jihad yang dipicu oleh rentetan Revolusi Musim Semi Arab itu segera meletus di berbagai wilayah. Pekerjaan menjadi barang langka. Huru-hara dimana-mana. Di tengah-tengah aktivitas jihad, Abu Matsan tetap giat berupaya.

Pucuk dicinta, ulam pun tiba. Setelah berhasil terkumpul sejumlah uang, Abu Matsan dijodohkan dengan wanita dambaan hatinya. Seluruh keluarga berkumpul, hari pernikahan pun ditentukan. Abu Matsan pun tak sabar menanti datangnya detik-detik yang akan sangat membahagiakan hatinya itu.

Tiba-tiba saja, pesawat tempur rezim Bashar Assad meraung-raung di langit Aleppo. Ia memuntahkan semua peluru yang dikandungnya, meluluhlantakkan seluruh bangunan serta apa saja yang ada di bawahnya. Rumah Abu Matsan, calon istrinya seluruh tetangga dan handai taulan yang ada di kawasan itu hancur lebur, rata dengan tanah.

“Hilang, saudaraku.. Semua hilang.. Rumah-rumah, keluarga, teman-teman dan calon istriku hilang akibat serangan itu,” cerita Abu Matsan kepadaku. Meski, terdengar sedih, tapi Abu Matsan dan kawan-kawannya bercerita dengan gelak tawa.

“Aina dollar.. Aina dollar (mana uang,mana uang)??? Siapa yang sudi memberikanku uang untuk menikah,” ujarnya lagi dengan ekspresi yang mengundang gelak tawa. Kami semua yang saat itu sedang menikmati teh dengan santai ikut tertawa mendengar cerita Abu Matsan.

Banyak korban jatuh akibat serangan Assad di Aleppo saat itu, tapi kabarnya calon istri Abu Matsan selamat, namun mengungsi bersama keluarganya karena ketakutan. Abu Matsan pun hanya bisa gigit jari.

“Sabarlah saudaraku, Insya Allah engkau akan dinikahkan oleh Allah SWT dengan para bidadari di surga nanti,” ujarku menghibur. Tapi dengan bercanda, Abu Matsan malah menjawab, “Hah di surga? Lama sekali. Aku ingin di dunia juga.”

Seteguk teh khas Suriah membasahi kerongkonganku. Rupanya, dalam sedu sedan kisah Suriah masih ada orang-orang setegar Abu Matsan. Ia mampu menghadapi beratnya cobaan dengan senyum di wajahnya. [Fajar Shadiq, wartawan JITU untuk Suriah]

Posted at 00.11 |  by Harian Muslim

Selasa, 21 Oktober 2014

TANGERANG SELATAN (Panjimas.com) –Walau Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) sudah tidak lagi mengizinkan segala macam aktivitas terkait minuman keras (miras), tetapi masih saja ada oknum yang melanggar aturan ini. Beberapa bulan lalu, tepatnya bulan Mei 2014 seorang warga tewas seusai pesta miras di sebuah karaoke di daerah Alam Sutera.

Kondisi ini membuat warga Tangsel berinisiatif menjadikan lingkungan tempat tinggal mereka sebagai Kampung Anti Miras. Ketua Umum Gerakan Nasional Anti Miras (GeNAM), Fahira Idris mengatakan, lahirnya kampung-kampung Anti Miras setelah relawan GeNAM Tangsel turun ke masyarakat untuk mensosialisasikan bahaya miras.

“Ternyata pengetahuan masyarakat terhadap bahaya miras masih minim, setelah mereka tahu bahwa miras bukan hanya merusak kesehatan, tetapi juga ancaman bagi anak-anak mereka, warga berinisiatif melindungi lingkungan mereka dari miras,” ujar Fahira Idris saat Deklarasi GeNAM Chapter Tangsel di Car Free Day (CFD) Bintaro Jaya pada Ahad (19/10/2014).

Dalam acara CFD tersebut, saat deklarasi Anti Miras, hadir juga Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany, Anggota DPRD Tangsel, Kapolres Tangsel, Tokoh Masyarakat, dan berbagai ormas.

Berbeda dengan daerah lain yang melarang miras melalui Perda Miras, Larangan Miras di Kota Tangsel diatur dalam Perda No.4 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Perizinan dan Pendaftaran Usaha Perindustrian dan Perdagangan.

Pasal 122 dalam Perda ini menyatakan bahwa Pemkot Tangsel tidak menerbitkan Izin Usaha Industri, izin impor, izin edar dan SIUP bagi pelaku usaha Minuman Beralkohol serta melarang setiap orang atau badan dilarang memproduksi, mengedarkan serta memperdagangkan minuman beralkohol.

Menurut Fahira, GeNAM tetap mendorong masalah pelarangan miras diatur tersendiri dalam sebuah Perda Miras, agar baik pengaturan maupun sanksinya lebih tegas. Selama ini, kenapa miras tetap saja beredar walau sudah ada aturan yang melarangnya, alasannya adalah karena pengawasan yang masih kurang dan tidak adanya efek jera karena orang atau badan hukum yang melanggar dihukum sangat ringan.

“Di Perda Kota Tangsel ini, hukuman (jika melanggar ketentuan miras) masih sangat ringan karena sebatas sanksi administratif berupa pencabutan izin, padahal dampak miras sangat luar biasa merusaknya. Kami akan tetap mendorong agar Tangsel punya perda miras,” ujarnya. [GA]

Subhanallah di Tangerang Selatan ada Kampung anti Miras

TANGERANG SELATAN (Panjimas.com) –Walau Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) sudah tidak lagi mengizinkan segala macam aktivitas terkait minuman keras (miras), tetapi masih saja ada oknum yang melanggar aturan ini. Beberapa bulan lalu, tepatnya bulan Mei 2014 seorang warga tewas seusai pesta miras di sebuah karaoke di daerah Alam Sutera.

Kondisi ini membuat warga Tangsel berinisiatif menjadikan lingkungan tempat tinggal mereka sebagai Kampung Anti Miras. Ketua Umum Gerakan Nasional Anti Miras (GeNAM), Fahira Idris mengatakan, lahirnya kampung-kampung Anti Miras setelah relawan GeNAM Tangsel turun ke masyarakat untuk mensosialisasikan bahaya miras.

“Ternyata pengetahuan masyarakat terhadap bahaya miras masih minim, setelah mereka tahu bahwa miras bukan hanya merusak kesehatan, tetapi juga ancaman bagi anak-anak mereka, warga berinisiatif melindungi lingkungan mereka dari miras,” ujar Fahira Idris saat Deklarasi GeNAM Chapter Tangsel di Car Free Day (CFD) Bintaro Jaya pada Ahad (19/10/2014).

Dalam acara CFD tersebut, saat deklarasi Anti Miras, hadir juga Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany, Anggota DPRD Tangsel, Kapolres Tangsel, Tokoh Masyarakat, dan berbagai ormas.

Berbeda dengan daerah lain yang melarang miras melalui Perda Miras, Larangan Miras di Kota Tangsel diatur dalam Perda No.4 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Perizinan dan Pendaftaran Usaha Perindustrian dan Perdagangan.

Pasal 122 dalam Perda ini menyatakan bahwa Pemkot Tangsel tidak menerbitkan Izin Usaha Industri, izin impor, izin edar dan SIUP bagi pelaku usaha Minuman Beralkohol serta melarang setiap orang atau badan dilarang memproduksi, mengedarkan serta memperdagangkan minuman beralkohol.

Menurut Fahira, GeNAM tetap mendorong masalah pelarangan miras diatur tersendiri dalam sebuah Perda Miras, agar baik pengaturan maupun sanksinya lebih tegas. Selama ini, kenapa miras tetap saja beredar walau sudah ada aturan yang melarangnya, alasannya adalah karena pengawasan yang masih kurang dan tidak adanya efek jera karena orang atau badan hukum yang melanggar dihukum sangat ringan.

“Di Perda Kota Tangsel ini, hukuman (jika melanggar ketentuan miras) masih sangat ringan karena sebatas sanksi administratif berupa pencabutan izin, padahal dampak miras sangat luar biasa merusaknya. Kami akan tetap mendorong agar Tangsel punya perda miras,” ujarnya. [GA]

Posted at 00.24 |  by Harian Muslim

Senin, 06 Oktober 2014

KIBLAT.NET - Gerimis masih memercik pelan, membasahi payung-payung yang membungkus jalanan menuju gerbang Masjid Fathu Islami di Kawasan Sadao, Thailand. Jam dinding menunjukkan pukul 08.30, usai bersalaman dengan warga sekitar yang baru saja melaksanakan shalat Idul Adha dalam guyuran hujan, kami segera melaju menuju bumi Patani yang sedari malam sudah menanti.

Berjuta harap, ingin segera bersua saudara yang telah lama dirindu. Patani, negeri dengan tiga wilayah kini: Pattani, Narathiwat, dan Yala memang begitu menyimpan kenangan tersendiri. “ Indonesia adalah kakak tertua kami,” suara-suara minor itu begitu terngiang ketika saya berkesempatan mengunjungi Tanah Melayu ini tahun 2013 silam.

Kini, Road4Peace Indonesia dan Malaysia kembali mendatangi saudaranya di Selatan Thailand, berharap berjumpa dengan ‘adiknya’ yang mungkin sudah ter(di)lupakan di tengah carut marut Poltik Negeri yang tak kunjung usai. Dengan syariat Kurban, Qarraba (mendekatkan), sungguh, sangat terasa bahwa kurban pun mendekatkan dalam arti yang sebenarnya.

Dari pelbagai dunia, Allah kumpulkan berjuta manusia di Tanah Suci, dan kini, Allah pun dekatkan kami dengan para saudara muslim di belahan bumi Nusantara, syukur dan terima kash terhatur kepada para pekurban di Indonesia yang masih memikirkan saudara-saudaranya walau mata tak berjumpa, tapi hati itu begitu dekat.

Mobil pun melesat dengan cepat, hingga matahari tampak semakin merangkak naik, bulatannya semakin menyilaukan. Dalam hati ini dag dig dug, Ya Allah, mereka telah menanti kami dari kemarin malam, hingga suara adzan berkumandang di Tanah Melayu Patani, kami masih dalam perjalanan.

Menuju Patani, jalanan yang begitu lebar dan melompong seakan tersedia di depan mata. Pepohonan menemani pemandangan, dengan sesekali mobil berkecapatan super menerabas, melewati para pengendara motor yang entah terlihat sering tak mengenakan jaket dan helm, dengan baju yang mengembang kemasukan angin.

Mentari semakin melangkah ke Barat, saat itu, Tim Road4Peace di Patani, Hasan sudah mengontak kami berkali-kali, hingga akhirnya kami berjuma di pinggiran jalan yang mengular, setelah berjalan kira-kira 80 km dari Patani yang ditempuh sekitar tiga jam dari perbatasan Thailand – Malaysia.

“Alhamdulillah,” kata Hasan dengan sarung kotak-kotaknya turun dari mobil yang akan mengantarkan kami ke lokasi menunaikan kurban kaum muslimin Indonesia. Saya dan Pak Mus pun saling beramah dengan Hasan, tak lama kami kembali masuk mobil dan kembali melewati jalanan yang cukup lama.

Dari jalan besar, kami masuk ke dalam hutan, yang jalanannya tak sebagus aspalt di awal perjalanan. Kami kira, perjalanan menuju lokasi hanya sebentar, pohon-pohon yang membayangi jalanan kerap terlewati, sambil naik turun hingga kelok demi kelokan.

Tak lupa, pemandangan ‘wajib’ di Patani, ialah gulungan kawat, penghalang jalanan, dan tentara yang terus memegang moncong senapan yang entah berapa kali check point tersebut harus kami lewati, walau ternyata berada di sudut-sudut kampung di pelosok.

Setelah nyaris satu jam, memasuki lorong-lorong desa, akhirnya kami tiba di desa Damabuah. Di depan pelataran Majsid Fathul Karim, sudah berkumpul masyarakat Patani. Tenda benaung meja-meja dan orang bersiap menyambut kami sudah disiapkan, berikut mic untuk Pidato. Di sambil tenda, dua kuali besar memasak kambing membumbungkan asap.

Di samping kirinya, ruangan besar, tempat ibu-ibu memasak. Begitu turun dari Mobil, puluhan orang mengantre, bersahutan menyalami kami satu-persatu. Paras melayu yang tak asing, bocah yang melirik penasaram, semua berjubel mendatangi kami satu persatu.

Dengan senyum mengembang, mata yang berkaca-kaca, kami berpelukan bak saudara dekat yang lama sekali tak bersua. Kami haturkan berjuta maaf karena tak dapat datang pada waktunya, dan membuat merdeka lama sekali menanti. Namun, tak ada rasa lelah, malah mereka memberikan kami santapan yang begitu beragam khas Patani. Semakin terik, semakin banyak warga berdatangan ingin bersua dengan saudara jauhnya dari Indonesia.

“Alhamdulillah..Indonesia, kami sangat bangga dengan Indonesia, mereka adalah kakak tertua kami, muslim terbesar di dunia,” sahut warga, membuat diri ini semakin bersyukur tinggal di bumi Nusantara ini, berjumpa dengan saudaranya.

200 warga, 80 rumah, semua tumplek plek di depan Majid, menanti kami dan akhirnya setelah tiba, mereka menyambutnya dengan penuh kehangatan. Sapi Indonesia sendiri akhirnya dipotong di penghujung senja, ketika kami tiba di Patani.” Terimakasih Indonesia...berjuta terima kasih kami haturkan, ini kali pertama kami mendapat kunjungan dari saudara kami di luar,” kata Abdurrazaq mewakili kampung Damabua. (rizki lesus/road4peace)

Ketika Warga Patani Menunggu Road4peace Indonesia

KIBLAT.NET - Gerimis masih memercik pelan, membasahi payung-payung yang membungkus jalanan menuju gerbang Masjid Fathu Islami di Kawasan Sadao, Thailand. Jam dinding menunjukkan pukul 08.30, usai bersalaman dengan warga sekitar yang baru saja melaksanakan shalat Idul Adha dalam guyuran hujan, kami segera melaju menuju bumi Patani yang sedari malam sudah menanti.

Berjuta harap, ingin segera bersua saudara yang telah lama dirindu. Patani, negeri dengan tiga wilayah kini: Pattani, Narathiwat, dan Yala memang begitu menyimpan kenangan tersendiri. “ Indonesia adalah kakak tertua kami,” suara-suara minor itu begitu terngiang ketika saya berkesempatan mengunjungi Tanah Melayu ini tahun 2013 silam.

Kini, Road4Peace Indonesia dan Malaysia kembali mendatangi saudaranya di Selatan Thailand, berharap berjumpa dengan ‘adiknya’ yang mungkin sudah ter(di)lupakan di tengah carut marut Poltik Negeri yang tak kunjung usai. Dengan syariat Kurban, Qarraba (mendekatkan), sungguh, sangat terasa bahwa kurban pun mendekatkan dalam arti yang sebenarnya.

Dari pelbagai dunia, Allah kumpulkan berjuta manusia di Tanah Suci, dan kini, Allah pun dekatkan kami dengan para saudara muslim di belahan bumi Nusantara, syukur dan terima kash terhatur kepada para pekurban di Indonesia yang masih memikirkan saudara-saudaranya walau mata tak berjumpa, tapi hati itu begitu dekat.

Mobil pun melesat dengan cepat, hingga matahari tampak semakin merangkak naik, bulatannya semakin menyilaukan. Dalam hati ini dag dig dug, Ya Allah, mereka telah menanti kami dari kemarin malam, hingga suara adzan berkumandang di Tanah Melayu Patani, kami masih dalam perjalanan.

Menuju Patani, jalanan yang begitu lebar dan melompong seakan tersedia di depan mata. Pepohonan menemani pemandangan, dengan sesekali mobil berkecapatan super menerabas, melewati para pengendara motor yang entah terlihat sering tak mengenakan jaket dan helm, dengan baju yang mengembang kemasukan angin.

Mentari semakin melangkah ke Barat, saat itu, Tim Road4Peace di Patani, Hasan sudah mengontak kami berkali-kali, hingga akhirnya kami berjuma di pinggiran jalan yang mengular, setelah berjalan kira-kira 80 km dari Patani yang ditempuh sekitar tiga jam dari perbatasan Thailand – Malaysia.

“Alhamdulillah,” kata Hasan dengan sarung kotak-kotaknya turun dari mobil yang akan mengantarkan kami ke lokasi menunaikan kurban kaum muslimin Indonesia. Saya dan Pak Mus pun saling beramah dengan Hasan, tak lama kami kembali masuk mobil dan kembali melewati jalanan yang cukup lama.

Dari jalan besar, kami masuk ke dalam hutan, yang jalanannya tak sebagus aspalt di awal perjalanan. Kami kira, perjalanan menuju lokasi hanya sebentar, pohon-pohon yang membayangi jalanan kerap terlewati, sambil naik turun hingga kelok demi kelokan.

Tak lupa, pemandangan ‘wajib’ di Patani, ialah gulungan kawat, penghalang jalanan, dan tentara yang terus memegang moncong senapan yang entah berapa kali check point tersebut harus kami lewati, walau ternyata berada di sudut-sudut kampung di pelosok.

Setelah nyaris satu jam, memasuki lorong-lorong desa, akhirnya kami tiba di desa Damabuah. Di depan pelataran Majsid Fathul Karim, sudah berkumpul masyarakat Patani. Tenda benaung meja-meja dan orang bersiap menyambut kami sudah disiapkan, berikut mic untuk Pidato. Di sambil tenda, dua kuali besar memasak kambing membumbungkan asap.

Di samping kirinya, ruangan besar, tempat ibu-ibu memasak. Begitu turun dari Mobil, puluhan orang mengantre, bersahutan menyalami kami satu-persatu. Paras melayu yang tak asing, bocah yang melirik penasaram, semua berjubel mendatangi kami satu persatu.

Dengan senyum mengembang, mata yang berkaca-kaca, kami berpelukan bak saudara dekat yang lama sekali tak bersua. Kami haturkan berjuta maaf karena tak dapat datang pada waktunya, dan membuat merdeka lama sekali menanti. Namun, tak ada rasa lelah, malah mereka memberikan kami santapan yang begitu beragam khas Patani. Semakin terik, semakin banyak warga berdatangan ingin bersua dengan saudara jauhnya dari Indonesia.

“Alhamdulillah..Indonesia, kami sangat bangga dengan Indonesia, mereka adalah kakak tertua kami, muslim terbesar di dunia,” sahut warga, membuat diri ini semakin bersyukur tinggal di bumi Nusantara ini, berjumpa dengan saudaranya.

200 warga, 80 rumah, semua tumplek plek di depan Majid, menanti kami dan akhirnya setelah tiba, mereka menyambutnya dengan penuh kehangatan. Sapi Indonesia sendiri akhirnya dipotong di penghujung senja, ketika kami tiba di Patani.” Terimakasih Indonesia...berjuta terima kasih kami haturkan, ini kali pertama kami mendapat kunjungan dari saudara kami di luar,” kata Abdurrazaq mewakili kampung Damabua. (rizki lesus/road4peace)

Posted at 16.43 |  by Harian Muslim

Senin, 04 Agustus 2014


kematian 490x326 Malaikat Maut Tertawa dan Menangis Ketika Mencabut Nyawa

ALLAH swt. bertanya kepada malaikat maut: "Apakah kamu pernah menangis ketika kamu mencabut nyawa anak cucu Adam?"

Maka Malaikat pun menjawab: "Aku pernah tertawa, pernah juga menangis, dan pernah juga terkejut dan kaget."

"Apa yang membuatmu tertawa?"

"Ketika aku bersiap-siap untuk mencabut nyawa seseorang, aku melihatnya berkata kepada pembuat sepatu, 'Buatlah sepatu sebaik mungkin supaya bisa dipakai selama setahun',".

"Aku tertawa karena belum sempat orang tersebut memakai sepatu dia sudah kucabut nyawanya."

Allah swt. lalu bertanya: "Apa yang membuatmu menangis?"

Maka malaikat menjawab: "Aku menangis ketika hendak mencabut nyawa seorang wanita hamil di tengah padang pasir yang tandus, dan hendak melahirkan. Maka aku menunggunya sampai bayinya lahir di gurun tersebut. Lantas kucabut nyawa wanita itu sambil menangis karena mendengar tangisan bayi tersebut karena tidak ada seorang pun yang mengetahui hal itu."

"Lalu apa yang membuatmu terkejut dan kaget?"

Malaikat menjawab: "Aku terkejut dan kaget ketika hendak mencabut nyawa salah seorang ulama Engkau. Aku melihat cahaya terang benderang keluar dari kamarnya, setiap kali Aku mendekatinya cahaya itu semakin menyilaukanku seolah ingin mengusirku, lalu kucabut nyawanya disertai cahaya tersebut."

Allah swt bertanya lagi: "Apakah kamu tahu siapa lelaki itu?

"Tidak tahu, ya Allah."

"Sesungguhnya lelaki itu adalah bayi dari ibu yang kaucabut nyawanya di gurun pasir gersang itu, Akulah yang menjaganya dan tidak membiarkannya." [dedih mulyadi/islampos/kitab Tadzkirah karangan imam Qurthubi]

Malaikat Maut Tertawa dan Menangis Ketika Mencabut Nyawa


kematian 490x326 Malaikat Maut Tertawa dan Menangis Ketika Mencabut Nyawa

ALLAH swt. bertanya kepada malaikat maut: "Apakah kamu pernah menangis ketika kamu mencabut nyawa anak cucu Adam?"

Maka Malaikat pun menjawab: "Aku pernah tertawa, pernah juga menangis, dan pernah juga terkejut dan kaget."

"Apa yang membuatmu tertawa?"

"Ketika aku bersiap-siap untuk mencabut nyawa seseorang, aku melihatnya berkata kepada pembuat sepatu, 'Buatlah sepatu sebaik mungkin supaya bisa dipakai selama setahun',".

"Aku tertawa karena belum sempat orang tersebut memakai sepatu dia sudah kucabut nyawanya."

Allah swt. lalu bertanya: "Apa yang membuatmu menangis?"

Maka malaikat menjawab: "Aku menangis ketika hendak mencabut nyawa seorang wanita hamil di tengah padang pasir yang tandus, dan hendak melahirkan. Maka aku menunggunya sampai bayinya lahir di gurun tersebut. Lantas kucabut nyawa wanita itu sambil menangis karena mendengar tangisan bayi tersebut karena tidak ada seorang pun yang mengetahui hal itu."

"Lalu apa yang membuatmu terkejut dan kaget?"

Malaikat menjawab: "Aku terkejut dan kaget ketika hendak mencabut nyawa salah seorang ulama Engkau. Aku melihat cahaya terang benderang keluar dari kamarnya, setiap kali Aku mendekatinya cahaya itu semakin menyilaukanku seolah ingin mengusirku, lalu kucabut nyawanya disertai cahaya tersebut."

Allah swt bertanya lagi: "Apakah kamu tahu siapa lelaki itu?

"Tidak tahu, ya Allah."

"Sesungguhnya lelaki itu adalah bayi dari ibu yang kaucabut nyawanya di gurun pasir gersang itu, Akulah yang menjaganya dan tidak membiarkannya." [dedih mulyadi/islampos/kitab Tadzkirah karangan imam Qurthubi]

Posted at 23.41 |  by Harian Muslim
muslimdaily.net- Para hacker dunia seakan tidak tinggal diam dengan kebiadaban pembantaian penjajah Israel ke wilayah Gaza Palestina yang semakin membabi-buta, sebagaiamana yang diberitakan sebelumnya bahwa para haceker secara pribadi banyak yang menyerang situs-situs yang berafiliasi pada Israel, maka kini  kelompok hacktivist Anonymous Global mendeklarasikan perang cyber terhadap pemerintah Israel.

Sebagaimana yang dilansir dari situs Gawker.com, Anonymous resmi mendeklarasikan perang cyber terhadap pemerintah Israel, dan mulai menyerang situs-situs penting mereka seperti milik biro intelijen Israel Mossad dan berbagai situs milik pemerintah.
Anonymous pun telah melakukan serangkaian serangan cyber secara masif ke sejumlah situs Israel.
Tayeb Abu ShehadaDiperkirakan serangan ini dipicu oleh kematian Tayeb Abu Shehada (22), seorang demonstran Palestina yang memakai topeng Guy Fawkes (tokoh pemberontak anarkis-kiri asal Inggris yang dijadikan simbol perlawanan para aktivis di seluruh dunia) ditembak mati oleh tentara Israel.

Berikut situs-situs penting pemerintahan yang berhasil diserang dan dilumpuhkan oleh para hacktivist Anonymous=

www.idf.il
www.dover.idf.il
www.justice.gov.il
www.army.co.il
www.pmo.gov.il
www.gov.il
www.economy.gov.il
archies.gov.il
dan masih banyak lagi puluhan situs yang berhasil dilumpuhkan oleh hacktivist Anonymous.

Anda berminat juga untuk mencoba username dan pasword hasil serangan Anonymous di situs-situs penting Israel, berikut link yang dibagikan secara cuma-cuma disini =

 ==> Lihat Username dan Password situs penting Israel<==

selamat mencoba :)

Anonymous Deklarasikan Genderang Perang Cyber pada Israel

muslimdaily.net- Para hacker dunia seakan tidak tinggal diam dengan kebiadaban pembantaian penjajah Israel ke wilayah Gaza Palestina yang semakin membabi-buta, sebagaiamana yang diberitakan sebelumnya bahwa para haceker secara pribadi banyak yang menyerang situs-situs yang berafiliasi pada Israel, maka kini  kelompok hacktivist Anonymous Global mendeklarasikan perang cyber terhadap pemerintah Israel.

Sebagaimana yang dilansir dari situs Gawker.com, Anonymous resmi mendeklarasikan perang cyber terhadap pemerintah Israel, dan mulai menyerang situs-situs penting mereka seperti milik biro intelijen Israel Mossad dan berbagai situs milik pemerintah.
Anonymous pun telah melakukan serangkaian serangan cyber secara masif ke sejumlah situs Israel.
Tayeb Abu ShehadaDiperkirakan serangan ini dipicu oleh kematian Tayeb Abu Shehada (22), seorang demonstran Palestina yang memakai topeng Guy Fawkes (tokoh pemberontak anarkis-kiri asal Inggris yang dijadikan simbol perlawanan para aktivis di seluruh dunia) ditembak mati oleh tentara Israel.

Berikut situs-situs penting pemerintahan yang berhasil diserang dan dilumpuhkan oleh para hacktivist Anonymous=

www.idf.il
www.dover.idf.il
www.justice.gov.il
www.army.co.il
www.pmo.gov.il
www.gov.il
www.economy.gov.il
archies.gov.il
dan masih banyak lagi puluhan situs yang berhasil dilumpuhkan oleh hacktivist Anonymous.

Anda berminat juga untuk mencoba username dan pasword hasil serangan Anonymous di situs-situs penting Israel, berikut link yang dibagikan secara cuma-cuma disini =

 ==> Lihat Username dan Password situs penting Israel<==

selamat mencoba :)

Posted at 23.24 |  by Harian Muslim

Minggu, 03 Agustus 2014

GAZA, Muslimdaily.net – Masjid Umari  yang merupakan Markaz Tahfidz Daarul Quran mendapat serangan dari militer Israel, Ahad dini hari (03/07). Israel melontarkan 3 roket dari pesawat F16 dan serangan altileri ke arah Masjid Umari di Jabalia Gaza. Serangan tersebut mengakibatkan 1 orang tewas ketika akan mengumandangkan azan subuh. Seperti disampaikan Abdillah Onim.

"Tadi malam menjelang subuh, Israel melontarkan 3 roket seberat puluhan ton dari pesawat jet f16 diiringin artileri, dengan sasaran adalah masjid Umari di Jabalia Gaza utara, dimana di dalam masjid Umari tersebut terdapat Markaz Tahfidz Daarul Qur'an Indonesia di Gaza," ungkap Onim.

Markaz Tahfidz Daarul Qur'an Indonesia di Masjid Umari yang diambil alih pihak DAQU sejak juni 2013, mempunyai 180 orang santri laki-laki dan perempuan. Hancurnya Markaz Tahfidz Daarul di Masjid Umari ini menyusul Graha Tahfidz Qur'an yang juga diserang oleh militer Israel sebelumnya.

"Akibat kebiadaban israel, dengan demikian tidak ada lagi baik Graha tahfidz Daarul Qur'an Indonesia serta Markaz tahfidz Daarul Qur'an Indonesia di Gaza sudah tidak ada lagi," tutur Onim yang merupakan koordinor Daarul Qur'an di Gaza.

Dia menyampaikan kalau pihak DAQU sendiri telah berkomitmen akan membangun kembali Graha Daarul Qur'an Indonesia di Gaza. Ini dilakukan untuk memfasilitasi para santri dalam menyelesaikan dan melanjutkan aktifitas menghafal yang sudah berlangsung lebih dari 1 tahun.

"Pihak Graha DAQU berkomitmen akan bangun kembali Graha daarul qur'an Indonesia di Gaza, atas ijin Allah swt dan dukunagan para donatur. insya Allah," ujar Onim.

"Saat ini santri kami tidak punya tempat lagi untuk menghafal Qur'an dan menyelesaikan hafalan mereka. Padahal sejak 1 tahun lebih, aktifitas hafalan sangat lancar, hafalan santi kami ada yg hafal 5 juz, 10 juz, 25 juz bahkan ada yang sudah hafal 30 juz hanya membutuhkan waktu 1 tahun. Usia santi kami 6 tahun hingga 19 tahun, baik pria maupun wanita," tambah Onim

Sedekah Pembangunan Graha Melalui PPPA Daarul Qur'an  : BCA 6030308059 CIMB Niaga Syariah 520 01 00384 006 an Yayasan Daarul Qur'an Nusantara.
Info : www.daqu.or.id. Info, Call Center :500311/ SMS 08170198828.

Markaz Tahfidz Daarul Quran Indonesia Rata dengan Tanah

GAZA, Muslimdaily.net – Masjid Umari  yang merupakan Markaz Tahfidz Daarul Quran mendapat serangan dari militer Israel, Ahad dini hari (03/07). Israel melontarkan 3 roket dari pesawat F16 dan serangan altileri ke arah Masjid Umari di Jabalia Gaza. Serangan tersebut mengakibatkan 1 orang tewas ketika akan mengumandangkan azan subuh. Seperti disampaikan Abdillah Onim.

"Tadi malam menjelang subuh, Israel melontarkan 3 roket seberat puluhan ton dari pesawat jet f16 diiringin artileri, dengan sasaran adalah masjid Umari di Jabalia Gaza utara, dimana di dalam masjid Umari tersebut terdapat Markaz Tahfidz Daarul Qur'an Indonesia di Gaza," ungkap Onim.

Markaz Tahfidz Daarul Qur'an Indonesia di Masjid Umari yang diambil alih pihak DAQU sejak juni 2013, mempunyai 180 orang santri laki-laki dan perempuan. Hancurnya Markaz Tahfidz Daarul di Masjid Umari ini menyusul Graha Tahfidz Qur'an yang juga diserang oleh militer Israel sebelumnya.

"Akibat kebiadaban israel, dengan demikian tidak ada lagi baik Graha tahfidz Daarul Qur'an Indonesia serta Markaz tahfidz Daarul Qur'an Indonesia di Gaza sudah tidak ada lagi," tutur Onim yang merupakan koordinor Daarul Qur'an di Gaza.

Dia menyampaikan kalau pihak DAQU sendiri telah berkomitmen akan membangun kembali Graha Daarul Qur'an Indonesia di Gaza. Ini dilakukan untuk memfasilitasi para santri dalam menyelesaikan dan melanjutkan aktifitas menghafal yang sudah berlangsung lebih dari 1 tahun.

"Pihak Graha DAQU berkomitmen akan bangun kembali Graha daarul qur'an Indonesia di Gaza, atas ijin Allah swt dan dukunagan para donatur. insya Allah," ujar Onim.

"Saat ini santri kami tidak punya tempat lagi untuk menghafal Qur'an dan menyelesaikan hafalan mereka. Padahal sejak 1 tahun lebih, aktifitas hafalan sangat lancar, hafalan santi kami ada yg hafal 5 juz, 10 juz, 25 juz bahkan ada yang sudah hafal 30 juz hanya membutuhkan waktu 1 tahun. Usia santi kami 6 tahun hingga 19 tahun, baik pria maupun wanita," tambah Onim

Sedekah Pembangunan Graha Melalui PPPA Daarul Qur'an  : BCA 6030308059 CIMB Niaga Syariah 520 01 00384 006 an Yayasan Daarul Qur'an Nusantara.
Info : www.daqu.or.id. Info, Call Center :500311/ SMS 08170198828.

Posted at 08.11 |  by Harian Muslim

Kamis, 31 Juli 2014

BRIGADE Izzuddin Al-Qossam, sayap militer gerakan perlawanan Hamas, Kamis (31/7) mengumumkan, pihaknya bertanggung jawab atas aksi penembakan yang dilakukan snipernya terhadap seorang serdadu Zionis di utara Gaza.

Dalam  rilis berita cepatnya di situs Al-Qossam menyebutkan, anggotanya berhasul menembak jatuh seorang serdadu Zionis saat ia keluar dari kendaraanya di bukit Shuroni, sebelah timur kota Gaza.

Pada hari ke 25 agresi Zionis, kelompok perlawanan Palestina telah memberikan pelajaran pahit bagi tentara Israel. Mereka memperoleh sejumlah kemenangan terbaru yang menghinakan Israel. [Pz/Islampos]

Hamas Umumkan Serdadu Israel Tewas di Tangan Sniper

BRIGADE Izzuddin Al-Qossam, sayap militer gerakan perlawanan Hamas, Kamis (31/7) mengumumkan, pihaknya bertanggung jawab atas aksi penembakan yang dilakukan snipernya terhadap seorang serdadu Zionis di utara Gaza.

Dalam  rilis berita cepatnya di situs Al-Qossam menyebutkan, anggotanya berhasul menembak jatuh seorang serdadu Zionis saat ia keluar dari kendaraanya di bukit Shuroni, sebelah timur kota Gaza.

Pada hari ke 25 agresi Zionis, kelompok perlawanan Palestina telah memberikan pelajaran pahit bagi tentara Israel. Mereka memperoleh sejumlah kemenangan terbaru yang menghinakan Israel. [Pz/Islampos]

Posted at 20.44 |  by Harian Muslim

BRIGADE Izzudin Al-Qossam, sayap militer gerakan perlawanan Hamas sore (31/7) kemarin mengumumkan, pihaknya telah melessakan roket-roketnya ke arah entitas Zionis selama hari kemarin sebanyak 146 roket, di antaranya menimpa Tel Aviv.

Dalam keteranganya, roket Al-Qossam menimpa Keryat Jat dan Ashkul dan menyebab sejumlah orang terluka dan yang lainya mati di tempat.

Selain itu, Al-Qossam berhasil membunuh 131 serdadu Zionis, sejak awal agresi darat Zionis, diluar mereka yang terbunuh di dalam kendaraan militernya yang diledakan. Demikian dikutip Palestina Information Centre. [Pz/Islampos]

146 Roket Hamas Sentuh Jantung Israel

BRIGADE Izzudin Al-Qossam, sayap militer gerakan perlawanan Hamas sore (31/7) kemarin mengumumkan, pihaknya telah melessakan roket-roketnya ke arah entitas Zionis selama hari kemarin sebanyak 146 roket, di antaranya menimpa Tel Aviv.

Dalam keteranganya, roket Al-Qossam menimpa Keryat Jat dan Ashkul dan menyebab sejumlah orang terluka dan yang lainya mati di tempat.

Selain itu, Al-Qossam berhasil membunuh 131 serdadu Zionis, sejak awal agresi darat Zionis, diluar mereka yang terbunuh di dalam kendaraan militernya yang diledakan. Demikian dikutip Palestina Information Centre. [Pz/Islampos]

Posted at 20.41 |  by Harian Muslim

GAZA, Muslimdaily.net – Innalillahi… belum puas dengan menghancurkanGraha Tahfidz Daarul Qur'an Indonesia di Gaza, agresi Israel juga membunuhi santri dan tetangga Graha. Hanin Hammuda (14), salah seorang santri Graha Tahfidz Daarul Qur'an Indonesia, tewas bersama ibunya Kainat Hammuda, Selasa (29/7) tengah malam. Dua adik Hanin yang masih balita juga terbunuh. Mereka terkena roket yang ditembakkan artileri Israel. 

Dengan sedih bercampur geram, Koordinator Graha Tahfidz Daarul Qur'an Indonesia Abdillah Onimmelaporkan, serangan tengah malam itu juga menewaskan Abu Athif, Fatma Mutawak, dan lain-lain. ''Mereka semua tetangga Graha, yang malam itu tengah berkumpul di salah satu kamar perlindungan,'' ungkap Abdillah melalui pesan singkatnya Rabu (30/7).  

Serangan Israel juga menyasar Masjid Umari, yang merupakan cikal bakal Graha Tahfidz Daarul Qur'an Indonesia. Akibatnya, kaca-kaca hancur berantakan dan tempat wudhu rata dengan tanah. 

Sampai kabar ini diturunkan, agresi Israel telah membunuh sekitar 1500 warga Gaza dan melukai belasan ribu lainnya.

Agresi Israel kali ini, lebih dahsyat dibanding agresi tahun 2008-2009 yang oleh berbagai lembaga dunia disebut sebagai kejahatan perang dan kemanusiaan.

Amnesty International menyatakan, Israel telah melakukan kejahatan perang dengan "penghancuran tanpa alasan" terhadap rumah-rumah warga Palestina dalam agresi 22 hari di Jalur Gaza itu. 

Kepala Amnesty International di Israel dan Gaza, Donatella Rovera, menegaskan, metode yang digunakan agresor  Israel dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang. 

Penyelidik Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan, militer Israel telah melakukan kejahatan perang saat melakukan serangan 3 pekan ke Gaza pada akhir 2008 hingga awal Januari 2009 tersebut. 

Pelapor khusus PBB untuk masalah HAM di Palestina Richard Falk seperti dikutip Reuters, Jumat (20/3/2009) mengatakan, Konvensi Jenewa mengaharuskan militer membedakan untuk membunuh target militer dan sipil. 
"Jika itu sulit dilakukan, maka serangan yang tidak membedakan target itu melanggar hukum dan akan dikatagorikan sebagai kejahatan perang," ungkap Falk. (nur bowo)

Keluarga Santri Tahfidz Daarul Qur’an Gaza Berguguran

GAZA, Muslimdaily.net – Innalillahi… belum puas dengan menghancurkanGraha Tahfidz Daarul Qur'an Indonesia di Gaza, agresi Israel juga membunuhi santri dan tetangga Graha. Hanin Hammuda (14), salah seorang santri Graha Tahfidz Daarul Qur'an Indonesia, tewas bersama ibunya Kainat Hammuda, Selasa (29/7) tengah malam. Dua adik Hanin yang masih balita juga terbunuh. Mereka terkena roket yang ditembakkan artileri Israel. 

Dengan sedih bercampur geram, Koordinator Graha Tahfidz Daarul Qur'an Indonesia Abdillah Onimmelaporkan, serangan tengah malam itu juga menewaskan Abu Athif, Fatma Mutawak, dan lain-lain. ''Mereka semua tetangga Graha, yang malam itu tengah berkumpul di salah satu kamar perlindungan,'' ungkap Abdillah melalui pesan singkatnya Rabu (30/7).  

Serangan Israel juga menyasar Masjid Umari, yang merupakan cikal bakal Graha Tahfidz Daarul Qur'an Indonesia. Akibatnya, kaca-kaca hancur berantakan dan tempat wudhu rata dengan tanah. 

Sampai kabar ini diturunkan, agresi Israel telah membunuh sekitar 1500 warga Gaza dan melukai belasan ribu lainnya.

Agresi Israel kali ini, lebih dahsyat dibanding agresi tahun 2008-2009 yang oleh berbagai lembaga dunia disebut sebagai kejahatan perang dan kemanusiaan.

Amnesty International menyatakan, Israel telah melakukan kejahatan perang dengan "penghancuran tanpa alasan" terhadap rumah-rumah warga Palestina dalam agresi 22 hari di Jalur Gaza itu. 

Kepala Amnesty International di Israel dan Gaza, Donatella Rovera, menegaskan, metode yang digunakan agresor  Israel dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang. 

Penyelidik Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan, militer Israel telah melakukan kejahatan perang saat melakukan serangan 3 pekan ke Gaza pada akhir 2008 hingga awal Januari 2009 tersebut. 

Pelapor khusus PBB untuk masalah HAM di Palestina Richard Falk seperti dikutip Reuters, Jumat (20/3/2009) mengatakan, Konvensi Jenewa mengaharuskan militer membedakan untuk membunuh target militer dan sipil. 
"Jika itu sulit dilakukan, maka serangan yang tidak membedakan target itu melanggar hukum dan akan dikatagorikan sebagai kejahatan perang," ungkap Falk. (nur bowo)

Posted at 20.14 |  by Harian Muslim

“Jawaban rumit dengan keterbatasan sumber daya media dan penonton yang berempati, persamaan dan perbedaan antara dua perang”

Adalah sebuah kenyataan bahwa organisasi dan para pembaca akan mengalami kesulitan untuk memahami lebih dari satu kiris besar di dunia dalam satu waktu. Bila perang di Gaza bukanlah berita yang besar, maka berita jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17 di Ukraina akan menjadi berita yang amat sangat besar. Akan tetapi, bagaimana dengan Suriah? Dimana lebih dari 1700 orang dilaporkan meninggal dalam 10 hari terakhir.

Kebangkitan perlawanan melawan Bashar al-Assad telah menjadi berita terbesar dan terlama dari yang sebelumnya disebut dengan “Arab Spring”. Baru-baru ini gelombang pasang dari peperangan tersebut telah berbalik, karena keberhasilan militer pemerintahan, perpecahan pejuang, kebangkitan ISIS di Suriah dan di Irak dan juga divisi Internasional yang tetap teguh dalam membonsai perjuangan rakyat Suriah.

Melaporkan kasus tersebut sangatlah sulit, Visa untuk masuk ke Suriah diberikan sangat terbatas, sulit dan aksesnya sangat dibatasi. Sementara melaporkan dari para pejuang yang berada di sisi Turki situasinya sangat berbahaya. Akan jauh lebih mudah untuk masuk kedalam peperangan Gaza, dimana banyak institusi berita Internasional memiliki perwakilan di sana. Dari sisi keuangan dan SDM serasa bumi dan langit bedanya.

Korban terakhir di Syria sekitar 700 orang terbunuh hanya dalam waktu dua hari di daerah Homs, dan ratusan lainnya dalam peperangan melawan ISIS di sekitar ladang minyak di daerah Deir al-Zur. Barang siapa yang ingin melakukan permainan tebak angka yang mengerikan, total keseluruhan masih lebih kecil daripada proporsi 800 korban jiwa di Gaza-Palestina dibanding populasi Gaza yang berjulah 1.8 juta jiwa.

Akan tetapi, tingkat pembantaian di Syria menjadi rutinitas sebelum Gaza meletus. Menurut perkataan seorang wanita Libya, “Anak saya yang berusia 10 tahun bertanya kenapa semua orang melupakan Syria begitu perang di Gaza dimulai? Dan saya menjawab, mereka sudah lupa tentang Suriah sejak beberapa waktu lalu.”

Kedua krisis di Timur Tengah ini memang terpisah, akan tetapi memiliki hubungan dalam banyak hal. Media yang dikontrol oleh rezim Suriah melakukan serangan dan pengeboman lewat udara oleh “musuh Zionis”, bahasa yang umum digunakan dalam puluhan tahun konfrontasi ini. Laporan tersebut menggambarkan anak-anak Palestina yang tewas yang mengingatkan potret buram anak-anak yang menjadi korban bom gentongnya Assad, yang tidak pernah muncuk di TV pemerintah. Dalam beberapa kasus, foto-foto yang berasal dari Aleppo di tampilkan di berbagai sosial media sebagai foto-foto yang berasal dari Gaza, seakan-akan kondisi aslinya tidak lebih mengerikan.

Bab terakhir dalam perang yang tak berimbang antara Israel dan Palestina membuat Assad mengubah arti sebuah cerita tentang “axis of resistance” yang memasukkan Syria dan sekutu mereka Iran dan Hizbullat. Cukup berharga untuk diingat, Hamas dipaksa untuk meninggalkan kantor mereka di Damaskus ketika mereka harus menunjukkan sikap mereka melawan pejuang yang melawan rezim Suriah, dimana ini adalah salah satu alasan yang merupakan kelemahan mereka, walau dapat dibantah, hal ini adalah keputusasaan untuk memilih lawan yang lebih besar secara cepat.

Kekejaman Suriah terhadap negara tetangga di bagian selatan cukup nyata. Israel mencaplok Dataran Tinggi Golan dam menekan rakyat Palestina (yang hidup nyaman di Suriah dibanding dengan rakyat Palestina yang hidup di negara-negara arab lainnya), meskipun Assad, seperti bapaknya, telah mengeksploitasi rakyat Palestia untuk kepentingannya.

“Sekarang, konflik Arab-Israel kembali ke panggung utama, Assad kembali ke zona nyamannya” kecam Nadim Shehadi anggota kelompok pemikir Chatham House. “Rezim menggunakan konflik ini untuk mengesahkan dirinya sendiri, dan pihak oposisi mengabaikannya dan meuntut segala hal yang tidak berhubungan dengan hal terebut”

Mengumpulkan dua perang mebuat kontroversi instan. Komentator dianggap berpihak kepada Israel menggunakan Suriah “untuk mengalihkan perhatian dari perang Israel dan kejahatan di Gaza.” Atau menjadi tertarik untuk mengangkat perihal Assad dimana jadi mengesampingkan PM Israel Benyamin Netanyahu. Banyak pendukung Palestina kembali menekan para penentang presiden Suriah dengan tuduhan mereka adalah jihadi fanatik yang di dukung oleh isu sektarian dan negara-negara teluk, padahal para pendukung Palestina ini mengesampingkan elemen-elemen oposisi yang demokrat dan moderat.

Israel dan para pendukung mereka mengeluh tentang “kemarahan selektif” dan sering mengisyaratkan motif anti-Semit. Tidak jelas, namun bagaimanapun membuat perhatian media lebih dekat ke Suriah atau kurang fokus pada Gaza, akan membantu menyelesaikan masalah Palestina, kecuali solusi dapat ditemukan dengan PR (Public Relation) yang lebih efektif. Aktivis Anti-Assad memprotes “internasionalisme selektif” yang menentang “hukuman kolektif dan pembunuhan massal warga Palestina dan Arab dalam satu lahan dengan satu pemerintahan dan mendukung atau membenarkan hukuman kolektif mereka dengan pembunuhan massal ketika pemerintah yang berbeda adalah pelaku untuk target yang sama”.

Untuk menyebut Suriah dan Palestina sebagai “satu revolusi, dan kebebasan yang tak terpisahkan” mungkin slogan yang menggerakkan, akan tetapi mengabaikan banyak perbedaan di antara dua perang tersebut. Namun, mereka memiliki satu hal penting yang sama: sejak runtuhnya dukungan PBB dan pembicaraan Jenewa pada bulan Februari, tidak ada negosiasi perdamaian tentang masa depan Suriah. Hal yang sama telah berlaku untuk Palestina dan Israel sejak upaya maraton mediasi John Kerry menjadi omong kosong pada bulan April. Pelajaran bagi komunitas internasional, lelah atau bosan dengan bersaing cerita tentang pembantaian Timur Tengah, adalah masalah yang dibiarkan bernanah lebih buruk – dan selalu mengambil korban manusia yang mengerikan.

Sumber : theguardian.com

“Ibu, kenapa semua orang melupakan Suriah begitu perang di Gaza dimulai?”

“Jawaban rumit dengan keterbatasan sumber daya media dan penonton yang berempati, persamaan dan perbedaan antara dua perang”

Adalah sebuah kenyataan bahwa organisasi dan para pembaca akan mengalami kesulitan untuk memahami lebih dari satu kiris besar di dunia dalam satu waktu. Bila perang di Gaza bukanlah berita yang besar, maka berita jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17 di Ukraina akan menjadi berita yang amat sangat besar. Akan tetapi, bagaimana dengan Suriah? Dimana lebih dari 1700 orang dilaporkan meninggal dalam 10 hari terakhir.

Kebangkitan perlawanan melawan Bashar al-Assad telah menjadi berita terbesar dan terlama dari yang sebelumnya disebut dengan “Arab Spring”. Baru-baru ini gelombang pasang dari peperangan tersebut telah berbalik, karena keberhasilan militer pemerintahan, perpecahan pejuang, kebangkitan ISIS di Suriah dan di Irak dan juga divisi Internasional yang tetap teguh dalam membonsai perjuangan rakyat Suriah.

Melaporkan kasus tersebut sangatlah sulit, Visa untuk masuk ke Suriah diberikan sangat terbatas, sulit dan aksesnya sangat dibatasi. Sementara melaporkan dari para pejuang yang berada di sisi Turki situasinya sangat berbahaya. Akan jauh lebih mudah untuk masuk kedalam peperangan Gaza, dimana banyak institusi berita Internasional memiliki perwakilan di sana. Dari sisi keuangan dan SDM serasa bumi dan langit bedanya.

Korban terakhir di Syria sekitar 700 orang terbunuh hanya dalam waktu dua hari di daerah Homs, dan ratusan lainnya dalam peperangan melawan ISIS di sekitar ladang minyak di daerah Deir al-Zur. Barang siapa yang ingin melakukan permainan tebak angka yang mengerikan, total keseluruhan masih lebih kecil daripada proporsi 800 korban jiwa di Gaza-Palestina dibanding populasi Gaza yang berjulah 1.8 juta jiwa.

Akan tetapi, tingkat pembantaian di Syria menjadi rutinitas sebelum Gaza meletus. Menurut perkataan seorang wanita Libya, “Anak saya yang berusia 10 tahun bertanya kenapa semua orang melupakan Syria begitu perang di Gaza dimulai? Dan saya menjawab, mereka sudah lupa tentang Suriah sejak beberapa waktu lalu.”

Kedua krisis di Timur Tengah ini memang terpisah, akan tetapi memiliki hubungan dalam banyak hal. Media yang dikontrol oleh rezim Suriah melakukan serangan dan pengeboman lewat udara oleh “musuh Zionis”, bahasa yang umum digunakan dalam puluhan tahun konfrontasi ini. Laporan tersebut menggambarkan anak-anak Palestina yang tewas yang mengingatkan potret buram anak-anak yang menjadi korban bom gentongnya Assad, yang tidak pernah muncuk di TV pemerintah. Dalam beberapa kasus, foto-foto yang berasal dari Aleppo di tampilkan di berbagai sosial media sebagai foto-foto yang berasal dari Gaza, seakan-akan kondisi aslinya tidak lebih mengerikan.

Bab terakhir dalam perang yang tak berimbang antara Israel dan Palestina membuat Assad mengubah arti sebuah cerita tentang “axis of resistance” yang memasukkan Syria dan sekutu mereka Iran dan Hizbullat. Cukup berharga untuk diingat, Hamas dipaksa untuk meninggalkan kantor mereka di Damaskus ketika mereka harus menunjukkan sikap mereka melawan pejuang yang melawan rezim Suriah, dimana ini adalah salah satu alasan yang merupakan kelemahan mereka, walau dapat dibantah, hal ini adalah keputusasaan untuk memilih lawan yang lebih besar secara cepat.

Kekejaman Suriah terhadap negara tetangga di bagian selatan cukup nyata. Israel mencaplok Dataran Tinggi Golan dam menekan rakyat Palestina (yang hidup nyaman di Suriah dibanding dengan rakyat Palestina yang hidup di negara-negara arab lainnya), meskipun Assad, seperti bapaknya, telah mengeksploitasi rakyat Palestia untuk kepentingannya.

“Sekarang, konflik Arab-Israel kembali ke panggung utama, Assad kembali ke zona nyamannya” kecam Nadim Shehadi anggota kelompok pemikir Chatham House. “Rezim menggunakan konflik ini untuk mengesahkan dirinya sendiri, dan pihak oposisi mengabaikannya dan meuntut segala hal yang tidak berhubungan dengan hal terebut”

Mengumpulkan dua perang mebuat kontroversi instan. Komentator dianggap berpihak kepada Israel menggunakan Suriah “untuk mengalihkan perhatian dari perang Israel dan kejahatan di Gaza.” Atau menjadi tertarik untuk mengangkat perihal Assad dimana jadi mengesampingkan PM Israel Benyamin Netanyahu. Banyak pendukung Palestina kembali menekan para penentang presiden Suriah dengan tuduhan mereka adalah jihadi fanatik yang di dukung oleh isu sektarian dan negara-negara teluk, padahal para pendukung Palestina ini mengesampingkan elemen-elemen oposisi yang demokrat dan moderat.

Israel dan para pendukung mereka mengeluh tentang “kemarahan selektif” dan sering mengisyaratkan motif anti-Semit. Tidak jelas, namun bagaimanapun membuat perhatian media lebih dekat ke Suriah atau kurang fokus pada Gaza, akan membantu menyelesaikan masalah Palestina, kecuali solusi dapat ditemukan dengan PR (Public Relation) yang lebih efektif. Aktivis Anti-Assad memprotes “internasionalisme selektif” yang menentang “hukuman kolektif dan pembunuhan massal warga Palestina dan Arab dalam satu lahan dengan satu pemerintahan dan mendukung atau membenarkan hukuman kolektif mereka dengan pembunuhan massal ketika pemerintah yang berbeda adalah pelaku untuk target yang sama”.

Untuk menyebut Suriah dan Palestina sebagai “satu revolusi, dan kebebasan yang tak terpisahkan” mungkin slogan yang menggerakkan, akan tetapi mengabaikan banyak perbedaan di antara dua perang tersebut. Namun, mereka memiliki satu hal penting yang sama: sejak runtuhnya dukungan PBB dan pembicaraan Jenewa pada bulan Februari, tidak ada negosiasi perdamaian tentang masa depan Suriah. Hal yang sama telah berlaku untuk Palestina dan Israel sejak upaya maraton mediasi John Kerry menjadi omong kosong pada bulan April. Pelajaran bagi komunitas internasional, lelah atau bosan dengan bersaing cerita tentang pembantaian Timur Tengah, adalah masalah yang dibiarkan bernanah lebih buruk – dan selalu mengambil korban manusia yang mengerikan.

Sumber : theguardian.com

Posted at 16.32 |  by Harian Muslim

Jumat, 25 Juli 2014

GAZA (Arrahmah.com) – Perwakilan World Human Care (WHC) Gaza, Akhuna fiillah Abdullah Oniem, melaporkan bahwa sebanyak 120 paket sembako dan sejumlah uang tunai dibagikan kepada warga Gaza pada Kamis (24/7/2014), atau bertepatan dengan 26 Ramadhan 1435 H.
Menurut Akhi Oniem, “Alhamdulillah, donasi dan zakat fitrah senilai Rp. 63.000.000,- (enam puluh tiga juta rupiah) sebagai amanah dari Muslimin Indonesia untuk saudara kita di Gaza, Palestina melalui World Human Care (WHC) telah didistribusikan dalam bentuk bahan makanan pokok (sembako) dan zakat uang tunai.”

Adapun sasaran wilayah penyaluran bantuan tersebut meliputi wilayah Jabalia Gaza Utara, Bait Lahiyah Gaza Utara, Bait Hanun Gaza Utara serta Gaza City.
whc gaza

Bantuan tersebut diserahkan kepada para janda dan warga Gaza yang rumahnya rata dengan tanah akibat gempuran roket “Israel”. Acara serah terima dilakukan di salah satu bangunan runtuh yang masih bisa dijadikan tempat singgah para warga.

Akhuna Oniem mengatakan bahwa, “proses distribusi sendiri dibawah gempuran jet F16 “Israel”, mohon doa dari antum semua semoga dalam menjalankan amanah ini Allah subhanahu wa ta’ala senantiasa menjaga kami, amin.”

Namun, meski dalam keadaan terancam, ucapan terima kasih tak lupa diucapkan oleh warga Gaza saat serah terima di puing-puing reruntuhan. Setulus hati mereka ucapkan terima kasih kepada Muslimin Indonesia yang selalu bersama rakyat Palestina.

“Semoga Muslimin Indonesia tertarik untuk menyumbang lagi, karena saat ini yang dibutuhkan adalah obat-obatan dan bahan makanan,” demikian pungkas akhukum fillah, Abdillah Onim, dalam laman Facebook resmi WHC.

(adibahasan/@whc_info/arrahmah.com)

Sumbangan Muslimin Indonesia melalui World Human Care Tiba di Gaza

GAZA (Arrahmah.com) – Perwakilan World Human Care (WHC) Gaza, Akhuna fiillah Abdullah Oniem, melaporkan bahwa sebanyak 120 paket sembako dan sejumlah uang tunai dibagikan kepada warga Gaza pada Kamis (24/7/2014), atau bertepatan dengan 26 Ramadhan 1435 H.
Menurut Akhi Oniem, “Alhamdulillah, donasi dan zakat fitrah senilai Rp. 63.000.000,- (enam puluh tiga juta rupiah) sebagai amanah dari Muslimin Indonesia untuk saudara kita di Gaza, Palestina melalui World Human Care (WHC) telah didistribusikan dalam bentuk bahan makanan pokok (sembako) dan zakat uang tunai.”

Adapun sasaran wilayah penyaluran bantuan tersebut meliputi wilayah Jabalia Gaza Utara, Bait Lahiyah Gaza Utara, Bait Hanun Gaza Utara serta Gaza City.
whc gaza

Bantuan tersebut diserahkan kepada para janda dan warga Gaza yang rumahnya rata dengan tanah akibat gempuran roket “Israel”. Acara serah terima dilakukan di salah satu bangunan runtuh yang masih bisa dijadikan tempat singgah para warga.

Akhuna Oniem mengatakan bahwa, “proses distribusi sendiri dibawah gempuran jet F16 “Israel”, mohon doa dari antum semua semoga dalam menjalankan amanah ini Allah subhanahu wa ta’ala senantiasa menjaga kami, amin.”

Namun, meski dalam keadaan terancam, ucapan terima kasih tak lupa diucapkan oleh warga Gaza saat serah terima di puing-puing reruntuhan. Setulus hati mereka ucapkan terima kasih kepada Muslimin Indonesia yang selalu bersama rakyat Palestina.

“Semoga Muslimin Indonesia tertarik untuk menyumbang lagi, karena saat ini yang dibutuhkan adalah obat-obatan dan bahan makanan,” demikian pungkas akhukum fillah, Abdillah Onim, dalam laman Facebook resmi WHC.

(adibahasan/@whc_info/arrahmah.com)

Posted at 15.56 |  by Harian Muslim
SURIAH, Muslimdaily.net – Ini kisah seorang anak muda, pejuang Suriah, yang terpaksa harus menjadi tentara rezim Asad lantaran terkena peraturan wajib militer. Ia mengungkap tentang keberhasilannya keluar dari militer Suriah di tengah berlangsungnya revolusi di negara yang sedang dilanda perang itu.
Shamer (24), sebut saja namanya begitu, adalah putra ketiga seorang ulama di Suriah. Saat revolusi Suriah dimulai lebih 3 tahun yang lalu, ia sudah menjadi tentara rezim—tetapi karena terpaksa. Karenanya, setelah revolusi dan perang mulai berkecamuk, ia berupaya keras untuk keluar dari dinas militer, dan bergabung dengan pejuang.
Namun ketika masih dalam militer rezim Asad, ia dan kawan-kawanya, sempat berupaya ingin membunuh Bashar Asad. Ketika itu, rencana matang sudah disiapkan, di saat Asad dikabarkan akan mengikuti sebuah upacara.
“Namun sayang, Bashar Asad batal hadir. Kemungkinan rencana ini bocor,” ungkap Shamer kepada wartawan Indonesia yang tergabung dalam tim Jurnalis Islam Bersatu (JITU) saat meliput konflik Suriah, Sabtu (19/4).
Semangat berjuang Shamer tumbuh dari lingkungan keluarganya yang memang berasal dari kalangan Muslim yang taat. Ayahnya adalah seorang ulama, Imam dan Khatib, di Damaskus, Suriah. Selain didikan orangtuanya, di usia masih belia, sebelum meletusnya perang, Shamer mengaku mendapat spirit perjuangan dari para tokoh Hamas Palestina.
Waktu itu, ujar Shamer, Masjid Al-Aqsha dikepung penjajah ‘Israel’ dan umat Islam di Palestina dibantai Zionis. “Kami dan teman-teman mengadakan tabligh akbar dan penggalangan dana Palestina bersamaan dengan datangnya beberapa tokoh Hamas di Damaskus, padahal di saat itu bicara masalah perjuangan menentang ‘Israel’ merupakan sesuatu yang sangat berbahaya bagi kami di Suriah, karena rezim di sini sangat represif, dan banyak teman-teman kami yang ditangkapi dan dipenjara oleh rezim Asad karena mengobarkan semangat perjuangan menentang Zionis ‘Israel’,” tuturnya.
Ia juga mengungkap peristiwa menarik tentang kerjasamanya dengan pejuang di saat revolusi Suriah baru berlangsung pada 2011 lalu. Ketika itu ia masih di dinas militer rezim, ditugaskan membawa senjata oleh kesatuannya ke wilayah Raqqah, kota di sebelah timur Suriah.
Kesempatan ini digunakan Shamer untuk menjalankan misinya. Ia menghubungi kelompok pejuang lokal yang ada di Raqqah. Ia memberitahukan, ia membawa banyak senjata, dan ia ‘bersandiwara’ dengan kelompok pejuang itu dengan mengatakan kepada kesatuannya seakan dia dihadang.
“Tentu saja hal ini tanpa diketahui teman-teman saya di kesatuan militer rezim,” kata Shamer.
Selanjutnya, kelompok pejuang itu menghadang laju mobil dan mengambil semua peralatan senjata. Shamer dilepas. “Lalu saya melapor kepada kesatuan, bahwa saya telah dihadang dan semua senjata yang saya bawa telah dirampas,” ujarnya mengenang peristiwa pada 2011 lalu itu.
Jelas, di tengah peperangan, tindakan Shamer adalah sangat berani dan tentu saja berbahaya. Namun, dengan spirit perjuangan yang sudah mulai terasah, rasa takut menjadi sirna, berganti dengan keberanian yang luar biasa. [JITU]
Foto: (Ilustrasi)

Kisah Tentara Pengkhianat Rezim Assad, Pahlawan Bagi Rakyat Suriah

SURIAH, Muslimdaily.net – Ini kisah seorang anak muda, pejuang Suriah, yang terpaksa harus menjadi tentara rezim Asad lantaran terkena peraturan wajib militer. Ia mengungkap tentang keberhasilannya keluar dari militer Suriah di tengah berlangsungnya revolusi di negara yang sedang dilanda perang itu.
Shamer (24), sebut saja namanya begitu, adalah putra ketiga seorang ulama di Suriah. Saat revolusi Suriah dimulai lebih 3 tahun yang lalu, ia sudah menjadi tentara rezim—tetapi karena terpaksa. Karenanya, setelah revolusi dan perang mulai berkecamuk, ia berupaya keras untuk keluar dari dinas militer, dan bergabung dengan pejuang.
Namun ketika masih dalam militer rezim Asad, ia dan kawan-kawanya, sempat berupaya ingin membunuh Bashar Asad. Ketika itu, rencana matang sudah disiapkan, di saat Asad dikabarkan akan mengikuti sebuah upacara.
“Namun sayang, Bashar Asad batal hadir. Kemungkinan rencana ini bocor,” ungkap Shamer kepada wartawan Indonesia yang tergabung dalam tim Jurnalis Islam Bersatu (JITU) saat meliput konflik Suriah, Sabtu (19/4).
Semangat berjuang Shamer tumbuh dari lingkungan keluarganya yang memang berasal dari kalangan Muslim yang taat. Ayahnya adalah seorang ulama, Imam dan Khatib, di Damaskus, Suriah. Selain didikan orangtuanya, di usia masih belia, sebelum meletusnya perang, Shamer mengaku mendapat spirit perjuangan dari para tokoh Hamas Palestina.
Waktu itu, ujar Shamer, Masjid Al-Aqsha dikepung penjajah ‘Israel’ dan umat Islam di Palestina dibantai Zionis. “Kami dan teman-teman mengadakan tabligh akbar dan penggalangan dana Palestina bersamaan dengan datangnya beberapa tokoh Hamas di Damaskus, padahal di saat itu bicara masalah perjuangan menentang ‘Israel’ merupakan sesuatu yang sangat berbahaya bagi kami di Suriah, karena rezim di sini sangat represif, dan banyak teman-teman kami yang ditangkapi dan dipenjara oleh rezim Asad karena mengobarkan semangat perjuangan menentang Zionis ‘Israel’,” tuturnya.
Ia juga mengungkap peristiwa menarik tentang kerjasamanya dengan pejuang di saat revolusi Suriah baru berlangsung pada 2011 lalu. Ketika itu ia masih di dinas militer rezim, ditugaskan membawa senjata oleh kesatuannya ke wilayah Raqqah, kota di sebelah timur Suriah.
Kesempatan ini digunakan Shamer untuk menjalankan misinya. Ia menghubungi kelompok pejuang lokal yang ada di Raqqah. Ia memberitahukan, ia membawa banyak senjata, dan ia ‘bersandiwara’ dengan kelompok pejuang itu dengan mengatakan kepada kesatuannya seakan dia dihadang.
“Tentu saja hal ini tanpa diketahui teman-teman saya di kesatuan militer rezim,” kata Shamer.
Selanjutnya, kelompok pejuang itu menghadang laju mobil dan mengambil semua peralatan senjata. Shamer dilepas. “Lalu saya melapor kepada kesatuan, bahwa saya telah dihadang dan semua senjata yang saya bawa telah dirampas,” ujarnya mengenang peristiwa pada 2011 lalu itu.
Jelas, di tengah peperangan, tindakan Shamer adalah sangat berani dan tentu saja berbahaya. Namun, dengan spirit perjuangan yang sudah mulai terasah, rasa takut menjadi sirna, berganti dengan keberanian yang luar biasa. [JITU]
Foto: (Ilustrasi)

Posted at 15.47 |  by Harian Muslim
KIBLAT.NET, Gaza – Sayap militer Hamas Brigade Al-Qassam mengumumkan telah melancarkan serangan ke Bandara Ben Gurion di Tel Aviv, dengan menembakkan tiga roket. Ini adalah serangan kedua yang diarahkan ke bandara internasional utama Isreal tersebut dalam sepekan terakhir.
Seorang juru bicara militer Israel membenarkan bahwa sejumlah roket telah ditembakkan ke arah bandara dari dari Jalur Gaza pada hari Jumat (25/07).
“Kami membenarkan bahwa dua roket yang ditembakkan telah jatuh di kota metropolitan Tel Aviv,” kata juru bicara tersebut kepada kantor berita AFP.
Sebuah pernyataan dari kelompok pejuang Palestina mengatakan, “Pada 11.45 Al-Qassam membombardir bandara Ben Gurion dengan tiga roket M75.”
Pada hari Selasa lalu, roket pejuang Hamas menghantam lokasi di dekat landasan pacu bandara sehingga menutup jalur udara Israel ke dunia luar. Hamas mengklaim serangan tersebut sebagai sebuah “kemenangan” dalam konflik ini.
Maskapai penerbangan Amerika Serikat dan Eropa telah kembali melakukan penerbangan pada Kamis, setelah sempat dihentikan selama dua hari.
Akibat serangan pada hari Jumat ini, pesawat Air Canada nomor penerbangan AC84 tidak dapat mendarat di bandara dan beberapa kali hanya berkeliling di selatan Israel.
Editor : Imam S.
Sumber : Al Jazeera

Roket Brigade Al-Qassam Kembali Hantam Bandara Internasional Tel Aviv

KIBLAT.NET, Gaza – Sayap militer Hamas Brigade Al-Qassam mengumumkan telah melancarkan serangan ke Bandara Ben Gurion di Tel Aviv, dengan menembakkan tiga roket. Ini adalah serangan kedua yang diarahkan ke bandara internasional utama Isreal tersebut dalam sepekan terakhir.
Seorang juru bicara militer Israel membenarkan bahwa sejumlah roket telah ditembakkan ke arah bandara dari dari Jalur Gaza pada hari Jumat (25/07).
“Kami membenarkan bahwa dua roket yang ditembakkan telah jatuh di kota metropolitan Tel Aviv,” kata juru bicara tersebut kepada kantor berita AFP.
Sebuah pernyataan dari kelompok pejuang Palestina mengatakan, “Pada 11.45 Al-Qassam membombardir bandara Ben Gurion dengan tiga roket M75.”
Pada hari Selasa lalu, roket pejuang Hamas menghantam lokasi di dekat landasan pacu bandara sehingga menutup jalur udara Israel ke dunia luar. Hamas mengklaim serangan tersebut sebagai sebuah “kemenangan” dalam konflik ini.
Maskapai penerbangan Amerika Serikat dan Eropa telah kembali melakukan penerbangan pada Kamis, setelah sempat dihentikan selama dua hari.
Akibat serangan pada hari Jumat ini, pesawat Air Canada nomor penerbangan AC84 tidak dapat mendarat di bandara dan beberapa kali hanya berkeliling di selatan Israel.
Editor : Imam S.
Sumber : Al Jazeera

Posted at 14.59 |  by Harian Muslim
BEKASI, Infaq Dakwah Center (IDC) – Untuk menyempurnakan amaliah Ramadhan, IDC siap membantu menunaikan kewajiban Zakat Fitrah. Zakat Fitrah senilai Rp 30.200,- diterima dan disalurkan kepada keluarga mujahidin ‘Asiir (tertawan).
Zakat Fitrah adalah zakat yang diwajibkan kepada setiap orang dari kaum muslimin, baik anak kecil, orang dewasa, laki-laki, perempuan, merdeka dan budak. Disebut zakat fitrah karena dikeluarkan pada waktu kaum muslimin telah menyelesaikan puasa bulan Ramadhan. Zakat Fitrah mempunyai banyak hikmah, di antaranya:
Pertama,  Zakat Fitrah merupakan salah satu bentuk solidaritas, khususnya kepada fakir miskin yang tidak mempunyai makanan pada hari raya Idul Fitri.
Kedua, Zakat Fitrah merupakan bentuk syukur kepada Allah SWT karena telah memberikan taufik-Nya sehingga bisa menyempurnakan puasa Ramadhan.
Ketiga, Zakat Fitrah merupakan pembersih puasa dari hal-hal yang mengotorinya. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam:
"Zakat Fitri merupakan pembersih bagi yang berpuasa dari hal-hal yang tidak bermanfaat dan kata-kata keji (yang dikerjakan waktu puasa), dan bantuan makanan untuk para fakir miskin" (Hadits hasan riwayat Abu Daud).
Waki' bin Jarrah berkata, “Manfaat zakat Fitrah untuk puasa seperti manfaat sujud sahwi untuk shalat. Kalau sujud sahwi melengkapi kekurangan dalam shalat, sedangkan zakat fitrah melengkapi kekurangan yang terjadi ketika puasa.”
...Manfaat zakat Fitrah untuk puasa seperti manfaat sujud sahwi. Kalau sujud sahwi melengkapi kekurangan dalam shalat, sedangkan zakat fitrah melengkapi kekurangan yang terjadi ketika puasa...
WAKTU MENUNAIKAN ZAKAT FITRAH
Waktu paling utama melaksanakan zakat fitrah adalah pada pagi hari sebelum shalat Idul Fitri. Karenanya, kita disunnahkan mengakhirkan shalat ied untuk memberi kesempatan kepada kaum muslimin membayarkan zakat fitrahnya kepada fakir miskin.
Adapun waktu wajibnya adalah setelah terbenam Matahari akhir bulan Ramadhan sampai sebelum dilaksanakan shalat ied. Dalilnya adalah hadits Ibnu Abbas bahwasanya Rasulullah SAW bersabda:
"Barang siapa yang membayar zakat fitrah sebelum shalat ied, maka termasuk zakat fitrah yang diterima; dan barang siapa yang membayarnya sesudah shalat ied maka termasuk sedekah biasa (bukan lagi dianggap zakat fitrah)" (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadits di atas menjelaskan bahwa barangsiapa yang membayar zakat setelah shalat ied, tidak dianggap sebagai zakat fitrah, tetapi sedekah biasa. Sedangkan pelakunya telah berdosa karena mengundur-undur pembayaran zakat fitrah  dari waktu yang telah ditentukan. Hendaknya ia bertaubat kepada Allah SWT dan tidak mengulanginya lagi.
Dibolehkan juga membayar zakat fitrah satu atau dua hari sebelum hari raya pada bulan Ramadhan. Alasannya, Ibnu Umar RA pernah membayar zakat fitrah satu atau dua hari sebelum hari raya Idul Fitri. Bahkan, sebagian ulama membolehkan membayar zakat fitrah pada awal bulan Ramadhan atau di pertengahan bulan.
...Bencana yang menimpa keluarga mujahid yang tertawan lebih besar dan lebih banyak. Sebagian istri mujahid yang tertawan malah dicibir dan ditekan oleh masyarakat. Sebagian orang bodoh malah memusuhinya dan mencela suaminya...
ZAKAT KEPADA KELUARGA MUJAHIDIN
Allah Ta’ala membatasi distribusi zakat hanya kepada 8 kategori (asnaf), salah satunya adalah orang yang fisabilillah (berjihad):
“Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para muallaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana” (Qs. At-Taubah: 60)
Kata “Fisabilillah”  (di Jalan Allah) dalam ayat tersebut merujuk kepada Mujahidin.  Para fuqoha Maliki seperti Abu Bakr bin Al-Arabi menyatakan: Imam Malik berkata, “Fisabilillah memiliki banyak arti, tetapi semua bersepakat, bahwa pengertian ‘fisabilillah’ di sini adalah Jihad.”
Dalam buku “39 Wasilah li-Khidmatil Jihad wal Mujahidin fi Sabilillah” (39 Cara Membantu Mujahidin), Muhammad bin Ahmad As-Salim menjelaskan bahwa salah satu cara membantu gerakan jihad adalah Menanggung Keluarga para Mujahid yang dipenjara:
“Salah satu bentuk partisipasi dalam membantu jihad dan mujahidin adalah menyantuni keluarga mujahid yang tertawan dan keluarga mujahid yang terluka. Karena mujahid tersebut dihukumi tidak ada, sementara keluarga mereka terkadang membutuhkan bantuan.
Terlebih lagi keluarga mujahid yang tertawan. Bencana yang menimpa mereka akibat anak atau keluarganya yang tertawan lebih besar dan lebih banyak. Sebagian istri mujahid yang tertawan malah dicibir dan ditekan oleh masyarakat. Sebagian orang bodoh malah memusuhinya dan mencela suaminya. Tidak diragukan lagi ini adalah perbuatan orang yang tidak memiliki akhlak. Sebaliknya, kita harus menyantuni, melindungi, dan membantu istri-istri mujahid yang tertawan serta menghiburnya agar bersabar.
Allah senantiasa menolong seorang hamba selama hamba tersebut mau menolong saudaranya." (hlm. 67-68).
...Kita harus menyantuni, melindungi, dan membantu istri-istri mujahid yang tertawan serta menghiburnya agar bersabar...
BESAR ZAKAT
Besar zakat fitrah yang harus dikeluarkan sebagaimana yang disebutkan hadits di atas, yaitu satu sha' atau setara dengan mud, atau kira-kira setara dengan 3,5 liter atau 2.7 kg makanan pokok, seperti tepung, kurma, gandum dan beras.
"Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mewajibkan zakat fitrah sebanyak satu sha' kurma atau satu sha' gandum, atas budak dan orang merdeka, laki-laki dan perempuan, anak kecil dan orang besar dari kalangan orang Islam. Dan beliau memerintahkan agar ditunaikan sebelum orang-orang pergi menunaikan shalat" (HR. Bukhari dan Muslim).
Mayoritas ulama tidak membolehkan mengeluarkan zakat fitrah dalam bentuk uang, tetapi yang wajib dikeluarkan adalah jenis makanan sebagaimana yang disebutkan oleh Rasulullah SAW.
Nominal zakat fitrah di berbagai daerah berbeda-beda, dari Rp 7.000 perliter hingga 8.500 perliter. Jika dipilih opsi tertinggi, maka nominal zakat adalah:
3,5 liter x Rp 8.500 = Rp 29.750,- dibulatkan menjadi Rp 30.000,-

Zakat Fitrah untuk Keluarga Mujahidin Tertawan (‘Asiir)
Zakat Fitrah kepada keluarga mujahidin tertawan di berbagai daerah ditransfer ke rekening IDC:
  1. Bank Muamalat, No.Rek: 34.7000.3005 a/n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
  2. Bank BNI Syari’ah, No.Rek: 293.985.605  a/n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
  3. Bank Mandiri Syariah (BSM), No.Rek: 7050.888.422  a/n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
  4. Bank Mandiri, No.Rek: 156.000.728.728.9 a/n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
  5. Bank BRI, No.Rek: 0139.0100.1736.302  a/n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
  6. Bank BCA, no.rek: 631.0230.497 a/n Budi Haryanto (Bendahara IDC).

KETENTUAN:
  1. Zakat fitrah dilebihkan dengan nominal Rp 200 sebagai kode identifikasi program. Misalnya: Rp 30.200,- Rp 60.200,- Rp 90.200,- Rp 120.200,- Rp 150.200,- dan seterusnya.
  2. Zakat ditransfer ke Rekening IDC, dan disalurkan dalam bentuk beras.
  3. Penerimaan zakat fitrah ditutup tanggal 26 Juli pukul 12.00 WIB.
  4. Info & konfirmasi: 08999.704050 & 08567.700020.

MARAJI’:
  • Zakat Fitrah, DR Ahmad Zain An-Najah MA, ahmadzain.com.
  • 39 Wasilah li-Khidmatil Jihad wal Mujahidin fi Sabilillah” (edisi Indonesia: 39 Cara Membantu Mujahidin), Muhammad bin Ahmad As-Salim, Media Islamika, Cet. II, Mei 2013.

Mari Salurkan Zakat Fitrah Anda untuk Keluarga Mujahidin Terpenjara di Berbagai Daerah

BEKASI, Infaq Dakwah Center (IDC) – Untuk menyempurnakan amaliah Ramadhan, IDC siap membantu menunaikan kewajiban Zakat Fitrah. Zakat Fitrah senilai Rp 30.200,- diterima dan disalurkan kepada keluarga mujahidin ‘Asiir (tertawan).
Zakat Fitrah adalah zakat yang diwajibkan kepada setiap orang dari kaum muslimin, baik anak kecil, orang dewasa, laki-laki, perempuan, merdeka dan budak. Disebut zakat fitrah karena dikeluarkan pada waktu kaum muslimin telah menyelesaikan puasa bulan Ramadhan. Zakat Fitrah mempunyai banyak hikmah, di antaranya:
Pertama,  Zakat Fitrah merupakan salah satu bentuk solidaritas, khususnya kepada fakir miskin yang tidak mempunyai makanan pada hari raya Idul Fitri.
Kedua, Zakat Fitrah merupakan bentuk syukur kepada Allah SWT karena telah memberikan taufik-Nya sehingga bisa menyempurnakan puasa Ramadhan.
Ketiga, Zakat Fitrah merupakan pembersih puasa dari hal-hal yang mengotorinya. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam:
"Zakat Fitri merupakan pembersih bagi yang berpuasa dari hal-hal yang tidak bermanfaat dan kata-kata keji (yang dikerjakan waktu puasa), dan bantuan makanan untuk para fakir miskin" (Hadits hasan riwayat Abu Daud).
Waki' bin Jarrah berkata, “Manfaat zakat Fitrah untuk puasa seperti manfaat sujud sahwi untuk shalat. Kalau sujud sahwi melengkapi kekurangan dalam shalat, sedangkan zakat fitrah melengkapi kekurangan yang terjadi ketika puasa.”
...Manfaat zakat Fitrah untuk puasa seperti manfaat sujud sahwi. Kalau sujud sahwi melengkapi kekurangan dalam shalat, sedangkan zakat fitrah melengkapi kekurangan yang terjadi ketika puasa...
WAKTU MENUNAIKAN ZAKAT FITRAH
Waktu paling utama melaksanakan zakat fitrah adalah pada pagi hari sebelum shalat Idul Fitri. Karenanya, kita disunnahkan mengakhirkan shalat ied untuk memberi kesempatan kepada kaum muslimin membayarkan zakat fitrahnya kepada fakir miskin.
Adapun waktu wajibnya adalah setelah terbenam Matahari akhir bulan Ramadhan sampai sebelum dilaksanakan shalat ied. Dalilnya adalah hadits Ibnu Abbas bahwasanya Rasulullah SAW bersabda:
"Barang siapa yang membayar zakat fitrah sebelum shalat ied, maka termasuk zakat fitrah yang diterima; dan barang siapa yang membayarnya sesudah shalat ied maka termasuk sedekah biasa (bukan lagi dianggap zakat fitrah)" (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadits di atas menjelaskan bahwa barangsiapa yang membayar zakat setelah shalat ied, tidak dianggap sebagai zakat fitrah, tetapi sedekah biasa. Sedangkan pelakunya telah berdosa karena mengundur-undur pembayaran zakat fitrah  dari waktu yang telah ditentukan. Hendaknya ia bertaubat kepada Allah SWT dan tidak mengulanginya lagi.
Dibolehkan juga membayar zakat fitrah satu atau dua hari sebelum hari raya pada bulan Ramadhan. Alasannya, Ibnu Umar RA pernah membayar zakat fitrah satu atau dua hari sebelum hari raya Idul Fitri. Bahkan, sebagian ulama membolehkan membayar zakat fitrah pada awal bulan Ramadhan atau di pertengahan bulan.
...Bencana yang menimpa keluarga mujahid yang tertawan lebih besar dan lebih banyak. Sebagian istri mujahid yang tertawan malah dicibir dan ditekan oleh masyarakat. Sebagian orang bodoh malah memusuhinya dan mencela suaminya...
ZAKAT KEPADA KELUARGA MUJAHIDIN
Allah Ta’ala membatasi distribusi zakat hanya kepada 8 kategori (asnaf), salah satunya adalah orang yang fisabilillah (berjihad):
“Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para muallaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana” (Qs. At-Taubah: 60)
Kata “Fisabilillah”  (di Jalan Allah) dalam ayat tersebut merujuk kepada Mujahidin.  Para fuqoha Maliki seperti Abu Bakr bin Al-Arabi menyatakan: Imam Malik berkata, “Fisabilillah memiliki banyak arti, tetapi semua bersepakat, bahwa pengertian ‘fisabilillah’ di sini adalah Jihad.”
Dalam buku “39 Wasilah li-Khidmatil Jihad wal Mujahidin fi Sabilillah” (39 Cara Membantu Mujahidin), Muhammad bin Ahmad As-Salim menjelaskan bahwa salah satu cara membantu gerakan jihad adalah Menanggung Keluarga para Mujahid yang dipenjara:
“Salah satu bentuk partisipasi dalam membantu jihad dan mujahidin adalah menyantuni keluarga mujahid yang tertawan dan keluarga mujahid yang terluka. Karena mujahid tersebut dihukumi tidak ada, sementara keluarga mereka terkadang membutuhkan bantuan.
Terlebih lagi keluarga mujahid yang tertawan. Bencana yang menimpa mereka akibat anak atau keluarganya yang tertawan lebih besar dan lebih banyak. Sebagian istri mujahid yang tertawan malah dicibir dan ditekan oleh masyarakat. Sebagian orang bodoh malah memusuhinya dan mencela suaminya. Tidak diragukan lagi ini adalah perbuatan orang yang tidak memiliki akhlak. Sebaliknya, kita harus menyantuni, melindungi, dan membantu istri-istri mujahid yang tertawan serta menghiburnya agar bersabar.
Allah senantiasa menolong seorang hamba selama hamba tersebut mau menolong saudaranya." (hlm. 67-68).
...Kita harus menyantuni, melindungi, dan membantu istri-istri mujahid yang tertawan serta menghiburnya agar bersabar...
BESAR ZAKAT
Besar zakat fitrah yang harus dikeluarkan sebagaimana yang disebutkan hadits di atas, yaitu satu sha' atau setara dengan mud, atau kira-kira setara dengan 3,5 liter atau 2.7 kg makanan pokok, seperti tepung, kurma, gandum dan beras.
"Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mewajibkan zakat fitrah sebanyak satu sha' kurma atau satu sha' gandum, atas budak dan orang merdeka, laki-laki dan perempuan, anak kecil dan orang besar dari kalangan orang Islam. Dan beliau memerintahkan agar ditunaikan sebelum orang-orang pergi menunaikan shalat" (HR. Bukhari dan Muslim).
Mayoritas ulama tidak membolehkan mengeluarkan zakat fitrah dalam bentuk uang, tetapi yang wajib dikeluarkan adalah jenis makanan sebagaimana yang disebutkan oleh Rasulullah SAW.
Nominal zakat fitrah di berbagai daerah berbeda-beda, dari Rp 7.000 perliter hingga 8.500 perliter. Jika dipilih opsi tertinggi, maka nominal zakat adalah:
3,5 liter x Rp 8.500 = Rp 29.750,- dibulatkan menjadi Rp 30.000,-

Zakat Fitrah untuk Keluarga Mujahidin Tertawan (‘Asiir)
Zakat Fitrah kepada keluarga mujahidin tertawan di berbagai daerah ditransfer ke rekening IDC:
  1. Bank Muamalat, No.Rek: 34.7000.3005 a/n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
  2. Bank BNI Syari’ah, No.Rek: 293.985.605  a/n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
  3. Bank Mandiri Syariah (BSM), No.Rek: 7050.888.422  a/n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
  4. Bank Mandiri, No.Rek: 156.000.728.728.9 a/n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
  5. Bank BRI, No.Rek: 0139.0100.1736.302  a/n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
  6. Bank BCA, no.rek: 631.0230.497 a/n Budi Haryanto (Bendahara IDC).

KETENTUAN:
  1. Zakat fitrah dilebihkan dengan nominal Rp 200 sebagai kode identifikasi program. Misalnya: Rp 30.200,- Rp 60.200,- Rp 90.200,- Rp 120.200,- Rp 150.200,- dan seterusnya.
  2. Zakat ditransfer ke Rekening IDC, dan disalurkan dalam bentuk beras.
  3. Penerimaan zakat fitrah ditutup tanggal 26 Juli pukul 12.00 WIB.
  4. Info & konfirmasi: 08999.704050 & 08567.700020.

MARAJI’:
  • Zakat Fitrah, DR Ahmad Zain An-Najah MA, ahmadzain.com.
  • 39 Wasilah li-Khidmatil Jihad wal Mujahidin fi Sabilillah” (edisi Indonesia: 39 Cara Membantu Mujahidin), Muhammad bin Ahmad As-Salim, Media Islamika, Cet. II, Mei 2013.

Posted at 14.44 |  by Harian Muslim

Selasa, 22 Juli 2014

Gazza, muslimdaily.net-Peperangan untuk mengubur hidup-hidup impian pasukan zionis Israel di jalur Gaza memang membutuhkan strategi yang jitu.

Seorang jurnalis dari Israel bernama Lourdes menyebutkan bahwa pasukan perlawanan Palestina sangat jitu sekali dalam menerapkan strategi perang, terlebih lagi strategi mereka dalam memilih-milih, menangkap, bahkan membunuh pasukan senior Israel.

Sebagaimana kita ketahui bahwa ahad lalu para mujahidin Palestiina berhasil menangkap seorang pasukan senior zionis Israel yang bernama Saul Oron  di timur kampung at Tufah di timur Gaza.

Abdullah Onim -Jurnalis asal Indonesia- memberitakan bahwa hari ini saja (selasa 22/7) para mujahidin Palestina merelease telah berhasil membunuh seorang pasukan Israel yang berpangkat letnan kolonel dalam sebuah serangan di dekat daerah Naraam.


Inilah Salah Satu Strategi para Mujahidin Palestina yang Ditakuti Pasukan Israel

Gazza, muslimdaily.net-Peperangan untuk mengubur hidup-hidup impian pasukan zionis Israel di jalur Gaza memang membutuhkan strategi yang jitu.

Seorang jurnalis dari Israel bernama Lourdes menyebutkan bahwa pasukan perlawanan Palestina sangat jitu sekali dalam menerapkan strategi perang, terlebih lagi strategi mereka dalam memilih-milih, menangkap, bahkan membunuh pasukan senior Israel.

Sebagaimana kita ketahui bahwa ahad lalu para mujahidin Palestiina berhasil menangkap seorang pasukan senior zionis Israel yang bernama Saul Oron  di timur kampung at Tufah di timur Gaza.

Abdullah Onim -Jurnalis asal Indonesia- memberitakan bahwa hari ini saja (selasa 22/7) para mujahidin Palestina merelease telah berhasil membunuh seorang pasukan Israel yang berpangkat letnan kolonel dalam sebuah serangan di dekat daerah Naraam.


Posted at 23.49 |  by Harian Muslim

JAKARTA, muslimdaily.net - Lembaga Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) kembali mengirimkan relawannya ke Gaza, Palestina. Yang diberangkatkan adalah Mohamad Riadz Hashim, pimpinan kantor cabang ACT di Malaysia. Riadz terbang hari Senin (21/7/2014), berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. Riadz akan masuk ke Gaza melalui Mesir.

Sementara itu, relawan ACT yang masuk melalui Yordania, Andhika Purwo Swasono terus melakukan lobi ke Kedubes RI di Yordan serta berkomunikasi dengan LSM Kerajaan Yordania, melakukan aksi-aksi sinergis menyalurkan bantuan yang diperlukan warga Gaza, Palestina.

Berdasarkan pantauan relawan ACT Gaza, pertempuran Zionis Israel dengan pejuang Palestina, memaksa sejumlah warga bersembunyi dalam rumah-rumah. Akibatnya, mereka kesulitan memperoleh makanan untuk persiapan berbuka puasa dan sahur. Padahal, sebelumnya wilayah Gaza telah diblokade Israel sejak delapan tahun yang lalu. Akses memperoleh pangan pun makin sulit.

" Distribusi bantuan makanan, masih jadi prioritas utama, karena mayoritas warga Gaza makin kesulitan memperoleh kebutuhan pokok mereka, yakni makanan," ujar Senior Vice President N. Imam Akbari, di Jakarta, Selasa (22/7/2014).

Selain kebutuhan pangan, ACT telah mendistribusikan bantuan setidaknya empat paket lainnya yaitu paket pangan, paket kesehatan dan P3K, bantuan dana untuk sewa rumah, dan bantuan kursi roda untuk korban terluka.

Sejumlah unit kursi roda (wheel chair) dibagikan ke pasien sipil korban keganasan tentara Zionis Israel. Sebagian diantaranya, telah dibagikan ke pasien di Al-Shifa'a Hospital, Gaza City, Ahad (20/7/2014). Pembagian dilakukan dengan cara diantar langsung oleh relawan lokal mitra ACT di Kota Gaza, Palestina. Di RS Al-Shifa'a sendiri ada 16 pasien yang kategori butuh kursi roda.

Imam mengungkapkan, relawan ACT saat ini sedang melakukan pendataan kembali rumah-rumah sakit mana, yang terdapat pasien-pasien yang membutuhkan kursi roda.

"Kami perkirakan, menilik korban yang luka, ada ratusan atau ribuan pasien korban serangan Zionis yang membutuhkan kursi roda. Dan berapa pun nanti yang dibutuhkan, inshaa Allah, akan kami sediakan," kata Imam.

Imam Akbari mengatakan pembagian dilakukan dengan cara bertahap, dengan pertimbangan keamanan dan efektifitas distribusi karena pembagian dilakukan door to door, demi pemuliaan pasien dan keluarganya.

"Mereka sedang kesusahan, jadi jangan sampai mereka mengambil sendiri bantuan yang kami distribusikan," ujar Imam.

Sebelumnya bantuan pangan untuk berbuka puasa dan sahur juga dilakukan dengan mengetuk ratusan pintu rumah warga Kota Gaza, yang berdasarkan penilaian relawan ACT sebelumnya layak menerima bantuan. Selain bantuan paket pangan, paket obat-obatan juga telah terdistribusikan dalam pekan ini.

Serangan Zionis Israel yang masih berlangsung, dari total korban pihak Palestina, 70 persen adalah rakyat sipil.

"Ini mengharuskan rakyat Gaza siap sedia menghadapi serangan kapan dan di mana saja. Bantuan health care ACT ditujukan untuk pertolongan pertama saat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," urai Imam Akbari.

Berdalih menyerang pos pertahanan pasukan Brigade Al-Qossam-Hamas, Israel membombardir sejumlah tempat secara serampangan. Akibatnya berjatuhan jatuh korban dari rakyat sipil. Selain korban 500 warga Gaza lebih gugur, setidaknya sudah 2037 rumah hancur, dengan 312 hancur total dan 1725 rusak sebagian. ACT memberikan bantuan kepada warga Gaza berupa dana tunai untuk menyewa rumah selama enam bulan. Dana ini bisa digunakan sejumlah warga yang kehilangan rumahnya untuk mengontrak sementara. [Press Release ACT]

Rekening SOS PALESTINE:

BSM 101 000 5557
BRI 092 401 000018 304
Muamalat 304 0031 870
Mandiri 128000 4593338
BNI 014 076 5481
BCA 676 030 0860

An. Aksi Cepat Tanggap

ACT Kembali Kirimkan Relawan dan Salurkan Bantuan ke Gaza

JAKARTA, muslimdaily.net - Lembaga Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) kembali mengirimkan relawannya ke Gaza, Palestina. Yang diberangkatkan adalah Mohamad Riadz Hashim, pimpinan kantor cabang ACT di Malaysia. Riadz terbang hari Senin (21/7/2014), berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. Riadz akan masuk ke Gaza melalui Mesir.

Sementara itu, relawan ACT yang masuk melalui Yordania, Andhika Purwo Swasono terus melakukan lobi ke Kedubes RI di Yordan serta berkomunikasi dengan LSM Kerajaan Yordania, melakukan aksi-aksi sinergis menyalurkan bantuan yang diperlukan warga Gaza, Palestina.

Berdasarkan pantauan relawan ACT Gaza, pertempuran Zionis Israel dengan pejuang Palestina, memaksa sejumlah warga bersembunyi dalam rumah-rumah. Akibatnya, mereka kesulitan memperoleh makanan untuk persiapan berbuka puasa dan sahur. Padahal, sebelumnya wilayah Gaza telah diblokade Israel sejak delapan tahun yang lalu. Akses memperoleh pangan pun makin sulit.

" Distribusi bantuan makanan, masih jadi prioritas utama, karena mayoritas warga Gaza makin kesulitan memperoleh kebutuhan pokok mereka, yakni makanan," ujar Senior Vice President N. Imam Akbari, di Jakarta, Selasa (22/7/2014).

Selain kebutuhan pangan, ACT telah mendistribusikan bantuan setidaknya empat paket lainnya yaitu paket pangan, paket kesehatan dan P3K, bantuan dana untuk sewa rumah, dan bantuan kursi roda untuk korban terluka.

Sejumlah unit kursi roda (wheel chair) dibagikan ke pasien sipil korban keganasan tentara Zionis Israel. Sebagian diantaranya, telah dibagikan ke pasien di Al-Shifa'a Hospital, Gaza City, Ahad (20/7/2014). Pembagian dilakukan dengan cara diantar langsung oleh relawan lokal mitra ACT di Kota Gaza, Palestina. Di RS Al-Shifa'a sendiri ada 16 pasien yang kategori butuh kursi roda.

Imam mengungkapkan, relawan ACT saat ini sedang melakukan pendataan kembali rumah-rumah sakit mana, yang terdapat pasien-pasien yang membutuhkan kursi roda.

"Kami perkirakan, menilik korban yang luka, ada ratusan atau ribuan pasien korban serangan Zionis yang membutuhkan kursi roda. Dan berapa pun nanti yang dibutuhkan, inshaa Allah, akan kami sediakan," kata Imam.

Imam Akbari mengatakan pembagian dilakukan dengan cara bertahap, dengan pertimbangan keamanan dan efektifitas distribusi karena pembagian dilakukan door to door, demi pemuliaan pasien dan keluarganya.

"Mereka sedang kesusahan, jadi jangan sampai mereka mengambil sendiri bantuan yang kami distribusikan," ujar Imam.

Sebelumnya bantuan pangan untuk berbuka puasa dan sahur juga dilakukan dengan mengetuk ratusan pintu rumah warga Kota Gaza, yang berdasarkan penilaian relawan ACT sebelumnya layak menerima bantuan. Selain bantuan paket pangan, paket obat-obatan juga telah terdistribusikan dalam pekan ini.

Serangan Zionis Israel yang masih berlangsung, dari total korban pihak Palestina, 70 persen adalah rakyat sipil.

"Ini mengharuskan rakyat Gaza siap sedia menghadapi serangan kapan dan di mana saja. Bantuan health care ACT ditujukan untuk pertolongan pertama saat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," urai Imam Akbari.

Berdalih menyerang pos pertahanan pasukan Brigade Al-Qossam-Hamas, Israel membombardir sejumlah tempat secara serampangan. Akibatnya berjatuhan jatuh korban dari rakyat sipil. Selain korban 500 warga Gaza lebih gugur, setidaknya sudah 2037 rumah hancur, dengan 312 hancur total dan 1725 rusak sebagian. ACT memberikan bantuan kepada warga Gaza berupa dana tunai untuk menyewa rumah selama enam bulan. Dana ini bisa digunakan sejumlah warga yang kehilangan rumahnya untuk mengontrak sementara. [Press Release ACT]

Rekening SOS PALESTINE:

BSM 101 000 5557
BRI 092 401 000018 304
Muamalat 304 0031 870
Mandiri 128000 4593338
BNI 014 076 5481
BCA 676 030 0860

An. Aksi Cepat Tanggap

Posted at 23.47 |  by Harian Muslim

Kamis, 01 Mei 2014


BRUNEIDARUSSALAM - Benar-benar sesuai dengan nama negaranya : BRUNEI DARUSSALAM. Di mana Negara Brunei Darussalam memberlakukan hukum Syariah Islam yang dikecam keras oleh kelompok pegiat hak asasi manusia internasional, sejak hari Kamis, 1 Mei,2014.

Sultan Hassanal Bolkiah menyebut Syariah Islam itu sebagai ''prestasi besar'' untuk Brunei. ''Keputusan menerapkan (Syariah Islam) tidak untuk senang-senang tapi untuk mentaati perintah Allah seperti yang tertulis dalam Al-Quran,'' katanyadalam pidato hari Rabu (30/04) mengumumkan pelaksanaan tahap pertamaSyariah Islam.

Sementara itu Datin Hjh Hayati, Jaksa Agung Brunei Darussalam mengatakan Syariah Islam di negara Brunei akan dilaksakan sesuai dengan ketentuan Syariah Islam secara menyelulruh,dan tidak akan dipilah-pililah, dan layak mendapatkan perhatian masyarakat, tulis the Brunei Times.

"Hukuman untuk pembunuhan dalam hukum syariah dan hukum perdata pidana adalah samayakni hukuman mati," kataDatin Hjh Hayati dalam sebuah kuliah umum mengenai hukum syariah tahun 2013 di International Convention Centre ( ICC ) Bandar Seri Begawan.

Jaksa agung mencatat hukum syariah memperhitungkan hak-hak korban atau ahli waris korban termasuk anggota keluarga.

"Namun di pengadilan syariah sebelum hukuman dilaksanakan ahli waris korban bisamemaafkan atau meminta kompensasi (diyat). Pengadilan atau pemerintah tidak bisa campur tangan dalam urusan ini, " kata Datin Hjh Hayati, seperti dilaporkan Brunei Times.

Salah satu perbedaan antara hukum syariah dan hukum perdata pidanaadalah kesaksian saksi dalam hudud (hukuman tetap) kasus dan qisas (pembalasan) harus adil dan tidak dapat bertentangan satu sama lain, tambahnya.

Sementara itu Perserikatan Bangsa-Bangsabulan April lalu mendesak Brunei untuk menunda perubahan sehingga mereka bisameninjau hukum tersebut untuk memastikan apakah memenuhi standar hak asasi manusia internasional.

"Di bawah hukum internasional, merajam orang sampai mati merupakan perlakuan kejam, tidak manusiawi atau merendahkan orang atau hukuman lain dan dengan demikian jelas dilarang," katajuru bicara Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Rupert Colville dalam konferensi pers pada awal April.

Colville menambahkan hukum pidanaBrunei ini "dapat mendorong kekerasan lebih lanjut dan diskriminasi terhadap perempuan" karena stereotip yang"tertanam". Itulah sikap orang-orang kafir. Selalu menentang Syariah Islam. Itu sudah menjadi watak dasar mereka.

Bahkan, aktor Inggris Stephen Fry, menyerukan boikot atas jaringan hotel yang dimiliki Sultan Brunei setelah negara itu menerapkan Syariah Islam. Berbagai mediaInggris, Fry membatalkan pemesanan tempat di hotel mewah Coworth Park Hotel di Ascot, di pinggiran London.

Hotel tersebut masuk dalam jaringan Dorcester Collection milik Sultan Brunei. Salah satu hotel tersebut berada di pusat kota London. "Membatalkan pada waktu yang tepat: menemukan (Coworth Park) yang saya pesan bagian dari Dorchester Collection," seperti ditulisnyadi pesan Twitter.

Diajuga menyerukan agar sekitar 6,7 juta pengikutnya di Twitter mengecam Dorchester. "Tidak berarti Anda akan tinggal di sana, namun waktunyauntuk memboikot Group Dorchester," tambahnya. Sudah pasti reaksi orang-orang kafir akan sangat marah dengan ditegakkan Syariah Islam.

Brunei dan Malaysia termasuk bagian dari "Negara Persemakmuran Inggris", jadi wajar rakyat Inggris akan marah. (afgh/dbs/voa-islam)

Hasan Bolkiah : Brunei Melaksanakan Syariah Islam Secara Penuh


BRUNEIDARUSSALAM - Benar-benar sesuai dengan nama negaranya : BRUNEI DARUSSALAM. Di mana Negara Brunei Darussalam memberlakukan hukum Syariah Islam yang dikecam keras oleh kelompok pegiat hak asasi manusia internasional, sejak hari Kamis, 1 Mei,2014.

Sultan Hassanal Bolkiah menyebut Syariah Islam itu sebagai ''prestasi besar'' untuk Brunei. ''Keputusan menerapkan (Syariah Islam) tidak untuk senang-senang tapi untuk mentaati perintah Allah seperti yang tertulis dalam Al-Quran,'' katanyadalam pidato hari Rabu (30/04) mengumumkan pelaksanaan tahap pertamaSyariah Islam.

Sementara itu Datin Hjh Hayati, Jaksa Agung Brunei Darussalam mengatakan Syariah Islam di negara Brunei akan dilaksakan sesuai dengan ketentuan Syariah Islam secara menyelulruh,dan tidak akan dipilah-pililah, dan layak mendapatkan perhatian masyarakat, tulis the Brunei Times.

"Hukuman untuk pembunuhan dalam hukum syariah dan hukum perdata pidana adalah samayakni hukuman mati," kataDatin Hjh Hayati dalam sebuah kuliah umum mengenai hukum syariah tahun 2013 di International Convention Centre ( ICC ) Bandar Seri Begawan.

Jaksa agung mencatat hukum syariah memperhitungkan hak-hak korban atau ahli waris korban termasuk anggota keluarga.

"Namun di pengadilan syariah sebelum hukuman dilaksanakan ahli waris korban bisamemaafkan atau meminta kompensasi (diyat). Pengadilan atau pemerintah tidak bisa campur tangan dalam urusan ini, " kata Datin Hjh Hayati, seperti dilaporkan Brunei Times.

Salah satu perbedaan antara hukum syariah dan hukum perdata pidanaadalah kesaksian saksi dalam hudud (hukuman tetap) kasus dan qisas (pembalasan) harus adil dan tidak dapat bertentangan satu sama lain, tambahnya.

Sementara itu Perserikatan Bangsa-Bangsabulan April lalu mendesak Brunei untuk menunda perubahan sehingga mereka bisameninjau hukum tersebut untuk memastikan apakah memenuhi standar hak asasi manusia internasional.

"Di bawah hukum internasional, merajam orang sampai mati merupakan perlakuan kejam, tidak manusiawi atau merendahkan orang atau hukuman lain dan dengan demikian jelas dilarang," katajuru bicara Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Rupert Colville dalam konferensi pers pada awal April.

Colville menambahkan hukum pidanaBrunei ini "dapat mendorong kekerasan lebih lanjut dan diskriminasi terhadap perempuan" karena stereotip yang"tertanam". Itulah sikap orang-orang kafir. Selalu menentang Syariah Islam. Itu sudah menjadi watak dasar mereka.

Bahkan, aktor Inggris Stephen Fry, menyerukan boikot atas jaringan hotel yang dimiliki Sultan Brunei setelah negara itu menerapkan Syariah Islam. Berbagai mediaInggris, Fry membatalkan pemesanan tempat di hotel mewah Coworth Park Hotel di Ascot, di pinggiran London.

Hotel tersebut masuk dalam jaringan Dorcester Collection milik Sultan Brunei. Salah satu hotel tersebut berada di pusat kota London. "Membatalkan pada waktu yang tepat: menemukan (Coworth Park) yang saya pesan bagian dari Dorchester Collection," seperti ditulisnyadi pesan Twitter.

Diajuga menyerukan agar sekitar 6,7 juta pengikutnya di Twitter mengecam Dorchester. "Tidak berarti Anda akan tinggal di sana, namun waktunyauntuk memboikot Group Dorchester," tambahnya. Sudah pasti reaksi orang-orang kafir akan sangat marah dengan ditegakkan Syariah Islam.

Brunei dan Malaysia termasuk bagian dari "Negara Persemakmuran Inggris", jadi wajar rakyat Inggris akan marah. (afgh/dbs/voa-islam)

Posted at 21.14 |  by Harian Muslim

Rabu, 30 April 2014

ALEPPO – Sabtu (26/04/14) dalam rangka memberikan pencerahan kepada tokoh-tokoh masyarakat, Daulah Islam Irak dan Syam mengadakan forum terbuka dengan tema “Nasehat & Dukungan Kepada Proyek Daulah Islam” di kota Manbij, Aleppo.

Acara tersebut dihadiri oleh para dokter, guru-guru, insinyur dan khatib-khatib masjid. Dalam forum tersebut Daulah Islam Irak dan Syam memberikan pengarahan dan menayangkan cuplikan-cuplikan video rilisan Media Al-Furqon. Rilisan-rilisan Media Al-Furqon dan Media Al-Mu’tashim dalam bentuk DVD serta brosur-brosur.

Pada penutupan acara tersebut, Daulah Islam Irak dan Syam membuka sesi tanya-jawab dan usulan serta masukan kepada Daulah Islam Irak dan Syam. Para hadirin menilai bahwa hal ini merupakan langkah maju untuk membangun jembatan kepercayaan antara Daulah dengan rakyatnya.

Dalam rangka sosialisasi kepada masyarakat Manbij, Daulah juga pernah mengadakan hak yang serupa untuk menjelaskan kepada rakyat Manbij. Jumat (04/04/14) Daulah Islam Irak dan Syam mengumpulkan muslimin kota tersebut guna menjelaskan kebijakan mereka memaksa muslimin untuk shalat jamaah dan menutup toko-toko saat waktu shalat. [usamah/dbs]

ISIS Sosialisasi Proyek Daulah Islam Kepada Pemuka Manbij

ALEPPO – Sabtu (26/04/14) dalam rangka memberikan pencerahan kepada tokoh-tokoh masyarakat, Daulah Islam Irak dan Syam mengadakan forum terbuka dengan tema “Nasehat & Dukungan Kepada Proyek Daulah Islam” di kota Manbij, Aleppo.

Acara tersebut dihadiri oleh para dokter, guru-guru, insinyur dan khatib-khatib masjid. Dalam forum tersebut Daulah Islam Irak dan Syam memberikan pengarahan dan menayangkan cuplikan-cuplikan video rilisan Media Al-Furqon. Rilisan-rilisan Media Al-Furqon dan Media Al-Mu’tashim dalam bentuk DVD serta brosur-brosur.

Pada penutupan acara tersebut, Daulah Islam Irak dan Syam membuka sesi tanya-jawab dan usulan serta masukan kepada Daulah Islam Irak dan Syam. Para hadirin menilai bahwa hal ini merupakan langkah maju untuk membangun jembatan kepercayaan antara Daulah dengan rakyatnya.

Dalam rangka sosialisasi kepada masyarakat Manbij, Daulah juga pernah mengadakan hak yang serupa untuk menjelaskan kepada rakyat Manbij. Jumat (04/04/14) Daulah Islam Irak dan Syam mengumpulkan muslimin kota tersebut guna menjelaskan kebijakan mereka memaksa muslimin untuk shalat jamaah dan menutup toko-toko saat waktu shalat. [usamah/dbs]

Posted at 16.57 |  by Harian Muslim

Selasa, 01 April 2014

Dua pria memuat kotak ke sebuah sepeda motor yang mengangkut trailer tunggal. Terminal bea dan cukai Jalur Gaza dengan Mesir di perbatasan selatan, dahulu sarat akan aktivitas perdagangan, sekarang terlihat begitu kosong, setelah militer Mesir mulai menghancurkan jaringan terowongan Gaza (jalur keluar-masuk barang warga sipil), pasca penggulingan Presiden Mesir Muhammad Mursi.

Pada bulan Maret, pemerintah Mesir mengumumkan penghancuran 1.370 terowongan di sepanjang perbatasan Gaza .

" Mereka bekerja sangat keras untuk menghancurkan semua terowongan sekarang," kata penjaga perbatasan Hamas, Muhammad Abu Hossam kepada Al Jazeera dari pos penjagaan di sepanjang perbatasan Gaza-Mesir. " Anda lihat ledakan yang dilancarkan pihak mereka, itu seperti perang. Kemarin sebanyak 20 kali dan hari ini 10."

Israel memberlakukan blokade semua jalur darat dan laut menuju Gaza. Sekarang memasuki tahun kedelapan. Itulah yang menyebabkan pembangunan terowongan untuk mengimpor obat-obatan, makanan, barang-barang konsumsi dan bahan bangunan. Sementara beberapa pihak berspekulasi bahwa terowongan ini memperkaya pengusaha konstruksi terowongan. Banyak yang menuduh warga sipil mengomersialisasi terowongan untuk wanita bersalin, juga untuk distribusi dan pasokan bahan untuk industri konstruksi.

"Terowongan itu dihancurkan dua bulan yang lalu ketika orang Mesir mengisinya dengan air," tukas Ahmad, seorang buruh yang bekerja di terowongan, ia menolehkan wajahnya ke arah pintu masuk gelap." Sekarang, tidak ada yang harus dilakukan dan tidak ada kesempatan bagi orang untuk bekerja. Jika terowongan terbuka, ada pekerjaan di Gaza. Aku punya istri dan dua anak untuk diberi makan dan saya khawatir akan mereka."

Saat terowongan masih beroperasi, terowongan mempekerjakan sekitar 20 orang untuk memindahkan barang di bawah tanah ke truk dan mendistribusikannya di sekitar Gaza.

"Dulu aku mendapatkan bayaran 80 shekel [$ 23] per hari, membawa pasir selama konstruksi dan membawa barang-barang ke truk yang sudah menunggu," kata Ahmad.

Penutupan perbatasan yang rentan konflik

Pembongkaran terowongan Gaza bersamaan dengan penutupan resmi penyeberangan perbatasan Rafah, merupakan bagian dari permusuhan pemerintahan Kairo terhadap Hamas di Gaza. Mesir menuduh adanya hubungan antara Hamas dan kelompok-kelompok bersenjata yang beroperasi keluar dari Sinai dan pada tanggal 4 Maret, Pengadilan Tinggi Mesir melarang Hamas beroperasi di Mesir dan pemerintah yang terpilih dituduh sebagai gerakan "organisasi teroris".

Peningkatan krisis moneter menguji kemampuan pemerintah untuk berfungsi optimal. Kementerian Ekonomi memperkirakan kerugian pendapatan dari impor sekitar $ 460M dari Juli hingga Desember, dan 50.000 PNS hanya menerima gaji setengahnya selama empat bulan terakhir.

"Pemerintah sedang menghadapi banyak masalah. Pekerja pemerintah mendukung gerakan kami dan kami memiliki rencana darurat tetapi tidak cukup uang, " al- Isra Modallal, juru bicara Hamas, mengatakan kepada Al Jazeera. Ia menambahkan bahwa blokade Israel dan Mesir adalah hukuman kolektif yang menciptakan krisis kemanusiaan .

"Semua sektor kehidupan terkena dampak. Terowongan-terowongan adalah aliran kehidupan Gaza dan penutupan mereka mempengaruhi semua sektor ekonomi dan menempatkan masalah besar bagi pemerintah. Orang-orang yang ditangkapi ("Israel"), dihukum sedangkan mereka tidak melakukan (kesalahan) apa-apa," katanya. "Mereka membutuhkan kemerdekaan, kebebasan dan keadilan. Yang mereka bicarakan hanya (yang dibutuhkan) tentang listrik , makanan dan air."

Di tengah ketegangan krisis yang kian berkembang, gencatan bersenjata di Gaza oleh "Israel" terus meningkat. Pada tanggal 12 Maret , Mujahidin menembakkan lebih dari 70 roket ke "Israel" setelah pembunuhan tiga anggotanya dan warga sipil di Rafah.

"Kita dapat mengontrol keamanan di Gaza, tapi kita tidak bisa mengendalikan pemberontakan rakyat," al - Modallal memperingatkan. " Kita tidak bisa mengendalikan intifadhah ketiga."

Kekurangan komoditas

Tekanan meningkat terhadap warga sipil di Gaza, hampir 60 persen di antaranya adalah makanan yang tidak sehat. Hanya lima persen dari air setempat layak untuk dikonsumsi. Perkiraan PBB pengangguran telah meningkat dari 32,5 persen pada September, menjadi sekitar 40 persen. Selain orang langsung diberhentikan dari pekerjakan membuat terowongan, kekurangan bahan bangunan juga telah menghentikan sebagian besar proyek-proyek konstruksi di Gaza dan meninggalkan banyak pengangguran. Kenaikan harga telah menciptakan tekanan bagi 1,7 juta penduduk Gaza.

Setelah kekurangan komoditas di awal tahun, Israel meningkatkan impor bahan bakar 20 kali lipat untuk mengimbangi bahan bakar yang lebih murah sebelumnya yang berasal dari Mesir, dengan harga dua kali lipat. Harga gas untuk memasak meningkat lebih dari 20 persen, roti dan harga beras masing-masing telah naik 11 dan 33 persen.

Perubahan dapat diukur dalam pembelian barang-barang konsumsi. Masrool Ramadan, pemilik Abu Musa Electronics di Rafah, mengatakan tidak ada yang membeli barang kecuali itu karena kebutuhan mendesak.

"Jika seseorang perlu membeli dan mereka mampu membelinya, mereka membeli, tapi sekarang tidak ada pasar dan situasi buruk," katanya, sambil mendongakkan kepala ke beberapa kulkas di depan tokonya." Kami dulu bisa mendapatkan lemari es baru buatan Jepang dan Korea dari Mesir, tapi sekarang semua yang bisa kita dapatkan adalah produk-produk bekas "Israel". Ini sangat sulit untuk membeli dari "Israel". Barang-barang kami datang melalui penyeberangan dan kita harus membayar biaya penjagaan barang untuk setiap hari. Kadang-kadang mereka bisa menunggu selama satu bulan dan kami harus selama itu pula."

Masrool mengakui perekonomian terowongan itu hanya solusi sementara, selama masih mencari perbaikan permanen dalam hubungan antara Gaza dan dunia luar.

" Mereka membuat terowongan karena kami tidak punya pilihan -itulah yang harus kita lakukan untuk hidup," katanya . "Semua orang tahu ini hanya sejenak dan tidak selamanya. Kami berharap perbatasan akan terbuka dan kita bisa mendapatkan apa yang kita inginkan secara legal, tapi sekarang tidak ada lampu di jalan dan tidak ada harapan."

Bagi mereka yang diinvestasikan dalam ekonomi terowongan persepsi mereka tentang situasi tergantung pada tingkat kerugian mereka. Omar Ezam mampu mempertimbangkan hal-hal filosofis saat ia duduk di atas terowongannya hancur melihat tumpukan baja memutar dan puing-puing yang dulunya rumah melindungi pintu masuk Mesir untuk terowongannya.

"Lihatlah jalan tersebut. Dulunya jalur itu sibuk dengan truk tapi sekarang anjing menguasainya," katanya melambai ke arah segerombolan anjing berkeliaran di kejauhan. Dia duduk di atas tumpukan karung pasir yang berjalan di depan terowongan untuk melindungi aktivitasnya dari mata tentara Mesir di perbatasan.

" Morsi seperti semua bunga dan mawar - yang ada pada kehidupan nyata!" katanya . "Kami memiliki harapan agar Sisi hengkang. (Jika ia terpilih) saat itu, sulit untuk dibayangkan apa yang akan terjadi," kata Omar." Orang-orang Mesir memiliki hak untuk memilih pemimpin mereka, tapi kami meminta mereka untuk tidak melupakan saudara-saudara mereka di Gaza. Kami juga perlu bernapas." (adibahasan/arrahmah.com)

Terowongan, jaring-jaring kehidupan warga Gaza

Dua pria memuat kotak ke sebuah sepeda motor yang mengangkut trailer tunggal. Terminal bea dan cukai Jalur Gaza dengan Mesir di perbatasan selatan, dahulu sarat akan aktivitas perdagangan, sekarang terlihat begitu kosong, setelah militer Mesir mulai menghancurkan jaringan terowongan Gaza (jalur keluar-masuk barang warga sipil), pasca penggulingan Presiden Mesir Muhammad Mursi.

Pada bulan Maret, pemerintah Mesir mengumumkan penghancuran 1.370 terowongan di sepanjang perbatasan Gaza .

" Mereka bekerja sangat keras untuk menghancurkan semua terowongan sekarang," kata penjaga perbatasan Hamas, Muhammad Abu Hossam kepada Al Jazeera dari pos penjagaan di sepanjang perbatasan Gaza-Mesir. " Anda lihat ledakan yang dilancarkan pihak mereka, itu seperti perang. Kemarin sebanyak 20 kali dan hari ini 10."

Israel memberlakukan blokade semua jalur darat dan laut menuju Gaza. Sekarang memasuki tahun kedelapan. Itulah yang menyebabkan pembangunan terowongan untuk mengimpor obat-obatan, makanan, barang-barang konsumsi dan bahan bangunan. Sementara beberapa pihak berspekulasi bahwa terowongan ini memperkaya pengusaha konstruksi terowongan. Banyak yang menuduh warga sipil mengomersialisasi terowongan untuk wanita bersalin, juga untuk distribusi dan pasokan bahan untuk industri konstruksi.

"Terowongan itu dihancurkan dua bulan yang lalu ketika orang Mesir mengisinya dengan air," tukas Ahmad, seorang buruh yang bekerja di terowongan, ia menolehkan wajahnya ke arah pintu masuk gelap." Sekarang, tidak ada yang harus dilakukan dan tidak ada kesempatan bagi orang untuk bekerja. Jika terowongan terbuka, ada pekerjaan di Gaza. Aku punya istri dan dua anak untuk diberi makan dan saya khawatir akan mereka."

Saat terowongan masih beroperasi, terowongan mempekerjakan sekitar 20 orang untuk memindahkan barang di bawah tanah ke truk dan mendistribusikannya di sekitar Gaza.

"Dulu aku mendapatkan bayaran 80 shekel [$ 23] per hari, membawa pasir selama konstruksi dan membawa barang-barang ke truk yang sudah menunggu," kata Ahmad.

Penutupan perbatasan yang rentan konflik

Pembongkaran terowongan Gaza bersamaan dengan penutupan resmi penyeberangan perbatasan Rafah, merupakan bagian dari permusuhan pemerintahan Kairo terhadap Hamas di Gaza. Mesir menuduh adanya hubungan antara Hamas dan kelompok-kelompok bersenjata yang beroperasi keluar dari Sinai dan pada tanggal 4 Maret, Pengadilan Tinggi Mesir melarang Hamas beroperasi di Mesir dan pemerintah yang terpilih dituduh sebagai gerakan "organisasi teroris".

Peningkatan krisis moneter menguji kemampuan pemerintah untuk berfungsi optimal. Kementerian Ekonomi memperkirakan kerugian pendapatan dari impor sekitar $ 460M dari Juli hingga Desember, dan 50.000 PNS hanya menerima gaji setengahnya selama empat bulan terakhir.

"Pemerintah sedang menghadapi banyak masalah. Pekerja pemerintah mendukung gerakan kami dan kami memiliki rencana darurat tetapi tidak cukup uang, " al- Isra Modallal, juru bicara Hamas, mengatakan kepada Al Jazeera. Ia menambahkan bahwa blokade Israel dan Mesir adalah hukuman kolektif yang menciptakan krisis kemanusiaan .

"Semua sektor kehidupan terkena dampak. Terowongan-terowongan adalah aliran kehidupan Gaza dan penutupan mereka mempengaruhi semua sektor ekonomi dan menempatkan masalah besar bagi pemerintah. Orang-orang yang ditangkapi ("Israel"), dihukum sedangkan mereka tidak melakukan (kesalahan) apa-apa," katanya. "Mereka membutuhkan kemerdekaan, kebebasan dan keadilan. Yang mereka bicarakan hanya (yang dibutuhkan) tentang listrik , makanan dan air."

Di tengah ketegangan krisis yang kian berkembang, gencatan bersenjata di Gaza oleh "Israel" terus meningkat. Pada tanggal 12 Maret , Mujahidin menembakkan lebih dari 70 roket ke "Israel" setelah pembunuhan tiga anggotanya dan warga sipil di Rafah.

"Kita dapat mengontrol keamanan di Gaza, tapi kita tidak bisa mengendalikan pemberontakan rakyat," al - Modallal memperingatkan. " Kita tidak bisa mengendalikan intifadhah ketiga."

Kekurangan komoditas

Tekanan meningkat terhadap warga sipil di Gaza, hampir 60 persen di antaranya adalah makanan yang tidak sehat. Hanya lima persen dari air setempat layak untuk dikonsumsi. Perkiraan PBB pengangguran telah meningkat dari 32,5 persen pada September, menjadi sekitar 40 persen. Selain orang langsung diberhentikan dari pekerjakan membuat terowongan, kekurangan bahan bangunan juga telah menghentikan sebagian besar proyek-proyek konstruksi di Gaza dan meninggalkan banyak pengangguran. Kenaikan harga telah menciptakan tekanan bagi 1,7 juta penduduk Gaza.

Setelah kekurangan komoditas di awal tahun, Israel meningkatkan impor bahan bakar 20 kali lipat untuk mengimbangi bahan bakar yang lebih murah sebelumnya yang berasal dari Mesir, dengan harga dua kali lipat. Harga gas untuk memasak meningkat lebih dari 20 persen, roti dan harga beras masing-masing telah naik 11 dan 33 persen.

Perubahan dapat diukur dalam pembelian barang-barang konsumsi. Masrool Ramadan, pemilik Abu Musa Electronics di Rafah, mengatakan tidak ada yang membeli barang kecuali itu karena kebutuhan mendesak.

"Jika seseorang perlu membeli dan mereka mampu membelinya, mereka membeli, tapi sekarang tidak ada pasar dan situasi buruk," katanya, sambil mendongakkan kepala ke beberapa kulkas di depan tokonya." Kami dulu bisa mendapatkan lemari es baru buatan Jepang dan Korea dari Mesir, tapi sekarang semua yang bisa kita dapatkan adalah produk-produk bekas "Israel". Ini sangat sulit untuk membeli dari "Israel". Barang-barang kami datang melalui penyeberangan dan kita harus membayar biaya penjagaan barang untuk setiap hari. Kadang-kadang mereka bisa menunggu selama satu bulan dan kami harus selama itu pula."

Masrool mengakui perekonomian terowongan itu hanya solusi sementara, selama masih mencari perbaikan permanen dalam hubungan antara Gaza dan dunia luar.

" Mereka membuat terowongan karena kami tidak punya pilihan -itulah yang harus kita lakukan untuk hidup," katanya . "Semua orang tahu ini hanya sejenak dan tidak selamanya. Kami berharap perbatasan akan terbuka dan kita bisa mendapatkan apa yang kita inginkan secara legal, tapi sekarang tidak ada lampu di jalan dan tidak ada harapan."

Bagi mereka yang diinvestasikan dalam ekonomi terowongan persepsi mereka tentang situasi tergantung pada tingkat kerugian mereka. Omar Ezam mampu mempertimbangkan hal-hal filosofis saat ia duduk di atas terowongannya hancur melihat tumpukan baja memutar dan puing-puing yang dulunya rumah melindungi pintu masuk Mesir untuk terowongannya.

"Lihatlah jalan tersebut. Dulunya jalur itu sibuk dengan truk tapi sekarang anjing menguasainya," katanya melambai ke arah segerombolan anjing berkeliaran di kejauhan. Dia duduk di atas tumpukan karung pasir yang berjalan di depan terowongan untuk melindungi aktivitasnya dari mata tentara Mesir di perbatasan.

" Morsi seperti semua bunga dan mawar - yang ada pada kehidupan nyata!" katanya . "Kami memiliki harapan agar Sisi hengkang. (Jika ia terpilih) saat itu, sulit untuk dibayangkan apa yang akan terjadi," kata Omar." Orang-orang Mesir memiliki hak untuk memilih pemimpin mereka, tapi kami meminta mereka untuk tidak melupakan saudara-saudara mereka di Gaza. Kami juga perlu bernapas." (adibahasan/arrahmah.com)

Posted at 16.58 |  by Harian Muslim

Jumat, 28 Maret 2014


Majelis Syari’ah : Ustadz, bagaimanayang sebenarnya keyakinan ustadz tentang demokrasi ? Ini perlu kami tanyakan karena di luar simpang-siur mengenai keyakinan ustadz tentang demokrasi.

Ustadz Abu Bakar Ba’asyir : Demokrasi adalah ideologi syirik besar, sama dengan syiriknya orang musyrik Quraisy yang menyembah berhala di samping menyembah Allah. Orang musyrik Quraisy yang menyembah berhala menyekutukan Alloh yang berhak disembah tidak boleh lainnyadisekutukan dengan berhala, maka Tuhannya dia ada dua yaitu Alloh dan berhala.

Demikian pula orang yang rela mengamalkan demokrasi juga menyekutukan Alloh dalam kedaulatan menetapkan hukum. Dalam Islam, kedaulatan menetapkan hukum mutlak di tangan Alloh,sedang ajaran demokrasi menetapkan kedaulatan menetapkan hukum adadi tangan manusia atau rakyat atau wakilnya (DPR) maka Alloh disekutukan dengan manusia.

MakaTuhannyaorang yang rela mengamalkan demokrasi adalah dua, yaitu Alloh dan manusia(rakyat atau wakilnya di DPR),maka syiriknyademokrasi samadengan syiriknya menyembah berhala.

Majelis Syari’ah : Bagaimana yangsebenarnya di Indonesia, demokrasi termasuk masalah zhohiroh atau khofiyah?

Ustadz Abu Bakar Ba’asyir : Kalau di kalangan ormas atau parpol demokrasi adalah masalah zhohiroh, karenabuku-buku dan keterangan-keterangan sudah banyak dan jelas. Tetapi kalau di desa-desa terpencil, demokrasi termasuk masalah khofiyah, karena tidak adanya buku-buku dan tidak adanyaketerangan-keterangan oleh para ilmuwan tentang demokrasi.

Majelis Syari’ah : Tapi adadi kalangan ulama, mubaligh dan ustadz-ustadz yang berkeyakinan bahwa demokrasi syirik akbar, yakni beliau mentakwil demokrasi boleh diamalkan untuk mengurangi madhlorot yang menimpa umat Islam. Bagaimana pendapat ustadz ?

Ustadz Abu Bakar Ba’asyir : Itu takwil sesat dan bathil, menyalahi sunnah Nabi Muhammad shollallohu 'alaihi wasallam. Nabi Muhammad shollallohu 'alaihi wasallam tidak pernah mengizinkan parapengikutnya untuk kompromi dengan orang-orang musyrik Quraisy dengan kemusyrikan mereka demi mengurangi madhlorot yang menimpamereka. Bahkan tetap menentang syirik berhaladan tidak mau kompromi sedikitpun meskipun madhlorot yang menimpa mereka makin berat.

Abu Jahal la’natullah alaihi pernah menawar kompromi dengan carabergantian 1 tahun menyembah Alloh menurut ajaran Islam dan 1 tahun menyembah Alloh dan berhala menurut ajaran musyrikin Quraisy. Alloh langsung menurunkan wahyu yang melarangnya dan menegaskan tidak boleh ada kompromi dengan kemusyrikan mereka. (Al Qur’an surah Al Kafiruun).

Akibatnya tekanan makin berat sampai usaha membunuh Nabi shollallohu 'alaihi wasallam. Lalu Alloh memerintahkan beliau shollallohu 'alaihi wasallam berhijrah ke Madinah. Ancaman yang membolehkan terpaksa mengamalkan demokrasi dan terpaksa pura-pura membenarkannya bila diancam pembunuhan atau siksaan berat yang dia tidak mampu menanggung atau melawannya.

“Barangsiapa yang kafir kepada Alloh sesudah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Alloh), kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinyatetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa), akan tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, makakemurkaan Alloh menimpanya dan baginyaazab yang besar” (QS. An Nahl (16): 106).

Adapun para ulama, mubaligh dan ustadz-ustadz yang menakwilkan demokrasi seperti ini tetap sebagai muslim, namun merekaterjerumus ke dalam kesalahan yang haram untuk diikuti . Merekatidak murtad, karena mereka berkeyakinan bahwahukum asal demokrasi adalah syirik akbar.

Seruan ustadz Abu Bakar Ba’asyir kepada umat Islam Indonesia :

Kepada seluruh umat Islam, saya ajak mari kita tetap bersatu untuk berjihad membelaIslam yang ditindas di Indonesia. Jangan berpecah belah karena pentakwilan demokrasi.

Kewajibankita yang paling penting adalah berjihad untuk merubah sistem negara Indonesia,dari sistem jahiliyah dan syirik yang diterapkan sekarang menjadi menjadi sistem Islam secaramurni dan kaaffah.

Saya yakin umat Islam atau kaum muwahhidin dalam hal ini kompak satu keyakinan. Mari kita mulai mengambil langkah untuk berjihad agar mendapat nashrullah sehinggakita dapat menaklukan thaghut dan ansharnyayang menindas dan merusak ajaran Islam di negeri ini.

Jakarta, 28 Rabiul Tsani 1435 H / 28 Februari 2014 JAMAAH ANSHARUT TAUHID AMIR JAMAAH

(Ustadz Abu Bakar Ba’asyir)

Bayan (Pernyataan) Ustadz Abu Bakar Ba'asyir Tentang Demokrasi


Majelis Syari’ah : Ustadz, bagaimanayang sebenarnya keyakinan ustadz tentang demokrasi ? Ini perlu kami tanyakan karena di luar simpang-siur mengenai keyakinan ustadz tentang demokrasi.

Ustadz Abu Bakar Ba’asyir : Demokrasi adalah ideologi syirik besar, sama dengan syiriknya orang musyrik Quraisy yang menyembah berhala di samping menyembah Allah. Orang musyrik Quraisy yang menyembah berhala menyekutukan Alloh yang berhak disembah tidak boleh lainnyadisekutukan dengan berhala, maka Tuhannya dia ada dua yaitu Alloh dan berhala.

Demikian pula orang yang rela mengamalkan demokrasi juga menyekutukan Alloh dalam kedaulatan menetapkan hukum. Dalam Islam, kedaulatan menetapkan hukum mutlak di tangan Alloh,sedang ajaran demokrasi menetapkan kedaulatan menetapkan hukum adadi tangan manusia atau rakyat atau wakilnya (DPR) maka Alloh disekutukan dengan manusia.

MakaTuhannyaorang yang rela mengamalkan demokrasi adalah dua, yaitu Alloh dan manusia(rakyat atau wakilnya di DPR),maka syiriknyademokrasi samadengan syiriknya menyembah berhala.

Majelis Syari’ah : Bagaimana yangsebenarnya di Indonesia, demokrasi termasuk masalah zhohiroh atau khofiyah?

Ustadz Abu Bakar Ba’asyir : Kalau di kalangan ormas atau parpol demokrasi adalah masalah zhohiroh, karenabuku-buku dan keterangan-keterangan sudah banyak dan jelas. Tetapi kalau di desa-desa terpencil, demokrasi termasuk masalah khofiyah, karena tidak adanya buku-buku dan tidak adanyaketerangan-keterangan oleh para ilmuwan tentang demokrasi.

Majelis Syari’ah : Tapi adadi kalangan ulama, mubaligh dan ustadz-ustadz yang berkeyakinan bahwa demokrasi syirik akbar, yakni beliau mentakwil demokrasi boleh diamalkan untuk mengurangi madhlorot yang menimpa umat Islam. Bagaimana pendapat ustadz ?

Ustadz Abu Bakar Ba’asyir : Itu takwil sesat dan bathil, menyalahi sunnah Nabi Muhammad shollallohu 'alaihi wasallam. Nabi Muhammad shollallohu 'alaihi wasallam tidak pernah mengizinkan parapengikutnya untuk kompromi dengan orang-orang musyrik Quraisy dengan kemusyrikan mereka demi mengurangi madhlorot yang menimpamereka. Bahkan tetap menentang syirik berhaladan tidak mau kompromi sedikitpun meskipun madhlorot yang menimpa mereka makin berat.

Abu Jahal la’natullah alaihi pernah menawar kompromi dengan carabergantian 1 tahun menyembah Alloh menurut ajaran Islam dan 1 tahun menyembah Alloh dan berhala menurut ajaran musyrikin Quraisy. Alloh langsung menurunkan wahyu yang melarangnya dan menegaskan tidak boleh ada kompromi dengan kemusyrikan mereka. (Al Qur’an surah Al Kafiruun).

Akibatnya tekanan makin berat sampai usaha membunuh Nabi shollallohu 'alaihi wasallam. Lalu Alloh memerintahkan beliau shollallohu 'alaihi wasallam berhijrah ke Madinah. Ancaman yang membolehkan terpaksa mengamalkan demokrasi dan terpaksa pura-pura membenarkannya bila diancam pembunuhan atau siksaan berat yang dia tidak mampu menanggung atau melawannya.

“Barangsiapa yang kafir kepada Alloh sesudah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Alloh), kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinyatetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa), akan tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, makakemurkaan Alloh menimpanya dan baginyaazab yang besar” (QS. An Nahl (16): 106).

Adapun para ulama, mubaligh dan ustadz-ustadz yang menakwilkan demokrasi seperti ini tetap sebagai muslim, namun merekaterjerumus ke dalam kesalahan yang haram untuk diikuti . Merekatidak murtad, karena mereka berkeyakinan bahwahukum asal demokrasi adalah syirik akbar.

Seruan ustadz Abu Bakar Ba’asyir kepada umat Islam Indonesia :

Kepada seluruh umat Islam, saya ajak mari kita tetap bersatu untuk berjihad membelaIslam yang ditindas di Indonesia. Jangan berpecah belah karena pentakwilan demokrasi.

Kewajibankita yang paling penting adalah berjihad untuk merubah sistem negara Indonesia,dari sistem jahiliyah dan syirik yang diterapkan sekarang menjadi menjadi sistem Islam secaramurni dan kaaffah.

Saya yakin umat Islam atau kaum muwahhidin dalam hal ini kompak satu keyakinan. Mari kita mulai mengambil langkah untuk berjihad agar mendapat nashrullah sehinggakita dapat menaklukan thaghut dan ansharnyayang menindas dan merusak ajaran Islam di negeri ini.

Jakarta, 28 Rabiul Tsani 1435 H / 28 Februari 2014 JAMAAH ANSHARUT TAUHID AMIR JAMAAH

(Ustadz Abu Bakar Ba’asyir)

Posted at 15.59 |  by Harian Muslim

Minggu, 23 Maret 2014

Sebuah generasi baru umat ini tengah muncul dari Suriah. Generasi yang beriman, taat, dan berani. Generasi yang tak dapat dikalahkan oleh kelaparan dan bom. Anda akan dibuat sesak oleh kesabaran dan keberanian gadis kecil ini, padahal ia tengah menghadapi kelaparan dan kekurangan.

Dalam sebuah video berdurasi 2 menit 52 detik berikut ini, kita akan dibuat kagum sekaligus malu menyaksikan tingkat keimanan seorang gadis kecil dari bumi Syam yang begitu luar biasa. Gadis kecil yang memegang teguh pendiriannya. Ia membenci rezim Nushairiyah. Ia menyatakan lebih baik menahan lapar dari pada menerima roti dari Bashar si Yahudi yang telah membunuh banyak orang. Tak ada sedikitpun keraguan dalam hatinya akan dekatnya pertolongan Allah.

Berikut arrahmah.com sajikan terjemahan wawancara seseorang yang tampaknya adalah seorang mujahid dengan gadis kecil Suriah yang cerdas, berpendirian teguh, dan begitu mengagumkan tersebut.

Mujahid (M): Apa kau mau roti? Gadis Suriah (G): Tidak, aku tidak mau roti dari rezim [Nushairiyah].

M: Kenapa tidak mau [roti] dari rezim? G: Karena tangan-tangan mereka kotor.

M: Kau tidak mau roti yang dibawakan untukmu dari luar? G: Tidak.

M: Mengapa? G: Saat kita meraih kemenangan, baru aku akan makan.

M: Sampai kau meraih kemenangan? G: Kita semua meraih kemenangan, seluruh dunia [meraih kemenangan].

M: Kita semua meraih kemenangan dulu, baru kita semua akan makan roti. Jadi kau akan tetap seperti ini, tanpa makan roti? G: Aku tidak akan makan sampai seluruh dunia makan.

M: Tapi seluruh dunia sedang makan, tapi tak ada yang memberimu makan. G: Dan lalu?

M: Ya? G: Lalu?

M: Ada beberapa dari mereka yang sedang makan, tapi tak ada [satu pun dari mereka] yang memberimu makan... Tak ada yang menanyakanmu. G: Aku tidak bingung, karena mereka juga lapar.

M: Jadi mereka juga sedang lapar? [Gadis manis itu mengangguk]

M: Bagaimana jika sekarang kita melakukan genjatan senjata dengan rezim, jadi dia [rezim] akan membawakan kita roti. Bagaimana menurutmu? G: Demi Allah, aku tak kan mengizinkan siapa pun melakukan itu.

M: Kau tak kan mengizinkan siapa pun melakukan itu? Tapi orang-orang kelaparan dan [mereka] hampir mati kelaparan. G: Mereka hampir mati kelaparan? Biarkan mereka bersabar sedikit karena Allah telah memberikan kita ujian ini.

M: Tapi kita sudah tak punya kesabaran lagi? G: Kita tak punya kesabaran? Tapi Allah pada Hari Pembalasan akan mengadakan perhitungan yang berat pada Bashar.

M: Dan orang-orang yang hampir mati [kelaparan], apa yang harus mereka lakukan dengan diri mereka? G: Ini adalah apa yang Allah tetapkan pada mereka.

M: Tidak, mereka mati kelaparan. G: Terkadang dari kelaparan, dan terkadang dari ini...

M: Tapi mengapa kita tak pergi ke Bashar dan memintanya memaafkan kita, dan kita katakan padanya, 'Inilah senjata kami, kami tak kan memerangimu lagi'. Kita akan kembali seperti sebelumnya, seperti teman dan kekasih. G: Kami tidak ingin ini terjadi.

M: Mengapa? G: Kami benci rezim [Nushairiyah].

M: Kita akan memberitahunya untuk memaafkan kita. G: Setelah semua orang-orang ini dia bunuh dan kita ingin memaafkan dia?

M: Ya, kita akan memaaafkan dia, apa salahnya? Memaafkan seseorang itu baik. G: Ya, memaafkan orang itu baik, tapi kita tak kan memaafkan dia karena dia seorang Yahudi.

M: Dan ulama-ulama ini, yang mengatakan tidak kita harus memaafkannya, dan mereka mendatangkan sebuah fitnah. G: Dia menyangka dia berdiri bersama Allah, padahal dia berdiri bersama rezim.

M: Maksudmu mereka semua yang mengatakan perdamaian dengan Bashar itu tengah berdiri bersama rezim? G: Ya.

M: Dia tidak berdiri bersama Allah? G: Tidak.

M: Tapi dia bilang dia ingin rakyat makan, membawakan susu untuk orang-orang yang hampir mati ini. G: In Syaa Allah, Allah akan membawakan kita makanan.

M: Allah akan membawakan kita makanan? G: [Mengangguk] Siapa yang lebih dekat dengan kita dari pada Allah?

M: Allah Maha Pemurah. G: Ya [Allah Maha Pemurah].

Mengharukan, gadis kecil ini lebih memilih lapar daripada menerima roti dari Bashar si Yahudi

Sebuah generasi baru umat ini tengah muncul dari Suriah. Generasi yang beriman, taat, dan berani. Generasi yang tak dapat dikalahkan oleh kelaparan dan bom. Anda akan dibuat sesak oleh kesabaran dan keberanian gadis kecil ini, padahal ia tengah menghadapi kelaparan dan kekurangan.

Dalam sebuah video berdurasi 2 menit 52 detik berikut ini, kita akan dibuat kagum sekaligus malu menyaksikan tingkat keimanan seorang gadis kecil dari bumi Syam yang begitu luar biasa. Gadis kecil yang memegang teguh pendiriannya. Ia membenci rezim Nushairiyah. Ia menyatakan lebih baik menahan lapar dari pada menerima roti dari Bashar si Yahudi yang telah membunuh banyak orang. Tak ada sedikitpun keraguan dalam hatinya akan dekatnya pertolongan Allah.

Berikut arrahmah.com sajikan terjemahan wawancara seseorang yang tampaknya adalah seorang mujahid dengan gadis kecil Suriah yang cerdas, berpendirian teguh, dan begitu mengagumkan tersebut.

Mujahid (M): Apa kau mau roti? Gadis Suriah (G): Tidak, aku tidak mau roti dari rezim [Nushairiyah].

M: Kenapa tidak mau [roti] dari rezim? G: Karena tangan-tangan mereka kotor.

M: Kau tidak mau roti yang dibawakan untukmu dari luar? G: Tidak.

M: Mengapa? G: Saat kita meraih kemenangan, baru aku akan makan.

M: Sampai kau meraih kemenangan? G: Kita semua meraih kemenangan, seluruh dunia [meraih kemenangan].

M: Kita semua meraih kemenangan dulu, baru kita semua akan makan roti. Jadi kau akan tetap seperti ini, tanpa makan roti? G: Aku tidak akan makan sampai seluruh dunia makan.

M: Tapi seluruh dunia sedang makan, tapi tak ada yang memberimu makan. G: Dan lalu?

M: Ya? G: Lalu?

M: Ada beberapa dari mereka yang sedang makan, tapi tak ada [satu pun dari mereka] yang memberimu makan... Tak ada yang menanyakanmu. G: Aku tidak bingung, karena mereka juga lapar.

M: Jadi mereka juga sedang lapar? [Gadis manis itu mengangguk]

M: Bagaimana jika sekarang kita melakukan genjatan senjata dengan rezim, jadi dia [rezim] akan membawakan kita roti. Bagaimana menurutmu? G: Demi Allah, aku tak kan mengizinkan siapa pun melakukan itu.

M: Kau tak kan mengizinkan siapa pun melakukan itu? Tapi orang-orang kelaparan dan [mereka] hampir mati kelaparan. G: Mereka hampir mati kelaparan? Biarkan mereka bersabar sedikit karena Allah telah memberikan kita ujian ini.

M: Tapi kita sudah tak punya kesabaran lagi? G: Kita tak punya kesabaran? Tapi Allah pada Hari Pembalasan akan mengadakan perhitungan yang berat pada Bashar.

M: Dan orang-orang yang hampir mati [kelaparan], apa yang harus mereka lakukan dengan diri mereka? G: Ini adalah apa yang Allah tetapkan pada mereka.

M: Tidak, mereka mati kelaparan. G: Terkadang dari kelaparan, dan terkadang dari ini...

M: Tapi mengapa kita tak pergi ke Bashar dan memintanya memaafkan kita, dan kita katakan padanya, 'Inilah senjata kami, kami tak kan memerangimu lagi'. Kita akan kembali seperti sebelumnya, seperti teman dan kekasih. G: Kami tidak ingin ini terjadi.

M: Mengapa? G: Kami benci rezim [Nushairiyah].

M: Kita akan memberitahunya untuk memaafkan kita. G: Setelah semua orang-orang ini dia bunuh dan kita ingin memaafkan dia?

M: Ya, kita akan memaaafkan dia, apa salahnya? Memaafkan seseorang itu baik. G: Ya, memaafkan orang itu baik, tapi kita tak kan memaafkan dia karena dia seorang Yahudi.

M: Dan ulama-ulama ini, yang mengatakan tidak kita harus memaafkannya, dan mereka mendatangkan sebuah fitnah. G: Dia menyangka dia berdiri bersama Allah, padahal dia berdiri bersama rezim.

M: Maksudmu mereka semua yang mengatakan perdamaian dengan Bashar itu tengah berdiri bersama rezim? G: Ya.

M: Dia tidak berdiri bersama Allah? G: Tidak.

M: Tapi dia bilang dia ingin rakyat makan, membawakan susu untuk orang-orang yang hampir mati ini. G: In Syaa Allah, Allah akan membawakan kita makanan.

M: Allah akan membawakan kita makanan? G: [Mengangguk] Siapa yang lebih dekat dengan kita dari pada Allah?

M: Allah Maha Pemurah. G: Ya [Allah Maha Pemurah].

Posted at 05.39 |  by Harian Muslim

Selasa, 18 Maret 2014

SAUDI ARABIA – Dukungan dari berbagai pihak terus mengalir untuk Daulah Islam Irak dan Syam (ISIS). Meski penyesatan opini media tentang Daulah Islam Irak dan Syam terus gencar, namun anehnya dukungan pun terus datang. Mulai dari 20 ulama jihad, ulama Tunisia, mujahidin Pakistan, Afghanistan, Palestina yang diwakili oleh mujahidin Majlis Syuro Mujahidin, Syaikh Ma’mun Hatim yang merupakan komandan Al-Qaidah Yaman. Bahkan pemuda Saudi pun menyuarakan solidaritas mereka untuk Daulah.

Namun kali ini dukungan mencengangkan datang dari pihak tak terduga. Kali ini dukungan datang dari perwira Saudi pada hari Ahad (16/03/14). Dalam foto yang menampilkan pangkat perwira tersebut, Brigadir Jenderal, ia menuliskan pesan di secarik kertas.

“Daulah Islam Irak dan Syam akan tetap eksis melebarkan sayapnya. Demi Allah, mayoritas prajurit dan perwira di Garda Nasional Saudi menanti pelebaran kalian ke Jazirah Arab untuk bergabung bersama kalian dan berlepas diri dari Alu Salul (Dinasti Saudi)” ujar pesan tersebut.

Sejak pangkalan militer AS didirikan di Saudi, mulai lah permusuhan antara al-Qaidah Afghanistan dan Saudi muncul hingga hari ini. Semnatara konsulat Saudi, Abdullah al-Kahalidi, masih di tangan al-Qaidah Yaman. Dalam sebuah rekaman, Abdullah membeberkan informasi tentang Saudi. Dan pada tanggal 7 Maret 2014, Kementerian Dalam Negri Saudi mengumumkan daftar organisasi terorsi di antaranya adalah Daulah Islam Irak dan Syam.[usamah/dbs/voa islam]

Perwira Saudi Menanti & Ingin Gabung Ke Daulah islam irak dan syam untuk Kuasai Saudi

SAUDI ARABIA – Dukungan dari berbagai pihak terus mengalir untuk Daulah Islam Irak dan Syam (ISIS). Meski penyesatan opini media tentang Daulah Islam Irak dan Syam terus gencar, namun anehnya dukungan pun terus datang. Mulai dari 20 ulama jihad, ulama Tunisia, mujahidin Pakistan, Afghanistan, Palestina yang diwakili oleh mujahidin Majlis Syuro Mujahidin, Syaikh Ma’mun Hatim yang merupakan komandan Al-Qaidah Yaman. Bahkan pemuda Saudi pun menyuarakan solidaritas mereka untuk Daulah.

Namun kali ini dukungan mencengangkan datang dari pihak tak terduga. Kali ini dukungan datang dari perwira Saudi pada hari Ahad (16/03/14). Dalam foto yang menampilkan pangkat perwira tersebut, Brigadir Jenderal, ia menuliskan pesan di secarik kertas.

“Daulah Islam Irak dan Syam akan tetap eksis melebarkan sayapnya. Demi Allah, mayoritas prajurit dan perwira di Garda Nasional Saudi menanti pelebaran kalian ke Jazirah Arab untuk bergabung bersama kalian dan berlepas diri dari Alu Salul (Dinasti Saudi)” ujar pesan tersebut.

Sejak pangkalan militer AS didirikan di Saudi, mulai lah permusuhan antara al-Qaidah Afghanistan dan Saudi muncul hingga hari ini. Semnatara konsulat Saudi, Abdullah al-Kahalidi, masih di tangan al-Qaidah Yaman. Dalam sebuah rekaman, Abdullah membeberkan informasi tentang Saudi. Dan pada tanggal 7 Maret 2014, Kementerian Dalam Negri Saudi mengumumkan daftar organisasi terorsi di antaranya adalah Daulah Islam Irak dan Syam.[usamah/dbs/voa islam]

Posted at 16.45 |  by Harian Muslim

SURIAH  – Senin (17/03/14) dai terkenal dan ulama di negri al-Haromain (Saudi), Syaikh Mani’ bin Nashir al-Mani’, yang memiliki karya-karya dalam ilmu syar’i seperti Mafahim Khatiah, Asy-Syafiyah, ‘Ulum Asy-Syayathin, Masail Ad-Da’ wad Dawa dan lain-lain, mengumumkan baiat (sumpah setia) kepada Daulah Islam Irak dan Syam.

Melalui kicauan di twitter Syaikh al-Mani’ mengatakan, “Masyarakat Islam haus akan keadilan disebabkan kezaliman para penguasanya dan penindasan mereka terhadap akidah dan syariat” tutur beliau seraya menambahkan kalau Daulah Islam Irak dan Syam mengadili dengan syariat dan adi.

Syaikh al-Mani menyerukan kepada orang-orang yang berjihad agar berbaiat kepada Daulah Islam Irak dan Syam untuk menegakkan syariat. Syaikh juga memberitahukan bahwa beliau telah sampai di Suriah sejak lalu dan mengamati realita lapangan serta menjelaskan bahwa Daulah Islam berada di atas kebenaran, oleh karena itu beliau membaiatnya.[usamah/haq/voa islam]

Ulama Saudi Membaiat Daulah Islam Irak & Syam,Tanya Kenapa?

SURIAH  – Senin (17/03/14) dai terkenal dan ulama di negri al-Haromain (Saudi), Syaikh Mani’ bin Nashir al-Mani’, yang memiliki karya-karya dalam ilmu syar’i seperti Mafahim Khatiah, Asy-Syafiyah, ‘Ulum Asy-Syayathin, Masail Ad-Da’ wad Dawa dan lain-lain, mengumumkan baiat (sumpah setia) kepada Daulah Islam Irak dan Syam.

Melalui kicauan di twitter Syaikh al-Mani’ mengatakan, “Masyarakat Islam haus akan keadilan disebabkan kezaliman para penguasanya dan penindasan mereka terhadap akidah dan syariat” tutur beliau seraya menambahkan kalau Daulah Islam Irak dan Syam mengadili dengan syariat dan adi.

Syaikh al-Mani menyerukan kepada orang-orang yang berjihad agar berbaiat kepada Daulah Islam Irak dan Syam untuk menegakkan syariat. Syaikh juga memberitahukan bahwa beliau telah sampai di Suriah sejak lalu dan mengamati realita lapangan serta menjelaskan bahwa Daulah Islam berada di atas kebenaran, oleh karena itu beliau membaiatnya.[usamah/haq/voa islam]

Posted at 16.43 |  by Harian Muslim

Mujahid Daulah Islam Irak dan Syam, Abu Hamzah al-Muhajir, menyampaikan kabar duka dan sekaligus berbelasungkawa atas gugur seroang mujahid yang gagah berani nan brilian pada hari Kamis (13/03014. Beliau adalah Shaddam al’-Ayyal, salah seorang amir wilayah Baghdad. Shaddam gugur dieksekusi oleh pemerintah rafidhah Irak.

Shaddam al’-Ayyal adalah perwira intelijen pada masa pemerintahan Shaddam Husein. Allah mengaruniakan ia taubat setelah penjajahan Amerika menginjakkan kaki di tanah Khalifah Harun Ar-Rasyid.

Intelijen yang Digunakan Fi Sabilillah

Ia pun bergabung dengan al-Qaidah fi Biladirrafidain setelah dibentuk. Shaddam mengikuti perjalanan jihad kelompok yang paling ditarget oleh Amerika itu. Hingga akhirnya Allah mentakdirkan berdirinya Daulah Islam Irak. Shaddam pun berbai’at kepada Daulah yang diberkaahi itu.

Ia pun menggunakan keahliannya dalam intelijen, yang pernah yang ia dapatkan selama menjabat menjadi aparat intelijen, untuk memerangi Amerika di Baghdad bersama mujahidin lain, di antaranya adalah Dr Fathi rahimahullah. Atas karunia Allah kemudian ketangkasan Shaddam, pesawat, tnk-tank dan kendaraan militer militer Amerika luluh lantak di hadapan mujahidin.

Pada suatu hari, Shaddam menghubungi ikhwah dengan menggunakan ponsel dan memberitahukan mereka bahwa ia mendapatkan rumah kosong untuk bermalam. Ternyata Shaddam sengaja menggunakan ponsel agar bisa dilacak oleh AS. Benar saja, Amerika pun mempersiapkan strategi untuk menyerang mujahidin.

Sejam setelah komunikasi itu, Shaddam menaruh ponsel tersebut di dalam rumah kosong itu dalam keadaan aktif. Pesawat Amerika pun datang meraung-raung di atas rumah itu. Tentara di turunkan untuk melakukan penyergapan. Setelah tentara AS masuk, Shaddam meledakkan rumah itu dan 20 lebih personel tentara AS tewas dalam operasi brilian itu.

Keberanian Sang Mujahid

Adalah Amerika senantias mengadakan pos pemeriksaan sementara untuk melacak gerakan bom mobil operasi mujahidin. Dan faks-faksi mujahidin sangat waspada dengan pos-pos pemeriksaan seperti itu.

Namun sang mujahid Shaddam al’-Ayyal maju ke depan dengan menembakkan pelurunya ke arah pos pemeriksaan dengan menggunakan senjata ringan. Padahal untuk pos seperti itu tidak bisa diserang kecual menggunakan senjata berat. Oleh karena itu, ikhwah muajhidin menyebutnya “gila karena aksi itu.

Beliau pun melakukan puluhan operasi ightiyal terhadap tookoh-tokoh rafidhah dan shahawat. Setelah melalui jihad yang panjang, Shaddam akhirnya ditangkap oleh Amerika dan diserahkan kepada pemerintah rafidhah serta dipenjara selama 6 tahun.

Pada hari Kamis (13/03/14) pemerintah Ibnu al’Alqami Irak melaksanakan hukuman eksekusi mati terhadap Shaddam al-‘Ayyal. Beberapa hari sebelumnya, ibu Shaddam mengunjunginya dan membawakan untuknya makanan. Beliau pun meminta sang anak untuk makan di hadapannya. Dan hari itulah terakhir pertemuan indah antara sang ibu dengan anak. Semoga Allah pertemukan di surga kelak, bersanding bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

[usamah]

Komandan Daulah Islam Irak yang Brilian Dieksekusi Rezim Irak

Mujahid Daulah Islam Irak dan Syam, Abu Hamzah al-Muhajir, menyampaikan kabar duka dan sekaligus berbelasungkawa atas gugur seroang mujahid yang gagah berani nan brilian pada hari Kamis (13/03014. Beliau adalah Shaddam al’-Ayyal, salah seorang amir wilayah Baghdad. Shaddam gugur dieksekusi oleh pemerintah rafidhah Irak.

Shaddam al’-Ayyal adalah perwira intelijen pada masa pemerintahan Shaddam Husein. Allah mengaruniakan ia taubat setelah penjajahan Amerika menginjakkan kaki di tanah Khalifah Harun Ar-Rasyid.

Intelijen yang Digunakan Fi Sabilillah

Ia pun bergabung dengan al-Qaidah fi Biladirrafidain setelah dibentuk. Shaddam mengikuti perjalanan jihad kelompok yang paling ditarget oleh Amerika itu. Hingga akhirnya Allah mentakdirkan berdirinya Daulah Islam Irak. Shaddam pun berbai’at kepada Daulah yang diberkaahi itu.

Ia pun menggunakan keahliannya dalam intelijen, yang pernah yang ia dapatkan selama menjabat menjadi aparat intelijen, untuk memerangi Amerika di Baghdad bersama mujahidin lain, di antaranya adalah Dr Fathi rahimahullah. Atas karunia Allah kemudian ketangkasan Shaddam, pesawat, tnk-tank dan kendaraan militer militer Amerika luluh lantak di hadapan mujahidin.

Pada suatu hari, Shaddam menghubungi ikhwah dengan menggunakan ponsel dan memberitahukan mereka bahwa ia mendapatkan rumah kosong untuk bermalam. Ternyata Shaddam sengaja menggunakan ponsel agar bisa dilacak oleh AS. Benar saja, Amerika pun mempersiapkan strategi untuk menyerang mujahidin.

Sejam setelah komunikasi itu, Shaddam menaruh ponsel tersebut di dalam rumah kosong itu dalam keadaan aktif. Pesawat Amerika pun datang meraung-raung di atas rumah itu. Tentara di turunkan untuk melakukan penyergapan. Setelah tentara AS masuk, Shaddam meledakkan rumah itu dan 20 lebih personel tentara AS tewas dalam operasi brilian itu.

Keberanian Sang Mujahid

Adalah Amerika senantias mengadakan pos pemeriksaan sementara untuk melacak gerakan bom mobil operasi mujahidin. Dan faks-faksi mujahidin sangat waspada dengan pos-pos pemeriksaan seperti itu.

Namun sang mujahid Shaddam al’-Ayyal maju ke depan dengan menembakkan pelurunya ke arah pos pemeriksaan dengan menggunakan senjata ringan. Padahal untuk pos seperti itu tidak bisa diserang kecual menggunakan senjata berat. Oleh karena itu, ikhwah muajhidin menyebutnya “gila karena aksi itu.

Beliau pun melakukan puluhan operasi ightiyal terhadap tookoh-tokoh rafidhah dan shahawat. Setelah melalui jihad yang panjang, Shaddam akhirnya ditangkap oleh Amerika dan diserahkan kepada pemerintah rafidhah serta dipenjara selama 6 tahun.

Pada hari Kamis (13/03/14) pemerintah Ibnu al’Alqami Irak melaksanakan hukuman eksekusi mati terhadap Shaddam al-‘Ayyal. Beberapa hari sebelumnya, ibu Shaddam mengunjunginya dan membawakan untuknya makanan. Beliau pun meminta sang anak untuk makan di hadapannya. Dan hari itulah terakhir pertemuan indah antara sang ibu dengan anak. Semoga Allah pertemukan di surga kelak, bersanding bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

[usamah]

Posted at 16.40 |  by Harian Muslim

Selasa, 11 Maret 2014

Alhamdulillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,

Majlis Al-Mujamma Al-Fiqhi Al-Islami, di bawah Rabithah Alam Islami, pada pertemua ke-11 yang diadakan di Mekah Al-Mukarramah, tanggal 13 – 20 Rajab 1409 H, bertepatan dengan 19 – 26 Februari 1989 M, membahas tentang zakat tanah yang disewakan. Setelah menimbang berbagai pendapat dan masukan anggota, majlis secara mayoritas memutuskan,

Pertama, tanah yang disiapkan untuk bangunan tempat tinggal sendiri, termasuk Amwal Al-Qiniyah (harta yang murni untuk dimanfaatkan bukan untuk dijual). Sehingga tidak wajib zakat secara mutlak. Baik zakat untuk nilai tanahnya atau zakat nilai sewanya.

Kedua, tanah yang direncanakan untuk diperdagangkan wajib dizakati mengacu pada nilai jualnya. Perhitungan nilai jualnya ketika sudah berlalu satu tahun.

Ketiga, tanah yang disewakan, wajib dizakati untuk nilai sewanya saja dan bukan nilai harganya.

Keempat, mengingat bahwa uang sewa merupakan tanggung jawab penyewa sejak dilakukan akad sewa maka kewajiban zakat nilai sewa pada saat terpenuhinya haul (satu tahun), dihitung sejak akad sewa setelah menerima uang dari penyewa.

Kelima, besar zakat nilai tanah yang diperjual belikan atau besar zakat nilai sewa tanah adalah 2,5%, sebagaimana mata uang.

Wa shallallahu ‘ala sayidina Muhammadin, wa ‘ala aalihi wa shahbihii wa sallah tasliman katsira, walhamdu lillahi rabbbil ‘alamiin

Keputusan Al-Mujamma Al-Fiqhi Al-Islami (Lembaga Syariah di bawah Rabithah Alam Islami) tentang Zakat Tanah/Rumah yang Disewakan,

Alhamdulillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,

Majlis Al-Mujamma Al-Fiqhi Al-Islami, di bawah Rabithah Alam Islami, pada pertemua ke-11 yang diadakan di Mekah Al-Mukarramah, tanggal 13 – 20 Rajab 1409 H, bertepatan dengan 19 – 26 Februari 1989 M, membahas tentang zakat tanah yang disewakan. Setelah menimbang berbagai pendapat dan masukan anggota, majlis secara mayoritas memutuskan,

Pertama, tanah yang disiapkan untuk bangunan tempat tinggal sendiri, termasuk Amwal Al-Qiniyah (harta yang murni untuk dimanfaatkan bukan untuk dijual). Sehingga tidak wajib zakat secara mutlak. Baik zakat untuk nilai tanahnya atau zakat nilai sewanya.

Kedua, tanah yang direncanakan untuk diperdagangkan wajib dizakati mengacu pada nilai jualnya. Perhitungan nilai jualnya ketika sudah berlalu satu tahun.

Ketiga, tanah yang disewakan, wajib dizakati untuk nilai sewanya saja dan bukan nilai harganya.

Keempat, mengingat bahwa uang sewa merupakan tanggung jawab penyewa sejak dilakukan akad sewa maka kewajiban zakat nilai sewa pada saat terpenuhinya haul (satu tahun), dihitung sejak akad sewa setelah menerima uang dari penyewa.

Kelima, besar zakat nilai tanah yang diperjual belikan atau besar zakat nilai sewa tanah adalah 2,5%, sebagaimana mata uang.

Wa shallallahu ‘ala sayidina Muhammadin, wa ‘ala aalihi wa shahbihii wa sallah tasliman katsira, walhamdu lillahi rabbbil ‘alamiin

Posted at 22.43 |  by Harian Muslim

Senin, 10 Maret 2014



Syarat seseorang wajib mengeluarkan zakat adalah sebagai berikut:
  1. Islam
  2. Merdeka
  3. Berakal dan baligh
  4. Memiliki nishab

Makna nishab di sini adalah ukuran atau batas terendah yang telah ditetapkan oleh syar’i (agama) untuk menjadi pedoman menentukan kewajiban mengeluarkan zakat bagi yang memilikinya, jika telah sampai ukuran tersebut. Orang yang memiliki harta dan telah mencapai nishab atau lebih, diwajibkan mengeluarkan zakat dengan dasar firman Allah,

“Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: ‘Yang lebih dari keperluan.’ Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berpikir.” (Qs. Al Baqarah: 219)

Makna al afwu (dalam ayat tersebut-red), adalah harta yang telah melebihi kebutuhan. Oleh karena itu, Islam menetapkan nishab sebagai ukuran kekayaan seseorang.

Syarat-syarat nishab adalah sebagai berikut:

1. Harta tersebut di luar kebutuhan yang harus dipenuhi seseorang, seperti makanan, pakaian, tempat tinggal, kendaraan, dan alat yang dipergunakan untuk mata pencaharian.

2. Harta yang akan dizakati telah berjalan selama satu tahun (haul) terhitung dari hari kepemilikan nishab dengan dalil hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Tidak ada zakat atas harta, kecuali yang telah melampaui satu haul (satu tahun).” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dihasankan oleh Syaikh al AlBani)

Dikecualikan dari hal ini, yaitu zakat pertanian dan buah-buahan. Karena zakat pertanian dan buah-buahan diambil ketika panen. Demikian juga zakat harta karun (rikaz) yang diambil ketika menemukannya.

Misalnya, jika seorang muslim memiliki 35 ekor kambing, maka ia tidak diwajibkan zakat karena nishab bagi kambing itu 40 ekor. Kemudian jika kambing-kambing tersebut berkembang biak sehingga mencapai 40 ekor, maka kita mulai menghitung satu tahun setelah sempurna nishab tersebut.

Nishab, Ukuran dan Cara Mengeluarkan Zakatnya

1. Nishab emas

Nishab emas sebanyak 20 dinar. Dinar yang dimaksud adalah dinar Islam.
1 dinar = 4,25 gr emas
Jadi, 20 dinar = 85gr emas murni.

Dalil nishab ini adalah sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

“Tidak ada kewajiban atas kamu sesuatupun – yaitu dalam emas – sampai memiliki 20 dinar. Jika telah memiliki 20 dinar dan telah berlalu satu haul, maka terdapat padanya zakat ½ dinar. Selebihnya dihitung sesuai dengan hal itu, dan tidak ada zakat pada harta, kecuali setelah satu haul.” (HR. Abu Daud, Tirmidzi)

Dari nishab tersebut, diambil 2,5% atau 1/40. Dan jika lebih dari nishab dan belum sampai pada ukuran kelipatannya, maka diambil dan diikutkan dengan nishab awal. Demikian menurut pendapat yang paling kuat.

Contoh:
Seseorang memiliki 87 gr emas yang disimpan. Maka, jika telah sampai haulnya, wajib atasnya untuk mengeluarkan zakatnya, yaitu 1/40 x 87gr = 2,175 gr atau uang seharga tersebut.

2. Nishab perak

Nishab perak adalah 200 dirham. Setara dengan 595 gr, sebagaimana hitungan Syaikh Muhammad Shalih Al Utsaimin dalam Syarhul Mumti’ 6/104 dan diambil darinya 2,5% dengan perhitungan sama dengan emas.

3. Nishab binatang ternak

Syarat wajib zakat binatang ternak sama dengan di atas, ditambah satu syarat lagi, yaitu binatanngya lebih sering digembalakan di padang rumput yang mubah daripada dicarikan makanan.

“Dan dalam zakat kambing yang digembalakan di luar, kalau sampai 40 ekor sampai 120 ekor…” (HR. Bukhari)

Sedangkan ukuran nishab dan yang dikeluarkan zakatnya adalah sebagai berikut:

a. Onta
Nishab onta adalah 5 ekor.
Dengan pertimbangan di negara kita tidak ada yang memiliki ternak onta, maka nishab onta tidak kami jabarkan secara rinci -red.

b. Sapi
Nishab sapi adalah 30 ekor. Apabila kurang dari 30 ekor, maka tidak ada zakatnya.

Cara perhitungannya adalah sebagai berikut:

Jumlah Sapi

Jumlah yang dikeluarkan

30-39 ekor

1 ekor tabi’ atau tabi’ah

40-59 ekor

1 ekor musinah

60 ekor

2 ekor tabi’ atau 2 ekor tabi’ah

70 ekor

1 ekor tabi dan 1 ekor musinnah

80 ekor

2 ekor musinnah

90 ekor

3 ekor tabi’

100 ekor

2 ekor tabi’ dan 1 ekor musinnah

Keterangan:

  1. Tabi’ dan tabi’ah adalah sapi jantan dan betina yang berusia setahun.
  2. Musinnah adalah sapi betina yang berusia 2 tahun.
  3. Setiap 30 ekor sapi, zakatnya adalah 1 ekor tabi’ dan setiap 40 ekor sapi, zakatnya adalah 1 ekor musinnah.

c. Kambing

Nishab kambing adalah 40 ekor. Perhitungannya adalah sebagai berikut:

Jumlah Kambing

Jumlah yang dikeluarkan

40 ekor

1 ekor kambing

120 ekor

2 ekor kambing

201 – 300 ekor

3 ekor kambing

> 300 ekor

setiap 100, 1 ekor kambing

4. Nishab hasil pertanian

Zakat hasil pertanian dan buah-buahan disyari’atkan dalam Islam dengan dasar firman Allah Subhanahu wa Ta’ala, “Dan Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung, pohon korma, tanam-tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya), dan tidak sama (rasanya). Makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam itu) bila dia berbuah, dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan dikeluarkan zakatnya); dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (Qs. Al-An’am: 141)

Adapun nishabnya ialah 5 wasaq, berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

“Zakat itu tidak ada yang kurang dari 5 wasaq.” (Muttafaqun ‘alaihi)

Satu wasaq setara dengan 60 sha’ (menurut kesepakatan ulama, silakan lihat penjelasan Ibnu Hajar dalam Fathul Bari 3/364). Sedangkan 1 sha’ setara dengan 2,175 kg atau 3 kg. Demikian menurut takaaran Lajnah Daimah li Al Fatwa wa Al Buhuts Al Islamiyah (Komite Tetap Fatwa dan Penelitian Islam Saudi Arabia). Berdasarkan fatwa dan ketentuan resmi yang berlaku di Saudi Arabia, maka nishab zakat hasil pertanian adalah 300 sha’ x 3 kg = 900 kg. Adapun ukuran yang dikeluarkan, bila pertanian itu didapatkan dengan cara pengairan (atau menggunakan alat penyiram tanaman), maka zakatnya sebanyak 1/20 (5%). Dan jika pertanian itu diairi dengan hujan (tadah hujan), maka zakatnya sebanyak 1/10 (10%). Ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Pada yang disirami oleh sungai dan hujan, maka sepersepuluh (1/10); dan yang disirami dengan pengairan (irigasi), maka seperduapuluh (1/20).” (HR. Muslim 2/673)

Misalnya: Seorang petani berhasil menuai hasil panennya sebanyak 1000 kg. Maka ukuran zakat yang dikeluarkan bila dengan pengairan (alat siram tanaman) adalah 1000 x 1/20 = 50 kg. Bila tadah hujan, sebanyak 1000 x 1/10 = 100 kg

5. Nishab barang dagangan

Pensyariatan zakat barang dagangan masih diperselisihkan para ulama. Menurut pendapat yang mewajibkan zakat perdagangan, nishab dan ukuran zakatnya sama dengan nishab dan ukuran zakat emas.

Adapun syarat-syarat mengeluarkan zakat perdagangan sama dengan syarat-syarat yang ada pada zakat yang lain, dan ditambah dengan 3 syarat lainnya:

1) Memilikinya dengan tidak dipaksa, seperti dengan membeli, menerima hadiah, dan yang sejenisnya.
2) Memilikinya dengan niat untuk perdagangan.
3) Nilainya telah sampai nishab.

Seorang pedagang harus menghitung jumlah nilai barang dagangan dengan harga asli (beli), lalu digabungkan dengan keuntungan bersih setelah dipotong hutang.

Misalnya: Seorang pedagang menjumlah barang dagangannya pada akhir tahun dengan jumlah total sebesar Rp. 200.000.000 dan laba bersih sebesar Rp. 50.000.000. Sementara itu, ia memiliki hutang sebanyak Rp. 100.000.000. Maka perhitungannya sebagai berikut:

Modal – Hutang:

Rp. 200.000.000 – Rp. 100.000.000 = Rp. 100.000.000

Jadi jumlah harta zakat adalah:

Rp. 100.000.000 + Rp. 50.000.000 = Rp. 150.000.000

Zakat yang harus dibayarkan:

Rp. 150.000.000 x 2,5 % = Rp. 3.750.000

6. Nishab harta karun

Harta karun yang ditemukan, wajib dizakati secara langsung tanpa mensyaratkan nishab dan haul, berdasarkan keumuman sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Dalam harta temuan terdapat seperlima (1/5) zakatnya.” (HR. Muttafaqun alaihi)

Cara Menghitung Nishab

Dalam menghitung nishab terjadi perbedaan pendapat. Yaitu pada masalah, apakah yang dilihat nishab selama setahun ataukah hanya dilihat pada awal dan akhir tahun saja?

Imam Nawawi berkata, “Menurut mazhab kami (Syafi’i), mazhab Malik, Ahmad, dan jumhur, adalah disyaratkan pada harta yang wajib dikeluarkan zakatnya – dan (dalam mengeluarkan zakatnya) berpedoman pada hitungan haul, seperti: emas, perak, dan binatang ternak- keberadaan nishab pada semua haul (selama setahun). Sehingga, kalau nishab tersebut berkurang pada satu ketika dari haul, maka terputuslah hitungan haul. Dan kalau sempurna lagi setelah itu, maka dimulai perhitungannya lagi, ketika sempurna nishab tersebut.” (Dinukil dari Sayyid Sabiq dari ucapannya dalam Fiqh as-Sunnah 1/468). Inilah pendapat yang rajih (paling kuat -ed) insya Allah. Misalnya nishab tercapai pada bulan Muharram 1423 H, lalu bulan Rajab pada tahun itu ternyata hartanya berkurang dari nishabnya. Maka terhapuslah perhitungan nishabnya. Kemudian pada bulan Ramadhan (pada tahun itu juga) hartanya bertambah hingga mencapai nishab, maka dimulai lagi perhitungan pertama dari bulan Ramadhan tersebut. Demikian seterusnya sampai mencapai satu tahun sempurna, lalu dikeluarkannya zakatnya. Demikian tulisan singkat ini, mudah-mudahan bermanfaat.

***

Diringkas dari tulisan: Ustadz Kholid Syamhudi, Lc.
Dipublikasikan ulang oleh www.muslim.or.id

Syarat Wajib dan Cara Mengeluarkan Zakat Mal



Syarat seseorang wajib mengeluarkan zakat adalah sebagai berikut:
  1. Islam
  2. Merdeka
  3. Berakal dan baligh
  4. Memiliki nishab

Makna nishab di sini adalah ukuran atau batas terendah yang telah ditetapkan oleh syar’i (agama) untuk menjadi pedoman menentukan kewajiban mengeluarkan zakat bagi yang memilikinya, jika telah sampai ukuran tersebut. Orang yang memiliki harta dan telah mencapai nishab atau lebih, diwajibkan mengeluarkan zakat dengan dasar firman Allah,

“Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: ‘Yang lebih dari keperluan.’ Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berpikir.” (Qs. Al Baqarah: 219)

Makna al afwu (dalam ayat tersebut-red), adalah harta yang telah melebihi kebutuhan. Oleh karena itu, Islam menetapkan nishab sebagai ukuran kekayaan seseorang.

Syarat-syarat nishab adalah sebagai berikut:

1. Harta tersebut di luar kebutuhan yang harus dipenuhi seseorang, seperti makanan, pakaian, tempat tinggal, kendaraan, dan alat yang dipergunakan untuk mata pencaharian.

2. Harta yang akan dizakati telah berjalan selama satu tahun (haul) terhitung dari hari kepemilikan nishab dengan dalil hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Tidak ada zakat atas harta, kecuali yang telah melampaui satu haul (satu tahun).” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dihasankan oleh Syaikh al AlBani)

Dikecualikan dari hal ini, yaitu zakat pertanian dan buah-buahan. Karena zakat pertanian dan buah-buahan diambil ketika panen. Demikian juga zakat harta karun (rikaz) yang diambil ketika menemukannya.

Misalnya, jika seorang muslim memiliki 35 ekor kambing, maka ia tidak diwajibkan zakat karena nishab bagi kambing itu 40 ekor. Kemudian jika kambing-kambing tersebut berkembang biak sehingga mencapai 40 ekor, maka kita mulai menghitung satu tahun setelah sempurna nishab tersebut.

Nishab, Ukuran dan Cara Mengeluarkan Zakatnya

1. Nishab emas

Nishab emas sebanyak 20 dinar. Dinar yang dimaksud adalah dinar Islam.
1 dinar = 4,25 gr emas
Jadi, 20 dinar = 85gr emas murni.

Dalil nishab ini adalah sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

“Tidak ada kewajiban atas kamu sesuatupun – yaitu dalam emas – sampai memiliki 20 dinar. Jika telah memiliki 20 dinar dan telah berlalu satu haul, maka terdapat padanya zakat ½ dinar. Selebihnya dihitung sesuai dengan hal itu, dan tidak ada zakat pada harta, kecuali setelah satu haul.” (HR. Abu Daud, Tirmidzi)

Dari nishab tersebut, diambil 2,5% atau 1/40. Dan jika lebih dari nishab dan belum sampai pada ukuran kelipatannya, maka diambil dan diikutkan dengan nishab awal. Demikian menurut pendapat yang paling kuat.

Contoh:
Seseorang memiliki 87 gr emas yang disimpan. Maka, jika telah sampai haulnya, wajib atasnya untuk mengeluarkan zakatnya, yaitu 1/40 x 87gr = 2,175 gr atau uang seharga tersebut.

2. Nishab perak

Nishab perak adalah 200 dirham. Setara dengan 595 gr, sebagaimana hitungan Syaikh Muhammad Shalih Al Utsaimin dalam Syarhul Mumti’ 6/104 dan diambil darinya 2,5% dengan perhitungan sama dengan emas.

3. Nishab binatang ternak

Syarat wajib zakat binatang ternak sama dengan di atas, ditambah satu syarat lagi, yaitu binatanngya lebih sering digembalakan di padang rumput yang mubah daripada dicarikan makanan.

“Dan dalam zakat kambing yang digembalakan di luar, kalau sampai 40 ekor sampai 120 ekor…” (HR. Bukhari)

Sedangkan ukuran nishab dan yang dikeluarkan zakatnya adalah sebagai berikut:

a. Onta
Nishab onta adalah 5 ekor.
Dengan pertimbangan di negara kita tidak ada yang memiliki ternak onta, maka nishab onta tidak kami jabarkan secara rinci -red.

b. Sapi
Nishab sapi adalah 30 ekor. Apabila kurang dari 30 ekor, maka tidak ada zakatnya.

Cara perhitungannya adalah sebagai berikut:

Jumlah Sapi

Jumlah yang dikeluarkan

30-39 ekor

1 ekor tabi’ atau tabi’ah

40-59 ekor

1 ekor musinah

60 ekor

2 ekor tabi’ atau 2 ekor tabi’ah

70 ekor

1 ekor tabi dan 1 ekor musinnah

80 ekor

2 ekor musinnah

90 ekor

3 ekor tabi’

100 ekor

2 ekor tabi’ dan 1 ekor musinnah

Keterangan:

  1. Tabi’ dan tabi’ah adalah sapi jantan dan betina yang berusia setahun.
  2. Musinnah adalah sapi betina yang berusia 2 tahun.
  3. Setiap 30 ekor sapi, zakatnya adalah 1 ekor tabi’ dan setiap 40 ekor sapi, zakatnya adalah 1 ekor musinnah.

c. Kambing

Nishab kambing adalah 40 ekor. Perhitungannya adalah sebagai berikut:

Jumlah Kambing

Jumlah yang dikeluarkan

40 ekor

1 ekor kambing

120 ekor

2 ekor kambing

201 – 300 ekor

3 ekor kambing

> 300 ekor

setiap 100, 1 ekor kambing

4. Nishab hasil pertanian

Zakat hasil pertanian dan buah-buahan disyari’atkan dalam Islam dengan dasar firman Allah Subhanahu wa Ta’ala, “Dan Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung, pohon korma, tanam-tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya), dan tidak sama (rasanya). Makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam itu) bila dia berbuah, dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan dikeluarkan zakatnya); dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (Qs. Al-An’am: 141)

Adapun nishabnya ialah 5 wasaq, berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

“Zakat itu tidak ada yang kurang dari 5 wasaq.” (Muttafaqun ‘alaihi)

Satu wasaq setara dengan 60 sha’ (menurut kesepakatan ulama, silakan lihat penjelasan Ibnu Hajar dalam Fathul Bari 3/364). Sedangkan 1 sha’ setara dengan 2,175 kg atau 3 kg. Demikian menurut takaaran Lajnah Daimah li Al Fatwa wa Al Buhuts Al Islamiyah (Komite Tetap Fatwa dan Penelitian Islam Saudi Arabia). Berdasarkan fatwa dan ketentuan resmi yang berlaku di Saudi Arabia, maka nishab zakat hasil pertanian adalah 300 sha’ x 3 kg = 900 kg. Adapun ukuran yang dikeluarkan, bila pertanian itu didapatkan dengan cara pengairan (atau menggunakan alat penyiram tanaman), maka zakatnya sebanyak 1/20 (5%). Dan jika pertanian itu diairi dengan hujan (tadah hujan), maka zakatnya sebanyak 1/10 (10%). Ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Pada yang disirami oleh sungai dan hujan, maka sepersepuluh (1/10); dan yang disirami dengan pengairan (irigasi), maka seperduapuluh (1/20).” (HR. Muslim 2/673)

Misalnya: Seorang petani berhasil menuai hasil panennya sebanyak 1000 kg. Maka ukuran zakat yang dikeluarkan bila dengan pengairan (alat siram tanaman) adalah 1000 x 1/20 = 50 kg. Bila tadah hujan, sebanyak 1000 x 1/10 = 100 kg

5. Nishab barang dagangan

Pensyariatan zakat barang dagangan masih diperselisihkan para ulama. Menurut pendapat yang mewajibkan zakat perdagangan, nishab dan ukuran zakatnya sama dengan nishab dan ukuran zakat emas.

Adapun syarat-syarat mengeluarkan zakat perdagangan sama dengan syarat-syarat yang ada pada zakat yang lain, dan ditambah dengan 3 syarat lainnya:

1) Memilikinya dengan tidak dipaksa, seperti dengan membeli, menerima hadiah, dan yang sejenisnya.
2) Memilikinya dengan niat untuk perdagangan.
3) Nilainya telah sampai nishab.

Seorang pedagang harus menghitung jumlah nilai barang dagangan dengan harga asli (beli), lalu digabungkan dengan keuntungan bersih setelah dipotong hutang.

Misalnya: Seorang pedagang menjumlah barang dagangannya pada akhir tahun dengan jumlah total sebesar Rp. 200.000.000 dan laba bersih sebesar Rp. 50.000.000. Sementara itu, ia memiliki hutang sebanyak Rp. 100.000.000. Maka perhitungannya sebagai berikut:

Modal – Hutang:

Rp. 200.000.000 – Rp. 100.000.000 = Rp. 100.000.000

Jadi jumlah harta zakat adalah:

Rp. 100.000.000 + Rp. 50.000.000 = Rp. 150.000.000

Zakat yang harus dibayarkan:

Rp. 150.000.000 x 2,5 % = Rp. 3.750.000

6. Nishab harta karun

Harta karun yang ditemukan, wajib dizakati secara langsung tanpa mensyaratkan nishab dan haul, berdasarkan keumuman sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Dalam harta temuan terdapat seperlima (1/5) zakatnya.” (HR. Muttafaqun alaihi)

Cara Menghitung Nishab

Dalam menghitung nishab terjadi perbedaan pendapat. Yaitu pada masalah, apakah yang dilihat nishab selama setahun ataukah hanya dilihat pada awal dan akhir tahun saja?

Imam Nawawi berkata, “Menurut mazhab kami (Syafi’i), mazhab Malik, Ahmad, dan jumhur, adalah disyaratkan pada harta yang wajib dikeluarkan zakatnya – dan (dalam mengeluarkan zakatnya) berpedoman pada hitungan haul, seperti: emas, perak, dan binatang ternak- keberadaan nishab pada semua haul (selama setahun). Sehingga, kalau nishab tersebut berkurang pada satu ketika dari haul, maka terputuslah hitungan haul. Dan kalau sempurna lagi setelah itu, maka dimulai perhitungannya lagi, ketika sempurna nishab tersebut.” (Dinukil dari Sayyid Sabiq dari ucapannya dalam Fiqh as-Sunnah 1/468). Inilah pendapat yang rajih (paling kuat -ed) insya Allah. Misalnya nishab tercapai pada bulan Muharram 1423 H, lalu bulan Rajab pada tahun itu ternyata hartanya berkurang dari nishabnya. Maka terhapuslah perhitungan nishabnya. Kemudian pada bulan Ramadhan (pada tahun itu juga) hartanya bertambah hingga mencapai nishab, maka dimulai lagi perhitungan pertama dari bulan Ramadhan tersebut. Demikian seterusnya sampai mencapai satu tahun sempurna, lalu dikeluarkannya zakatnya. Demikian tulisan singkat ini, mudah-mudahan bermanfaat.

***

Diringkas dari tulisan: Ustadz Kholid Syamhudi, Lc.
Dipublikasikan ulang oleh www.muslim.or.id

Posted at 18.54 |  by Harian Muslim
(c)2013 HarianMuslim.com I Warta Islam Digital Terkini. Seluruh materi di situs HarianMuslim.com boleh dicopy, diperbanyak dan disebarluaskan untuk dakwah
© 2013 harianmuslim.com...
back to top