"Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk. " QS. Al An'aam ayat 82


PASANG BANNER INI DI BLOG ANDA SEKARANG

SPOTLITE
News Stream

Selasa, 22 Juli 2014

Gazza, muslimdaily.net-Peperangan untuk mengubur hidup-hidup impian pasukan zionis Israel di jalur Gaza memang membutuhkan strategi yang jitu.

Seorang jurnalis dari Israel bernama Lourdes menyebutkan bahwa pasukan perlawanan Palestina sangat jitu sekali dalam menerapkan strategi perang, terlebih lagi strategi mereka dalam memilih-milih, menangkap, bahkan membunuh pasukan senior Israel.

Sebagaimana kita ketahui bahwa ahad lalu para mujahidin Palestiina berhasil menangkap seorang pasukan senior zionis Israel yang bernama Saul Oron  di timur kampung at Tufah di timur Gaza.

Abdullah Onim -Jurnalis asal Indonesia- memberitakan bahwa hari ini saja (selasa 22/7) para mujahidin Palestina merelease telah berhasil membunuh seorang pasukan Israel yang berpangkat letnan kolonel dalam sebuah serangan di dekat daerah Naraam.


Inilah Salah Satu Strategi para Mujahidin Palestina yang Ditakuti Pasukan Israel

Gazza, muslimdaily.net-Peperangan untuk mengubur hidup-hidup impian pasukan zionis Israel di jalur Gaza memang membutuhkan strategi yang jitu.

Seorang jurnalis dari Israel bernama Lourdes menyebutkan bahwa pasukan perlawanan Palestina sangat jitu sekali dalam menerapkan strategi perang, terlebih lagi strategi mereka dalam memilih-milih, menangkap, bahkan membunuh pasukan senior Israel.

Sebagaimana kita ketahui bahwa ahad lalu para mujahidin Palestiina berhasil menangkap seorang pasukan senior zionis Israel yang bernama Saul Oron  di timur kampung at Tufah di timur Gaza.

Abdullah Onim -Jurnalis asal Indonesia- memberitakan bahwa hari ini saja (selasa 22/7) para mujahidin Palestina merelease telah berhasil membunuh seorang pasukan Israel yang berpangkat letnan kolonel dalam sebuah serangan di dekat daerah Naraam.


Posted at 23.49 |  by Harian Muslim

JAKARTA, muslimdaily.net - Lembaga Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) kembali mengirimkan relawannya ke Gaza, Palestina. Yang diberangkatkan adalah Mohamad Riadz Hashim, pimpinan kantor cabang ACT di Malaysia. Riadz terbang hari Senin (21/7/2014), berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. Riadz akan masuk ke Gaza melalui Mesir.

Sementara itu, relawan ACT yang masuk melalui Yordania, Andhika Purwo Swasono terus melakukan lobi ke Kedubes RI di Yordan serta berkomunikasi dengan LSM Kerajaan Yordania, melakukan aksi-aksi sinergis menyalurkan bantuan yang diperlukan warga Gaza, Palestina.

Berdasarkan pantauan relawan ACT Gaza, pertempuran Zionis Israel dengan pejuang Palestina, memaksa sejumlah warga bersembunyi dalam rumah-rumah. Akibatnya, mereka kesulitan memperoleh makanan untuk persiapan berbuka puasa dan sahur. Padahal, sebelumnya wilayah Gaza telah diblokade Israel sejak delapan tahun yang lalu. Akses memperoleh pangan pun makin sulit.

" Distribusi bantuan makanan, masih jadi prioritas utama, karena mayoritas warga Gaza makin kesulitan memperoleh kebutuhan pokok mereka, yakni makanan," ujar Senior Vice President N. Imam Akbari, di Jakarta, Selasa (22/7/2014).

Selain kebutuhan pangan, ACT telah mendistribusikan bantuan setidaknya empat paket lainnya yaitu paket pangan, paket kesehatan dan P3K, bantuan dana untuk sewa rumah, dan bantuan kursi roda untuk korban terluka.

Sejumlah unit kursi roda (wheel chair) dibagikan ke pasien sipil korban keganasan tentara Zionis Israel. Sebagian diantaranya, telah dibagikan ke pasien di Al-Shifa'a Hospital, Gaza City, Ahad (20/7/2014). Pembagian dilakukan dengan cara diantar langsung oleh relawan lokal mitra ACT di Kota Gaza, Palestina. Di RS Al-Shifa'a sendiri ada 16 pasien yang kategori butuh kursi roda.

Imam mengungkapkan, relawan ACT saat ini sedang melakukan pendataan kembali rumah-rumah sakit mana, yang terdapat pasien-pasien yang membutuhkan kursi roda.

"Kami perkirakan, menilik korban yang luka, ada ratusan atau ribuan pasien korban serangan Zionis yang membutuhkan kursi roda. Dan berapa pun nanti yang dibutuhkan, inshaa Allah, akan kami sediakan," kata Imam.

Imam Akbari mengatakan pembagian dilakukan dengan cara bertahap, dengan pertimbangan keamanan dan efektifitas distribusi karena pembagian dilakukan door to door, demi pemuliaan pasien dan keluarganya.

"Mereka sedang kesusahan, jadi jangan sampai mereka mengambil sendiri bantuan yang kami distribusikan," ujar Imam.

Sebelumnya bantuan pangan untuk berbuka puasa dan sahur juga dilakukan dengan mengetuk ratusan pintu rumah warga Kota Gaza, yang berdasarkan penilaian relawan ACT sebelumnya layak menerima bantuan. Selain bantuan paket pangan, paket obat-obatan juga telah terdistribusikan dalam pekan ini.

Serangan Zionis Israel yang masih berlangsung, dari total korban pihak Palestina, 70 persen adalah rakyat sipil.

"Ini mengharuskan rakyat Gaza siap sedia menghadapi serangan kapan dan di mana saja. Bantuan health care ACT ditujukan untuk pertolongan pertama saat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," urai Imam Akbari.

Berdalih menyerang pos pertahanan pasukan Brigade Al-Qossam-Hamas, Israel membombardir sejumlah tempat secara serampangan. Akibatnya berjatuhan jatuh korban dari rakyat sipil. Selain korban 500 warga Gaza lebih gugur, setidaknya sudah 2037 rumah hancur, dengan 312 hancur total dan 1725 rusak sebagian. ACT memberikan bantuan kepada warga Gaza berupa dana tunai untuk menyewa rumah selama enam bulan. Dana ini bisa digunakan sejumlah warga yang kehilangan rumahnya untuk mengontrak sementara. [Press Release ACT]

Rekening SOS PALESTINE:

BSM 101 000 5557
BRI 092 401 000018 304
Muamalat 304 0031 870
Mandiri 128000 4593338
BNI 014 076 5481
BCA 676 030 0860

An. Aksi Cepat Tanggap

ACT Kembali Kirimkan Relawan dan Salurkan Bantuan ke Gaza

JAKARTA, muslimdaily.net - Lembaga Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) kembali mengirimkan relawannya ke Gaza, Palestina. Yang diberangkatkan adalah Mohamad Riadz Hashim, pimpinan kantor cabang ACT di Malaysia. Riadz terbang hari Senin (21/7/2014), berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. Riadz akan masuk ke Gaza melalui Mesir.

Sementara itu, relawan ACT yang masuk melalui Yordania, Andhika Purwo Swasono terus melakukan lobi ke Kedubes RI di Yordan serta berkomunikasi dengan LSM Kerajaan Yordania, melakukan aksi-aksi sinergis menyalurkan bantuan yang diperlukan warga Gaza, Palestina.

Berdasarkan pantauan relawan ACT Gaza, pertempuran Zionis Israel dengan pejuang Palestina, memaksa sejumlah warga bersembunyi dalam rumah-rumah. Akibatnya, mereka kesulitan memperoleh makanan untuk persiapan berbuka puasa dan sahur. Padahal, sebelumnya wilayah Gaza telah diblokade Israel sejak delapan tahun yang lalu. Akses memperoleh pangan pun makin sulit.

" Distribusi bantuan makanan, masih jadi prioritas utama, karena mayoritas warga Gaza makin kesulitan memperoleh kebutuhan pokok mereka, yakni makanan," ujar Senior Vice President N. Imam Akbari, di Jakarta, Selasa (22/7/2014).

Selain kebutuhan pangan, ACT telah mendistribusikan bantuan setidaknya empat paket lainnya yaitu paket pangan, paket kesehatan dan P3K, bantuan dana untuk sewa rumah, dan bantuan kursi roda untuk korban terluka.

Sejumlah unit kursi roda (wheel chair) dibagikan ke pasien sipil korban keganasan tentara Zionis Israel. Sebagian diantaranya, telah dibagikan ke pasien di Al-Shifa'a Hospital, Gaza City, Ahad (20/7/2014). Pembagian dilakukan dengan cara diantar langsung oleh relawan lokal mitra ACT di Kota Gaza, Palestina. Di RS Al-Shifa'a sendiri ada 16 pasien yang kategori butuh kursi roda.

Imam mengungkapkan, relawan ACT saat ini sedang melakukan pendataan kembali rumah-rumah sakit mana, yang terdapat pasien-pasien yang membutuhkan kursi roda.

"Kami perkirakan, menilik korban yang luka, ada ratusan atau ribuan pasien korban serangan Zionis yang membutuhkan kursi roda. Dan berapa pun nanti yang dibutuhkan, inshaa Allah, akan kami sediakan," kata Imam.

Imam Akbari mengatakan pembagian dilakukan dengan cara bertahap, dengan pertimbangan keamanan dan efektifitas distribusi karena pembagian dilakukan door to door, demi pemuliaan pasien dan keluarganya.

"Mereka sedang kesusahan, jadi jangan sampai mereka mengambil sendiri bantuan yang kami distribusikan," ujar Imam.

Sebelumnya bantuan pangan untuk berbuka puasa dan sahur juga dilakukan dengan mengetuk ratusan pintu rumah warga Kota Gaza, yang berdasarkan penilaian relawan ACT sebelumnya layak menerima bantuan. Selain bantuan paket pangan, paket obat-obatan juga telah terdistribusikan dalam pekan ini.

Serangan Zionis Israel yang masih berlangsung, dari total korban pihak Palestina, 70 persen adalah rakyat sipil.

"Ini mengharuskan rakyat Gaza siap sedia menghadapi serangan kapan dan di mana saja. Bantuan health care ACT ditujukan untuk pertolongan pertama saat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," urai Imam Akbari.

Berdalih menyerang pos pertahanan pasukan Brigade Al-Qossam-Hamas, Israel membombardir sejumlah tempat secara serampangan. Akibatnya berjatuhan jatuh korban dari rakyat sipil. Selain korban 500 warga Gaza lebih gugur, setidaknya sudah 2037 rumah hancur, dengan 312 hancur total dan 1725 rusak sebagian. ACT memberikan bantuan kepada warga Gaza berupa dana tunai untuk menyewa rumah selama enam bulan. Dana ini bisa digunakan sejumlah warga yang kehilangan rumahnya untuk mengontrak sementara. [Press Release ACT]

Rekening SOS PALESTINE:

BSM 101 000 5557
BRI 092 401 000018 304
Muamalat 304 0031 870
Mandiri 128000 4593338
BNI 014 076 5481
BCA 676 030 0860

An. Aksi Cepat Tanggap

Posted at 23.47 |  by Harian Muslim

Kamis, 01 Mei 2014


BRUNEIDARUSSALAM - Benar-benar sesuai dengan nama negaranya : BRUNEI DARUSSALAM. Di mana Negara Brunei Darussalam memberlakukan hukum Syariah Islam yang dikecam keras oleh kelompok pegiat hak asasi manusia internasional, sejak hari Kamis, 1 Mei,2014.

Sultan Hassanal Bolkiah menyebut Syariah Islam itu sebagai ''prestasi besar'' untuk Brunei. ''Keputusan menerapkan (Syariah Islam) tidak untuk senang-senang tapi untuk mentaati perintah Allah seperti yang tertulis dalam Al-Quran,'' katanyadalam pidato hari Rabu (30/04) mengumumkan pelaksanaan tahap pertamaSyariah Islam.

Sementara itu Datin Hjh Hayati, Jaksa Agung Brunei Darussalam mengatakan Syariah Islam di negara Brunei akan dilaksakan sesuai dengan ketentuan Syariah Islam secara menyelulruh,dan tidak akan dipilah-pililah, dan layak mendapatkan perhatian masyarakat, tulis the Brunei Times.

"Hukuman untuk pembunuhan dalam hukum syariah dan hukum perdata pidana adalah samayakni hukuman mati," kataDatin Hjh Hayati dalam sebuah kuliah umum mengenai hukum syariah tahun 2013 di International Convention Centre ( ICC ) Bandar Seri Begawan.

Jaksa agung mencatat hukum syariah memperhitungkan hak-hak korban atau ahli waris korban termasuk anggota keluarga.

"Namun di pengadilan syariah sebelum hukuman dilaksanakan ahli waris korban bisamemaafkan atau meminta kompensasi (diyat). Pengadilan atau pemerintah tidak bisa campur tangan dalam urusan ini, " kata Datin Hjh Hayati, seperti dilaporkan Brunei Times.

Salah satu perbedaan antara hukum syariah dan hukum perdata pidanaadalah kesaksian saksi dalam hudud (hukuman tetap) kasus dan qisas (pembalasan) harus adil dan tidak dapat bertentangan satu sama lain, tambahnya.

Sementara itu Perserikatan Bangsa-Bangsabulan April lalu mendesak Brunei untuk menunda perubahan sehingga mereka bisameninjau hukum tersebut untuk memastikan apakah memenuhi standar hak asasi manusia internasional.

"Di bawah hukum internasional, merajam orang sampai mati merupakan perlakuan kejam, tidak manusiawi atau merendahkan orang atau hukuman lain dan dengan demikian jelas dilarang," katajuru bicara Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Rupert Colville dalam konferensi pers pada awal April.

Colville menambahkan hukum pidanaBrunei ini "dapat mendorong kekerasan lebih lanjut dan diskriminasi terhadap perempuan" karena stereotip yang"tertanam". Itulah sikap orang-orang kafir. Selalu menentang Syariah Islam. Itu sudah menjadi watak dasar mereka.

Bahkan, aktor Inggris Stephen Fry, menyerukan boikot atas jaringan hotel yang dimiliki Sultan Brunei setelah negara itu menerapkan Syariah Islam. Berbagai mediaInggris, Fry membatalkan pemesanan tempat di hotel mewah Coworth Park Hotel di Ascot, di pinggiran London.

Hotel tersebut masuk dalam jaringan Dorcester Collection milik Sultan Brunei. Salah satu hotel tersebut berada di pusat kota London. "Membatalkan pada waktu yang tepat: menemukan (Coworth Park) yang saya pesan bagian dari Dorchester Collection," seperti ditulisnyadi pesan Twitter.

Diajuga menyerukan agar sekitar 6,7 juta pengikutnya di Twitter mengecam Dorchester. "Tidak berarti Anda akan tinggal di sana, namun waktunyauntuk memboikot Group Dorchester," tambahnya. Sudah pasti reaksi orang-orang kafir akan sangat marah dengan ditegakkan Syariah Islam.

Brunei dan Malaysia termasuk bagian dari "Negara Persemakmuran Inggris", jadi wajar rakyat Inggris akan marah. (afgh/dbs/voa-islam)

Hasan Bolkiah : Brunei Melaksanakan Syariah Islam Secara Penuh


BRUNEIDARUSSALAM - Benar-benar sesuai dengan nama negaranya : BRUNEI DARUSSALAM. Di mana Negara Brunei Darussalam memberlakukan hukum Syariah Islam yang dikecam keras oleh kelompok pegiat hak asasi manusia internasional, sejak hari Kamis, 1 Mei,2014.

Sultan Hassanal Bolkiah menyebut Syariah Islam itu sebagai ''prestasi besar'' untuk Brunei. ''Keputusan menerapkan (Syariah Islam) tidak untuk senang-senang tapi untuk mentaati perintah Allah seperti yang tertulis dalam Al-Quran,'' katanyadalam pidato hari Rabu (30/04) mengumumkan pelaksanaan tahap pertamaSyariah Islam.

Sementara itu Datin Hjh Hayati, Jaksa Agung Brunei Darussalam mengatakan Syariah Islam di negara Brunei akan dilaksakan sesuai dengan ketentuan Syariah Islam secara menyelulruh,dan tidak akan dipilah-pililah, dan layak mendapatkan perhatian masyarakat, tulis the Brunei Times.

"Hukuman untuk pembunuhan dalam hukum syariah dan hukum perdata pidana adalah samayakni hukuman mati," kataDatin Hjh Hayati dalam sebuah kuliah umum mengenai hukum syariah tahun 2013 di International Convention Centre ( ICC ) Bandar Seri Begawan.

Jaksa agung mencatat hukum syariah memperhitungkan hak-hak korban atau ahli waris korban termasuk anggota keluarga.

"Namun di pengadilan syariah sebelum hukuman dilaksanakan ahli waris korban bisamemaafkan atau meminta kompensasi (diyat). Pengadilan atau pemerintah tidak bisa campur tangan dalam urusan ini, " kata Datin Hjh Hayati, seperti dilaporkan Brunei Times.

Salah satu perbedaan antara hukum syariah dan hukum perdata pidanaadalah kesaksian saksi dalam hudud (hukuman tetap) kasus dan qisas (pembalasan) harus adil dan tidak dapat bertentangan satu sama lain, tambahnya.

Sementara itu Perserikatan Bangsa-Bangsabulan April lalu mendesak Brunei untuk menunda perubahan sehingga mereka bisameninjau hukum tersebut untuk memastikan apakah memenuhi standar hak asasi manusia internasional.

"Di bawah hukum internasional, merajam orang sampai mati merupakan perlakuan kejam, tidak manusiawi atau merendahkan orang atau hukuman lain dan dengan demikian jelas dilarang," katajuru bicara Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Rupert Colville dalam konferensi pers pada awal April.

Colville menambahkan hukum pidanaBrunei ini "dapat mendorong kekerasan lebih lanjut dan diskriminasi terhadap perempuan" karena stereotip yang"tertanam". Itulah sikap orang-orang kafir. Selalu menentang Syariah Islam. Itu sudah menjadi watak dasar mereka.

Bahkan, aktor Inggris Stephen Fry, menyerukan boikot atas jaringan hotel yang dimiliki Sultan Brunei setelah negara itu menerapkan Syariah Islam. Berbagai mediaInggris, Fry membatalkan pemesanan tempat di hotel mewah Coworth Park Hotel di Ascot, di pinggiran London.

Hotel tersebut masuk dalam jaringan Dorcester Collection milik Sultan Brunei. Salah satu hotel tersebut berada di pusat kota London. "Membatalkan pada waktu yang tepat: menemukan (Coworth Park) yang saya pesan bagian dari Dorchester Collection," seperti ditulisnyadi pesan Twitter.

Diajuga menyerukan agar sekitar 6,7 juta pengikutnya di Twitter mengecam Dorchester. "Tidak berarti Anda akan tinggal di sana, namun waktunyauntuk memboikot Group Dorchester," tambahnya. Sudah pasti reaksi orang-orang kafir akan sangat marah dengan ditegakkan Syariah Islam.

Brunei dan Malaysia termasuk bagian dari "Negara Persemakmuran Inggris", jadi wajar rakyat Inggris akan marah. (afgh/dbs/voa-islam)

Posted at 21.14 |  by Harian Muslim

Rabu, 30 April 2014

ALEPPO – Sabtu (26/04/14) dalam rangka memberikan pencerahan kepada tokoh-tokoh masyarakat, Daulah Islam Irak dan Syam mengadakan forum terbuka dengan tema “Nasehat & Dukungan Kepada Proyek Daulah Islam” di kota Manbij, Aleppo.

Acara tersebut dihadiri oleh para dokter, guru-guru, insinyur dan khatib-khatib masjid. Dalam forum tersebut Daulah Islam Irak dan Syam memberikan pengarahan dan menayangkan cuplikan-cuplikan video rilisan Media Al-Furqon. Rilisan-rilisan Media Al-Furqon dan Media Al-Mu’tashim dalam bentuk DVD serta brosur-brosur.

Pada penutupan acara tersebut, Daulah Islam Irak dan Syam membuka sesi tanya-jawab dan usulan serta masukan kepada Daulah Islam Irak dan Syam. Para hadirin menilai bahwa hal ini merupakan langkah maju untuk membangun jembatan kepercayaan antara Daulah dengan rakyatnya.

Dalam rangka sosialisasi kepada masyarakat Manbij, Daulah juga pernah mengadakan hak yang serupa untuk menjelaskan kepada rakyat Manbij. Jumat (04/04/14) Daulah Islam Irak dan Syam mengumpulkan muslimin kota tersebut guna menjelaskan kebijakan mereka memaksa muslimin untuk shalat jamaah dan menutup toko-toko saat waktu shalat. [usamah/dbs]

ISIS Sosialisasi Proyek Daulah Islam Kepada Pemuka Manbij

ALEPPO – Sabtu (26/04/14) dalam rangka memberikan pencerahan kepada tokoh-tokoh masyarakat, Daulah Islam Irak dan Syam mengadakan forum terbuka dengan tema “Nasehat & Dukungan Kepada Proyek Daulah Islam” di kota Manbij, Aleppo.

Acara tersebut dihadiri oleh para dokter, guru-guru, insinyur dan khatib-khatib masjid. Dalam forum tersebut Daulah Islam Irak dan Syam memberikan pengarahan dan menayangkan cuplikan-cuplikan video rilisan Media Al-Furqon. Rilisan-rilisan Media Al-Furqon dan Media Al-Mu’tashim dalam bentuk DVD serta brosur-brosur.

Pada penutupan acara tersebut, Daulah Islam Irak dan Syam membuka sesi tanya-jawab dan usulan serta masukan kepada Daulah Islam Irak dan Syam. Para hadirin menilai bahwa hal ini merupakan langkah maju untuk membangun jembatan kepercayaan antara Daulah dengan rakyatnya.

Dalam rangka sosialisasi kepada masyarakat Manbij, Daulah juga pernah mengadakan hak yang serupa untuk menjelaskan kepada rakyat Manbij. Jumat (04/04/14) Daulah Islam Irak dan Syam mengumpulkan muslimin kota tersebut guna menjelaskan kebijakan mereka memaksa muslimin untuk shalat jamaah dan menutup toko-toko saat waktu shalat. [usamah/dbs]

Posted at 16.57 |  by Harian Muslim

Selasa, 01 April 2014

Dua pria memuat kotak ke sebuah sepeda motor yang mengangkut trailer tunggal. Terminal bea dan cukai Jalur Gaza dengan Mesir di perbatasan selatan, dahulu sarat akan aktivitas perdagangan, sekarang terlihat begitu kosong, setelah militer Mesir mulai menghancurkan jaringan terowongan Gaza (jalur keluar-masuk barang warga sipil), pasca penggulingan Presiden Mesir Muhammad Mursi.

Pada bulan Maret, pemerintah Mesir mengumumkan penghancuran 1.370 terowongan di sepanjang perbatasan Gaza .

" Mereka bekerja sangat keras untuk menghancurkan semua terowongan sekarang," kata penjaga perbatasan Hamas, Muhammad Abu Hossam kepada Al Jazeera dari pos penjagaan di sepanjang perbatasan Gaza-Mesir. " Anda lihat ledakan yang dilancarkan pihak mereka, itu seperti perang. Kemarin sebanyak 20 kali dan hari ini 10."

Israel memberlakukan blokade semua jalur darat dan laut menuju Gaza. Sekarang memasuki tahun kedelapan. Itulah yang menyebabkan pembangunan terowongan untuk mengimpor obat-obatan, makanan, barang-barang konsumsi dan bahan bangunan. Sementara beberapa pihak berspekulasi bahwa terowongan ini memperkaya pengusaha konstruksi terowongan. Banyak yang menuduh warga sipil mengomersialisasi terowongan untuk wanita bersalin, juga untuk distribusi dan pasokan bahan untuk industri konstruksi.

"Terowongan itu dihancurkan dua bulan yang lalu ketika orang Mesir mengisinya dengan air," tukas Ahmad, seorang buruh yang bekerja di terowongan, ia menolehkan wajahnya ke arah pintu masuk gelap." Sekarang, tidak ada yang harus dilakukan dan tidak ada kesempatan bagi orang untuk bekerja. Jika terowongan terbuka, ada pekerjaan di Gaza. Aku punya istri dan dua anak untuk diberi makan dan saya khawatir akan mereka."

Saat terowongan masih beroperasi, terowongan mempekerjakan sekitar 20 orang untuk memindahkan barang di bawah tanah ke truk dan mendistribusikannya di sekitar Gaza.

"Dulu aku mendapatkan bayaran 80 shekel [$ 23] per hari, membawa pasir selama konstruksi dan membawa barang-barang ke truk yang sudah menunggu," kata Ahmad.

Penutupan perbatasan yang rentan konflik

Pembongkaran terowongan Gaza bersamaan dengan penutupan resmi penyeberangan perbatasan Rafah, merupakan bagian dari permusuhan pemerintahan Kairo terhadap Hamas di Gaza. Mesir menuduh adanya hubungan antara Hamas dan kelompok-kelompok bersenjata yang beroperasi keluar dari Sinai dan pada tanggal 4 Maret, Pengadilan Tinggi Mesir melarang Hamas beroperasi di Mesir dan pemerintah yang terpilih dituduh sebagai gerakan "organisasi teroris".

Peningkatan krisis moneter menguji kemampuan pemerintah untuk berfungsi optimal. Kementerian Ekonomi memperkirakan kerugian pendapatan dari impor sekitar $ 460M dari Juli hingga Desember, dan 50.000 PNS hanya menerima gaji setengahnya selama empat bulan terakhir.

"Pemerintah sedang menghadapi banyak masalah. Pekerja pemerintah mendukung gerakan kami dan kami memiliki rencana darurat tetapi tidak cukup uang, " al- Isra Modallal, juru bicara Hamas, mengatakan kepada Al Jazeera. Ia menambahkan bahwa blokade Israel dan Mesir adalah hukuman kolektif yang menciptakan krisis kemanusiaan .

"Semua sektor kehidupan terkena dampak. Terowongan-terowongan adalah aliran kehidupan Gaza dan penutupan mereka mempengaruhi semua sektor ekonomi dan menempatkan masalah besar bagi pemerintah. Orang-orang yang ditangkapi ("Israel"), dihukum sedangkan mereka tidak melakukan (kesalahan) apa-apa," katanya. "Mereka membutuhkan kemerdekaan, kebebasan dan keadilan. Yang mereka bicarakan hanya (yang dibutuhkan) tentang listrik , makanan dan air."

Di tengah ketegangan krisis yang kian berkembang, gencatan bersenjata di Gaza oleh "Israel" terus meningkat. Pada tanggal 12 Maret , Mujahidin menembakkan lebih dari 70 roket ke "Israel" setelah pembunuhan tiga anggotanya dan warga sipil di Rafah.

"Kita dapat mengontrol keamanan di Gaza, tapi kita tidak bisa mengendalikan pemberontakan rakyat," al - Modallal memperingatkan. " Kita tidak bisa mengendalikan intifadhah ketiga."

Kekurangan komoditas

Tekanan meningkat terhadap warga sipil di Gaza, hampir 60 persen di antaranya adalah makanan yang tidak sehat. Hanya lima persen dari air setempat layak untuk dikonsumsi. Perkiraan PBB pengangguran telah meningkat dari 32,5 persen pada September, menjadi sekitar 40 persen. Selain orang langsung diberhentikan dari pekerjakan membuat terowongan, kekurangan bahan bangunan juga telah menghentikan sebagian besar proyek-proyek konstruksi di Gaza dan meninggalkan banyak pengangguran. Kenaikan harga telah menciptakan tekanan bagi 1,7 juta penduduk Gaza.

Setelah kekurangan komoditas di awal tahun, Israel meningkatkan impor bahan bakar 20 kali lipat untuk mengimbangi bahan bakar yang lebih murah sebelumnya yang berasal dari Mesir, dengan harga dua kali lipat. Harga gas untuk memasak meningkat lebih dari 20 persen, roti dan harga beras masing-masing telah naik 11 dan 33 persen.

Perubahan dapat diukur dalam pembelian barang-barang konsumsi. Masrool Ramadan, pemilik Abu Musa Electronics di Rafah, mengatakan tidak ada yang membeli barang kecuali itu karena kebutuhan mendesak.

"Jika seseorang perlu membeli dan mereka mampu membelinya, mereka membeli, tapi sekarang tidak ada pasar dan situasi buruk," katanya, sambil mendongakkan kepala ke beberapa kulkas di depan tokonya." Kami dulu bisa mendapatkan lemari es baru buatan Jepang dan Korea dari Mesir, tapi sekarang semua yang bisa kita dapatkan adalah produk-produk bekas "Israel". Ini sangat sulit untuk membeli dari "Israel". Barang-barang kami datang melalui penyeberangan dan kita harus membayar biaya penjagaan barang untuk setiap hari. Kadang-kadang mereka bisa menunggu selama satu bulan dan kami harus selama itu pula."

Masrool mengakui perekonomian terowongan itu hanya solusi sementara, selama masih mencari perbaikan permanen dalam hubungan antara Gaza dan dunia luar.

" Mereka membuat terowongan karena kami tidak punya pilihan -itulah yang harus kita lakukan untuk hidup," katanya . "Semua orang tahu ini hanya sejenak dan tidak selamanya. Kami berharap perbatasan akan terbuka dan kita bisa mendapatkan apa yang kita inginkan secara legal, tapi sekarang tidak ada lampu di jalan dan tidak ada harapan."

Bagi mereka yang diinvestasikan dalam ekonomi terowongan persepsi mereka tentang situasi tergantung pada tingkat kerugian mereka. Omar Ezam mampu mempertimbangkan hal-hal filosofis saat ia duduk di atas terowongannya hancur melihat tumpukan baja memutar dan puing-puing yang dulunya rumah melindungi pintu masuk Mesir untuk terowongannya.

"Lihatlah jalan tersebut. Dulunya jalur itu sibuk dengan truk tapi sekarang anjing menguasainya," katanya melambai ke arah segerombolan anjing berkeliaran di kejauhan. Dia duduk di atas tumpukan karung pasir yang berjalan di depan terowongan untuk melindungi aktivitasnya dari mata tentara Mesir di perbatasan.

" Morsi seperti semua bunga dan mawar - yang ada pada kehidupan nyata!" katanya . "Kami memiliki harapan agar Sisi hengkang. (Jika ia terpilih) saat itu, sulit untuk dibayangkan apa yang akan terjadi," kata Omar." Orang-orang Mesir memiliki hak untuk memilih pemimpin mereka, tapi kami meminta mereka untuk tidak melupakan saudara-saudara mereka di Gaza. Kami juga perlu bernapas." (adibahasan/arrahmah.com)

Terowongan, jaring-jaring kehidupan warga Gaza

Dua pria memuat kotak ke sebuah sepeda motor yang mengangkut trailer tunggal. Terminal bea dan cukai Jalur Gaza dengan Mesir di perbatasan selatan, dahulu sarat akan aktivitas perdagangan, sekarang terlihat begitu kosong, setelah militer Mesir mulai menghancurkan jaringan terowongan Gaza (jalur keluar-masuk barang warga sipil), pasca penggulingan Presiden Mesir Muhammad Mursi.

Pada bulan Maret, pemerintah Mesir mengumumkan penghancuran 1.370 terowongan di sepanjang perbatasan Gaza .

" Mereka bekerja sangat keras untuk menghancurkan semua terowongan sekarang," kata penjaga perbatasan Hamas, Muhammad Abu Hossam kepada Al Jazeera dari pos penjagaan di sepanjang perbatasan Gaza-Mesir. " Anda lihat ledakan yang dilancarkan pihak mereka, itu seperti perang. Kemarin sebanyak 20 kali dan hari ini 10."

Israel memberlakukan blokade semua jalur darat dan laut menuju Gaza. Sekarang memasuki tahun kedelapan. Itulah yang menyebabkan pembangunan terowongan untuk mengimpor obat-obatan, makanan, barang-barang konsumsi dan bahan bangunan. Sementara beberapa pihak berspekulasi bahwa terowongan ini memperkaya pengusaha konstruksi terowongan. Banyak yang menuduh warga sipil mengomersialisasi terowongan untuk wanita bersalin, juga untuk distribusi dan pasokan bahan untuk industri konstruksi.

"Terowongan itu dihancurkan dua bulan yang lalu ketika orang Mesir mengisinya dengan air," tukas Ahmad, seorang buruh yang bekerja di terowongan, ia menolehkan wajahnya ke arah pintu masuk gelap." Sekarang, tidak ada yang harus dilakukan dan tidak ada kesempatan bagi orang untuk bekerja. Jika terowongan terbuka, ada pekerjaan di Gaza. Aku punya istri dan dua anak untuk diberi makan dan saya khawatir akan mereka."

Saat terowongan masih beroperasi, terowongan mempekerjakan sekitar 20 orang untuk memindahkan barang di bawah tanah ke truk dan mendistribusikannya di sekitar Gaza.

"Dulu aku mendapatkan bayaran 80 shekel [$ 23] per hari, membawa pasir selama konstruksi dan membawa barang-barang ke truk yang sudah menunggu," kata Ahmad.

Penutupan perbatasan yang rentan konflik

Pembongkaran terowongan Gaza bersamaan dengan penutupan resmi penyeberangan perbatasan Rafah, merupakan bagian dari permusuhan pemerintahan Kairo terhadap Hamas di Gaza. Mesir menuduh adanya hubungan antara Hamas dan kelompok-kelompok bersenjata yang beroperasi keluar dari Sinai dan pada tanggal 4 Maret, Pengadilan Tinggi Mesir melarang Hamas beroperasi di Mesir dan pemerintah yang terpilih dituduh sebagai gerakan "organisasi teroris".

Peningkatan krisis moneter menguji kemampuan pemerintah untuk berfungsi optimal. Kementerian Ekonomi memperkirakan kerugian pendapatan dari impor sekitar $ 460M dari Juli hingga Desember, dan 50.000 PNS hanya menerima gaji setengahnya selama empat bulan terakhir.

"Pemerintah sedang menghadapi banyak masalah. Pekerja pemerintah mendukung gerakan kami dan kami memiliki rencana darurat tetapi tidak cukup uang, " al- Isra Modallal, juru bicara Hamas, mengatakan kepada Al Jazeera. Ia menambahkan bahwa blokade Israel dan Mesir adalah hukuman kolektif yang menciptakan krisis kemanusiaan .

"Semua sektor kehidupan terkena dampak. Terowongan-terowongan adalah aliran kehidupan Gaza dan penutupan mereka mempengaruhi semua sektor ekonomi dan menempatkan masalah besar bagi pemerintah. Orang-orang yang ditangkapi ("Israel"), dihukum sedangkan mereka tidak melakukan (kesalahan) apa-apa," katanya. "Mereka membutuhkan kemerdekaan, kebebasan dan keadilan. Yang mereka bicarakan hanya (yang dibutuhkan) tentang listrik , makanan dan air."

Di tengah ketegangan krisis yang kian berkembang, gencatan bersenjata di Gaza oleh "Israel" terus meningkat. Pada tanggal 12 Maret , Mujahidin menembakkan lebih dari 70 roket ke "Israel" setelah pembunuhan tiga anggotanya dan warga sipil di Rafah.

"Kita dapat mengontrol keamanan di Gaza, tapi kita tidak bisa mengendalikan pemberontakan rakyat," al - Modallal memperingatkan. " Kita tidak bisa mengendalikan intifadhah ketiga."

Kekurangan komoditas

Tekanan meningkat terhadap warga sipil di Gaza, hampir 60 persen di antaranya adalah makanan yang tidak sehat. Hanya lima persen dari air setempat layak untuk dikonsumsi. Perkiraan PBB pengangguran telah meningkat dari 32,5 persen pada September, menjadi sekitar 40 persen. Selain orang langsung diberhentikan dari pekerjakan membuat terowongan, kekurangan bahan bangunan juga telah menghentikan sebagian besar proyek-proyek konstruksi di Gaza dan meninggalkan banyak pengangguran. Kenaikan harga telah menciptakan tekanan bagi 1,7 juta penduduk Gaza.

Setelah kekurangan komoditas di awal tahun, Israel meningkatkan impor bahan bakar 20 kali lipat untuk mengimbangi bahan bakar yang lebih murah sebelumnya yang berasal dari Mesir, dengan harga dua kali lipat. Harga gas untuk memasak meningkat lebih dari 20 persen, roti dan harga beras masing-masing telah naik 11 dan 33 persen.

Perubahan dapat diukur dalam pembelian barang-barang konsumsi. Masrool Ramadan, pemilik Abu Musa Electronics di Rafah, mengatakan tidak ada yang membeli barang kecuali itu karena kebutuhan mendesak.

"Jika seseorang perlu membeli dan mereka mampu membelinya, mereka membeli, tapi sekarang tidak ada pasar dan situasi buruk," katanya, sambil mendongakkan kepala ke beberapa kulkas di depan tokonya." Kami dulu bisa mendapatkan lemari es baru buatan Jepang dan Korea dari Mesir, tapi sekarang semua yang bisa kita dapatkan adalah produk-produk bekas "Israel". Ini sangat sulit untuk membeli dari "Israel". Barang-barang kami datang melalui penyeberangan dan kita harus membayar biaya penjagaan barang untuk setiap hari. Kadang-kadang mereka bisa menunggu selama satu bulan dan kami harus selama itu pula."

Masrool mengakui perekonomian terowongan itu hanya solusi sementara, selama masih mencari perbaikan permanen dalam hubungan antara Gaza dan dunia luar.

" Mereka membuat terowongan karena kami tidak punya pilihan -itulah yang harus kita lakukan untuk hidup," katanya . "Semua orang tahu ini hanya sejenak dan tidak selamanya. Kami berharap perbatasan akan terbuka dan kita bisa mendapatkan apa yang kita inginkan secara legal, tapi sekarang tidak ada lampu di jalan dan tidak ada harapan."

Bagi mereka yang diinvestasikan dalam ekonomi terowongan persepsi mereka tentang situasi tergantung pada tingkat kerugian mereka. Omar Ezam mampu mempertimbangkan hal-hal filosofis saat ia duduk di atas terowongannya hancur melihat tumpukan baja memutar dan puing-puing yang dulunya rumah melindungi pintu masuk Mesir untuk terowongannya.

"Lihatlah jalan tersebut. Dulunya jalur itu sibuk dengan truk tapi sekarang anjing menguasainya," katanya melambai ke arah segerombolan anjing berkeliaran di kejauhan. Dia duduk di atas tumpukan karung pasir yang berjalan di depan terowongan untuk melindungi aktivitasnya dari mata tentara Mesir di perbatasan.

" Morsi seperti semua bunga dan mawar - yang ada pada kehidupan nyata!" katanya . "Kami memiliki harapan agar Sisi hengkang. (Jika ia terpilih) saat itu, sulit untuk dibayangkan apa yang akan terjadi," kata Omar." Orang-orang Mesir memiliki hak untuk memilih pemimpin mereka, tapi kami meminta mereka untuk tidak melupakan saudara-saudara mereka di Gaza. Kami juga perlu bernapas." (adibahasan/arrahmah.com)

Posted at 16.58 |  by Harian Muslim

Jumat, 28 Maret 2014


Majelis Syari’ah : Ustadz, bagaimanayang sebenarnya keyakinan ustadz tentang demokrasi ? Ini perlu kami tanyakan karena di luar simpang-siur mengenai keyakinan ustadz tentang demokrasi.

Ustadz Abu Bakar Ba’asyir : Demokrasi adalah ideologi syirik besar, sama dengan syiriknya orang musyrik Quraisy yang menyembah berhala di samping menyembah Allah. Orang musyrik Quraisy yang menyembah berhala menyekutukan Alloh yang berhak disembah tidak boleh lainnyadisekutukan dengan berhala, maka Tuhannya dia ada dua yaitu Alloh dan berhala.

Demikian pula orang yang rela mengamalkan demokrasi juga menyekutukan Alloh dalam kedaulatan menetapkan hukum. Dalam Islam, kedaulatan menetapkan hukum mutlak di tangan Alloh,sedang ajaran demokrasi menetapkan kedaulatan menetapkan hukum adadi tangan manusia atau rakyat atau wakilnya (DPR) maka Alloh disekutukan dengan manusia.

MakaTuhannyaorang yang rela mengamalkan demokrasi adalah dua, yaitu Alloh dan manusia(rakyat atau wakilnya di DPR),maka syiriknyademokrasi samadengan syiriknya menyembah berhala.

Majelis Syari’ah : Bagaimana yangsebenarnya di Indonesia, demokrasi termasuk masalah zhohiroh atau khofiyah?

Ustadz Abu Bakar Ba’asyir : Kalau di kalangan ormas atau parpol demokrasi adalah masalah zhohiroh, karenabuku-buku dan keterangan-keterangan sudah banyak dan jelas. Tetapi kalau di desa-desa terpencil, demokrasi termasuk masalah khofiyah, karena tidak adanya buku-buku dan tidak adanyaketerangan-keterangan oleh para ilmuwan tentang demokrasi.

Majelis Syari’ah : Tapi adadi kalangan ulama, mubaligh dan ustadz-ustadz yang berkeyakinan bahwa demokrasi syirik akbar, yakni beliau mentakwil demokrasi boleh diamalkan untuk mengurangi madhlorot yang menimpa umat Islam. Bagaimana pendapat ustadz ?

Ustadz Abu Bakar Ba’asyir : Itu takwil sesat dan bathil, menyalahi sunnah Nabi Muhammad shollallohu 'alaihi wasallam. Nabi Muhammad shollallohu 'alaihi wasallam tidak pernah mengizinkan parapengikutnya untuk kompromi dengan orang-orang musyrik Quraisy dengan kemusyrikan mereka demi mengurangi madhlorot yang menimpamereka. Bahkan tetap menentang syirik berhaladan tidak mau kompromi sedikitpun meskipun madhlorot yang menimpa mereka makin berat.

Abu Jahal la’natullah alaihi pernah menawar kompromi dengan carabergantian 1 tahun menyembah Alloh menurut ajaran Islam dan 1 tahun menyembah Alloh dan berhala menurut ajaran musyrikin Quraisy. Alloh langsung menurunkan wahyu yang melarangnya dan menegaskan tidak boleh ada kompromi dengan kemusyrikan mereka. (Al Qur’an surah Al Kafiruun).

Akibatnya tekanan makin berat sampai usaha membunuh Nabi shollallohu 'alaihi wasallam. Lalu Alloh memerintahkan beliau shollallohu 'alaihi wasallam berhijrah ke Madinah. Ancaman yang membolehkan terpaksa mengamalkan demokrasi dan terpaksa pura-pura membenarkannya bila diancam pembunuhan atau siksaan berat yang dia tidak mampu menanggung atau melawannya.

“Barangsiapa yang kafir kepada Alloh sesudah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Alloh), kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinyatetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa), akan tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, makakemurkaan Alloh menimpanya dan baginyaazab yang besar” (QS. An Nahl (16): 106).

Adapun para ulama, mubaligh dan ustadz-ustadz yang menakwilkan demokrasi seperti ini tetap sebagai muslim, namun merekaterjerumus ke dalam kesalahan yang haram untuk diikuti . Merekatidak murtad, karena mereka berkeyakinan bahwahukum asal demokrasi adalah syirik akbar.

Seruan ustadz Abu Bakar Ba’asyir kepada umat Islam Indonesia :

Kepada seluruh umat Islam, saya ajak mari kita tetap bersatu untuk berjihad membelaIslam yang ditindas di Indonesia. Jangan berpecah belah karena pentakwilan demokrasi.

Kewajibankita yang paling penting adalah berjihad untuk merubah sistem negara Indonesia,dari sistem jahiliyah dan syirik yang diterapkan sekarang menjadi menjadi sistem Islam secaramurni dan kaaffah.

Saya yakin umat Islam atau kaum muwahhidin dalam hal ini kompak satu keyakinan. Mari kita mulai mengambil langkah untuk berjihad agar mendapat nashrullah sehinggakita dapat menaklukan thaghut dan ansharnyayang menindas dan merusak ajaran Islam di negeri ini.

Jakarta, 28 Rabiul Tsani 1435 H / 28 Februari 2014 JAMAAH ANSHARUT TAUHID AMIR JAMAAH

(Ustadz Abu Bakar Ba’asyir)

Bayan (Pernyataan) Ustadz Abu Bakar Ba'asyir Tentang Demokrasi


Majelis Syari’ah : Ustadz, bagaimanayang sebenarnya keyakinan ustadz tentang demokrasi ? Ini perlu kami tanyakan karena di luar simpang-siur mengenai keyakinan ustadz tentang demokrasi.

Ustadz Abu Bakar Ba’asyir : Demokrasi adalah ideologi syirik besar, sama dengan syiriknya orang musyrik Quraisy yang menyembah berhala di samping menyembah Allah. Orang musyrik Quraisy yang menyembah berhala menyekutukan Alloh yang berhak disembah tidak boleh lainnyadisekutukan dengan berhala, maka Tuhannya dia ada dua yaitu Alloh dan berhala.

Demikian pula orang yang rela mengamalkan demokrasi juga menyekutukan Alloh dalam kedaulatan menetapkan hukum. Dalam Islam, kedaulatan menetapkan hukum mutlak di tangan Alloh,sedang ajaran demokrasi menetapkan kedaulatan menetapkan hukum adadi tangan manusia atau rakyat atau wakilnya (DPR) maka Alloh disekutukan dengan manusia.

MakaTuhannyaorang yang rela mengamalkan demokrasi adalah dua, yaitu Alloh dan manusia(rakyat atau wakilnya di DPR),maka syiriknyademokrasi samadengan syiriknya menyembah berhala.

Majelis Syari’ah : Bagaimana yangsebenarnya di Indonesia, demokrasi termasuk masalah zhohiroh atau khofiyah?

Ustadz Abu Bakar Ba’asyir : Kalau di kalangan ormas atau parpol demokrasi adalah masalah zhohiroh, karenabuku-buku dan keterangan-keterangan sudah banyak dan jelas. Tetapi kalau di desa-desa terpencil, demokrasi termasuk masalah khofiyah, karena tidak adanya buku-buku dan tidak adanyaketerangan-keterangan oleh para ilmuwan tentang demokrasi.

Majelis Syari’ah : Tapi adadi kalangan ulama, mubaligh dan ustadz-ustadz yang berkeyakinan bahwa demokrasi syirik akbar, yakni beliau mentakwil demokrasi boleh diamalkan untuk mengurangi madhlorot yang menimpa umat Islam. Bagaimana pendapat ustadz ?

Ustadz Abu Bakar Ba’asyir : Itu takwil sesat dan bathil, menyalahi sunnah Nabi Muhammad shollallohu 'alaihi wasallam. Nabi Muhammad shollallohu 'alaihi wasallam tidak pernah mengizinkan parapengikutnya untuk kompromi dengan orang-orang musyrik Quraisy dengan kemusyrikan mereka demi mengurangi madhlorot yang menimpamereka. Bahkan tetap menentang syirik berhaladan tidak mau kompromi sedikitpun meskipun madhlorot yang menimpa mereka makin berat.

Abu Jahal la’natullah alaihi pernah menawar kompromi dengan carabergantian 1 tahun menyembah Alloh menurut ajaran Islam dan 1 tahun menyembah Alloh dan berhala menurut ajaran musyrikin Quraisy. Alloh langsung menurunkan wahyu yang melarangnya dan menegaskan tidak boleh ada kompromi dengan kemusyrikan mereka. (Al Qur’an surah Al Kafiruun).

Akibatnya tekanan makin berat sampai usaha membunuh Nabi shollallohu 'alaihi wasallam. Lalu Alloh memerintahkan beliau shollallohu 'alaihi wasallam berhijrah ke Madinah. Ancaman yang membolehkan terpaksa mengamalkan demokrasi dan terpaksa pura-pura membenarkannya bila diancam pembunuhan atau siksaan berat yang dia tidak mampu menanggung atau melawannya.

“Barangsiapa yang kafir kepada Alloh sesudah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Alloh), kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinyatetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa), akan tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, makakemurkaan Alloh menimpanya dan baginyaazab yang besar” (QS. An Nahl (16): 106).

Adapun para ulama, mubaligh dan ustadz-ustadz yang menakwilkan demokrasi seperti ini tetap sebagai muslim, namun merekaterjerumus ke dalam kesalahan yang haram untuk diikuti . Merekatidak murtad, karena mereka berkeyakinan bahwahukum asal demokrasi adalah syirik akbar.

Seruan ustadz Abu Bakar Ba’asyir kepada umat Islam Indonesia :

Kepada seluruh umat Islam, saya ajak mari kita tetap bersatu untuk berjihad membelaIslam yang ditindas di Indonesia. Jangan berpecah belah karena pentakwilan demokrasi.

Kewajibankita yang paling penting adalah berjihad untuk merubah sistem negara Indonesia,dari sistem jahiliyah dan syirik yang diterapkan sekarang menjadi menjadi sistem Islam secaramurni dan kaaffah.

Saya yakin umat Islam atau kaum muwahhidin dalam hal ini kompak satu keyakinan. Mari kita mulai mengambil langkah untuk berjihad agar mendapat nashrullah sehinggakita dapat menaklukan thaghut dan ansharnyayang menindas dan merusak ajaran Islam di negeri ini.

Jakarta, 28 Rabiul Tsani 1435 H / 28 Februari 2014 JAMAAH ANSHARUT TAUHID AMIR JAMAAH

(Ustadz Abu Bakar Ba’asyir)

Posted at 15.59 |  by Harian Muslim

Minggu, 23 Maret 2014

Sebuah generasi baru umat ini tengah muncul dari Suriah. Generasi yang beriman, taat, dan berani. Generasi yang tak dapat dikalahkan oleh kelaparan dan bom. Anda akan dibuat sesak oleh kesabaran dan keberanian gadis kecil ini, padahal ia tengah menghadapi kelaparan dan kekurangan.

Dalam sebuah video berdurasi 2 menit 52 detik berikut ini, kita akan dibuat kagum sekaligus malu menyaksikan tingkat keimanan seorang gadis kecil dari bumi Syam yang begitu luar biasa. Gadis kecil yang memegang teguh pendiriannya. Ia membenci rezim Nushairiyah. Ia menyatakan lebih baik menahan lapar dari pada menerima roti dari Bashar si Yahudi yang telah membunuh banyak orang. Tak ada sedikitpun keraguan dalam hatinya akan dekatnya pertolongan Allah.

Berikut arrahmah.com sajikan terjemahan wawancara seseorang yang tampaknya adalah seorang mujahid dengan gadis kecil Suriah yang cerdas, berpendirian teguh, dan begitu mengagumkan tersebut.

Mujahid (M): Apa kau mau roti? Gadis Suriah (G): Tidak, aku tidak mau roti dari rezim [Nushairiyah].

M: Kenapa tidak mau [roti] dari rezim? G: Karena tangan-tangan mereka kotor.

M: Kau tidak mau roti yang dibawakan untukmu dari luar? G: Tidak.

M: Mengapa? G: Saat kita meraih kemenangan, baru aku akan makan.

M: Sampai kau meraih kemenangan? G: Kita semua meraih kemenangan, seluruh dunia [meraih kemenangan].

M: Kita semua meraih kemenangan dulu, baru kita semua akan makan roti. Jadi kau akan tetap seperti ini, tanpa makan roti? G: Aku tidak akan makan sampai seluruh dunia makan.

M: Tapi seluruh dunia sedang makan, tapi tak ada yang memberimu makan. G: Dan lalu?

M: Ya? G: Lalu?

M: Ada beberapa dari mereka yang sedang makan, tapi tak ada [satu pun dari mereka] yang memberimu makan... Tak ada yang menanyakanmu. G: Aku tidak bingung, karena mereka juga lapar.

M: Jadi mereka juga sedang lapar? [Gadis manis itu mengangguk]

M: Bagaimana jika sekarang kita melakukan genjatan senjata dengan rezim, jadi dia [rezim] akan membawakan kita roti. Bagaimana menurutmu? G: Demi Allah, aku tak kan mengizinkan siapa pun melakukan itu.

M: Kau tak kan mengizinkan siapa pun melakukan itu? Tapi orang-orang kelaparan dan [mereka] hampir mati kelaparan. G: Mereka hampir mati kelaparan? Biarkan mereka bersabar sedikit karena Allah telah memberikan kita ujian ini.

M: Tapi kita sudah tak punya kesabaran lagi? G: Kita tak punya kesabaran? Tapi Allah pada Hari Pembalasan akan mengadakan perhitungan yang berat pada Bashar.

M: Dan orang-orang yang hampir mati [kelaparan], apa yang harus mereka lakukan dengan diri mereka? G: Ini adalah apa yang Allah tetapkan pada mereka.

M: Tidak, mereka mati kelaparan. G: Terkadang dari kelaparan, dan terkadang dari ini...

M: Tapi mengapa kita tak pergi ke Bashar dan memintanya memaafkan kita, dan kita katakan padanya, 'Inilah senjata kami, kami tak kan memerangimu lagi'. Kita akan kembali seperti sebelumnya, seperti teman dan kekasih. G: Kami tidak ingin ini terjadi.

M: Mengapa? G: Kami benci rezim [Nushairiyah].

M: Kita akan memberitahunya untuk memaafkan kita. G: Setelah semua orang-orang ini dia bunuh dan kita ingin memaafkan dia?

M: Ya, kita akan memaaafkan dia, apa salahnya? Memaafkan seseorang itu baik. G: Ya, memaafkan orang itu baik, tapi kita tak kan memaafkan dia karena dia seorang Yahudi.

M: Dan ulama-ulama ini, yang mengatakan tidak kita harus memaafkannya, dan mereka mendatangkan sebuah fitnah. G: Dia menyangka dia berdiri bersama Allah, padahal dia berdiri bersama rezim.

M: Maksudmu mereka semua yang mengatakan perdamaian dengan Bashar itu tengah berdiri bersama rezim? G: Ya.

M: Dia tidak berdiri bersama Allah? G: Tidak.

M: Tapi dia bilang dia ingin rakyat makan, membawakan susu untuk orang-orang yang hampir mati ini. G: In Syaa Allah, Allah akan membawakan kita makanan.

M: Allah akan membawakan kita makanan? G: [Mengangguk] Siapa yang lebih dekat dengan kita dari pada Allah?

M: Allah Maha Pemurah. G: Ya [Allah Maha Pemurah].

Mengharukan, gadis kecil ini lebih memilih lapar daripada menerima roti dari Bashar si Yahudi

Sebuah generasi baru umat ini tengah muncul dari Suriah. Generasi yang beriman, taat, dan berani. Generasi yang tak dapat dikalahkan oleh kelaparan dan bom. Anda akan dibuat sesak oleh kesabaran dan keberanian gadis kecil ini, padahal ia tengah menghadapi kelaparan dan kekurangan.

Dalam sebuah video berdurasi 2 menit 52 detik berikut ini, kita akan dibuat kagum sekaligus malu menyaksikan tingkat keimanan seorang gadis kecil dari bumi Syam yang begitu luar biasa. Gadis kecil yang memegang teguh pendiriannya. Ia membenci rezim Nushairiyah. Ia menyatakan lebih baik menahan lapar dari pada menerima roti dari Bashar si Yahudi yang telah membunuh banyak orang. Tak ada sedikitpun keraguan dalam hatinya akan dekatnya pertolongan Allah.

Berikut arrahmah.com sajikan terjemahan wawancara seseorang yang tampaknya adalah seorang mujahid dengan gadis kecil Suriah yang cerdas, berpendirian teguh, dan begitu mengagumkan tersebut.

Mujahid (M): Apa kau mau roti? Gadis Suriah (G): Tidak, aku tidak mau roti dari rezim [Nushairiyah].

M: Kenapa tidak mau [roti] dari rezim? G: Karena tangan-tangan mereka kotor.

M: Kau tidak mau roti yang dibawakan untukmu dari luar? G: Tidak.

M: Mengapa? G: Saat kita meraih kemenangan, baru aku akan makan.

M: Sampai kau meraih kemenangan? G: Kita semua meraih kemenangan, seluruh dunia [meraih kemenangan].

M: Kita semua meraih kemenangan dulu, baru kita semua akan makan roti. Jadi kau akan tetap seperti ini, tanpa makan roti? G: Aku tidak akan makan sampai seluruh dunia makan.

M: Tapi seluruh dunia sedang makan, tapi tak ada yang memberimu makan. G: Dan lalu?

M: Ya? G: Lalu?

M: Ada beberapa dari mereka yang sedang makan, tapi tak ada [satu pun dari mereka] yang memberimu makan... Tak ada yang menanyakanmu. G: Aku tidak bingung, karena mereka juga lapar.

M: Jadi mereka juga sedang lapar? [Gadis manis itu mengangguk]

M: Bagaimana jika sekarang kita melakukan genjatan senjata dengan rezim, jadi dia [rezim] akan membawakan kita roti. Bagaimana menurutmu? G: Demi Allah, aku tak kan mengizinkan siapa pun melakukan itu.

M: Kau tak kan mengizinkan siapa pun melakukan itu? Tapi orang-orang kelaparan dan [mereka] hampir mati kelaparan. G: Mereka hampir mati kelaparan? Biarkan mereka bersabar sedikit karena Allah telah memberikan kita ujian ini.

M: Tapi kita sudah tak punya kesabaran lagi? G: Kita tak punya kesabaran? Tapi Allah pada Hari Pembalasan akan mengadakan perhitungan yang berat pada Bashar.

M: Dan orang-orang yang hampir mati [kelaparan], apa yang harus mereka lakukan dengan diri mereka? G: Ini adalah apa yang Allah tetapkan pada mereka.

M: Tidak, mereka mati kelaparan. G: Terkadang dari kelaparan, dan terkadang dari ini...

M: Tapi mengapa kita tak pergi ke Bashar dan memintanya memaafkan kita, dan kita katakan padanya, 'Inilah senjata kami, kami tak kan memerangimu lagi'. Kita akan kembali seperti sebelumnya, seperti teman dan kekasih. G: Kami tidak ingin ini terjadi.

M: Mengapa? G: Kami benci rezim [Nushairiyah].

M: Kita akan memberitahunya untuk memaafkan kita. G: Setelah semua orang-orang ini dia bunuh dan kita ingin memaafkan dia?

M: Ya, kita akan memaaafkan dia, apa salahnya? Memaafkan seseorang itu baik. G: Ya, memaafkan orang itu baik, tapi kita tak kan memaafkan dia karena dia seorang Yahudi.

M: Dan ulama-ulama ini, yang mengatakan tidak kita harus memaafkannya, dan mereka mendatangkan sebuah fitnah. G: Dia menyangka dia berdiri bersama Allah, padahal dia berdiri bersama rezim.

M: Maksudmu mereka semua yang mengatakan perdamaian dengan Bashar itu tengah berdiri bersama rezim? G: Ya.

M: Dia tidak berdiri bersama Allah? G: Tidak.

M: Tapi dia bilang dia ingin rakyat makan, membawakan susu untuk orang-orang yang hampir mati ini. G: In Syaa Allah, Allah akan membawakan kita makanan.

M: Allah akan membawakan kita makanan? G: [Mengangguk] Siapa yang lebih dekat dengan kita dari pada Allah?

M: Allah Maha Pemurah. G: Ya [Allah Maha Pemurah].

Posted at 05.39 |  by Harian Muslim

Selasa, 18 Maret 2014

SAUDI ARABIA – Dukungan dari berbagai pihak terus mengalir untuk Daulah Islam Irak dan Syam (ISIS). Meski penyesatan opini media tentang Daulah Islam Irak dan Syam terus gencar, namun anehnya dukungan pun terus datang. Mulai dari 20 ulama jihad, ulama Tunisia, mujahidin Pakistan, Afghanistan, Palestina yang diwakili oleh mujahidin Majlis Syuro Mujahidin, Syaikh Ma’mun Hatim yang merupakan komandan Al-Qaidah Yaman. Bahkan pemuda Saudi pun menyuarakan solidaritas mereka untuk Daulah.

Namun kali ini dukungan mencengangkan datang dari pihak tak terduga. Kali ini dukungan datang dari perwira Saudi pada hari Ahad (16/03/14). Dalam foto yang menampilkan pangkat perwira tersebut, Brigadir Jenderal, ia menuliskan pesan di secarik kertas.

“Daulah Islam Irak dan Syam akan tetap eksis melebarkan sayapnya. Demi Allah, mayoritas prajurit dan perwira di Garda Nasional Saudi menanti pelebaran kalian ke Jazirah Arab untuk bergabung bersama kalian dan berlepas diri dari Alu Salul (Dinasti Saudi)” ujar pesan tersebut.

Sejak pangkalan militer AS didirikan di Saudi, mulai lah permusuhan antara al-Qaidah Afghanistan dan Saudi muncul hingga hari ini. Semnatara konsulat Saudi, Abdullah al-Kahalidi, masih di tangan al-Qaidah Yaman. Dalam sebuah rekaman, Abdullah membeberkan informasi tentang Saudi. Dan pada tanggal 7 Maret 2014, Kementerian Dalam Negri Saudi mengumumkan daftar organisasi terorsi di antaranya adalah Daulah Islam Irak dan Syam.[usamah/dbs/voa islam]

Perwira Saudi Menanti & Ingin Gabung Ke Daulah islam irak dan syam untuk Kuasai Saudi

SAUDI ARABIA – Dukungan dari berbagai pihak terus mengalir untuk Daulah Islam Irak dan Syam (ISIS). Meski penyesatan opini media tentang Daulah Islam Irak dan Syam terus gencar, namun anehnya dukungan pun terus datang. Mulai dari 20 ulama jihad, ulama Tunisia, mujahidin Pakistan, Afghanistan, Palestina yang diwakili oleh mujahidin Majlis Syuro Mujahidin, Syaikh Ma’mun Hatim yang merupakan komandan Al-Qaidah Yaman. Bahkan pemuda Saudi pun menyuarakan solidaritas mereka untuk Daulah.

Namun kali ini dukungan mencengangkan datang dari pihak tak terduga. Kali ini dukungan datang dari perwira Saudi pada hari Ahad (16/03/14). Dalam foto yang menampilkan pangkat perwira tersebut, Brigadir Jenderal, ia menuliskan pesan di secarik kertas.

“Daulah Islam Irak dan Syam akan tetap eksis melebarkan sayapnya. Demi Allah, mayoritas prajurit dan perwira di Garda Nasional Saudi menanti pelebaran kalian ke Jazirah Arab untuk bergabung bersama kalian dan berlepas diri dari Alu Salul (Dinasti Saudi)” ujar pesan tersebut.

Sejak pangkalan militer AS didirikan di Saudi, mulai lah permusuhan antara al-Qaidah Afghanistan dan Saudi muncul hingga hari ini. Semnatara konsulat Saudi, Abdullah al-Kahalidi, masih di tangan al-Qaidah Yaman. Dalam sebuah rekaman, Abdullah membeberkan informasi tentang Saudi. Dan pada tanggal 7 Maret 2014, Kementerian Dalam Negri Saudi mengumumkan daftar organisasi terorsi di antaranya adalah Daulah Islam Irak dan Syam.[usamah/dbs/voa islam]

Posted at 16.45 |  by Harian Muslim

SURIAH  – Senin (17/03/14) dai terkenal dan ulama di negri al-Haromain (Saudi), Syaikh Mani’ bin Nashir al-Mani’, yang memiliki karya-karya dalam ilmu syar’i seperti Mafahim Khatiah, Asy-Syafiyah, ‘Ulum Asy-Syayathin, Masail Ad-Da’ wad Dawa dan lain-lain, mengumumkan baiat (sumpah setia) kepada Daulah Islam Irak dan Syam.

Melalui kicauan di twitter Syaikh al-Mani’ mengatakan, “Masyarakat Islam haus akan keadilan disebabkan kezaliman para penguasanya dan penindasan mereka terhadap akidah dan syariat” tutur beliau seraya menambahkan kalau Daulah Islam Irak dan Syam mengadili dengan syariat dan adi.

Syaikh al-Mani menyerukan kepada orang-orang yang berjihad agar berbaiat kepada Daulah Islam Irak dan Syam untuk menegakkan syariat. Syaikh juga memberitahukan bahwa beliau telah sampai di Suriah sejak lalu dan mengamati realita lapangan serta menjelaskan bahwa Daulah Islam berada di atas kebenaran, oleh karena itu beliau membaiatnya.[usamah/haq/voa islam]

Ulama Saudi Membaiat Daulah Islam Irak & Syam,Tanya Kenapa?

SURIAH  – Senin (17/03/14) dai terkenal dan ulama di negri al-Haromain (Saudi), Syaikh Mani’ bin Nashir al-Mani’, yang memiliki karya-karya dalam ilmu syar’i seperti Mafahim Khatiah, Asy-Syafiyah, ‘Ulum Asy-Syayathin, Masail Ad-Da’ wad Dawa dan lain-lain, mengumumkan baiat (sumpah setia) kepada Daulah Islam Irak dan Syam.

Melalui kicauan di twitter Syaikh al-Mani’ mengatakan, “Masyarakat Islam haus akan keadilan disebabkan kezaliman para penguasanya dan penindasan mereka terhadap akidah dan syariat” tutur beliau seraya menambahkan kalau Daulah Islam Irak dan Syam mengadili dengan syariat dan adi.

Syaikh al-Mani menyerukan kepada orang-orang yang berjihad agar berbaiat kepada Daulah Islam Irak dan Syam untuk menegakkan syariat. Syaikh juga memberitahukan bahwa beliau telah sampai di Suriah sejak lalu dan mengamati realita lapangan serta menjelaskan bahwa Daulah Islam berada di atas kebenaran, oleh karena itu beliau membaiatnya.[usamah/haq/voa islam]

Posted at 16.43 |  by Harian Muslim

Mujahid Daulah Islam Irak dan Syam, Abu Hamzah al-Muhajir, menyampaikan kabar duka dan sekaligus berbelasungkawa atas gugur seroang mujahid yang gagah berani nan brilian pada hari Kamis (13/03014. Beliau adalah Shaddam al’-Ayyal, salah seorang amir wilayah Baghdad. Shaddam gugur dieksekusi oleh pemerintah rafidhah Irak.

Shaddam al’-Ayyal adalah perwira intelijen pada masa pemerintahan Shaddam Husein. Allah mengaruniakan ia taubat setelah penjajahan Amerika menginjakkan kaki di tanah Khalifah Harun Ar-Rasyid.

Intelijen yang Digunakan Fi Sabilillah

Ia pun bergabung dengan al-Qaidah fi Biladirrafidain setelah dibentuk. Shaddam mengikuti perjalanan jihad kelompok yang paling ditarget oleh Amerika itu. Hingga akhirnya Allah mentakdirkan berdirinya Daulah Islam Irak. Shaddam pun berbai’at kepada Daulah yang diberkaahi itu.

Ia pun menggunakan keahliannya dalam intelijen, yang pernah yang ia dapatkan selama menjabat menjadi aparat intelijen, untuk memerangi Amerika di Baghdad bersama mujahidin lain, di antaranya adalah Dr Fathi rahimahullah. Atas karunia Allah kemudian ketangkasan Shaddam, pesawat, tnk-tank dan kendaraan militer militer Amerika luluh lantak di hadapan mujahidin.

Pada suatu hari, Shaddam menghubungi ikhwah dengan menggunakan ponsel dan memberitahukan mereka bahwa ia mendapatkan rumah kosong untuk bermalam. Ternyata Shaddam sengaja menggunakan ponsel agar bisa dilacak oleh AS. Benar saja, Amerika pun mempersiapkan strategi untuk menyerang mujahidin.

Sejam setelah komunikasi itu, Shaddam menaruh ponsel tersebut di dalam rumah kosong itu dalam keadaan aktif. Pesawat Amerika pun datang meraung-raung di atas rumah itu. Tentara di turunkan untuk melakukan penyergapan. Setelah tentara AS masuk, Shaddam meledakkan rumah itu dan 20 lebih personel tentara AS tewas dalam operasi brilian itu.

Keberanian Sang Mujahid

Adalah Amerika senantias mengadakan pos pemeriksaan sementara untuk melacak gerakan bom mobil operasi mujahidin. Dan faks-faksi mujahidin sangat waspada dengan pos-pos pemeriksaan seperti itu.

Namun sang mujahid Shaddam al’-Ayyal maju ke depan dengan menembakkan pelurunya ke arah pos pemeriksaan dengan menggunakan senjata ringan. Padahal untuk pos seperti itu tidak bisa diserang kecual menggunakan senjata berat. Oleh karena itu, ikhwah muajhidin menyebutnya “gila karena aksi itu.

Beliau pun melakukan puluhan operasi ightiyal terhadap tookoh-tokoh rafidhah dan shahawat. Setelah melalui jihad yang panjang, Shaddam akhirnya ditangkap oleh Amerika dan diserahkan kepada pemerintah rafidhah serta dipenjara selama 6 tahun.

Pada hari Kamis (13/03/14) pemerintah Ibnu al’Alqami Irak melaksanakan hukuman eksekusi mati terhadap Shaddam al-‘Ayyal. Beberapa hari sebelumnya, ibu Shaddam mengunjunginya dan membawakan untuknya makanan. Beliau pun meminta sang anak untuk makan di hadapannya. Dan hari itulah terakhir pertemuan indah antara sang ibu dengan anak. Semoga Allah pertemukan di surga kelak, bersanding bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

[usamah]

Komandan Daulah Islam Irak yang Brilian Dieksekusi Rezim Irak

Mujahid Daulah Islam Irak dan Syam, Abu Hamzah al-Muhajir, menyampaikan kabar duka dan sekaligus berbelasungkawa atas gugur seroang mujahid yang gagah berani nan brilian pada hari Kamis (13/03014. Beliau adalah Shaddam al’-Ayyal, salah seorang amir wilayah Baghdad. Shaddam gugur dieksekusi oleh pemerintah rafidhah Irak.

Shaddam al’-Ayyal adalah perwira intelijen pada masa pemerintahan Shaddam Husein. Allah mengaruniakan ia taubat setelah penjajahan Amerika menginjakkan kaki di tanah Khalifah Harun Ar-Rasyid.

Intelijen yang Digunakan Fi Sabilillah

Ia pun bergabung dengan al-Qaidah fi Biladirrafidain setelah dibentuk. Shaddam mengikuti perjalanan jihad kelompok yang paling ditarget oleh Amerika itu. Hingga akhirnya Allah mentakdirkan berdirinya Daulah Islam Irak. Shaddam pun berbai’at kepada Daulah yang diberkaahi itu.

Ia pun menggunakan keahliannya dalam intelijen, yang pernah yang ia dapatkan selama menjabat menjadi aparat intelijen, untuk memerangi Amerika di Baghdad bersama mujahidin lain, di antaranya adalah Dr Fathi rahimahullah. Atas karunia Allah kemudian ketangkasan Shaddam, pesawat, tnk-tank dan kendaraan militer militer Amerika luluh lantak di hadapan mujahidin.

Pada suatu hari, Shaddam menghubungi ikhwah dengan menggunakan ponsel dan memberitahukan mereka bahwa ia mendapatkan rumah kosong untuk bermalam. Ternyata Shaddam sengaja menggunakan ponsel agar bisa dilacak oleh AS. Benar saja, Amerika pun mempersiapkan strategi untuk menyerang mujahidin.

Sejam setelah komunikasi itu, Shaddam menaruh ponsel tersebut di dalam rumah kosong itu dalam keadaan aktif. Pesawat Amerika pun datang meraung-raung di atas rumah itu. Tentara di turunkan untuk melakukan penyergapan. Setelah tentara AS masuk, Shaddam meledakkan rumah itu dan 20 lebih personel tentara AS tewas dalam operasi brilian itu.

Keberanian Sang Mujahid

Adalah Amerika senantias mengadakan pos pemeriksaan sementara untuk melacak gerakan bom mobil operasi mujahidin. Dan faks-faksi mujahidin sangat waspada dengan pos-pos pemeriksaan seperti itu.

Namun sang mujahid Shaddam al’-Ayyal maju ke depan dengan menembakkan pelurunya ke arah pos pemeriksaan dengan menggunakan senjata ringan. Padahal untuk pos seperti itu tidak bisa diserang kecual menggunakan senjata berat. Oleh karena itu, ikhwah muajhidin menyebutnya “gila karena aksi itu.

Beliau pun melakukan puluhan operasi ightiyal terhadap tookoh-tokoh rafidhah dan shahawat. Setelah melalui jihad yang panjang, Shaddam akhirnya ditangkap oleh Amerika dan diserahkan kepada pemerintah rafidhah serta dipenjara selama 6 tahun.

Pada hari Kamis (13/03/14) pemerintah Ibnu al’Alqami Irak melaksanakan hukuman eksekusi mati terhadap Shaddam al-‘Ayyal. Beberapa hari sebelumnya, ibu Shaddam mengunjunginya dan membawakan untuknya makanan. Beliau pun meminta sang anak untuk makan di hadapannya. Dan hari itulah terakhir pertemuan indah antara sang ibu dengan anak. Semoga Allah pertemukan di surga kelak, bersanding bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

[usamah]

Posted at 16.40 |  by Harian Muslim

Selasa, 11 Maret 2014

Alhamdulillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,

Majlis Al-Mujamma Al-Fiqhi Al-Islami, di bawah Rabithah Alam Islami, pada pertemua ke-11 yang diadakan di Mekah Al-Mukarramah, tanggal 13 – 20 Rajab 1409 H, bertepatan dengan 19 – 26 Februari 1989 M, membahas tentang zakat tanah yang disewakan. Setelah menimbang berbagai pendapat dan masukan anggota, majlis secara mayoritas memutuskan,

Pertama, tanah yang disiapkan untuk bangunan tempat tinggal sendiri, termasuk Amwal Al-Qiniyah (harta yang murni untuk dimanfaatkan bukan untuk dijual). Sehingga tidak wajib zakat secara mutlak. Baik zakat untuk nilai tanahnya atau zakat nilai sewanya.

Kedua, tanah yang direncanakan untuk diperdagangkan wajib dizakati mengacu pada nilai jualnya. Perhitungan nilai jualnya ketika sudah berlalu satu tahun.

Ketiga, tanah yang disewakan, wajib dizakati untuk nilai sewanya saja dan bukan nilai harganya.

Keempat, mengingat bahwa uang sewa merupakan tanggung jawab penyewa sejak dilakukan akad sewa maka kewajiban zakat nilai sewa pada saat terpenuhinya haul (satu tahun), dihitung sejak akad sewa setelah menerima uang dari penyewa.

Kelima, besar zakat nilai tanah yang diperjual belikan atau besar zakat nilai sewa tanah adalah 2,5%, sebagaimana mata uang.

Wa shallallahu ‘ala sayidina Muhammadin, wa ‘ala aalihi wa shahbihii wa sallah tasliman katsira, walhamdu lillahi rabbbil ‘alamiin

Keputusan Al-Mujamma Al-Fiqhi Al-Islami (Lembaga Syariah di bawah Rabithah Alam Islami) tentang Zakat Tanah/Rumah yang Disewakan,

Alhamdulillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,

Majlis Al-Mujamma Al-Fiqhi Al-Islami, di bawah Rabithah Alam Islami, pada pertemua ke-11 yang diadakan di Mekah Al-Mukarramah, tanggal 13 – 20 Rajab 1409 H, bertepatan dengan 19 – 26 Februari 1989 M, membahas tentang zakat tanah yang disewakan. Setelah menimbang berbagai pendapat dan masukan anggota, majlis secara mayoritas memutuskan,

Pertama, tanah yang disiapkan untuk bangunan tempat tinggal sendiri, termasuk Amwal Al-Qiniyah (harta yang murni untuk dimanfaatkan bukan untuk dijual). Sehingga tidak wajib zakat secara mutlak. Baik zakat untuk nilai tanahnya atau zakat nilai sewanya.

Kedua, tanah yang direncanakan untuk diperdagangkan wajib dizakati mengacu pada nilai jualnya. Perhitungan nilai jualnya ketika sudah berlalu satu tahun.

Ketiga, tanah yang disewakan, wajib dizakati untuk nilai sewanya saja dan bukan nilai harganya.

Keempat, mengingat bahwa uang sewa merupakan tanggung jawab penyewa sejak dilakukan akad sewa maka kewajiban zakat nilai sewa pada saat terpenuhinya haul (satu tahun), dihitung sejak akad sewa setelah menerima uang dari penyewa.

Kelima, besar zakat nilai tanah yang diperjual belikan atau besar zakat nilai sewa tanah adalah 2,5%, sebagaimana mata uang.

Wa shallallahu ‘ala sayidina Muhammadin, wa ‘ala aalihi wa shahbihii wa sallah tasliman katsira, walhamdu lillahi rabbbil ‘alamiin

Posted at 22.43 |  by Harian Muslim

Senin, 10 Maret 2014



Syarat seseorang wajib mengeluarkan zakat adalah sebagai berikut:
  1. Islam
  2. Merdeka
  3. Berakal dan baligh
  4. Memiliki nishab

Makna nishab di sini adalah ukuran atau batas terendah yang telah ditetapkan oleh syar’i (agama) untuk menjadi pedoman menentukan kewajiban mengeluarkan zakat bagi yang memilikinya, jika telah sampai ukuran tersebut. Orang yang memiliki harta dan telah mencapai nishab atau lebih, diwajibkan mengeluarkan zakat dengan dasar firman Allah,

“Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: ‘Yang lebih dari keperluan.’ Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berpikir.” (Qs. Al Baqarah: 219)

Makna al afwu (dalam ayat tersebut-red), adalah harta yang telah melebihi kebutuhan. Oleh karena itu, Islam menetapkan nishab sebagai ukuran kekayaan seseorang.

Syarat-syarat nishab adalah sebagai berikut:

1. Harta tersebut di luar kebutuhan yang harus dipenuhi seseorang, seperti makanan, pakaian, tempat tinggal, kendaraan, dan alat yang dipergunakan untuk mata pencaharian.

2. Harta yang akan dizakati telah berjalan selama satu tahun (haul) terhitung dari hari kepemilikan nishab dengan dalil hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Tidak ada zakat atas harta, kecuali yang telah melampaui satu haul (satu tahun).” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dihasankan oleh Syaikh al AlBani)

Dikecualikan dari hal ini, yaitu zakat pertanian dan buah-buahan. Karena zakat pertanian dan buah-buahan diambil ketika panen. Demikian juga zakat harta karun (rikaz) yang diambil ketika menemukannya.

Misalnya, jika seorang muslim memiliki 35 ekor kambing, maka ia tidak diwajibkan zakat karena nishab bagi kambing itu 40 ekor. Kemudian jika kambing-kambing tersebut berkembang biak sehingga mencapai 40 ekor, maka kita mulai menghitung satu tahun setelah sempurna nishab tersebut.

Nishab, Ukuran dan Cara Mengeluarkan Zakatnya

1. Nishab emas

Nishab emas sebanyak 20 dinar. Dinar yang dimaksud adalah dinar Islam.
1 dinar = 4,25 gr emas
Jadi, 20 dinar = 85gr emas murni.

Dalil nishab ini adalah sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

“Tidak ada kewajiban atas kamu sesuatupun – yaitu dalam emas – sampai memiliki 20 dinar. Jika telah memiliki 20 dinar dan telah berlalu satu haul, maka terdapat padanya zakat ½ dinar. Selebihnya dihitung sesuai dengan hal itu, dan tidak ada zakat pada harta, kecuali setelah satu haul.” (HR. Abu Daud, Tirmidzi)

Dari nishab tersebut, diambil 2,5% atau 1/40. Dan jika lebih dari nishab dan belum sampai pada ukuran kelipatannya, maka diambil dan diikutkan dengan nishab awal. Demikian menurut pendapat yang paling kuat.

Contoh:
Seseorang memiliki 87 gr emas yang disimpan. Maka, jika telah sampai haulnya, wajib atasnya untuk mengeluarkan zakatnya, yaitu 1/40 x 87gr = 2,175 gr atau uang seharga tersebut.

2. Nishab perak

Nishab perak adalah 200 dirham. Setara dengan 595 gr, sebagaimana hitungan Syaikh Muhammad Shalih Al Utsaimin dalam Syarhul Mumti’ 6/104 dan diambil darinya 2,5% dengan perhitungan sama dengan emas.

3. Nishab binatang ternak

Syarat wajib zakat binatang ternak sama dengan di atas, ditambah satu syarat lagi, yaitu binatanngya lebih sering digembalakan di padang rumput yang mubah daripada dicarikan makanan.

“Dan dalam zakat kambing yang digembalakan di luar, kalau sampai 40 ekor sampai 120 ekor…” (HR. Bukhari)

Sedangkan ukuran nishab dan yang dikeluarkan zakatnya adalah sebagai berikut:

a. Onta
Nishab onta adalah 5 ekor.
Dengan pertimbangan di negara kita tidak ada yang memiliki ternak onta, maka nishab onta tidak kami jabarkan secara rinci -red.

b. Sapi
Nishab sapi adalah 30 ekor. Apabila kurang dari 30 ekor, maka tidak ada zakatnya.

Cara perhitungannya adalah sebagai berikut:

Jumlah Sapi

Jumlah yang dikeluarkan

30-39 ekor

1 ekor tabi’ atau tabi’ah

40-59 ekor

1 ekor musinah

60 ekor

2 ekor tabi’ atau 2 ekor tabi’ah

70 ekor

1 ekor tabi dan 1 ekor musinnah

80 ekor

2 ekor musinnah

90 ekor

3 ekor tabi’

100 ekor

2 ekor tabi’ dan 1 ekor musinnah

Keterangan:

  1. Tabi’ dan tabi’ah adalah sapi jantan dan betina yang berusia setahun.
  2. Musinnah adalah sapi betina yang berusia 2 tahun.
  3. Setiap 30 ekor sapi, zakatnya adalah 1 ekor tabi’ dan setiap 40 ekor sapi, zakatnya adalah 1 ekor musinnah.

c. Kambing

Nishab kambing adalah 40 ekor. Perhitungannya adalah sebagai berikut:

Jumlah Kambing

Jumlah yang dikeluarkan

40 ekor

1 ekor kambing

120 ekor

2 ekor kambing

201 – 300 ekor

3 ekor kambing

> 300 ekor

setiap 100, 1 ekor kambing

4. Nishab hasil pertanian

Zakat hasil pertanian dan buah-buahan disyari’atkan dalam Islam dengan dasar firman Allah Subhanahu wa Ta’ala, “Dan Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung, pohon korma, tanam-tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya), dan tidak sama (rasanya). Makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam itu) bila dia berbuah, dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan dikeluarkan zakatnya); dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (Qs. Al-An’am: 141)

Adapun nishabnya ialah 5 wasaq, berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

“Zakat itu tidak ada yang kurang dari 5 wasaq.” (Muttafaqun ‘alaihi)

Satu wasaq setara dengan 60 sha’ (menurut kesepakatan ulama, silakan lihat penjelasan Ibnu Hajar dalam Fathul Bari 3/364). Sedangkan 1 sha’ setara dengan 2,175 kg atau 3 kg. Demikian menurut takaaran Lajnah Daimah li Al Fatwa wa Al Buhuts Al Islamiyah (Komite Tetap Fatwa dan Penelitian Islam Saudi Arabia). Berdasarkan fatwa dan ketentuan resmi yang berlaku di Saudi Arabia, maka nishab zakat hasil pertanian adalah 300 sha’ x 3 kg = 900 kg. Adapun ukuran yang dikeluarkan, bila pertanian itu didapatkan dengan cara pengairan (atau menggunakan alat penyiram tanaman), maka zakatnya sebanyak 1/20 (5%). Dan jika pertanian itu diairi dengan hujan (tadah hujan), maka zakatnya sebanyak 1/10 (10%). Ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Pada yang disirami oleh sungai dan hujan, maka sepersepuluh (1/10); dan yang disirami dengan pengairan (irigasi), maka seperduapuluh (1/20).” (HR. Muslim 2/673)

Misalnya: Seorang petani berhasil menuai hasil panennya sebanyak 1000 kg. Maka ukuran zakat yang dikeluarkan bila dengan pengairan (alat siram tanaman) adalah 1000 x 1/20 = 50 kg. Bila tadah hujan, sebanyak 1000 x 1/10 = 100 kg

5. Nishab barang dagangan

Pensyariatan zakat barang dagangan masih diperselisihkan para ulama. Menurut pendapat yang mewajibkan zakat perdagangan, nishab dan ukuran zakatnya sama dengan nishab dan ukuran zakat emas.

Adapun syarat-syarat mengeluarkan zakat perdagangan sama dengan syarat-syarat yang ada pada zakat yang lain, dan ditambah dengan 3 syarat lainnya:

1) Memilikinya dengan tidak dipaksa, seperti dengan membeli, menerima hadiah, dan yang sejenisnya.
2) Memilikinya dengan niat untuk perdagangan.
3) Nilainya telah sampai nishab.

Seorang pedagang harus menghitung jumlah nilai barang dagangan dengan harga asli (beli), lalu digabungkan dengan keuntungan bersih setelah dipotong hutang.

Misalnya: Seorang pedagang menjumlah barang dagangannya pada akhir tahun dengan jumlah total sebesar Rp. 200.000.000 dan laba bersih sebesar Rp. 50.000.000. Sementara itu, ia memiliki hutang sebanyak Rp. 100.000.000. Maka perhitungannya sebagai berikut:

Modal – Hutang:

Rp. 200.000.000 – Rp. 100.000.000 = Rp. 100.000.000

Jadi jumlah harta zakat adalah:

Rp. 100.000.000 + Rp. 50.000.000 = Rp. 150.000.000

Zakat yang harus dibayarkan:

Rp. 150.000.000 x 2,5 % = Rp. 3.750.000

6. Nishab harta karun

Harta karun yang ditemukan, wajib dizakati secara langsung tanpa mensyaratkan nishab dan haul, berdasarkan keumuman sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Dalam harta temuan terdapat seperlima (1/5) zakatnya.” (HR. Muttafaqun alaihi)

Cara Menghitung Nishab

Dalam menghitung nishab terjadi perbedaan pendapat. Yaitu pada masalah, apakah yang dilihat nishab selama setahun ataukah hanya dilihat pada awal dan akhir tahun saja?

Imam Nawawi berkata, “Menurut mazhab kami (Syafi’i), mazhab Malik, Ahmad, dan jumhur, adalah disyaratkan pada harta yang wajib dikeluarkan zakatnya – dan (dalam mengeluarkan zakatnya) berpedoman pada hitungan haul, seperti: emas, perak, dan binatang ternak- keberadaan nishab pada semua haul (selama setahun). Sehingga, kalau nishab tersebut berkurang pada satu ketika dari haul, maka terputuslah hitungan haul. Dan kalau sempurna lagi setelah itu, maka dimulai perhitungannya lagi, ketika sempurna nishab tersebut.” (Dinukil dari Sayyid Sabiq dari ucapannya dalam Fiqh as-Sunnah 1/468). Inilah pendapat yang rajih (paling kuat -ed) insya Allah. Misalnya nishab tercapai pada bulan Muharram 1423 H, lalu bulan Rajab pada tahun itu ternyata hartanya berkurang dari nishabnya. Maka terhapuslah perhitungan nishabnya. Kemudian pada bulan Ramadhan (pada tahun itu juga) hartanya bertambah hingga mencapai nishab, maka dimulai lagi perhitungan pertama dari bulan Ramadhan tersebut. Demikian seterusnya sampai mencapai satu tahun sempurna, lalu dikeluarkannya zakatnya. Demikian tulisan singkat ini, mudah-mudahan bermanfaat.

***

Diringkas dari tulisan: Ustadz Kholid Syamhudi, Lc.
Dipublikasikan ulang oleh www.muslim.or.id

Syarat Wajib dan Cara Mengeluarkan Zakat Mal



Syarat seseorang wajib mengeluarkan zakat adalah sebagai berikut:
  1. Islam
  2. Merdeka
  3. Berakal dan baligh
  4. Memiliki nishab

Makna nishab di sini adalah ukuran atau batas terendah yang telah ditetapkan oleh syar’i (agama) untuk menjadi pedoman menentukan kewajiban mengeluarkan zakat bagi yang memilikinya, jika telah sampai ukuran tersebut. Orang yang memiliki harta dan telah mencapai nishab atau lebih, diwajibkan mengeluarkan zakat dengan dasar firman Allah,

“Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: ‘Yang lebih dari keperluan.’ Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berpikir.” (Qs. Al Baqarah: 219)

Makna al afwu (dalam ayat tersebut-red), adalah harta yang telah melebihi kebutuhan. Oleh karena itu, Islam menetapkan nishab sebagai ukuran kekayaan seseorang.

Syarat-syarat nishab adalah sebagai berikut:

1. Harta tersebut di luar kebutuhan yang harus dipenuhi seseorang, seperti makanan, pakaian, tempat tinggal, kendaraan, dan alat yang dipergunakan untuk mata pencaharian.

2. Harta yang akan dizakati telah berjalan selama satu tahun (haul) terhitung dari hari kepemilikan nishab dengan dalil hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Tidak ada zakat atas harta, kecuali yang telah melampaui satu haul (satu tahun).” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dihasankan oleh Syaikh al AlBani)

Dikecualikan dari hal ini, yaitu zakat pertanian dan buah-buahan. Karena zakat pertanian dan buah-buahan diambil ketika panen. Demikian juga zakat harta karun (rikaz) yang diambil ketika menemukannya.

Misalnya, jika seorang muslim memiliki 35 ekor kambing, maka ia tidak diwajibkan zakat karena nishab bagi kambing itu 40 ekor. Kemudian jika kambing-kambing tersebut berkembang biak sehingga mencapai 40 ekor, maka kita mulai menghitung satu tahun setelah sempurna nishab tersebut.

Nishab, Ukuran dan Cara Mengeluarkan Zakatnya

1. Nishab emas

Nishab emas sebanyak 20 dinar. Dinar yang dimaksud adalah dinar Islam.
1 dinar = 4,25 gr emas
Jadi, 20 dinar = 85gr emas murni.

Dalil nishab ini adalah sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

“Tidak ada kewajiban atas kamu sesuatupun – yaitu dalam emas – sampai memiliki 20 dinar. Jika telah memiliki 20 dinar dan telah berlalu satu haul, maka terdapat padanya zakat ½ dinar. Selebihnya dihitung sesuai dengan hal itu, dan tidak ada zakat pada harta, kecuali setelah satu haul.” (HR. Abu Daud, Tirmidzi)

Dari nishab tersebut, diambil 2,5% atau 1/40. Dan jika lebih dari nishab dan belum sampai pada ukuran kelipatannya, maka diambil dan diikutkan dengan nishab awal. Demikian menurut pendapat yang paling kuat.

Contoh:
Seseorang memiliki 87 gr emas yang disimpan. Maka, jika telah sampai haulnya, wajib atasnya untuk mengeluarkan zakatnya, yaitu 1/40 x 87gr = 2,175 gr atau uang seharga tersebut.

2. Nishab perak

Nishab perak adalah 200 dirham. Setara dengan 595 gr, sebagaimana hitungan Syaikh Muhammad Shalih Al Utsaimin dalam Syarhul Mumti’ 6/104 dan diambil darinya 2,5% dengan perhitungan sama dengan emas.

3. Nishab binatang ternak

Syarat wajib zakat binatang ternak sama dengan di atas, ditambah satu syarat lagi, yaitu binatanngya lebih sering digembalakan di padang rumput yang mubah daripada dicarikan makanan.

“Dan dalam zakat kambing yang digembalakan di luar, kalau sampai 40 ekor sampai 120 ekor…” (HR. Bukhari)

Sedangkan ukuran nishab dan yang dikeluarkan zakatnya adalah sebagai berikut:

a. Onta
Nishab onta adalah 5 ekor.
Dengan pertimbangan di negara kita tidak ada yang memiliki ternak onta, maka nishab onta tidak kami jabarkan secara rinci -red.

b. Sapi
Nishab sapi adalah 30 ekor. Apabila kurang dari 30 ekor, maka tidak ada zakatnya.

Cara perhitungannya adalah sebagai berikut:

Jumlah Sapi

Jumlah yang dikeluarkan

30-39 ekor

1 ekor tabi’ atau tabi’ah

40-59 ekor

1 ekor musinah

60 ekor

2 ekor tabi’ atau 2 ekor tabi’ah

70 ekor

1 ekor tabi dan 1 ekor musinnah

80 ekor

2 ekor musinnah

90 ekor

3 ekor tabi’

100 ekor

2 ekor tabi’ dan 1 ekor musinnah

Keterangan:

  1. Tabi’ dan tabi’ah adalah sapi jantan dan betina yang berusia setahun.
  2. Musinnah adalah sapi betina yang berusia 2 tahun.
  3. Setiap 30 ekor sapi, zakatnya adalah 1 ekor tabi’ dan setiap 40 ekor sapi, zakatnya adalah 1 ekor musinnah.

c. Kambing

Nishab kambing adalah 40 ekor. Perhitungannya adalah sebagai berikut:

Jumlah Kambing

Jumlah yang dikeluarkan

40 ekor

1 ekor kambing

120 ekor

2 ekor kambing

201 – 300 ekor

3 ekor kambing

> 300 ekor

setiap 100, 1 ekor kambing

4. Nishab hasil pertanian

Zakat hasil pertanian dan buah-buahan disyari’atkan dalam Islam dengan dasar firman Allah Subhanahu wa Ta’ala, “Dan Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung, pohon korma, tanam-tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya), dan tidak sama (rasanya). Makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam itu) bila dia berbuah, dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan dikeluarkan zakatnya); dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (Qs. Al-An’am: 141)

Adapun nishabnya ialah 5 wasaq, berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

“Zakat itu tidak ada yang kurang dari 5 wasaq.” (Muttafaqun ‘alaihi)

Satu wasaq setara dengan 60 sha’ (menurut kesepakatan ulama, silakan lihat penjelasan Ibnu Hajar dalam Fathul Bari 3/364). Sedangkan 1 sha’ setara dengan 2,175 kg atau 3 kg. Demikian menurut takaaran Lajnah Daimah li Al Fatwa wa Al Buhuts Al Islamiyah (Komite Tetap Fatwa dan Penelitian Islam Saudi Arabia). Berdasarkan fatwa dan ketentuan resmi yang berlaku di Saudi Arabia, maka nishab zakat hasil pertanian adalah 300 sha’ x 3 kg = 900 kg. Adapun ukuran yang dikeluarkan, bila pertanian itu didapatkan dengan cara pengairan (atau menggunakan alat penyiram tanaman), maka zakatnya sebanyak 1/20 (5%). Dan jika pertanian itu diairi dengan hujan (tadah hujan), maka zakatnya sebanyak 1/10 (10%). Ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Pada yang disirami oleh sungai dan hujan, maka sepersepuluh (1/10); dan yang disirami dengan pengairan (irigasi), maka seperduapuluh (1/20).” (HR. Muslim 2/673)

Misalnya: Seorang petani berhasil menuai hasil panennya sebanyak 1000 kg. Maka ukuran zakat yang dikeluarkan bila dengan pengairan (alat siram tanaman) adalah 1000 x 1/20 = 50 kg. Bila tadah hujan, sebanyak 1000 x 1/10 = 100 kg

5. Nishab barang dagangan

Pensyariatan zakat barang dagangan masih diperselisihkan para ulama. Menurut pendapat yang mewajibkan zakat perdagangan, nishab dan ukuran zakatnya sama dengan nishab dan ukuran zakat emas.

Adapun syarat-syarat mengeluarkan zakat perdagangan sama dengan syarat-syarat yang ada pada zakat yang lain, dan ditambah dengan 3 syarat lainnya:

1) Memilikinya dengan tidak dipaksa, seperti dengan membeli, menerima hadiah, dan yang sejenisnya.
2) Memilikinya dengan niat untuk perdagangan.
3) Nilainya telah sampai nishab.

Seorang pedagang harus menghitung jumlah nilai barang dagangan dengan harga asli (beli), lalu digabungkan dengan keuntungan bersih setelah dipotong hutang.

Misalnya: Seorang pedagang menjumlah barang dagangannya pada akhir tahun dengan jumlah total sebesar Rp. 200.000.000 dan laba bersih sebesar Rp. 50.000.000. Sementara itu, ia memiliki hutang sebanyak Rp. 100.000.000. Maka perhitungannya sebagai berikut:

Modal – Hutang:

Rp. 200.000.000 – Rp. 100.000.000 = Rp. 100.000.000

Jadi jumlah harta zakat adalah:

Rp. 100.000.000 + Rp. 50.000.000 = Rp. 150.000.000

Zakat yang harus dibayarkan:

Rp. 150.000.000 x 2,5 % = Rp. 3.750.000

6. Nishab harta karun

Harta karun yang ditemukan, wajib dizakati secara langsung tanpa mensyaratkan nishab dan haul, berdasarkan keumuman sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Dalam harta temuan terdapat seperlima (1/5) zakatnya.” (HR. Muttafaqun alaihi)

Cara Menghitung Nishab

Dalam menghitung nishab terjadi perbedaan pendapat. Yaitu pada masalah, apakah yang dilihat nishab selama setahun ataukah hanya dilihat pada awal dan akhir tahun saja?

Imam Nawawi berkata, “Menurut mazhab kami (Syafi’i), mazhab Malik, Ahmad, dan jumhur, adalah disyaratkan pada harta yang wajib dikeluarkan zakatnya – dan (dalam mengeluarkan zakatnya) berpedoman pada hitungan haul, seperti: emas, perak, dan binatang ternak- keberadaan nishab pada semua haul (selama setahun). Sehingga, kalau nishab tersebut berkurang pada satu ketika dari haul, maka terputuslah hitungan haul. Dan kalau sempurna lagi setelah itu, maka dimulai perhitungannya lagi, ketika sempurna nishab tersebut.” (Dinukil dari Sayyid Sabiq dari ucapannya dalam Fiqh as-Sunnah 1/468). Inilah pendapat yang rajih (paling kuat -ed) insya Allah. Misalnya nishab tercapai pada bulan Muharram 1423 H, lalu bulan Rajab pada tahun itu ternyata hartanya berkurang dari nishabnya. Maka terhapuslah perhitungan nishabnya. Kemudian pada bulan Ramadhan (pada tahun itu juga) hartanya bertambah hingga mencapai nishab, maka dimulai lagi perhitungan pertama dari bulan Ramadhan tersebut. Demikian seterusnya sampai mencapai satu tahun sempurna, lalu dikeluarkannya zakatnya. Demikian tulisan singkat ini, mudah-mudahan bermanfaat.

***

Diringkas dari tulisan: Ustadz Kholid Syamhudi, Lc.
Dipublikasikan ulang oleh www.muslim.or.id

Posted at 18.54 |  by Harian Muslim

Rabu, 05 Maret 2014

RAMALLAH  -Kondisi kesehatan sekelompok tahanan Palestina secara serius telah memburuk di penjara Shatta "Israel", sumber hak asasi manusia mengungkapkan, sebagaimana dilansir oleh The Palestinian Information Center, Senin (3/3/2014).

Menurut the Palestinian Prisoner Society (PPS), seorang tahanan Iyad Istiti, yang melakukan mogok makan selama sembilan hari sejak awal Februari karena menuntut pemindahannya dari penjara Ashkelon, telah menderita radang paru-paru dan radang usus di mana ia hanya menerima obat penghilang rasa sakit.

Seorang tahanan yang lain, Usman Said, dari Jenin, telah menderita gangguan kesehatan pada ginjal, hati, paru-paru dan perut, di samping sering mengalami perdarahan. Ia ditahan di rumah sakit penjara Ramle, namun dia tidak mendapatkan perawatan medis.

Said menegaskan bahwa ia menderita penyakit ini setelah mengunjungi seorang dokter gigi "Israel" yang menggunakan alat-alat medis tidak steril ketika memeriksa giginya, yang menyebabkan penularan virus.

Kamal Abu Waar, dari Jenin, menderita sakit parah pada hati dan ginjalnya. Ia menjalani tes darah tanpa menerima hasil apapun.

Disamping itu, tahanan Muhammad Abid Rabbo menderita migrain dan pendarahan dan sering pingsan. (ameera/arrahmah.com)

Kondisi kesehatan beberapa tahanan Palestina di penjara 'Israel" sangat memburuk

RAMALLAH  -Kondisi kesehatan sekelompok tahanan Palestina secara serius telah memburuk di penjara Shatta "Israel", sumber hak asasi manusia mengungkapkan, sebagaimana dilansir oleh The Palestinian Information Center, Senin (3/3/2014).

Menurut the Palestinian Prisoner Society (PPS), seorang tahanan Iyad Istiti, yang melakukan mogok makan selama sembilan hari sejak awal Februari karena menuntut pemindahannya dari penjara Ashkelon, telah menderita radang paru-paru dan radang usus di mana ia hanya menerima obat penghilang rasa sakit.

Seorang tahanan yang lain, Usman Said, dari Jenin, telah menderita gangguan kesehatan pada ginjal, hati, paru-paru dan perut, di samping sering mengalami perdarahan. Ia ditahan di rumah sakit penjara Ramle, namun dia tidak mendapatkan perawatan medis.

Said menegaskan bahwa ia menderita penyakit ini setelah mengunjungi seorang dokter gigi "Israel" yang menggunakan alat-alat medis tidak steril ketika memeriksa giginya, yang menyebabkan penularan virus.

Kamal Abu Waar, dari Jenin, menderita sakit parah pada hati dan ginjalnya. Ia menjalani tes darah tanpa menerima hasil apapun.

Disamping itu, tahanan Muhammad Abid Rabbo menderita migrain dan pendarahan dan sering pingsan. (ameera/arrahmah.com)

Posted at 15.38 |  by Harian Muslim

Selasa, 04 Maret 2014

IRAK  – Selasa (04/03/14) halaman berita di jejaring sosial Akhbarul Irak melaporkan, ada seorang dokter di Irak mengumumkan penyebaran AIDS di Najaf, kota suci bagi syiah, akibat nikah mut’ah dan memintah agar ulama syiah menghentikannya.

Dr Hussein Abdullah al-Jabiry, Ketua Institute Penangan Penyakit Menular di kota Najaf, utara Baghdad, menegaskan bahwa rata-rata penderita penyakit AIDS di kota Najaf mayoritas dari pemeluk syiah.. ia menambahkan bahwapenyebaran penyakit AIDS ini adalah fenomena praktik nikah mut’ah.terlebih para pengunjung syiah yang datang dari Iran dan Pakistan.

Al-Jabiry mengkritik para pembesar-pembesar syiah itu yang mencatat pernikahan kontran antara pemuda dan pemudi, di mana kawin kontrak tersebut tidak melebihi 1 minggu bahkan ada yang cuma sehari semalam.

Oleh karena itu, al-Jabiry meminta pihak al-Hauzah al-‘Ilmiyyah dan marja’iyyat (ulama-ulama syiah) untuk menghentikan kawin kontrak untuk periode mendatang hingga Departemen Kesehatan memberikan ketentuan untuk mengatasi krisis ini. Terlebih yang datang dari Iran dan melangsungkan kawin kontrak atas perestuan sayyid tanpa diketahui ia mengidap penyakit apa. Perlu disebutkan, Najaf mencatat rekor tertinggi bulan lalu di mana pengidap penyakit AIDS melebihi 80 kausus dan lebih dari 4000 pecandu narkoba Iran.[usamah/iraq/voa islam]

Kota Suci Kaum Syiah Dilanda Penyakit AIDS Akibat Kawin Kontrak

IRAK  – Selasa (04/03/14) halaman berita di jejaring sosial Akhbarul Irak melaporkan, ada seorang dokter di Irak mengumumkan penyebaran AIDS di Najaf, kota suci bagi syiah, akibat nikah mut’ah dan memintah agar ulama syiah menghentikannya.

Dr Hussein Abdullah al-Jabiry, Ketua Institute Penangan Penyakit Menular di kota Najaf, utara Baghdad, menegaskan bahwa rata-rata penderita penyakit AIDS di kota Najaf mayoritas dari pemeluk syiah.. ia menambahkan bahwapenyebaran penyakit AIDS ini adalah fenomena praktik nikah mut’ah.terlebih para pengunjung syiah yang datang dari Iran dan Pakistan.

Al-Jabiry mengkritik para pembesar-pembesar syiah itu yang mencatat pernikahan kontran antara pemuda dan pemudi, di mana kawin kontrak tersebut tidak melebihi 1 minggu bahkan ada yang cuma sehari semalam.

Oleh karena itu, al-Jabiry meminta pihak al-Hauzah al-‘Ilmiyyah dan marja’iyyat (ulama-ulama syiah) untuk menghentikan kawin kontrak untuk periode mendatang hingga Departemen Kesehatan memberikan ketentuan untuk mengatasi krisis ini. Terlebih yang datang dari Iran dan melangsungkan kawin kontrak atas perestuan sayyid tanpa diketahui ia mengidap penyakit apa. Perlu disebutkan, Najaf mencatat rekor tertinggi bulan lalu di mana pengidap penyakit AIDS melebihi 80 kausus dan lebih dari 4000 pecandu narkoba Iran.[usamah/iraq/voa islam]

Posted at 15.25 |  by Harian Muslim

Selasa, 25 Februari 2014

Oleh: Badrul Tamam

Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam atas Rasulullah –Shallallahu 'Alaihi Wasallam-, keluarga dan parasahabatnya.

Terjadi perbedaan pendapat di kalangan ulama tentang tugas istri untuk mengerjakan pekerjaan rumah tangga suaminya seperti memasak, mencuci bajunya, merapikan tempat tidurnya, membersihan rumahnya; ada yang mengatakan itu wajib, ada pula yang tidak. Pendapat lebih kuat bahwa pekerjaan rumah tangga tersebut wajib ditunaikan oleh istri, hal ini berdasarkan beberapa nash dari Al-Qur'an dan Sunnah.

Pertama, firman Allah 'Azza wa Jalla:
“Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang makruf. Akan tetapi para suami mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada istrinya.” (QS. Al-Baqarah:

Keumuman ayat ini menunjukkan bahwa istri wajib melaksanakan tugas rumah tangga, sebagaimana laki-laki berkewajiban bekerja di luar rumah untuk mencari nafkah untuk istrinya. Adapun hubungan suami istri merupakan hak bersama keduanya.

Kedua, dalil dari hadits shahih, Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam dilayani dan dibantu segala pekerjaan rumah tangganya oleh para istri beliau. Seperti yang dijelaskan dalam hadits Maimunah Radhiyallahu 'Anha, ia berkata: Aku menyiapkan air untuk mandi janabat Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam.”

Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam pernah berkata kepada ‘Aisyah Radhiyallahu 'Anha, “Ambilkan untukku tikar untuk shalat di masjid.”

Perkataan ‘Aisyah dalam urusan Siwak Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam, “Aku ambil siwak, aku gigit-gigit dan haluskan, lalu aku berikan kepada Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam, kemudian beliau bersiwak dengannya.” Dan masih banyak lagi hadits-hadits shahih lainnya.

Ketiga, Fatimah pernah datang kepada Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam mengadukan kedua tangannya yang melepuh dan lecet karena banyaknya menggiling gandum. Ayahnya, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam tidak langsung meresponnya dengan memberikan pembantu yang diminta putrinya. Seandainya mengerjakan pekerjaan rumah tangga itu tidak wajib, Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam tidak akan membiarkan Ali Radhiyallahu 'Anhu memperkerjakan Fatimah menangani pekerjaan rumah tangganya.

Keempat, istri memegang pekerjaan urmah tangga sudah menjadi budaya di abad terbaik Islam. Seperti yang disampaikan Asma’ binti Abu Bakar Radhiyallahu 'Anhuma yang menceritakan kondisi bersama suaminya (Zubair bin Awwam Radhiyallahu 'Anhu), “saat Zubair menikahiku, ia tak punya apa-apa; baik harta dan budak, kecuali onta untuk penyiram lahan dan seekor kuda. Maka akulah yang memberi makan dan minum kudanya, menambal timbanya serta membuatkan adonan roti. Padahal aku bukanlah seorang yang pandai membuat roti. Karena itu, para tetanggaku dari kaum Anshar yang membuatkan roti, mereka wanita yang menepati janji.”

Dalam riwayat Muslim, dari jalur Thariq bin Abi Mulaikah, dari Asma’, ia berkata:

“Aku membantu Zubair mengerjakan pekerjaan rumah. Ia punya satu ekor kuda, dan aku-lah yang mengurusnya. Tidak ada pekerjaan rumah yang lebih berat bagiku melebihi mengurus kudanya itu. Aku mencarikan rumput dan memberinya makan.”

Sebagai ulama, sebagaimana disebutkan Al-Hafidz Ibnul Hajar di Fathul Baari, menjadikan kisah ini sebagai dalil wajibnya seorang istri menjalankan tugas/pelayanan yang dibutuhkan suaminya (di rumah) atau pekerjaan rumah tangga suaminya. Inilah pendapat Abu Tsaur. Sebagian ulama yang lain berpendapat bahwa pekerjaan rumah tangga hanya tathawwu’ (sunnah) atasnya, tidak harus. Kemudian Ibnul Hajar menyebutkan pendapat yang rajih, “Dan yang rajih dalam perkara itu dibawa kepada kebiasaan suatu negeri. Dan itu berbeda-beda pada masing-masing negeri.”

. . . Dan termasuk mu’asyarah yang baik kepada istri, seorang suami membantu pekerjaan rumah istrinya yang pantas ia kerjakan. . .

Menurut Ibnu Taimiyah bahwa istri wajib membantu pekerjaan rumah suaminya dengan cara yang ma’ruf (lumrah). Itu berbeda-beda sesuai sikon. Cara membantunya wanita kampung berbeda dengan wanita kota, wanita yang kuat tidak seperti wanita yang lemah.

Dengan cara bantu membantu seperti ini maka kehidupan rumah tangga akan harmonis. Masing-masing membantu pekerjaan pasangannya sesuai kemampuan. Suami istri sama-sama merasakan manis dan pahitnya kehidupan rumah tangga. Dan termasuk mu’asyarah yang baik kepada istri, seorang suami membantu pekerjaan rumah istrinya yang pantas ia kerjakan. Sebagaimana Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam juga ikut membantu pekerjaan rumah istrinya, seperti yang diberitakan ‘Aisyah saat ia ditanya, “apa yang dikerjakan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam di dalam rumah”: “Beliau membantu pekerjaan istrinya, dan apabila waktu shalat tiba maka beliau segera menuju shalat.” Subhanallah, sebuah teladan yang mulia dan indah dari Nabi tercinta Shallallahu 'Alaihi Wasallam. [PurWD/voa-islam.com]

4 Alasan Istri Wajib Pegang Pekerjaan Rumah Tangga

Oleh: Badrul Tamam

Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam atas Rasulullah –Shallallahu 'Alaihi Wasallam-, keluarga dan parasahabatnya.

Terjadi perbedaan pendapat di kalangan ulama tentang tugas istri untuk mengerjakan pekerjaan rumah tangga suaminya seperti memasak, mencuci bajunya, merapikan tempat tidurnya, membersihan rumahnya; ada yang mengatakan itu wajib, ada pula yang tidak. Pendapat lebih kuat bahwa pekerjaan rumah tangga tersebut wajib ditunaikan oleh istri, hal ini berdasarkan beberapa nash dari Al-Qur'an dan Sunnah.

Pertama, firman Allah 'Azza wa Jalla:
“Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang makruf. Akan tetapi para suami mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada istrinya.” (QS. Al-Baqarah:

Keumuman ayat ini menunjukkan bahwa istri wajib melaksanakan tugas rumah tangga, sebagaimana laki-laki berkewajiban bekerja di luar rumah untuk mencari nafkah untuk istrinya. Adapun hubungan suami istri merupakan hak bersama keduanya.

Kedua, dalil dari hadits shahih, Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam dilayani dan dibantu segala pekerjaan rumah tangganya oleh para istri beliau. Seperti yang dijelaskan dalam hadits Maimunah Radhiyallahu 'Anha, ia berkata: Aku menyiapkan air untuk mandi janabat Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam.”

Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam pernah berkata kepada ‘Aisyah Radhiyallahu 'Anha, “Ambilkan untukku tikar untuk shalat di masjid.”

Perkataan ‘Aisyah dalam urusan Siwak Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam, “Aku ambil siwak, aku gigit-gigit dan haluskan, lalu aku berikan kepada Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam, kemudian beliau bersiwak dengannya.” Dan masih banyak lagi hadits-hadits shahih lainnya.

Ketiga, Fatimah pernah datang kepada Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam mengadukan kedua tangannya yang melepuh dan lecet karena banyaknya menggiling gandum. Ayahnya, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam tidak langsung meresponnya dengan memberikan pembantu yang diminta putrinya. Seandainya mengerjakan pekerjaan rumah tangga itu tidak wajib, Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam tidak akan membiarkan Ali Radhiyallahu 'Anhu memperkerjakan Fatimah menangani pekerjaan rumah tangganya.

Keempat, istri memegang pekerjaan urmah tangga sudah menjadi budaya di abad terbaik Islam. Seperti yang disampaikan Asma’ binti Abu Bakar Radhiyallahu 'Anhuma yang menceritakan kondisi bersama suaminya (Zubair bin Awwam Radhiyallahu 'Anhu), “saat Zubair menikahiku, ia tak punya apa-apa; baik harta dan budak, kecuali onta untuk penyiram lahan dan seekor kuda. Maka akulah yang memberi makan dan minum kudanya, menambal timbanya serta membuatkan adonan roti. Padahal aku bukanlah seorang yang pandai membuat roti. Karena itu, para tetanggaku dari kaum Anshar yang membuatkan roti, mereka wanita yang menepati janji.”

Dalam riwayat Muslim, dari jalur Thariq bin Abi Mulaikah, dari Asma’, ia berkata:

“Aku membantu Zubair mengerjakan pekerjaan rumah. Ia punya satu ekor kuda, dan aku-lah yang mengurusnya. Tidak ada pekerjaan rumah yang lebih berat bagiku melebihi mengurus kudanya itu. Aku mencarikan rumput dan memberinya makan.”

Sebagai ulama, sebagaimana disebutkan Al-Hafidz Ibnul Hajar di Fathul Baari, menjadikan kisah ini sebagai dalil wajibnya seorang istri menjalankan tugas/pelayanan yang dibutuhkan suaminya (di rumah) atau pekerjaan rumah tangga suaminya. Inilah pendapat Abu Tsaur. Sebagian ulama yang lain berpendapat bahwa pekerjaan rumah tangga hanya tathawwu’ (sunnah) atasnya, tidak harus. Kemudian Ibnul Hajar menyebutkan pendapat yang rajih, “Dan yang rajih dalam perkara itu dibawa kepada kebiasaan suatu negeri. Dan itu berbeda-beda pada masing-masing negeri.”

. . . Dan termasuk mu’asyarah yang baik kepada istri, seorang suami membantu pekerjaan rumah istrinya yang pantas ia kerjakan. . .

Menurut Ibnu Taimiyah bahwa istri wajib membantu pekerjaan rumah suaminya dengan cara yang ma’ruf (lumrah). Itu berbeda-beda sesuai sikon. Cara membantunya wanita kampung berbeda dengan wanita kota, wanita yang kuat tidak seperti wanita yang lemah.

Dengan cara bantu membantu seperti ini maka kehidupan rumah tangga akan harmonis. Masing-masing membantu pekerjaan pasangannya sesuai kemampuan. Suami istri sama-sama merasakan manis dan pahitnya kehidupan rumah tangga. Dan termasuk mu’asyarah yang baik kepada istri, seorang suami membantu pekerjaan rumah istrinya yang pantas ia kerjakan. Sebagaimana Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam juga ikut membantu pekerjaan rumah istrinya, seperti yang diberitakan ‘Aisyah saat ia ditanya, “apa yang dikerjakan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam di dalam rumah”: “Beliau membantu pekerjaan istrinya, dan apabila waktu shalat tiba maka beliau segera menuju shalat.” Subhanallah, sebuah teladan yang mulia dan indah dari Nabi tercinta Shallallahu 'Alaihi Wasallam. [PurWD/voa-islam.com]

Posted at 15.57 |  by Harian Muslim

Senin, 24 Februari 2014

SURIAH – Ahad (23/02/14) jauh dari kampanye sengit media yang memburukkan citra Daulah Islam Irak dan Syam,dimana Daulah digambarkan oleh mereka dalam pemberitaan berlaku sewenang-wenang.

Berbeda dengan pemberitaan sperti itu, Daulah Islam Irak dan Syam membentuk komite untuk mencegah terjadinya kezaliman yang dilakukan oleh prajuritnya. Dan hal tersebut dilakukan atas dasar instruksi dari Amir Daulah Islam Irak dan Syam, Amirul Mukminin Syaikh Abu Bakr al-Baghdadi, yang juga telah mengumumkan membuka pintu amnesti (pemaafan) kepada siapa yang telah memerangi Daulah.

Dalam konteks terkait, Daulah Islam Irak dan Syam kota Manbij melaksanakan kepada tiga orang anggota prajurit Daulah, salah seorang dari mereka divonis hukuman mati. Dalam penjelasan rinci, ketiga prajurit itu melepaskan tembakan ke arah mobil yang membawa keluarga Dr Amin al-Mishad karena gaun puterinya.

Tapi sungguh mengharukan, beberapi menit sebelum pelaksanaan hukuman tersebut, Dr Amin datang ke tengah perkumpulan masyarakat yang telah menanti pelaksanaan hukum kemudian memberikan maaf kepada ketiga prajurit tersebut.[usamah/haq/voaislam]

Subhanallah!! Daulah Islam Irak & Syam Hukum Prajuritnya

SURIAH – Ahad (23/02/14) jauh dari kampanye sengit media yang memburukkan citra Daulah Islam Irak dan Syam,dimana Daulah digambarkan oleh mereka dalam pemberitaan berlaku sewenang-wenang.

Berbeda dengan pemberitaan sperti itu, Daulah Islam Irak dan Syam membentuk komite untuk mencegah terjadinya kezaliman yang dilakukan oleh prajuritnya. Dan hal tersebut dilakukan atas dasar instruksi dari Amir Daulah Islam Irak dan Syam, Amirul Mukminin Syaikh Abu Bakr al-Baghdadi, yang juga telah mengumumkan membuka pintu amnesti (pemaafan) kepada siapa yang telah memerangi Daulah.

Dalam konteks terkait, Daulah Islam Irak dan Syam kota Manbij melaksanakan kepada tiga orang anggota prajurit Daulah, salah seorang dari mereka divonis hukuman mati. Dalam penjelasan rinci, ketiga prajurit itu melepaskan tembakan ke arah mobil yang membawa keluarga Dr Amin al-Mishad karena gaun puterinya.

Tapi sungguh mengharukan, beberapi menit sebelum pelaksanaan hukuman tersebut, Dr Amin datang ke tengah perkumpulan masyarakat yang telah menanti pelaksanaan hukum kemudian memberikan maaf kepada ketiga prajurit tersebut.[usamah/haq/voaislam]

Posted at 15.40 |  by Harian Muslim

Rabu, 12 Februari 2014

Pengepungan ketat yang diberlakukan penjajah "Israel" di Jalur Gaza telah mempengaruhi aspek-aspek utama kehidupan warga di sana, seperti listrik dan bahan bakar. Hal ini mendorong warga Gaza untuk terus mencari solusi kreatif guna memecahkan masalah-masalah yang ditimbulkan akibat pengepungan ini.

Teknisi listrik Palestina bernama Hassan Saeed berusaha melakukan yang terbaik untuk mengembangkan sirkuit penerangan untuk menerangi jalan-jalan kota di daerah Al-Shejaea di sebelah timur Jalur Gaza, lansir MEMO pada Rabu (12/2/2014).

Hasan bisa menggunakan baterai-baterai mobil tua, yang menyimpan listrik yang sangat sedikit, untuk menerangi dua jalan sepanjang 500 meter dan 60 rumah dengan menggunakan LED panel lights.

Baterai atau aki pada mobil berfungsi untuk menyimpan energi listrik dalam bentuk energi kimia, yang akan digunakan untuk menyediakan listik ke sistem starter, sistem pengapian, lampu-lampu dan komponen komponen kelistrikan lainnya

Lampu-lampu LED tidak menghabiskan banyak listrik dan aki-aki mobil digunakan delapan jam sehari saat pemutusan pasokan listrik.

Didukung oleh sumbangan individu, Hasan bisa menutupi biaya kabel dan panel-panel LED yang diperlukan. Sejumlah orang pun menawarinya dukungan teknis dan saran yang membantu dalam menyelesaikan dan memelihara kreasinya itu.

Jenis penerangan ini lebih aman bila dibandingkan dengan lilin dan inverter listrik buatan sendiri yang telah menyebabkan kebakaran di banyak rumah dan merenggut banyak nyawa selama pengepungan penjajah "Israel" di sana.

Biaya penerangan sebuah rumah yang menggunakan Jaringan Persatuan Nasional Hasan untuk proyek Penerangan Amal adalah $ 50, namun dia tidak mengenakan biaya khusus, hanya tergantung pada sumbangan untuk menutupi biaya-biaya yang dibutuhkan.

Radio, laptop dan internet juga bisa menyala dan tersambung dengan aliran listrik Hasan ini. (banan/arrahmah.com)

Warga Gaza mengkreasikan listrik alternatif menggunakan aki mobil tua di tengah blokade penjajah "Israel"

Pengepungan ketat yang diberlakukan penjajah "Israel" di Jalur Gaza telah mempengaruhi aspek-aspek utama kehidupan warga di sana, seperti listrik dan bahan bakar. Hal ini mendorong warga Gaza untuk terus mencari solusi kreatif guna memecahkan masalah-masalah yang ditimbulkan akibat pengepungan ini.

Teknisi listrik Palestina bernama Hassan Saeed berusaha melakukan yang terbaik untuk mengembangkan sirkuit penerangan untuk menerangi jalan-jalan kota di daerah Al-Shejaea di sebelah timur Jalur Gaza, lansir MEMO pada Rabu (12/2/2014).

Hasan bisa menggunakan baterai-baterai mobil tua, yang menyimpan listrik yang sangat sedikit, untuk menerangi dua jalan sepanjang 500 meter dan 60 rumah dengan menggunakan LED panel lights.

Baterai atau aki pada mobil berfungsi untuk menyimpan energi listrik dalam bentuk energi kimia, yang akan digunakan untuk menyediakan listik ke sistem starter, sistem pengapian, lampu-lampu dan komponen komponen kelistrikan lainnya

Lampu-lampu LED tidak menghabiskan banyak listrik dan aki-aki mobil digunakan delapan jam sehari saat pemutusan pasokan listrik.

Didukung oleh sumbangan individu, Hasan bisa menutupi biaya kabel dan panel-panel LED yang diperlukan. Sejumlah orang pun menawarinya dukungan teknis dan saran yang membantu dalam menyelesaikan dan memelihara kreasinya itu.

Jenis penerangan ini lebih aman bila dibandingkan dengan lilin dan inverter listrik buatan sendiri yang telah menyebabkan kebakaran di banyak rumah dan merenggut banyak nyawa selama pengepungan penjajah "Israel" di sana.

Biaya penerangan sebuah rumah yang menggunakan Jaringan Persatuan Nasional Hasan untuk proyek Penerangan Amal adalah $ 50, namun dia tidak mengenakan biaya khusus, hanya tergantung pada sumbangan untuk menutupi biaya-biaya yang dibutuhkan.

Radio, laptop dan internet juga bisa menyala dan tersambung dengan aliran listrik Hasan ini. (banan/arrahmah.com)

Posted at 21.12 |  by Harian Muslim

Jumat, 31 Januari 2014

Menghangatnya kristenisasi artis ternama membuat kami mengulas kembali tulisan yang pernah dimuat di tahun 2002 ini. Semogadapat menambah wawasan kita bersama.

Kita perlu cermati, awasi dan mewaspadai proyek kristenisasi ini, karena makin banyak cara ditempuh untuk melancarkan proyek kristenisasi. Ada yang memalsukan Al-Quran,pendeta mengaku haji, sampai upayamemurtadkan kiai ternama.

Berbagai cara ditempuh untuk melancarkan proyek kristenisasi. Ada yang memalsukan Al-Quran, pendeta mengaku haji, sampai upaya memurtadkan kiai ternama. Ada pula tokoh Muslim yang “mendukung” kristenisasi.

Kawin antar-agama hanyalah salah satu cara kristenisasi. Lainnya, banyak. Menurut kristolog Abu Deedat Shihab, kaum misionaris dan zending perlu menempuh berbagai macam cara karena selama ini merasa gagal. Kini, kristenisasi lebih diprioritaskan untuk menjauhkanummat Islam dari agama, baru kemudian memurtadkannya. Abu Deedat merujuk padaAl-Quran Surat Al-Baqarah: 109, “Sebagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepadakekafiran setelah kamu beriman…” Juga Al-Baqarah: 120, “Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka.”

Sinyalemen Al-Quran itu memang benar. Dalam Konferensi Misionaris di kota Quds (1935), Samuel Zweimer, seorang Yahudi yang menjabat direktur organisasi misi Kristen, menyatakan, “Misi utama kita bukan menghancurkan kaum Muslimin sebagai seorang Kristen, namun mengeluarkan seorang Muslim dari Islam agar jadi orang yang tidak berakhlaq sebagaimana seorang Muslim. Tujuan kalian adalah mempersiapkan generasi baru yang jauh dari Islam, generasi yangsesuai dengan kehendak kaum penjajah, generasi malas dan hanya mengejar kepuasan hawa nafsu.”

1) Plesetan Al-Qur’an

Al-Quran, sebagai tuntunan hidup ummat Islam, kini dimanfaatkan sebagai saranakristenisasi. Tentu saja bukan Al-Quran sungguhan,tapi palsu. Salah satunya adalah The True Furqan, yang sempat beredar di internet dan menggegerkan publik Jawa Timur, awal Mei lalu. Dalam Al-Quran buatan Evangelis (Ev) Anis Shorrosh itu, ada surat bernama Al-Iman, At-Tajassud, Al-Muslimun, dan Al-Washayayang isinya memuji-muji Yesus.

Selain ada Al-Quran palsu, juga bertebaran buku-buku plesetan ayat-ayat Al-Quran dan Hadits. “Cara ini yang sekarang paling banyak terjadi. Pemberian Indomie atau bantuan uang sudah tidak manjur lagi,” tutur Abu Deedat.

Kenapa cara itu ditempuh? Dalam wawancara dengan majalah Jemaat Indonesia (edisi 4 Juni 2001), Pdt R Muhamad Nurdin —Muslim murtad— menyebut trik itu sebagai cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati. “Saya membuat buku agar dibaca umat Kristen, kemudian disalurkan kepada umat beragamalain. Saya tulis untuk kalangan sendiri, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Demikian bagi orang Yahudi aku seperti orang Yahudi, supaya aku memenangkan orang Yahudi. Itu cara yang hati-hati dalam merebut hati kaum Muslimin. Jangan sampai ada vonis mati seperti untuk Suradi dan Poernama,” ujarnya. Duanama terakhir adalah pendetayang divonis mati oleh Forum UlamaUmmat (FUU) Bandung karena menghinaagama Islam.

Buku-buku Nurdin laku keras. Dalam tiga tahun, 5000 eksemplar ludes. Hasilnya, menurut penuturan Wakil Gembala Gereja Kristen MaranathaIndonesia (GKMI) Rawamangun Jakarta ini, banyak orang Islam yang akhirnya menerima Yesus alias murtad. “Bahkan ada yangmenjadi penginjil.”

Contoh buku karangan Nurdin adalah Ash-Shadiqul Masdhuq (Kebenaran yang Benar), As-Sirrullahil Akbar (Rahasia Allah yang Paling Besar), dan Ayat-ayat Penting dalam Al-Quran.

Selain buku, juga bermunculan brosur atau pamflet sejenis lembar Jumat. Judul yang dipilih pun seolah-olah Islami.

Misalnya “Allahu Akbar Maulid Nabi Isa as”, “Kesaksian Al-Quran tentang Keabsahan Taurat dan Injil”, dan “Siapakah yang Bernama Allah itu?” Bertebaran pula stiker kaligrafi Arab yang isinya pujian kepada Yesus.

Buku dan brosur itu diterbitkan oleh Yayasan Jalan Al-Rachmat, Yayasan Christian Center NehemiaJakarta, Yayasan Pusat Penginjilan Alkitabiah (YPPA), Dakwah Ukhuwah, dan Iman Taat kepadaShiraathal Mustaqiim.

Anak-anak sekolah jugamenjadi sasaran empuk. Siti Muflikhah, santri Pesantren At-TaqwaBekasi, pernah mendapat surat berisi komik anak-anak dari sebuah lembaga yang menamakan diri Klab17. Di bagian awal, komik itu berisi cerita keseharian anak-anak. Namun di bagian akhir ada pernyataan, “Saya percaya akan Engkau, Yesus sebagai juruselamat saya.”

2) Mengaku Mantan Haji

Bidang kesehatan juga dibidik. Ini antaralain dialami keluarga Hartono, warga Kupang, Surabaya. Istrinya, Jam’iyah,sakit dan dirawat di RS RKZ Surabaya. Biaya yang harus dikeluarkan selangit sehinggaHartono yang cuma bekerjasebagai mandor kontraktor kebingungan. Datang misionaris menawarkan bantuan biayapengobatan. Namun ada syaratnya: masuk Kristen. Hartono terpikat. Suami istri itupun akhirnya menjadi penganut Kristen.

Cara yang cukup sulit diidentifikasi adalah tipu dayadengan meniru adat atau kebiasaan komunitas Muslim. Di Cirebon, ada kelompok qasidah yang menyanyikan puji-pujian kepada Yesus.

Hal serupajuga dilakukan jemaat Kanisah (Kristen) Ortodoks Syiria (KOS) yang menyelenggarakan tilawatul Injil, memakai peci, ibadahnya mengamalkan shalat 7 waktu, memakai sajadah, dan mendendangkan qasidah.

Duta-duta Injil (begitu kalangan Kristen menyebutnya —red) juga berani mengaku sebagai mantan ustadz, bertitel haji atau hajjah, atau anak kiai terkenal. Pengakuan-pengakuan seperti itu direkam dalam kaset dan diedarkan di tengah masyarakat.

Misalnya di Cirebon, murtadin Ev Danu Kholil Dinata alias Theofilus Daniel alias Amin Al-Barokah, mengaku sebagai sarjana agama Islam, yang pindah menjadi pemeluk Kristen setelah mempelajari Nabi Isaversi Islam di STAI Cirebon. Ternyata ijazah sarjana yang dipakai untuk kesaksian itu palsu.

Adalagi Ev Hj Christina Fatimah alias Tin Rustini alias Sutini alias Bu Nonot,pemberita Injil dengan memperalat Al-Quran di Gereja Bethel Pasir Koja, Bandung. Mengaku pernah berkali-kali menunaikan ibadahhaji. Menurut penuturan Sumarsono, mantan suaminya, Sutini tidak pernah belajar di pesantren. Selamaberkeluarga tidak pernah shalat. Memang diapernah pergi ke Arab Saudi, bukan untuk ibadah haji tetapi menjadi TKW.

Banyak lagi kaset-kaset yang berisi rekaman kesaksian palsu,misalnya kesaksian HA PoernamaWinangun alias H Amos, Pdt R Muhamad Nurdin, Pdt M Mathius,Pdt Akmal Sani, Niang Dewi Ratu Epon IrmaF Intan Duana, dan Ev Paulus Marsudi.

3) Sekolah dan Tawaran Kerja

Biaya sekolah yang kian mahal juga dimanfaatkan untuk menjerumuskan kaum Muslimin. Mereka mendirikan sekolah (yang seolah-olah) Islam, seperti Institut Teologi Kalimatullah Jakarta yang dikelola Yayasan Misi Global Kalimatullah. JugaadaSekolah Tinggi Teologi (STT) Apostolos Jakarta, yang mempunyai kurikulum Islamologi bermuatan 40 sks.

Lapangan kerjajugamenjadi lahan subur. Ini misalnya dilakukan pasangan misionaris Robert Antony Adam dan Traccy Carffer di KabupatenPesisir Selatan, SumateraBarat. Warga Amerika Serikat yang terang-terangan mengaku utusan Yesus itu berhasil memurtadkan 123 orang Minang, dengan bekal jabatan konsultan kehutanan Global Partners Forestry Unit (GPFU). Robert-Traccy yang masuk Pesisir Selatan sejak Desember tahun silam, menawarkan rekayasa teknologi tepat guna pemberdayaan jati emas,pala super, dan kapas transgenik. Robert lantas menjual bibit jati mas, pala, dan kapas dengan harga 50% lebih murah daripada harga pasaran. Kalau mau dapat gratisan, bisa saja. “Asal masuk Kristen,”ujar Masrizal, aktivis dakwah di Pesisir Selatan. Banyak warga yang tergiur dan akhirnya menjual keyakinan karena terobsesi keuntungan jutaan rupiah. Untung misionaris ini segeradideportasi karena pelanggaran visa, pertengahan bulan lalu.

Kasus serupa terjadi di Bekasi. Bulan April lalu terbongkar praktik kristenisasi berbungkus lapangan kerja. Sekitar 50 orang Muslim asal Gorontalo dibawake Bekasi dengan janji akan dipekerjakan dan diberi beasiswa oleh Yayasan Dian Kaki Emas. “Tapi setelah sampai di sini, mereka dididik dan dipaksa pindah agamaKristen oleh Pendeta Edi Sapto,” ungkap Hamdi, Ketua Divisi Khusus Forum Bersama Ummat Islam, dalam acara konferensi pers di Masjid Al Azhar, Klender Jakarta Timur.

Warga Muslim itu disekap, didoktrin ajaran Kristen, disuruh ikut kebaktian, dan dilarangshalat. Mereka juga diwajibkan memelihara babi-babi yang ada di kompleks yang berdiri di atas tanah seluas 5 hektar itu. Akhirnyakompleks kristenisasi terselubung itu digerebeg wargadan aparat.

4) Dukungan Tokoh “Muslim” Liberal (JIL)

Proyek kristenisasi ternyata mendapat `dukungan’ dari beberapaorang yang sering disebut cendekiawan Muslim. Tokoh-tokoh ini memperkenalkan paham liberalisme dan pluralisme yang kerap mengusung slogan `membangun dunia baru’, dengan penyatuan agama dan melepaskan fanatisme agama. Salah satunya adalah Prof DR Said Agil Siradj, MA. Gagasan pluralnya antara lain tampak dalam pengantar buku Menuju Dialog Teologis Kristen-Islam. Buku ini dikarang oleh Bambang Noorsena, pendiri Kanisah Ortodoks Syiria (KOS) di Indonesia. Di situSaid Agil menulis bahwa KOS tidak berbeda dengan Islam. Secaraal-rububiyyah, KOS mengakui bahwaAllah adalah Tuhan sekalian alam yang harus disembah. Secaraal’uluhiyyah, telah mengikrarkan Laa ilaha ilallah (Tiada Ilah selain Allah) sebagai ungkapan ketauhidannya. Jadi dari tauhid sifat dan asma Allah secara substansial tidak jauh berbeda dengan Islam. Perbedaannya, menurut Said Agil, hanya sedikit. Jika dalam Islam (Sunni) kalam Tuhan yang Qadim itu turun kepada manusia (melalui Muhammad) dalam bentuk Al-Quran,maka dalam KOS kalam Tuhan turun menjelma (tajassud) dengan Ruh al-Quddus dan perawan Maryam menjadi Manusia (Yesus). Perbedaan ini tentu sajasangat wajar dalam dunia teologi, termasuk dalam teologi Islam. “Pandangan seperti itu merupakan salah satu bentuk penghancuran aqidah,” timpal Abu Deedat.

Tokoh lainnya adalah DR Nurcholis Madjid. Dalam buku Pluralitas Agama, Kerukunan dalam Keragaman, Cak Nur menjelaskan bahwa pengikut Isa Almasih menyebut kitab Injil sebagai Perjanjian Baru berdampingan dengan kitab Taurat yang mereka sebut sebagai Perjanjian Lama. Kaum Yahudi tidak mengakui Isa Almasih dengan kitab Injil-nya, menolak ide Perjanjian Lama ataupun Perjanjian Baru itu, namun Al-Quran mengakui keabsahan keduanya sekaligus. Dengan nada agak tinggi, Abu Deedat menyebut pendapat Cak Nur itu sebagai upaya pendangkalan aqidah. “Para pengikut Nabi Isa as (kaum Hawariyun) tidak pernah menyebut Injil sebagai kitab Perjanjian Baru. Nabi Isa sendiri tidak pernah menerima atau mengetahui kitab Perjanjian Baru karena Injil yang diturunkan Allah kepada Nabi Isa bukanlah Perjanjian Baru yang isinya kebanyakan surat-surat Paulus yang sangat bertentangan dengan ajaran Nabi Isa itu sendiri,” katanya.

Selain kedua tokoh di atas, Abu Deedat juga memasukkan Alwi Shihab sebagai tokoh pluralis. Sementara Adian Husaini dalam Islam Liberal menunjuk beberapa namaseperti dosen-dosen Universitas Paramadina (Komaruddin Hidayat, Budhy Munawar Rahman, Luthfi As-Syaukanie), dosen UIN Syarif Hidayatullah (Azyumardi Azra, Muhammad Ali, Nasaruddin Umar), dan beberapa nama lain yang menjadi kontributor Jaringan Islam Liberal.

Menurut Adian yang juga anggota Komisi Kerukunan antarumat Beragama MUI, melalui pluralisme, ummat Islam diprovokasi agar melapaskan aqidahnya. Tidak lagi meyakini agamanya saja yang benar, dan kemudian diajak untuk mengakui bahwa agama Kristen juga benar. “Teologi pluralis sebenarnya adalah pembuka pintu bagi misi Kristen dan sejalan dengan imbauan Paus Yohanes Paulus II agar misi Kristen terus dijalankan,” ujarnya.

Kaum Kristen juga tak segan-segan “menyerang” tokoh-tokoh Muslim yang dikenal sebagai pejuang tegaknya syariat Islam. Misalnya KH Kholil Ridwan (Ketua Badan Kerjasama Pondok Pesantren Indonesia) dan KH Abdul Rasyid Abdullah Syafii (Pimpinan As-Syafiiyah, Jakarta).

Sekitar 5bulan lalu, keduanya mendapat kiriman brosur dari STT Apostolos. “Isinya tidak secara langsung mengajak kepada agama Kristen, namun mengajak saya agar masuk ke dalam Apostolos. Itu artinya Apostolos mengajak saya untuk masuk ke dalam agama Kristen,”kataAbdul Rasyid.

Abdul Rasyid segera melaporkan kejadian itu kepadaaparat, sebab cara itu sudah melanggar ketentuan hukum,yakni larangan mengajak ummat suatu agama untuk masuk ke agama lain. Kemudian adapemberitahuan dari aparat bahwa pihak Apostolos melalui Pdt Yusuf Roni membantah telah mengirim surat dan brosur itu.

“Terlepas dari benar tidaknya bantahan itu, yang jelas apa yang sayaalami merupakan indikasi bahwa sasaran kristenisasi tidak hanya kalangan akar rumput, tapi juga ulama dan tokoh masyarakat,” ujar Abdul Rasyid.

5) Yerikho 2000 dan Doa 2002

Misi Kristen di Indonesia didukung oleh kekuatan dana yang sangat besar, di antaranya melibatkan konglomerat keturunan Cina, James T Riady (bos Grup Lippo). Seperti terungkap di majalah Fortune (16 Juli 2001),James berencana membangun seribu sekolah di desa-desa miskin di Indonesia. James bekerjasama dengan Pat Robinson (misionaris dunia) juga akan mendirikan organisasi jaringan umat Kristiani. Hebatnya, ummat Islam secara tidak sadar turut mendukung cita-cita besar James T Riady. Antara lain dengan menjadi nasabah Bank Lippo, belanja di Mal Lippo, membeli rumah di Lippo Karawaci dan Cikarang, berobat ke RS Siloam, pelanggan Lippo Shop, Link Net, Lippo Star, Kabel Vision, dan Asuransi Lippo.

Indonesia memang akan dijadikan pusat perkembangan Kristen di Asia Pasifik. Demikian kata Pdt George Anatorae dari The Lord Familly Church Singapore dalam seminar kerjasama Global Mission Singapore dan GalileaMinistry Indonesia, di Hotel Shangrila Jakarta (9-12 Juni 1998). Sejauh mana keberhasilan program itu, perlu diteliti lebih lanjut. Yang pasti, data tahun 1999menunjukkan jumlah umat Islam di Indonesia anjlok dari 90% menjadi 75%(Siar No 43, 18-24 November 1999).

Keberhasilan itu berkat kerja keras 38 agen kristenisasi, 1573 misionaris pribumi, 62 misionaris asing, dan 421 misionaris lintas kultural (data dari Operation World 2001 yang dihimpun India Missions Association, Japan Evangelical Assocation,dan KoreaResearch Institute for Missions).

Salah satu lembaga yang gencar melaksanakan kristenisasi adalah Doulos World Mission (DWM). Saat ini DWM sedang melaksanakan Proyek Yerikho 2000, yaitu program pengkristenan wilayah Jawa Barat, dengan sentra kegiatan digerakkan di kawasan pinggiran Jakarta.

Proyek ini bertujuan “mewujudkan Kerajaan Allah di bumi Parahyangan menyongsong abad XXI”. Menurut Hendrik Kraemer, peneliti dan penginjil dari Belanda,Jawa Barat adalah wilayah “paling gelap”di Indonesiadan sangat tertutup bagi Injil. Karena itu aktivis DWM bertekad, “Kita harus merebut tanah Pasundan bagi Kristus.”

Yerikho 2000 jugadigerakkan di Sumatera Barat, Riau, Jambi, Bengkulu, Lampung, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat. Pusat kegiatan DWM berada di kawasan Rawamangun (Jakarta Timur) dan Tangerang (Banten).

Program lainnyaadalah Doa 2002, yang dilaksanakan sejak tanggal 19Oktober 2001sampai 6 Desember 2002. Secara khusus program ini menyebut beberapa komunitas Muslim sebagai objek kristenisasi. Di antaranya adalah suku Kaili Ledo (Sulawesi Tengah), Melayu Riau, Betawi, Aceh,Melayu Kalimantan, Tenggarong Kutai, Bima, Maluku, Banda, dan Papua. Rencana program Doa 2002 tertuang dalam buku 40 Hari Doa Bangsa-Bangsayang telah diterjemahkan ke dalam 35 bahasa di dunia.

Muslim Betawi misalnya, harus didoakan oleh segenap orang Kristen pada tanggal 9 November 2001 lalu. Itu perlu dilakukan agar hati Bapa mengasihi dan merindukan orang Betawi. Selain itu, agar Bapa mengutus duta-duta kerajaan-Nya untuk mengembangkan pelayanan kesenian Betawi, literatur, dan radio dalam bahasa Betawi. Juga, agar Tuhan mencurahkan kuasa-Nya dan mengubah kehidupan orang-orang yang berpengaruh dalam suku Betawi, baik para penyanyi, penari, tokoh agama, masyarakat, pemuda, dan wanita.

Secarakhusus, orang Kristen mendoakan Presiden Megawati dan beberapa pemimpin dunia. Harapannya, agar Megawati (dan parapemimpin) mendapat pewahyuan tentang Ketuhanan Yesus dan keluarganya datang mengenal Kristus.

Duta-duta Injil juga sedang menggencarkan ritual Doa 5 Patok. Yakni meningkatkan doa 5 kali sehari dengan pelaksanaan minimal 30 menit lebih awal sebelum waktu shalat (bagi orang Islam). Tujuannya adalah untuk mengadakan penghadangan ruhani sekaligus pembersihan atmosfir ruhani agar kaum Muslimin dapat menerimaYesus.

Ritualnyadilaksanakan sebelum waktu shalat ummat Islam, yakni subuh (mulai 03.15-selesai), pagi (10.30-selesai), siang (14.00-selesai), sore (17.00-selesai), dan malam (18.00-selesai). Pada Kamis malam, dilakukan doa semalaman dan peperangan ruhani sambil berkeliling kota/lokasi tertentu. Awas, hati-hati!• (ahmad, dodi nurja, amz, pam)

(klik

6) Modus Kristenisasi Melalui Hipnotis

Drs. Abu Deedat Syihab M.H menuturkan dalam majalah ummi, sebut sajaAstriana Damayanti (25) -bukan nama sebenarnya- tak pernah berpikir menukar agama. Sejak kecil ia menerimapendidikan agama yang cukup baik. Terakhir ia tercatat sebagai mahasiswi sebuah institut agama Islam.

Perkenalannyadengan seorang pemuda membuat nasibnya bercerita lain. Ia hamil dan sempat bertukar agama. Kini Astrianamenjalani konsultasi agama dengan Drs. Abu Deedat, seorang kristolog, untuk mengembalikan akidahnya.

Menurut ustadz berkacamata ini, muslimah memang menjadi target kristenisasi di Indonesia. Untuk mengenali modus operandinya, reporter UMMI, Asmawati, mewawancarai beliau di rumahnya di kawasan Bekasi.

Sejak kapan modus penjeratan muslimah dilakukan oleh aktivis gereja?

Sebenarnya modus ini sudah lama terjadi, cuma sekarang lebih banyak bukti konkritnya. Ini disebabkan target mengkristenkan penduduk Indonesiapada tahun 2000. Mereka melakukan segala carauntuk memenuhi target itu, di antaranya dengan menjerat muslimah.

Bagaimana cara mereka dalam menjerat muslimah?

Pertama merekamengarahkan perhatian pada kaum muslimah yang mentalnya sedang terganggu karena menghadapi berbagai masalah. Misalnya,orang tuanya sedang sakit atau baru meninggal. Seperti yang sedang menimpa siswi Madrasah Aliyah di Bekasi. Ayah gadis ini baru saja meninggal. Kondisi mentalnya belum begitu stabil. Datanglah seorang laki-laki yang memberikan perhatian padanya. Laki-laki ini aktivis gereja. Sekarang kami sedang berusahamenyelamatkan akidah sang gadis. Cara lain yang banyak kami temukan adalah lewat hipnotis atau obat bius. Cara seperti itu kan mudah saja, cukup dengan tatapan mata atau melalui minuman. Itulah cara-cara mereka.

Kelihatannya mereka cukup nekad?

Tampaknya adaunsur pemaksaan, seperti kasus Wawah di Sum-Bar. Ini bukan kasus pertama maupun yang terakhir. Mereka bilang, hal-hal seperti itu tidak diprogramkan. Tapi di lapangan, ini yang terjadi. Kesannya memang cukup radikal ya. Barangkali untuk mengejar target.

Apa sih target mereka?

Dalam kongres di Inggris tahun ?89 ditargetkan pada tahun 2000 penduduk dunia ini paling tidak 50% penduduk dunia ini harus menjadi pengikut Kristen. Kemudian harus pula disebarkan pemahaman Kristen, atau Bibel itu ke seluruh dunia. Seperti juga misinya Doulos, dimana tahun 2000 ditargetkan 125suku yang ada di Indonesia harus jadi pengikut Kristus, itu sekitar 160 juta jiwa. Berarti sasarannya termasuk juga umat Islam.

Kembali soal penjeratan muslimah, setelahmenikah apa yang mereka lakukan?

Setelah wanita itu terpedaya, sebagian mereka langsung menunjukkan jati dirinya. Biasanya sang gadis ini tak dapat berbuat apa-apa daripada mendapat malu, misalnya, karena sudah hamil. Sebagian lagi, sampai menikah tak membuka rahasia. Tapi selama masa perkawinan para aktivis ini menjauhkan akidah Islam dari si istri. Bahkan ada suami yang membakar mukena dan sajadah istrinya agar ia tak bisa sholat.

Suami mencuci otak istrinya, misalnya, memberikan ayat-ayat Alquran yang diputarbalik. Begitu terus sampai istrinya terpengaruh dan akhirnya masuk Kristen,bahkan menjadi aktivis gereja. Muslimah yang kuat imannya, mungkin masih bisa bertahan, tapi yang lemah hancurlah dia.

Bagaimana cara pertemuan pertama mereka?

Awalnya mungkin hanya perkenalan biasa. Aktivis gereja ini akan menjajaki kekuatan muslimah. Ketika ialemah, maka ia masuk dengan jeratan-jeratannya. Jangan lupa dengan cara hipnotis tadi.

Apakah pihak Kristen mengakui cara-cara itu?

Pihak Kristen sendiri tak mengakui upaya-upaya gencar mereka untuk memurtadkan umat Islam. Tapi di lapangan nyatanyasemakin merajalela dengan berbagai cara. Menurut H. Berkhof dalam buku "Sejarah Gereja" hal 321 menyatakan Indonesia itu memang lahan subur untuk Kristenisasi.

Bagaimana muslimah mempersiapkan diri menghadapi jeratan itu? Pertama muslimah harus mempunyai pemahaman Islam yang kuat. Kedua, muslimah harus mengetahui gerak-gerik musuh dan tipu dayanya. Ini dapat dipelajari antara lain dengan mempelajari kristologi.

Untuk muslimah yang berpendidikan mungkin mudah, bagaimana dengan yang tingkat pemahamannya kurang?

Ya,disesuaikan dengan tingkat pemahaman mereka. Kalau di kalangan atas tentu caranya beda dengan di kalangan bawah.

Apayang harus kita lakukan bila melihat upaya Kristenisasi? Pertama, sampaikan Al Islam secara baik kepada umat kita. Berikan pemahaman yang benar. Lihat apa yang mereka lakukan. Kalau radikal atau amoral, kita kan negara hukum laporkan pada aparat. Amoral, misalnya diperkosa. Tapi kalau dengan pembagian sembako, ya tentunya muslim harus lakukan hal yang sama. Kita lho yang berkewajiban da?wah bil hal, memberikan bantuan sehingga saudara-saudarakita tidak terbawa rayuan mereka.

Kalau mereka lakukan dengan penyebaran buku-buku dan brosur-brosur yang merugikan Islam atau menjungkirbalikkan ajaran-ajaran Al Quran adadua hal yang kita dapat lakukan. Pertama, kita luruskan pemahaman-pemahaman yang keliru. Kedua, laporkan kepadapihak yang berwajib karena masalah pelecehan agama, sudah ada aturan hukumnya. Berikan wawasan pada umat tentang bahayaKristenisasi. Intinya adalah kembali pada pemantapan akidah. [Dwi Septiawati/Asmawati/Ummi/voa-islam.com]

Cermati, Awasi & Laporkan 6 Modus Kristenisasi ini

Menghangatnya kristenisasi artis ternama membuat kami mengulas kembali tulisan yang pernah dimuat di tahun 2002 ini. Semogadapat menambah wawasan kita bersama.

Kita perlu cermati, awasi dan mewaspadai proyek kristenisasi ini, karena makin banyak cara ditempuh untuk melancarkan proyek kristenisasi. Ada yang memalsukan Al-Quran,pendeta mengaku haji, sampai upayamemurtadkan kiai ternama.

Berbagai cara ditempuh untuk melancarkan proyek kristenisasi. Ada yang memalsukan Al-Quran, pendeta mengaku haji, sampai upaya memurtadkan kiai ternama. Ada pula tokoh Muslim yang “mendukung” kristenisasi.

Kawin antar-agama hanyalah salah satu cara kristenisasi. Lainnya, banyak. Menurut kristolog Abu Deedat Shihab, kaum misionaris dan zending perlu menempuh berbagai macam cara karena selama ini merasa gagal. Kini, kristenisasi lebih diprioritaskan untuk menjauhkanummat Islam dari agama, baru kemudian memurtadkannya. Abu Deedat merujuk padaAl-Quran Surat Al-Baqarah: 109, “Sebagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepadakekafiran setelah kamu beriman…” Juga Al-Baqarah: 120, “Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka.”

Sinyalemen Al-Quran itu memang benar. Dalam Konferensi Misionaris di kota Quds (1935), Samuel Zweimer, seorang Yahudi yang menjabat direktur organisasi misi Kristen, menyatakan, “Misi utama kita bukan menghancurkan kaum Muslimin sebagai seorang Kristen, namun mengeluarkan seorang Muslim dari Islam agar jadi orang yang tidak berakhlaq sebagaimana seorang Muslim. Tujuan kalian adalah mempersiapkan generasi baru yang jauh dari Islam, generasi yangsesuai dengan kehendak kaum penjajah, generasi malas dan hanya mengejar kepuasan hawa nafsu.”

1) Plesetan Al-Qur’an

Al-Quran, sebagai tuntunan hidup ummat Islam, kini dimanfaatkan sebagai saranakristenisasi. Tentu saja bukan Al-Quran sungguhan,tapi palsu. Salah satunya adalah The True Furqan, yang sempat beredar di internet dan menggegerkan publik Jawa Timur, awal Mei lalu. Dalam Al-Quran buatan Evangelis (Ev) Anis Shorrosh itu, ada surat bernama Al-Iman, At-Tajassud, Al-Muslimun, dan Al-Washayayang isinya memuji-muji Yesus.

Selain ada Al-Quran palsu, juga bertebaran buku-buku plesetan ayat-ayat Al-Quran dan Hadits. “Cara ini yang sekarang paling banyak terjadi. Pemberian Indomie atau bantuan uang sudah tidak manjur lagi,” tutur Abu Deedat.

Kenapa cara itu ditempuh? Dalam wawancara dengan majalah Jemaat Indonesia (edisi 4 Juni 2001), Pdt R Muhamad Nurdin —Muslim murtad— menyebut trik itu sebagai cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati. “Saya membuat buku agar dibaca umat Kristen, kemudian disalurkan kepada umat beragamalain. Saya tulis untuk kalangan sendiri, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Demikian bagi orang Yahudi aku seperti orang Yahudi, supaya aku memenangkan orang Yahudi. Itu cara yang hati-hati dalam merebut hati kaum Muslimin. Jangan sampai ada vonis mati seperti untuk Suradi dan Poernama,” ujarnya. Duanama terakhir adalah pendetayang divonis mati oleh Forum UlamaUmmat (FUU) Bandung karena menghinaagama Islam.

Buku-buku Nurdin laku keras. Dalam tiga tahun, 5000 eksemplar ludes. Hasilnya, menurut penuturan Wakil Gembala Gereja Kristen MaranathaIndonesia (GKMI) Rawamangun Jakarta ini, banyak orang Islam yang akhirnya menerima Yesus alias murtad. “Bahkan ada yangmenjadi penginjil.”

Contoh buku karangan Nurdin adalah Ash-Shadiqul Masdhuq (Kebenaran yang Benar), As-Sirrullahil Akbar (Rahasia Allah yang Paling Besar), dan Ayat-ayat Penting dalam Al-Quran.

Selain buku, juga bermunculan brosur atau pamflet sejenis lembar Jumat. Judul yang dipilih pun seolah-olah Islami.

Misalnya “Allahu Akbar Maulid Nabi Isa as”, “Kesaksian Al-Quran tentang Keabsahan Taurat dan Injil”, dan “Siapakah yang Bernama Allah itu?” Bertebaran pula stiker kaligrafi Arab yang isinya pujian kepada Yesus.

Buku dan brosur itu diterbitkan oleh Yayasan Jalan Al-Rachmat, Yayasan Christian Center NehemiaJakarta, Yayasan Pusat Penginjilan Alkitabiah (YPPA), Dakwah Ukhuwah, dan Iman Taat kepadaShiraathal Mustaqiim.

Anak-anak sekolah jugamenjadi sasaran empuk. Siti Muflikhah, santri Pesantren At-TaqwaBekasi, pernah mendapat surat berisi komik anak-anak dari sebuah lembaga yang menamakan diri Klab17. Di bagian awal, komik itu berisi cerita keseharian anak-anak. Namun di bagian akhir ada pernyataan, “Saya percaya akan Engkau, Yesus sebagai juruselamat saya.”

2) Mengaku Mantan Haji

Bidang kesehatan juga dibidik. Ini antaralain dialami keluarga Hartono, warga Kupang, Surabaya. Istrinya, Jam’iyah,sakit dan dirawat di RS RKZ Surabaya. Biaya yang harus dikeluarkan selangit sehinggaHartono yang cuma bekerjasebagai mandor kontraktor kebingungan. Datang misionaris menawarkan bantuan biayapengobatan. Namun ada syaratnya: masuk Kristen. Hartono terpikat. Suami istri itupun akhirnya menjadi penganut Kristen.

Cara yang cukup sulit diidentifikasi adalah tipu dayadengan meniru adat atau kebiasaan komunitas Muslim. Di Cirebon, ada kelompok qasidah yang menyanyikan puji-pujian kepada Yesus.

Hal serupajuga dilakukan jemaat Kanisah (Kristen) Ortodoks Syiria (KOS) yang menyelenggarakan tilawatul Injil, memakai peci, ibadahnya mengamalkan shalat 7 waktu, memakai sajadah, dan mendendangkan qasidah.

Duta-duta Injil (begitu kalangan Kristen menyebutnya —red) juga berani mengaku sebagai mantan ustadz, bertitel haji atau hajjah, atau anak kiai terkenal. Pengakuan-pengakuan seperti itu direkam dalam kaset dan diedarkan di tengah masyarakat.

Misalnya di Cirebon, murtadin Ev Danu Kholil Dinata alias Theofilus Daniel alias Amin Al-Barokah, mengaku sebagai sarjana agama Islam, yang pindah menjadi pemeluk Kristen setelah mempelajari Nabi Isaversi Islam di STAI Cirebon. Ternyata ijazah sarjana yang dipakai untuk kesaksian itu palsu.

Adalagi Ev Hj Christina Fatimah alias Tin Rustini alias Sutini alias Bu Nonot,pemberita Injil dengan memperalat Al-Quran di Gereja Bethel Pasir Koja, Bandung. Mengaku pernah berkali-kali menunaikan ibadahhaji. Menurut penuturan Sumarsono, mantan suaminya, Sutini tidak pernah belajar di pesantren. Selamaberkeluarga tidak pernah shalat. Memang diapernah pergi ke Arab Saudi, bukan untuk ibadah haji tetapi menjadi TKW.

Banyak lagi kaset-kaset yang berisi rekaman kesaksian palsu,misalnya kesaksian HA PoernamaWinangun alias H Amos, Pdt R Muhamad Nurdin, Pdt M Mathius,Pdt Akmal Sani, Niang Dewi Ratu Epon IrmaF Intan Duana, dan Ev Paulus Marsudi.

3) Sekolah dan Tawaran Kerja

Biaya sekolah yang kian mahal juga dimanfaatkan untuk menjerumuskan kaum Muslimin. Mereka mendirikan sekolah (yang seolah-olah) Islam, seperti Institut Teologi Kalimatullah Jakarta yang dikelola Yayasan Misi Global Kalimatullah. JugaadaSekolah Tinggi Teologi (STT) Apostolos Jakarta, yang mempunyai kurikulum Islamologi bermuatan 40 sks.

Lapangan kerjajugamenjadi lahan subur. Ini misalnya dilakukan pasangan misionaris Robert Antony Adam dan Traccy Carffer di KabupatenPesisir Selatan, SumateraBarat. Warga Amerika Serikat yang terang-terangan mengaku utusan Yesus itu berhasil memurtadkan 123 orang Minang, dengan bekal jabatan konsultan kehutanan Global Partners Forestry Unit (GPFU). Robert-Traccy yang masuk Pesisir Selatan sejak Desember tahun silam, menawarkan rekayasa teknologi tepat guna pemberdayaan jati emas,pala super, dan kapas transgenik. Robert lantas menjual bibit jati mas, pala, dan kapas dengan harga 50% lebih murah daripada harga pasaran. Kalau mau dapat gratisan, bisa saja. “Asal masuk Kristen,”ujar Masrizal, aktivis dakwah di Pesisir Selatan. Banyak warga yang tergiur dan akhirnya menjual keyakinan karena terobsesi keuntungan jutaan rupiah. Untung misionaris ini segeradideportasi karena pelanggaran visa, pertengahan bulan lalu.

Kasus serupa terjadi di Bekasi. Bulan April lalu terbongkar praktik kristenisasi berbungkus lapangan kerja. Sekitar 50 orang Muslim asal Gorontalo dibawake Bekasi dengan janji akan dipekerjakan dan diberi beasiswa oleh Yayasan Dian Kaki Emas. “Tapi setelah sampai di sini, mereka dididik dan dipaksa pindah agamaKristen oleh Pendeta Edi Sapto,” ungkap Hamdi, Ketua Divisi Khusus Forum Bersama Ummat Islam, dalam acara konferensi pers di Masjid Al Azhar, Klender Jakarta Timur.

Warga Muslim itu disekap, didoktrin ajaran Kristen, disuruh ikut kebaktian, dan dilarangshalat. Mereka juga diwajibkan memelihara babi-babi yang ada di kompleks yang berdiri di atas tanah seluas 5 hektar itu. Akhirnyakompleks kristenisasi terselubung itu digerebeg wargadan aparat.

4) Dukungan Tokoh “Muslim” Liberal (JIL)

Proyek kristenisasi ternyata mendapat `dukungan’ dari beberapaorang yang sering disebut cendekiawan Muslim. Tokoh-tokoh ini memperkenalkan paham liberalisme dan pluralisme yang kerap mengusung slogan `membangun dunia baru’, dengan penyatuan agama dan melepaskan fanatisme agama. Salah satunya adalah Prof DR Said Agil Siradj, MA. Gagasan pluralnya antara lain tampak dalam pengantar buku Menuju Dialog Teologis Kristen-Islam. Buku ini dikarang oleh Bambang Noorsena, pendiri Kanisah Ortodoks Syiria (KOS) di Indonesia. Di situSaid Agil menulis bahwa KOS tidak berbeda dengan Islam. Secaraal-rububiyyah, KOS mengakui bahwaAllah adalah Tuhan sekalian alam yang harus disembah. Secaraal’uluhiyyah, telah mengikrarkan Laa ilaha ilallah (Tiada Ilah selain Allah) sebagai ungkapan ketauhidannya. Jadi dari tauhid sifat dan asma Allah secara substansial tidak jauh berbeda dengan Islam. Perbedaannya, menurut Said Agil, hanya sedikit. Jika dalam Islam (Sunni) kalam Tuhan yang Qadim itu turun kepada manusia (melalui Muhammad) dalam bentuk Al-Quran,maka dalam KOS kalam Tuhan turun menjelma (tajassud) dengan Ruh al-Quddus dan perawan Maryam menjadi Manusia (Yesus). Perbedaan ini tentu sajasangat wajar dalam dunia teologi, termasuk dalam teologi Islam. “Pandangan seperti itu merupakan salah satu bentuk penghancuran aqidah,” timpal Abu Deedat.

Tokoh lainnya adalah DR Nurcholis Madjid. Dalam buku Pluralitas Agama, Kerukunan dalam Keragaman, Cak Nur menjelaskan bahwa pengikut Isa Almasih menyebut kitab Injil sebagai Perjanjian Baru berdampingan dengan kitab Taurat yang mereka sebut sebagai Perjanjian Lama. Kaum Yahudi tidak mengakui Isa Almasih dengan kitab Injil-nya, menolak ide Perjanjian Lama ataupun Perjanjian Baru itu, namun Al-Quran mengakui keabsahan keduanya sekaligus. Dengan nada agak tinggi, Abu Deedat menyebut pendapat Cak Nur itu sebagai upaya pendangkalan aqidah. “Para pengikut Nabi Isa as (kaum Hawariyun) tidak pernah menyebut Injil sebagai kitab Perjanjian Baru. Nabi Isa sendiri tidak pernah menerima atau mengetahui kitab Perjanjian Baru karena Injil yang diturunkan Allah kepada Nabi Isa bukanlah Perjanjian Baru yang isinya kebanyakan surat-surat Paulus yang sangat bertentangan dengan ajaran Nabi Isa itu sendiri,” katanya.

Selain kedua tokoh di atas, Abu Deedat juga memasukkan Alwi Shihab sebagai tokoh pluralis. Sementara Adian Husaini dalam Islam Liberal menunjuk beberapa namaseperti dosen-dosen Universitas Paramadina (Komaruddin Hidayat, Budhy Munawar Rahman, Luthfi As-Syaukanie), dosen UIN Syarif Hidayatullah (Azyumardi Azra, Muhammad Ali, Nasaruddin Umar), dan beberapa nama lain yang menjadi kontributor Jaringan Islam Liberal.

Menurut Adian yang juga anggota Komisi Kerukunan antarumat Beragama MUI, melalui pluralisme, ummat Islam diprovokasi agar melapaskan aqidahnya. Tidak lagi meyakini agamanya saja yang benar, dan kemudian diajak untuk mengakui bahwa agama Kristen juga benar. “Teologi pluralis sebenarnya adalah pembuka pintu bagi misi Kristen dan sejalan dengan imbauan Paus Yohanes Paulus II agar misi Kristen terus dijalankan,” ujarnya.

Kaum Kristen juga tak segan-segan “menyerang” tokoh-tokoh Muslim yang dikenal sebagai pejuang tegaknya syariat Islam. Misalnya KH Kholil Ridwan (Ketua Badan Kerjasama Pondok Pesantren Indonesia) dan KH Abdul Rasyid Abdullah Syafii (Pimpinan As-Syafiiyah, Jakarta).

Sekitar 5bulan lalu, keduanya mendapat kiriman brosur dari STT Apostolos. “Isinya tidak secara langsung mengajak kepada agama Kristen, namun mengajak saya agar masuk ke dalam Apostolos. Itu artinya Apostolos mengajak saya untuk masuk ke dalam agama Kristen,”kataAbdul Rasyid.

Abdul Rasyid segera melaporkan kejadian itu kepadaaparat, sebab cara itu sudah melanggar ketentuan hukum,yakni larangan mengajak ummat suatu agama untuk masuk ke agama lain. Kemudian adapemberitahuan dari aparat bahwa pihak Apostolos melalui Pdt Yusuf Roni membantah telah mengirim surat dan brosur itu.

“Terlepas dari benar tidaknya bantahan itu, yang jelas apa yang sayaalami merupakan indikasi bahwa sasaran kristenisasi tidak hanya kalangan akar rumput, tapi juga ulama dan tokoh masyarakat,” ujar Abdul Rasyid.

5) Yerikho 2000 dan Doa 2002

Misi Kristen di Indonesia didukung oleh kekuatan dana yang sangat besar, di antaranya melibatkan konglomerat keturunan Cina, James T Riady (bos Grup Lippo). Seperti terungkap di majalah Fortune (16 Juli 2001),James berencana membangun seribu sekolah di desa-desa miskin di Indonesia. James bekerjasama dengan Pat Robinson (misionaris dunia) juga akan mendirikan organisasi jaringan umat Kristiani. Hebatnya, ummat Islam secara tidak sadar turut mendukung cita-cita besar James T Riady. Antara lain dengan menjadi nasabah Bank Lippo, belanja di Mal Lippo, membeli rumah di Lippo Karawaci dan Cikarang, berobat ke RS Siloam, pelanggan Lippo Shop, Link Net, Lippo Star, Kabel Vision, dan Asuransi Lippo.

Indonesia memang akan dijadikan pusat perkembangan Kristen di Asia Pasifik. Demikian kata Pdt George Anatorae dari The Lord Familly Church Singapore dalam seminar kerjasama Global Mission Singapore dan GalileaMinistry Indonesia, di Hotel Shangrila Jakarta (9-12 Juni 1998). Sejauh mana keberhasilan program itu, perlu diteliti lebih lanjut. Yang pasti, data tahun 1999menunjukkan jumlah umat Islam di Indonesia anjlok dari 90% menjadi 75%(Siar No 43, 18-24 November 1999).

Keberhasilan itu berkat kerja keras 38 agen kristenisasi, 1573 misionaris pribumi, 62 misionaris asing, dan 421 misionaris lintas kultural (data dari Operation World 2001 yang dihimpun India Missions Association, Japan Evangelical Assocation,dan KoreaResearch Institute for Missions).

Salah satu lembaga yang gencar melaksanakan kristenisasi adalah Doulos World Mission (DWM). Saat ini DWM sedang melaksanakan Proyek Yerikho 2000, yaitu program pengkristenan wilayah Jawa Barat, dengan sentra kegiatan digerakkan di kawasan pinggiran Jakarta.

Proyek ini bertujuan “mewujudkan Kerajaan Allah di bumi Parahyangan menyongsong abad XXI”. Menurut Hendrik Kraemer, peneliti dan penginjil dari Belanda,Jawa Barat adalah wilayah “paling gelap”di Indonesiadan sangat tertutup bagi Injil. Karena itu aktivis DWM bertekad, “Kita harus merebut tanah Pasundan bagi Kristus.”

Yerikho 2000 jugadigerakkan di Sumatera Barat, Riau, Jambi, Bengkulu, Lampung, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat. Pusat kegiatan DWM berada di kawasan Rawamangun (Jakarta Timur) dan Tangerang (Banten).

Program lainnyaadalah Doa 2002, yang dilaksanakan sejak tanggal 19Oktober 2001sampai 6 Desember 2002. Secara khusus program ini menyebut beberapa komunitas Muslim sebagai objek kristenisasi. Di antaranya adalah suku Kaili Ledo (Sulawesi Tengah), Melayu Riau, Betawi, Aceh,Melayu Kalimantan, Tenggarong Kutai, Bima, Maluku, Banda, dan Papua. Rencana program Doa 2002 tertuang dalam buku 40 Hari Doa Bangsa-Bangsayang telah diterjemahkan ke dalam 35 bahasa di dunia.

Muslim Betawi misalnya, harus didoakan oleh segenap orang Kristen pada tanggal 9 November 2001 lalu. Itu perlu dilakukan agar hati Bapa mengasihi dan merindukan orang Betawi. Selain itu, agar Bapa mengutus duta-duta kerajaan-Nya untuk mengembangkan pelayanan kesenian Betawi, literatur, dan radio dalam bahasa Betawi. Juga, agar Tuhan mencurahkan kuasa-Nya dan mengubah kehidupan orang-orang yang berpengaruh dalam suku Betawi, baik para penyanyi, penari, tokoh agama, masyarakat, pemuda, dan wanita.

Secarakhusus, orang Kristen mendoakan Presiden Megawati dan beberapa pemimpin dunia. Harapannya, agar Megawati (dan parapemimpin) mendapat pewahyuan tentang Ketuhanan Yesus dan keluarganya datang mengenal Kristus.

Duta-duta Injil juga sedang menggencarkan ritual Doa 5 Patok. Yakni meningkatkan doa 5 kali sehari dengan pelaksanaan minimal 30 menit lebih awal sebelum waktu shalat (bagi orang Islam). Tujuannya adalah untuk mengadakan penghadangan ruhani sekaligus pembersihan atmosfir ruhani agar kaum Muslimin dapat menerimaYesus.

Ritualnyadilaksanakan sebelum waktu shalat ummat Islam, yakni subuh (mulai 03.15-selesai), pagi (10.30-selesai), siang (14.00-selesai), sore (17.00-selesai), dan malam (18.00-selesai). Pada Kamis malam, dilakukan doa semalaman dan peperangan ruhani sambil berkeliling kota/lokasi tertentu. Awas, hati-hati!• (ahmad, dodi nurja, amz, pam)

(klik

6) Modus Kristenisasi Melalui Hipnotis

Drs. Abu Deedat Syihab M.H menuturkan dalam majalah ummi, sebut sajaAstriana Damayanti (25) -bukan nama sebenarnya- tak pernah berpikir menukar agama. Sejak kecil ia menerimapendidikan agama yang cukup baik. Terakhir ia tercatat sebagai mahasiswi sebuah institut agama Islam.

Perkenalannyadengan seorang pemuda membuat nasibnya bercerita lain. Ia hamil dan sempat bertukar agama. Kini Astrianamenjalani konsultasi agama dengan Drs. Abu Deedat, seorang kristolog, untuk mengembalikan akidahnya.

Menurut ustadz berkacamata ini, muslimah memang menjadi target kristenisasi di Indonesia. Untuk mengenali modus operandinya, reporter UMMI, Asmawati, mewawancarai beliau di rumahnya di kawasan Bekasi.

Sejak kapan modus penjeratan muslimah dilakukan oleh aktivis gereja?

Sebenarnya modus ini sudah lama terjadi, cuma sekarang lebih banyak bukti konkritnya. Ini disebabkan target mengkristenkan penduduk Indonesiapada tahun 2000. Mereka melakukan segala carauntuk memenuhi target itu, di antaranya dengan menjerat muslimah.

Bagaimana cara mereka dalam menjerat muslimah?

Pertama merekamengarahkan perhatian pada kaum muslimah yang mentalnya sedang terganggu karena menghadapi berbagai masalah. Misalnya,orang tuanya sedang sakit atau baru meninggal. Seperti yang sedang menimpa siswi Madrasah Aliyah di Bekasi. Ayah gadis ini baru saja meninggal. Kondisi mentalnya belum begitu stabil. Datanglah seorang laki-laki yang memberikan perhatian padanya. Laki-laki ini aktivis gereja. Sekarang kami sedang berusahamenyelamatkan akidah sang gadis. Cara lain yang banyak kami temukan adalah lewat hipnotis atau obat bius. Cara seperti itu kan mudah saja, cukup dengan tatapan mata atau melalui minuman. Itulah cara-cara mereka.

Kelihatannya mereka cukup nekad?

Tampaknya adaunsur pemaksaan, seperti kasus Wawah di Sum-Bar. Ini bukan kasus pertama maupun yang terakhir. Mereka bilang, hal-hal seperti itu tidak diprogramkan. Tapi di lapangan, ini yang terjadi. Kesannya memang cukup radikal ya. Barangkali untuk mengejar target.

Apa sih target mereka?

Dalam kongres di Inggris tahun ?89 ditargetkan pada tahun 2000 penduduk dunia ini paling tidak 50% penduduk dunia ini harus menjadi pengikut Kristen. Kemudian harus pula disebarkan pemahaman Kristen, atau Bibel itu ke seluruh dunia. Seperti juga misinya Doulos, dimana tahun 2000 ditargetkan 125suku yang ada di Indonesia harus jadi pengikut Kristus, itu sekitar 160 juta jiwa. Berarti sasarannya termasuk juga umat Islam.

Kembali soal penjeratan muslimah, setelahmenikah apa yang mereka lakukan?

Setelah wanita itu terpedaya, sebagian mereka langsung menunjukkan jati dirinya. Biasanya sang gadis ini tak dapat berbuat apa-apa daripada mendapat malu, misalnya, karena sudah hamil. Sebagian lagi, sampai menikah tak membuka rahasia. Tapi selama masa perkawinan para aktivis ini menjauhkan akidah Islam dari si istri. Bahkan ada suami yang membakar mukena dan sajadah istrinya agar ia tak bisa sholat.

Suami mencuci otak istrinya, misalnya, memberikan ayat-ayat Alquran yang diputarbalik. Begitu terus sampai istrinya terpengaruh dan akhirnya masuk Kristen,bahkan menjadi aktivis gereja. Muslimah yang kuat imannya, mungkin masih bisa bertahan, tapi yang lemah hancurlah dia.

Bagaimana cara pertemuan pertama mereka?

Awalnya mungkin hanya perkenalan biasa. Aktivis gereja ini akan menjajaki kekuatan muslimah. Ketika ialemah, maka ia masuk dengan jeratan-jeratannya. Jangan lupa dengan cara hipnotis tadi.

Apakah pihak Kristen mengakui cara-cara itu?

Pihak Kristen sendiri tak mengakui upaya-upaya gencar mereka untuk memurtadkan umat Islam. Tapi di lapangan nyatanyasemakin merajalela dengan berbagai cara. Menurut H. Berkhof dalam buku "Sejarah Gereja" hal 321 menyatakan Indonesia itu memang lahan subur untuk Kristenisasi.

Bagaimana muslimah mempersiapkan diri menghadapi jeratan itu? Pertama muslimah harus mempunyai pemahaman Islam yang kuat. Kedua, muslimah harus mengetahui gerak-gerik musuh dan tipu dayanya. Ini dapat dipelajari antara lain dengan mempelajari kristologi.

Untuk muslimah yang berpendidikan mungkin mudah, bagaimana dengan yang tingkat pemahamannya kurang?

Ya,disesuaikan dengan tingkat pemahaman mereka. Kalau di kalangan atas tentu caranya beda dengan di kalangan bawah.

Apayang harus kita lakukan bila melihat upaya Kristenisasi? Pertama, sampaikan Al Islam secara baik kepada umat kita. Berikan pemahaman yang benar. Lihat apa yang mereka lakukan. Kalau radikal atau amoral, kita kan negara hukum laporkan pada aparat. Amoral, misalnya diperkosa. Tapi kalau dengan pembagian sembako, ya tentunya muslim harus lakukan hal yang sama. Kita lho yang berkewajiban da?wah bil hal, memberikan bantuan sehingga saudara-saudarakita tidak terbawa rayuan mereka.

Kalau mereka lakukan dengan penyebaran buku-buku dan brosur-brosur yang merugikan Islam atau menjungkirbalikkan ajaran-ajaran Al Quran adadua hal yang kita dapat lakukan. Pertama, kita luruskan pemahaman-pemahaman yang keliru. Kedua, laporkan kepadapihak yang berwajib karena masalah pelecehan agama, sudah ada aturan hukumnya. Berikan wawasan pada umat tentang bahayaKristenisasi. Intinya adalah kembali pada pemantapan akidah. [Dwi Septiawati/Asmawati/Ummi/voa-islam.com]

Posted at 17.56 |  by Harian Muslim

Jumat, 10 Januari 2014

DAMASKUS  -Yayasan Media Al-Manarah Al-Baidha', sayap media Jabhah Nushrah pada hari Senin (6/1/2014) merilis pesan audio Amir Jabhah Nushrah, Syaikh Abu Muhammad Al-Jaulani yang berjudul "Takutlah kepada Allah, takutlah kepada Allah tentang kancah Syam". Dalam pesan audio berdurasi 9 menit 20 detik itu Syaikh Abu Muhammad Al-Jaulani hafidzahullah mengajukan beberapa pesan dan inisiatif untuk menyelesaikan konflik bersenjata di antara sesama kelompok jihad di Suriah berdasar syariat Islam. Berikut ini terjemahan pesan audio tersebut :

Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

Assalamu'alaykum wa rahmatullah wa barakatuh

Segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam senantiasa dilimpahkan kepada Rasulullah, keluarga dan sahabatnya serta semua umatnya yang setiap kepadanya. Amma ba'du.

Ya Allah bagimu segala puji atas segala keadaan. Umat Islam telah dibuat sedih oleh peperangan intern antar kelompok-kelompok jihad pada hari-hari yang lalu. Kami ketika meyakini keislaman kelompok-kelompok yang bertikai meskipun sebagian pihak yang berkhianat telah mempergunakan kondisi saat ini untuk melaksanakan keinginan Barat atau meraih kepentingan pribadi yang hina, maka kami memandang bahwa mayoritas peperangan yang terjadi (di antara sesama kelompok jihad di Suriah, edt) adalah perang fitnah di antara sesama kaum muslimin.

Allah Ta'ala telah memperingatkan dan mengagungkan kehormatan darah seorang muslim dengan penghormatan yang tegas. Allah Ta'ala telah berfirman: ﺟَﻬَﻨﱠﻢُ ُ ﻓَﺠَﺰَاؤُه ﻣﱡﺘَﻌَﻤﱢﺪًا ﻣُﺆْﻣِﻨًﺎ ْ ﻳَﻘْﺘُﻞ وَﻣَﻦ

ﺧَﺎﻟِﺪًا

ﻓِﻴﻬَﺎ

وَﻏَﻀِﺐ

اﻟﻠﱠﻪ َ

ﻋَﻠَﻴْﻪ ُ

وَﻟَﻌَﻨَﻪ ِ

وَأَﻋَﺪ ُ

ﻟَﻪُ َّ

ﻋَﻈِﻴﻤًﺎ ﻋَﺬَاﺑًﺎ

Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya ialah neraka Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, Allah mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya. (QS. An-Nisa' [4]: 93)

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam juga memperingatkan dari hal itu, karena telah shahih dalam hadits bahwa beliau bersabda: ﻣُﺆْﻣِﻦٍ ِ ﻗَﺘْﻞ ْ ﻣِﻦ ِ اﻟﻠﱠﻪ ﻋَﻠَﻰ ُ أَﻫْﻮَن اﻟﺪﱡﻧْﻴَﺎ ُ ﻟَﺰَوَال » ٍّ« ﺣَﻖ ِ ﺑِﻐَﻴْﺮ

"Sungguh hancurnya dunia lebih remeh bagi Allah dibandingkan dibunuhnya seorang mukmin tanpa alasan yang benar." (HR. Ibnu Majah no. 2619 dan Al-Baihaqi no. 15867, hadits shahih)

Di dalam hadits yang lain disebutkan: ﺟﺎءَ ٍ ﻛَﻠِﻤَﺔ ِ ﺑِﺸَﻄْﺮ ٍ ﻣُﺴﻠﻢ ِ ﻗَﺘْﻞ ﻋَﻠَﻰ َ أَﻋَﺎن ْ ﻣَﻦ

اﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔ َ ﻳَﻮْم

ﻣَﻜْﺘُﻮب ِ

ﻋَﻴْﻨَﻴْﻪ َ ﺑَﻴْﻦ ٌ

آﻳِﺲ ِ

ﻣِﻦْ ٌ

ﷲِ ِ رَﺣْﻤَﺔ

"Barangsiapa membantu untuk membunuh seorang muslim walau dengan setengah patah kata niscaya ia akan menghadap Allah Ta'ala pada hari kiamat sementara di antara kedua matanya terdapat tulisan berbunyi 'orang yang putus asa dari rahmat Allah'." (HR. Ibnu Majah no. 2620 dan Al-Baihaqi no. 15865, hadits lemah)

Hal ini tidak menghalangi seseorang untuk membela dirinya saat ia berada dalam kondisi diserang, sebatas kadar serangan yang ia terima. رَﺳُﻮلِ إِﻟَﻰ ٌ رَﺟُﻞ َ ﺟَﺎء َ: ﻗَﺎل َ، ﻫُﺮَﻳْﺮَة أَﺑِﻲ ْ ﻋَﻦ

ﺻَﻠﱠﻰ ِﷲ

ﻋَﻠَﻴْﻪ ُﷲ

وَﺳَﻠﱠﻢ ِ

ﻓَﻘَﺎل َ،

رَﺳُﻮلَ ﻳَﺎ َ:

أَرَأَﻳْﺖ ِ،ﷲ

رَﺟُﻞ َ ﺟَﺎء ْ إِن َ

ﻳُﺮِﻳﺪ ٌ

أَﺧْﺬ ُ

ﻣَﺎﻟِﻲ َ

؟

إِنْ َ أَرَأَﻳْﺖ َ: ﻗَﺎل َ« ﻣَﺎﻟَﻚ ِ ﺗُﻌْﻄِﻪ ﻓَﻼَ َ: » ﻗَﺎل

ﻗَﺎﺗَﻠَﻨِﻲ

َ: » ﻗَﺎل ؟

ﻗَﺎﺗِﻠْﻪ

أَرَأَﻳْﺖ َ: ﻗَﺎل ُ«

إِنْ َ

إِنْ َ أَرَأَﻳْﺖ َ: ﻗَﺎل

ﺷَﻬِﻴﺪ َ ﻓَﺄَﻧْﺖ َ: » ﻗَﺎل ؟ ﻗَﺘَﻠَﻨِﻲ

ٌ« ،

اﻟﻨﱠﺎر ﻓِﻲ َ ﻫُﻮ َ: » ﻗَﺎل ُ؟ ﻗَﺘَﻠْﺘُﻪ

ِ«

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu ia berkata: "Seseorang datang kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam dan bertanya: 'Wahai Rasulullah, apa pendapat Anda jika seseorang datang kepadaku untuk merampas hartaku?' Beliau menjawab: 'Janganlah engkau serahkan hartamu kepadanya.' Laki-laki itu bertanya: 'Bagaimana jika ia memerangiku?' Beliau menjawab: "Lawanlah!' Laki-laki itu bertanya: 'Bagaimana jika ia berhasil membunuhku?' Beliau menjawab: 'Engkau mati syahid.' Laki-laki itu bertanya: 'Bagaimana jika aku yang berhasil membunuhnya?' Beliau menjawab: 'Dia berada di neraka.'" (HR. Muslim no. 140, An-Nasai no. 4082 dan Ahmad no. 8475)

Telah terjadi banyak serangan-serangan di lapangan antara kelompok-kelompok bersenjata, dan terjadi tindakan-tindakan melampaui batas dari sebagian kelompok. Sebagaimana kebijakan keliru yang diikuti oleh Daulah (ISIS) di lapangan memiliki peranan menonjol dalam mengobarkan konflik.

Hal itu ditambah dengan tidak tercapainya bentuk solusi syar'i yang dijadikan landasan di antara kelompok-kelompok yang menonjol, dimana semua kekuatan (kelompok) tunduk kepada bentuk solusi syar'i tersebut untuk menyelesaikan setiap perselisihan yang masih menggantung. Hal ini mengakibatkan semakin bertumpuknya perselisihan-perselisihan dan semakin luasnya sekat-sekat pemisah, tanpa tercapai penyelesaian yang final atas sebagian besar perkara yang membingungkan.

Sekedar sebagai contoh tanpa bermaksud membatasi, adalah kasus Amir Jabhah (Nushrah) di provinsi Raqqah yang ditangkap oleh Daulah (ISIS) kemudian Daulah (ISIS) menuduhnya sebagai orang murtad. Nasibnya sampai hari ini antara tidak diketahui atau telah dibunuh. Laa hawla wa laa quwwata illa billah.

Konflik yang semakin bertumpuk-tumpuk ini telah mengakibatkan peperangan dalam level yang sangat tinggi. Pertama, kancah (jihad Syam) akan (terpaksa) membayar harganya jika hal ini terus berlanjut. Kemudian darah kaum muslimin dari setiap pihak yang dilindungi akan menjadi korban. Harga dari peperangan ini juga akan (terpaksa) dibayar oleh kehormatan-kehormatan yang dinodai, tawanan-tawanan dalam penjara-penjara rezim Nushairiyah, anak-anak yatim, janda-janda, orang-orang yang cacat dan setiap orang yang terusir. Harga dari peperangan ini terpaksa harus dibayar oleh front-front Aleppo, lamanya kesabaran penduduk Homs yang terkepung, penduduk Damaskus dan Ghautah yang setelah bersandar kepada Allah maka mereka menyandarkan pertolongan dan bantuan kepada penduduk Suriah Utara.

Kesimpulannya, kancah jihad (Syam) dengan Muhajirin dan Anshar yang berada di dalamnya terpaksa harus membayar harga dari lenyapnya sebuah kancah jihad yang agung, rezim Nushairiyah yang telah dekat saat tumbangnya niscaya akan mampu bangkit kembali, sementara itu Barat dan Rafidhah akan mendapatkan pijakan kaki yang sangat besar dalam susasana konflik ini jika konflik ini tidak segera diperbaiki.

Kami juga mengingatkan dengan tegas agar masyarakat tidak terseret kepada konflik jahiliyah antara Muhajirin (mujahidin dari luar Suriah-red) dan Anshar (mujahidin asli warga Suriah-red) sebab kepentingan mendesak eksistensi muhajirin dalam kancah jihad adalah kepentingan mendesak yang bersifat pasti untuk menunjukkan kesatuan Islam dalam menghadapi konflik bersejarah (Islam melawan Nushairiyah-Rafidhah-red) seperti ini.

Dari Amru bin Dinar ia mendengar Jabir bin Abdullah radhiyallahu 'anhu berkata: "Kami sedang mengikuti sebuah peperangan." Perawi Sufyan bin Uyainah berkata: Menurut mereka adalah Perang Bani Mushtaliq. Jabir bin Abdullah radhiyallahu 'anhu melanjutkan perkataannya: "Maka ada seorang muhajirin mencubit pantat seorang Anhsar, sehingga (antara keduanya terjadi percekcokan). Orang muhajirin itu berteriak: 'Wahai orang-orang muhajirin, bantulah saya!' Orang Anshar itu juga berteriak: 'wahai orang-orang Anshar, bantulah saya!'

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam mendengar keributan tersebut, maka beliau bersabda :

دَﻋْﻮَى ُ ﺑَﺎل ﻣَﺎ

أَﻫْﻞ

اﻟﺠَﺎﻫِﻠِﻴﱠﺔ ِ

ِ؟

"Kenapa menyerukan seruan jahiliyah?"

Para sahabat menjawab: "Seorang muhajirin mencubit pantat seorang Anshar." maka Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam bersabda:

ﻣُﻨْﺘِﻨَﺔ ﻓَﺈِﻧﱠﻬَﺎ دَﻋُﻮﻫَﺎ »

ٌ«

"Tinggalkanlah seruan jahilyah tersebut, karena ia adalah perkara yang busuk!" (HR. Bukhari no. 4905 dan Muslim no. 2584)

Kondisi yang memprihatinkan ini mendorong kami untuk :

Pertama, mengajukan inisiatif penyelamatan bagi kancah (jihad Syam) dari kesia-siaan, dimana inisiatif penyelamatan ini berupa pembentukan sebuah lajnah syar'iyah (komisi syariat) yang terdiri dari seluruh kelompok yang diakui (mu'tabarah), adanya murajjih (pihak yang menentukan hal yang lebih kuat) independen, penghentian baku tembak, dilakukan pengadilan atas darah yang ditumpahkan dan harta yang dirampas, dan jama'ah-jama'ah harus menegaskan berdiri dalam satu barisan dan dengan kekuatan melawan setiap pihak yang tidak menetapi keputusan-keputusan lajnah syar'iyah persetujuan mereka masuk di dalam lajnah syar'iyah tersebut, sampai pihak tersebut kembali tunduk kepada perintah Allah Ta'ala. Allah Ta'ala berfirman :

ﻃَﺎﺋِﻔَﺘَﺎن ْ

اﻟْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴﻦ َ ﻣِﻦ ِ

اﻗْﺘَﺘَﻠُﻮا َ

ﻋَﻠَﻰ إِﺣْﺪَاﻫُﻤَﺎ ْ ﺑَﻐَﺖ ْ ﻓَﺈِن ﺑَﻴْﻨَﻬُﻤَﺎ ﻓَﺄَﺻْﻠِﺤُﻮا إِﻟَﻰ َ ﺗَﻔِﻲء ﺣَﺘﱠﻰ ﺗَﺒْﻐِﻲ اﻟﱠﺘِﻲ ﻓَﻘَﺎﺗِﻠُﻮا اﻷُْﺧْﺮَى اﻟﻠﱠﻪِ ِ أَﻣْﺮ

"Dan kalau ada dua golongan dari orang-orang yang beriman itu berperang hendaklah kalian mendamaikan di antara keduanya! Tetapi jika salah satu golongan melakukan tindakan aniaya terhadap satu golongan yang lain, maka hendaklah kalian memerangi golongan yang melakukan tindakan aniaya tersebut sampai golongan tersebut kembali pada perintah Allah." (QS. Al-Hujurat [49]: 9)

Kedua, kami mengumumkan bahwa kami akan tetap menjaga garis-garis ribath kami melawan rezim Nushairiyah, bahkan kami akan berusaha untuk memperkuat posisi-posisi melawan rezim Nushairiyah selama kami mampu. Dan kami menyerukan kepada setiap orang yang ingin menjaga kancah jihad Syam dari penodaan dan pencampakan kehormatan-kehormatan oleh rezim Nushairiyah, hendaklah ia bergabung dengan tsughur (medan-medan penjagaan mujahidin melawan pasukan rezim Nushairiyah, edt) dan kami akan menjamin apa-apa yang ia butuhkan (senjata, amunsi dan logistic makanan, edt) dengan izin Allah.

Ketiga, kami akan membela diri kami dari serangan apapun yang ditujukan kepada nyawa dan harta kami, siapapun pihak yang melakukan serangan tersebut.

Keempat, mengenai muhajirin, maka setiap anggota Jabhah Nushrah baik dari penduduk Syam maupun masyarakat umum, memiliki kewajiban untuk melindungi muhajirin yang berlindung (mengungsi) kepadanya, mereka harus membela muhajirin dengan darah dan harta mereka. Ini adalah kewajiban syariat, bukan kebaikan atau kemurahan siapa pun dan kewajiban syariat ini tidak pernah lepas dari pundak kita karena kita akan menghadap Allah Azza wa Jalla dan dimintai pertanggung jawaban atas hal itu. اﻟْﻤُﺆْﻣِﻨُﻮنَ ُ ﻫُﻢ َ أُوﻟَﺌِﻚ وَﻧَﺼَﺮُوا آوَوْا َ وَاﻟﱠﺬِﻳﻦ

"Orang-orang yang memberi tempat perlindungan dan memberikan pertolongan, mereka itulah orang-orang mukmin yang sejati." (QS. Al-Anfal [8]: 74)

Wahai saudara-saudaraku kaum muhajirin, waspadalah kalian, jangan sampai hijrah dan jihad kalian diperalat untuk selain tujuan terbesar yang kalian berangkat untuknya, atau peperangan kalian dialihkan dari skala prioritas peperangan.

Bertakwalah kepada Allah, bertakwalah kepada Allah dalam jihad kalian dan penduduk kalian, penduduk Syam!

Sebagai penutup, tidak diragukan lagi bahwa fitnah ini dalam waktu dekat akan segera hilang, barisan-barisan jihad akan kembali bersatu padu bak bangunan yang kokoh, dan senapan akan diarahkan ke arah yang seharusnya diarahkan, kita semua akan kembali menorehkan lembaran-lembaran baru kemenangan, dan kita akan berdiri sebagai benteng yang kokoh melawan Rafidhah, Nushairiyah dan para agresor.

Ya Allah, persatukanlah barisan-barisan kami dan kumpulkanlah cerai-beraian kami, wahai Dzat Yang Maha Pemurah lagi Maha Mulia

Ya Allah, inilah aku telah menyampaikan maka jadilah Engkau sebagai saksi. أَﻟْﻘَﻰ ْ أَو ٌ ﻗَﻠْﺐ ُ ﻟَﻪ َ ﻛَﺎن ﻟِﻤَﻦ ٰ ﻟَﺬِﻛْﺮَى َ ذَٰﻟِﻚ ﻓِﻲ َّ إِن

اﻟﺴﱠﻤْﻊ

وَﻫُﻮَ َ

ﺷَﻬِﻴﺪ

ٌ

Sesungguhnya pada hal yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai akal atau yang menggunakan pendengarannya, sedang dia menyaksikannya. (QS. Qaaf [50]: 37)

Segala puji bagi Allah Rabb seluruh alam.

Wassalamu'alaykum wa rahmatullah wa barakatuh

(Muhib al-Majdi/arrahmah.com)

Pesan audio Amir Jabhah Nushrah untuk menyelamatkan kancah Jihad Syam

DAMASKUS  -Yayasan Media Al-Manarah Al-Baidha', sayap media Jabhah Nushrah pada hari Senin (6/1/2014) merilis pesan audio Amir Jabhah Nushrah, Syaikh Abu Muhammad Al-Jaulani yang berjudul "Takutlah kepada Allah, takutlah kepada Allah tentang kancah Syam". Dalam pesan audio berdurasi 9 menit 20 detik itu Syaikh Abu Muhammad Al-Jaulani hafidzahullah mengajukan beberapa pesan dan inisiatif untuk menyelesaikan konflik bersenjata di antara sesama kelompok jihad di Suriah berdasar syariat Islam. Berikut ini terjemahan pesan audio tersebut :

Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

Assalamu'alaykum wa rahmatullah wa barakatuh

Segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam senantiasa dilimpahkan kepada Rasulullah, keluarga dan sahabatnya serta semua umatnya yang setiap kepadanya. Amma ba'du.

Ya Allah bagimu segala puji atas segala keadaan. Umat Islam telah dibuat sedih oleh peperangan intern antar kelompok-kelompok jihad pada hari-hari yang lalu. Kami ketika meyakini keislaman kelompok-kelompok yang bertikai meskipun sebagian pihak yang berkhianat telah mempergunakan kondisi saat ini untuk melaksanakan keinginan Barat atau meraih kepentingan pribadi yang hina, maka kami memandang bahwa mayoritas peperangan yang terjadi (di antara sesama kelompok jihad di Suriah, edt) adalah perang fitnah di antara sesama kaum muslimin.

Allah Ta'ala telah memperingatkan dan mengagungkan kehormatan darah seorang muslim dengan penghormatan yang tegas. Allah Ta'ala telah berfirman: ﺟَﻬَﻨﱠﻢُ ُ ﻓَﺠَﺰَاؤُه ﻣﱡﺘَﻌَﻤﱢﺪًا ﻣُﺆْﻣِﻨًﺎ ْ ﻳَﻘْﺘُﻞ وَﻣَﻦ

ﺧَﺎﻟِﺪًا

ﻓِﻴﻬَﺎ

وَﻏَﻀِﺐ

اﻟﻠﱠﻪ َ

ﻋَﻠَﻴْﻪ ُ

وَﻟَﻌَﻨَﻪ ِ

وَأَﻋَﺪ ُ

ﻟَﻪُ َّ

ﻋَﻈِﻴﻤًﺎ ﻋَﺬَاﺑًﺎ

Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya ialah neraka Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, Allah mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya. (QS. An-Nisa' [4]: 93)

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam juga memperingatkan dari hal itu, karena telah shahih dalam hadits bahwa beliau bersabda: ﻣُﺆْﻣِﻦٍ ِ ﻗَﺘْﻞ ْ ﻣِﻦ ِ اﻟﻠﱠﻪ ﻋَﻠَﻰ ُ أَﻫْﻮَن اﻟﺪﱡﻧْﻴَﺎ ُ ﻟَﺰَوَال » ٍّ« ﺣَﻖ ِ ﺑِﻐَﻴْﺮ

"Sungguh hancurnya dunia lebih remeh bagi Allah dibandingkan dibunuhnya seorang mukmin tanpa alasan yang benar." (HR. Ibnu Majah no. 2619 dan Al-Baihaqi no. 15867, hadits shahih)

Di dalam hadits yang lain disebutkan: ﺟﺎءَ ٍ ﻛَﻠِﻤَﺔ ِ ﺑِﺸَﻄْﺮ ٍ ﻣُﺴﻠﻢ ِ ﻗَﺘْﻞ ﻋَﻠَﻰ َ أَﻋَﺎن ْ ﻣَﻦ

اﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔ َ ﻳَﻮْم

ﻣَﻜْﺘُﻮب ِ

ﻋَﻴْﻨَﻴْﻪ َ ﺑَﻴْﻦ ٌ

آﻳِﺲ ِ

ﻣِﻦْ ٌ

ﷲِ ِ رَﺣْﻤَﺔ

"Barangsiapa membantu untuk membunuh seorang muslim walau dengan setengah patah kata niscaya ia akan menghadap Allah Ta'ala pada hari kiamat sementara di antara kedua matanya terdapat tulisan berbunyi 'orang yang putus asa dari rahmat Allah'." (HR. Ibnu Majah no. 2620 dan Al-Baihaqi no. 15865, hadits lemah)

Hal ini tidak menghalangi seseorang untuk membela dirinya saat ia berada dalam kondisi diserang, sebatas kadar serangan yang ia terima. رَﺳُﻮلِ إِﻟَﻰ ٌ رَﺟُﻞ َ ﺟَﺎء َ: ﻗَﺎل َ، ﻫُﺮَﻳْﺮَة أَﺑِﻲ ْ ﻋَﻦ

ﺻَﻠﱠﻰ ِﷲ

ﻋَﻠَﻴْﻪ ُﷲ

وَﺳَﻠﱠﻢ ِ

ﻓَﻘَﺎل َ،

رَﺳُﻮلَ ﻳَﺎ َ:

أَرَأَﻳْﺖ ِ،ﷲ

رَﺟُﻞ َ ﺟَﺎء ْ إِن َ

ﻳُﺮِﻳﺪ ٌ

أَﺧْﺬ ُ

ﻣَﺎﻟِﻲ َ

؟

إِنْ َ أَرَأَﻳْﺖ َ: ﻗَﺎل َ« ﻣَﺎﻟَﻚ ِ ﺗُﻌْﻄِﻪ ﻓَﻼَ َ: » ﻗَﺎل

ﻗَﺎﺗَﻠَﻨِﻲ

َ: » ﻗَﺎل ؟

ﻗَﺎﺗِﻠْﻪ

أَرَأَﻳْﺖ َ: ﻗَﺎل ُ«

إِنْ َ

إِنْ َ أَرَأَﻳْﺖ َ: ﻗَﺎل

ﺷَﻬِﻴﺪ َ ﻓَﺄَﻧْﺖ َ: » ﻗَﺎل ؟ ﻗَﺘَﻠَﻨِﻲ

ٌ« ،

اﻟﻨﱠﺎر ﻓِﻲ َ ﻫُﻮ َ: » ﻗَﺎل ُ؟ ﻗَﺘَﻠْﺘُﻪ

ِ«

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu ia berkata: "Seseorang datang kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam dan bertanya: 'Wahai Rasulullah, apa pendapat Anda jika seseorang datang kepadaku untuk merampas hartaku?' Beliau menjawab: 'Janganlah engkau serahkan hartamu kepadanya.' Laki-laki itu bertanya: 'Bagaimana jika ia memerangiku?' Beliau menjawab: "Lawanlah!' Laki-laki itu bertanya: 'Bagaimana jika ia berhasil membunuhku?' Beliau menjawab: 'Engkau mati syahid.' Laki-laki itu bertanya: 'Bagaimana jika aku yang berhasil membunuhnya?' Beliau menjawab: 'Dia berada di neraka.'" (HR. Muslim no. 140, An-Nasai no. 4082 dan Ahmad no. 8475)

Telah terjadi banyak serangan-serangan di lapangan antara kelompok-kelompok bersenjata, dan terjadi tindakan-tindakan melampaui batas dari sebagian kelompok. Sebagaimana kebijakan keliru yang diikuti oleh Daulah (ISIS) di lapangan memiliki peranan menonjol dalam mengobarkan konflik.

Hal itu ditambah dengan tidak tercapainya bentuk solusi syar'i yang dijadikan landasan di antara kelompok-kelompok yang menonjol, dimana semua kekuatan (kelompok) tunduk kepada bentuk solusi syar'i tersebut untuk menyelesaikan setiap perselisihan yang masih menggantung. Hal ini mengakibatkan semakin bertumpuknya perselisihan-perselisihan dan semakin luasnya sekat-sekat pemisah, tanpa tercapai penyelesaian yang final atas sebagian besar perkara yang membingungkan.

Sekedar sebagai contoh tanpa bermaksud membatasi, adalah kasus Amir Jabhah (Nushrah) di provinsi Raqqah yang ditangkap oleh Daulah (ISIS) kemudian Daulah (ISIS) menuduhnya sebagai orang murtad. Nasibnya sampai hari ini antara tidak diketahui atau telah dibunuh. Laa hawla wa laa quwwata illa billah.

Konflik yang semakin bertumpuk-tumpuk ini telah mengakibatkan peperangan dalam level yang sangat tinggi. Pertama, kancah (jihad Syam) akan (terpaksa) membayar harganya jika hal ini terus berlanjut. Kemudian darah kaum muslimin dari setiap pihak yang dilindungi akan menjadi korban. Harga dari peperangan ini juga akan (terpaksa) dibayar oleh kehormatan-kehormatan yang dinodai, tawanan-tawanan dalam penjara-penjara rezim Nushairiyah, anak-anak yatim, janda-janda, orang-orang yang cacat dan setiap orang yang terusir. Harga dari peperangan ini terpaksa harus dibayar oleh front-front Aleppo, lamanya kesabaran penduduk Homs yang terkepung, penduduk Damaskus dan Ghautah yang setelah bersandar kepada Allah maka mereka menyandarkan pertolongan dan bantuan kepada penduduk Suriah Utara.

Kesimpulannya, kancah jihad (Syam) dengan Muhajirin dan Anshar yang berada di dalamnya terpaksa harus membayar harga dari lenyapnya sebuah kancah jihad yang agung, rezim Nushairiyah yang telah dekat saat tumbangnya niscaya akan mampu bangkit kembali, sementara itu Barat dan Rafidhah akan mendapatkan pijakan kaki yang sangat besar dalam susasana konflik ini jika konflik ini tidak segera diperbaiki.

Kami juga mengingatkan dengan tegas agar masyarakat tidak terseret kepada konflik jahiliyah antara Muhajirin (mujahidin dari luar Suriah-red) dan Anshar (mujahidin asli warga Suriah-red) sebab kepentingan mendesak eksistensi muhajirin dalam kancah jihad adalah kepentingan mendesak yang bersifat pasti untuk menunjukkan kesatuan Islam dalam menghadapi konflik bersejarah (Islam melawan Nushairiyah-Rafidhah-red) seperti ini.

Dari Amru bin Dinar ia mendengar Jabir bin Abdullah radhiyallahu 'anhu berkata: "Kami sedang mengikuti sebuah peperangan." Perawi Sufyan bin Uyainah berkata: Menurut mereka adalah Perang Bani Mushtaliq. Jabir bin Abdullah radhiyallahu 'anhu melanjutkan perkataannya: "Maka ada seorang muhajirin mencubit pantat seorang Anhsar, sehingga (antara keduanya terjadi percekcokan). Orang muhajirin itu berteriak: 'Wahai orang-orang muhajirin, bantulah saya!' Orang Anshar itu juga berteriak: 'wahai orang-orang Anshar, bantulah saya!'

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam mendengar keributan tersebut, maka beliau bersabda :

دَﻋْﻮَى ُ ﺑَﺎل ﻣَﺎ

أَﻫْﻞ

اﻟﺠَﺎﻫِﻠِﻴﱠﺔ ِ

ِ؟

"Kenapa menyerukan seruan jahiliyah?"

Para sahabat menjawab: "Seorang muhajirin mencubit pantat seorang Anshar." maka Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam bersabda:

ﻣُﻨْﺘِﻨَﺔ ﻓَﺈِﻧﱠﻬَﺎ دَﻋُﻮﻫَﺎ »

ٌ«

"Tinggalkanlah seruan jahilyah tersebut, karena ia adalah perkara yang busuk!" (HR. Bukhari no. 4905 dan Muslim no. 2584)

Kondisi yang memprihatinkan ini mendorong kami untuk :

Pertama, mengajukan inisiatif penyelamatan bagi kancah (jihad Syam) dari kesia-siaan, dimana inisiatif penyelamatan ini berupa pembentukan sebuah lajnah syar'iyah (komisi syariat) yang terdiri dari seluruh kelompok yang diakui (mu'tabarah), adanya murajjih (pihak yang menentukan hal yang lebih kuat) independen, penghentian baku tembak, dilakukan pengadilan atas darah yang ditumpahkan dan harta yang dirampas, dan jama'ah-jama'ah harus menegaskan berdiri dalam satu barisan dan dengan kekuatan melawan setiap pihak yang tidak menetapi keputusan-keputusan lajnah syar'iyah persetujuan mereka masuk di dalam lajnah syar'iyah tersebut, sampai pihak tersebut kembali tunduk kepada perintah Allah Ta'ala. Allah Ta'ala berfirman :

ﻃَﺎﺋِﻔَﺘَﺎن ْ

اﻟْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴﻦ َ ﻣِﻦ ِ

اﻗْﺘَﺘَﻠُﻮا َ

ﻋَﻠَﻰ إِﺣْﺪَاﻫُﻤَﺎ ْ ﺑَﻐَﺖ ْ ﻓَﺈِن ﺑَﻴْﻨَﻬُﻤَﺎ ﻓَﺄَﺻْﻠِﺤُﻮا إِﻟَﻰ َ ﺗَﻔِﻲء ﺣَﺘﱠﻰ ﺗَﺒْﻐِﻲ اﻟﱠﺘِﻲ ﻓَﻘَﺎﺗِﻠُﻮا اﻷُْﺧْﺮَى اﻟﻠﱠﻪِ ِ أَﻣْﺮ

"Dan kalau ada dua golongan dari orang-orang yang beriman itu berperang hendaklah kalian mendamaikan di antara keduanya! Tetapi jika salah satu golongan melakukan tindakan aniaya terhadap satu golongan yang lain, maka hendaklah kalian memerangi golongan yang melakukan tindakan aniaya tersebut sampai golongan tersebut kembali pada perintah Allah." (QS. Al-Hujurat [49]: 9)

Kedua, kami mengumumkan bahwa kami akan tetap menjaga garis-garis ribath kami melawan rezim Nushairiyah, bahkan kami akan berusaha untuk memperkuat posisi-posisi melawan rezim Nushairiyah selama kami mampu. Dan kami menyerukan kepada setiap orang yang ingin menjaga kancah jihad Syam dari penodaan dan pencampakan kehormatan-kehormatan oleh rezim Nushairiyah, hendaklah ia bergabung dengan tsughur (medan-medan penjagaan mujahidin melawan pasukan rezim Nushairiyah, edt) dan kami akan menjamin apa-apa yang ia butuhkan (senjata, amunsi dan logistic makanan, edt) dengan izin Allah.

Ketiga, kami akan membela diri kami dari serangan apapun yang ditujukan kepada nyawa dan harta kami, siapapun pihak yang melakukan serangan tersebut.

Keempat, mengenai muhajirin, maka setiap anggota Jabhah Nushrah baik dari penduduk Syam maupun masyarakat umum, memiliki kewajiban untuk melindungi muhajirin yang berlindung (mengungsi) kepadanya, mereka harus membela muhajirin dengan darah dan harta mereka. Ini adalah kewajiban syariat, bukan kebaikan atau kemurahan siapa pun dan kewajiban syariat ini tidak pernah lepas dari pundak kita karena kita akan menghadap Allah Azza wa Jalla dan dimintai pertanggung jawaban atas hal itu. اﻟْﻤُﺆْﻣِﻨُﻮنَ ُ ﻫُﻢ َ أُوﻟَﺌِﻚ وَﻧَﺼَﺮُوا آوَوْا َ وَاﻟﱠﺬِﻳﻦ

"Orang-orang yang memberi tempat perlindungan dan memberikan pertolongan, mereka itulah orang-orang mukmin yang sejati." (QS. Al-Anfal [8]: 74)

Wahai saudara-saudaraku kaum muhajirin, waspadalah kalian, jangan sampai hijrah dan jihad kalian diperalat untuk selain tujuan terbesar yang kalian berangkat untuknya, atau peperangan kalian dialihkan dari skala prioritas peperangan.

Bertakwalah kepada Allah, bertakwalah kepada Allah dalam jihad kalian dan penduduk kalian, penduduk Syam!

Sebagai penutup, tidak diragukan lagi bahwa fitnah ini dalam waktu dekat akan segera hilang, barisan-barisan jihad akan kembali bersatu padu bak bangunan yang kokoh, dan senapan akan diarahkan ke arah yang seharusnya diarahkan, kita semua akan kembali menorehkan lembaran-lembaran baru kemenangan, dan kita akan berdiri sebagai benteng yang kokoh melawan Rafidhah, Nushairiyah dan para agresor.

Ya Allah, persatukanlah barisan-barisan kami dan kumpulkanlah cerai-beraian kami, wahai Dzat Yang Maha Pemurah lagi Maha Mulia

Ya Allah, inilah aku telah menyampaikan maka jadilah Engkau sebagai saksi. أَﻟْﻘَﻰ ْ أَو ٌ ﻗَﻠْﺐ ُ ﻟَﻪ َ ﻛَﺎن ﻟِﻤَﻦ ٰ ﻟَﺬِﻛْﺮَى َ ذَٰﻟِﻚ ﻓِﻲ َّ إِن

اﻟﺴﱠﻤْﻊ

وَﻫُﻮَ َ

ﺷَﻬِﻴﺪ

ٌ

Sesungguhnya pada hal yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai akal atau yang menggunakan pendengarannya, sedang dia menyaksikannya. (QS. Qaaf [50]: 37)

Segala puji bagi Allah Rabb seluruh alam.

Wassalamu'alaykum wa rahmatullah wa barakatuh

(Muhib al-Majdi/arrahmah.com)

Posted at 01.48 |  by Harian Muslim
(c)2013 HarianMuslim.com I Warta Islam Digital Terkini. Seluruh materi di situs HarianMuslim.com boleh dicopy, diperbanyak dan disebarluaskan untuk dakwah
© 2013 harianmuslim.com...
back to top